Just For Escape

Just For Escape
Bab 15



Gita sedang memandangi ponselnya menunggu permintaan job untuk nanti malam


Tapi hingga jam tiga sore tidak ada notifikasi apapun yang berhubungan dengan pekerjaan sampingan nya


Huh kalau begini aku harus mencari pekerjaan sampingan lagi, ternyata menari dan bekerja di pabrik saja tidak bisa diandalkan


Gumam Gita sambil rebahan di atas tempat tidurnya


Akhirnya Gita memutuskan untuk keluar dari kamarnya menuju minimarket di sebrang kost an nya


Karna seringnya Gita berbelanja ke sana hingga Gita mengenal beberapa pegawai minimarket tersebut


" Wuih anak perawan malmingan ke mana nih !" tanya Gita pada gadis penjaga kasir


" Kita mah gak ada acara malmingan yang ada acara kejar setoran !" jawab gadis itu sambil tertawa


" Loh bentar lagi kan ganti sift ?" tanya Gita


" Iya sih tapi kan besok pagi aku ada kerjaan lain ?" jawab gadis itu


" Kerja apaan ? kan bagian mu sift sore ?" jawab Gita


" Ih dasar kepo, gini loh setiap hari Minggu aku ikut kerja part time bersihin apartemen !" jawab gadis itu


" Waahh...boleh tuh ikutan !" ucap Gita antusias


" Serius mau ikutan, kerjanya capek loh !" jawab gadis itu


" Serius ..beneran aku mo ikut kejar setoran kayak kamu !" jawab Gita


" Beneran ya ...aku telpon bos aku nih !" ucap gadis itu meyakin kan ucapan Gita


" Iya serius, cepetan telpon bos mu !" ucap Gita tidak sabar


" Oke...tunggu bentar !" jawab gadis itu sambil mengeluarkan ponselnya


Kebetulan sore itu tidak terlalu banyak pengunjung sehingga Gita dan gadis itu leluasa mengobrol


Nampak gadis itu menghubungi seseorang dan berbicara mengenai Gita yang ingin ikut bekerja


Setelah beberapa saat gadis itu pun mematikan ponselnya


" Bos bilang kamu bisa ikut kerja tapi untuk sementara kamu bareng aku dulu sampai kamu bisa !" ucap gadis itu


" Oke..jadi besok kita ketemu dimana ?" tanya Gita


" Nih aku kirim alamat nya sekalian bawa surat lamaran !" ucap gadis itu


" Oke terima kasih banyak ya sampai ketemu besok !" ucap Gita


" Iya, awas jangan sampai kesiangan !"


" Beres !" jawab Gita sambil meninggalkan minimarket tersebut


Gita berjalan menuju kost an nya dengan gembira karna akan mendapat pemasukan tambahan


Gita tidak perduli seberapa berat pekerjaan itu yang penting baginya adalah bagaimana agar tabungan nya cepat bertambah


Sementara itu Pratiwi nampak baru turun dari pesawat yang ditumpanginya


Setelah menempuh penerbangan sekitar satu setengah jam ditambah perjalanan menuju bandara membuat tubuh Pratiwi kelelahan


Dibelakang Pratiwi nampak dua pria berjalan mengikuti nya


Mereka adalah orang kepercayaan Pratiwi merangkap tukang pukul jika ada salah satu anak buahnya yang membangkang atau berniat kabur


Juga sebagai keamanan apabila ada pelanggan yang berani macam-macam atau enggan membayar dengan alasan servis kurang memuaskan


Awalnya Irwan mengira jika Pratiwi akan berubah setelah menikah dengan nya tetapi ternyata Pratiwi tetap lah Pratiwi


Yang lebih memilih untuk tetap menjadi seorang mucikari daripada ibu rumah tangga biasa


Dulu Pratiwi seorang psk hingga akhirnya ia mulai mempunyai anak buah sendiri mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi


Irwan bertemu dengan Pratiwi disebuah pub ketika membawa teman nya yang mabuk hingga akhirnya mereka menjalin hubungan dan memutuskan untuk menikah


Apalagi setelah istrinya meninggal dan tiga anaknya masih kecil Irwan membutuhkan wanita yang bisa mengurus mereka


Tapi ternyata Irwan salah mengira setelah tanpa sengaja Irwan menemukan buku agenda yang berisi nama para gadis milik Pratiwi dan nomor ponsel para pelanggan nya termasuk jadwal booking mereka


Awalnya Irwan berusaha menyangkalnya tapi untuk membuktikan rasa penasaran nya Irwan pun pura-pura izin ke luar kota untuk beberapa hari dengan alasan tugas dari kantor


Pratiwi tidak menaruh curiga dan sepeninggal Irwan Pratiwi langsung menghubungi anak buahnya untuk menemui pelanggan nya


Hingga tanpa Pratiwi sadari Irwan membuntuti kepergian Pratiwi ke sebuah rumah dimana sudah ada beberapa perempuan dengan dandanan sexy menunggunya


Tidak berapa lama satu demi satu para perempuan itu di bawa menggunakan mobil pelanggan nya


" Kamu ternyata tidak berubah Tiwi !" ucap Irwan dengan murka


Mendengar suara Irwan di belakang nya Pratiwi pun kaget dan langsung berbalik


Awalnya Pratiwi takut tapi mau bagaimana lagi toh Irwan sudah mengetahui nya


Akhirnya Pratiwi hanya tersenyum sambil berjalan ke arah Irwan


" Maaf mas ternyata aku tidak bisa hidup sederhana dengan gaji mu yang pas-pasan !" jawab Pratiwi santai


Mendengar ucapan Pratiwi Irwan pun langsung kembali ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumah


Semenjak mengetahui kelakuan Pratiwi membuat Irwan stress hingga akhirnya ia mengalami stroke


Dan melihat kondisi Irwan yang seperti itu membuat Pratiwi semakin menjadi dengan menjual anak gadis Irwan yang baru berusia delapan belas tahun


Dengan alasan untuk biaya pengobatan Irwan juga untuk biaya mereka sehari-hari


Dan Irwan pun tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisinya yang lumpuh dan tidak bisa berbicara lagi


Pratiwi memasuki kamar hotelnya yang sudah ia booking untuk tiga hari kedepan


Ia sudah menyuruh kedua anak buahnya untuk mencari keberadaan Gita dengan mencari informasi di klub malam tempat Gita pernah menari


Hingga kedua orang itu mendapatkan alamat kost an Gita dari sesama penari yang pernah manggung bersamanya


Dan mereka pun langsung melaporkan penemuan mereka kepada Pratiwi


" Besok kita akan menemui Gita di kost an nya !" ucap Pratiwi


" Siap Mih !" jawab kedua pria itu


" Kalian sudah siapkan mobilnya kan ?"


" Sudah Mih sesuai permintaan Mami !"


" Bagus ! sekarang kalian pergilah aku mau istirahat !" ucap Pratiwi dan kedua pria itu pun keluar dari kamar hotel Pratiwi


Pagi-pagi sekali Gita berangkat menuju tempat pekerjaan barunya yang ternyata sebuah ruko yang lumayan besar


Disana sudah ada beberapa orang yang sedang memasukan alat-alat kebersihan ke dalam mobil boks warna putih


Gita melihat ke sekeliling mencari keberadaan teman nya hingga sebuah tepukan dibahu membuat Gita sedikit kaget


" Hei..aku pikir kamu gak jadi dateng !"


"Jadi lah !" jawab Gita


" Ayo kita ketemu bos dan bawa lamaran mu !"


Gita pun mengikuti gadis di depan nya menuju sebuah kantor yang terletak di lantai atas


" Permisi Bu..ini orang yang kemaren saya ceritakan !"


" Oh iya sini mana lamaran nya !" ucap seorang wanita paruh baya


Gita duduk di hadapan wanita itu dan menjawab beberapa pertanyaan dan Gita pun harus menandatangani peraturan selama bekerja


Tidak lama kemudian Gita pun berangkat bersama rombongan nya yang berisi tujuh orang termasuk supir menuju sebuah gedung apartemen yang cukup mewah


Karna ini merupakan hari pertama Gita dipasangkan dengan pegawai yang sudah senior agar Gita bisa belajar hingga Gita bisa dilepas bekerja sendiri


Pratiwi menggedor beberapa kali pintu kamar kost Gita tetapi tidak ada jawaban hingga penghuni disebelahnya merasa terganggu dan keluar


" Maaf Bu orangnya pergi tadi pagi !" Ucap tetangga Gita


" Oh iya terima kasih mbak !" jawab Pratiwi lalu bergegas berjalan ke tempat mobilnya terparkir


" Sial ! si Gita malah pergi kita tunggu didepan minimarket itu !" perintah Pratiwi pada anak buahnya


Hingga jam menunjukan angka lima terlihat Gita turun dari ojek didepan gerbang kost an nya


Melihat kedatangan Gita Pratiwi menyuruh anak buahnya agar menjalankan mobilnya mendekati Gita


Gita yang terlihat baru saja membayar ojeknya tidak menyadari jika bahaya sedang mendekatinya


Satu pria memanggil Gita dengan dalih mencari alamat dan tanpa Gita sadari satu pria lagi keluar dari mobil melalui pintu samping dan berada di belakang Gita


Hingga dengan satu dorongan tubuh Gita dipaksa masuk ke dalam mobil itu tanpa ada perlawanan berarti dari Gita


Gita berusaha melepaskan diri dari cengkraman kedua pria itu hingga satu suara membuat jantung nya berhenti berdetak


" Akhirnya aku bisa menemukan mu Gita !" ucap Pratiwi sambil tertawa sinis


Gita mengangkat kepalanya dan nampak Pratiwi duduk dengan anggun di jok paling belakang membuat Gita terpaku tanpa bisa berkata apa-apa