Just For Escape

Just For Escape
Bab 70



Gita membereskan dapur yang terlihat berantakan karena aktivitas nya membuat sarapan untuk Ryu


Gita teringat jika sudah waktunya Ryu meminum obat sakit kepalanya


Dengan perlahan Gita membuka pintu kamarnya dan nampak Ryu masih dengan posisi yang sama bersandar di kepala ranjang dengan mata terpejam


Gita mendekati Ryu mencoba melihat apakah Ryu tertidur atau hanya memejamkan mata saja


Tapi baru beberapa langkah terlihat mata Ryu terbuka


" Eh ..maaf tuan apa anda mau pindah ke kamar sebelah agar lebih nyaman !" tawar Gita sambil berdiri di samping tempat tidur nya


" Kalau aku mau disini apa kamu keberatan ?" Bukan nya menjawab Ryu malah balik bertanya


Gita terlihat kesal mendengar pertanyaan Ryu yang seharusnya ia audah tau jawabannya


" Kalau tuan di sini nanti saya tidur dimana tuan ?!" rungut Gita dengan bibir mengerucut membuat Ryu ingin sekali menggigit nya


Ryu memalingkan wajahnya berusaha menahan diri, lagipula dengan kondisi seperti ini ia masih membutuhkan Gita untuk merawatnya


" Kita bisa berbagi tempat seperti semalam !" Ryu menoleh ke arah Gita sambil mengedipkan sebelah matanya


Gita membelalakkan matanya dengan wajah merona menahan malu tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan


" Tuan....itu kan tidak sengaja !" jawab Gita gugup, ia merasa malu karena terlelap di samping Ryu yang seharusnya ia jaga


" Disengaja juga tidak apa toh tidak akan ada yang marah, kecuali kalau kamu sudah punya suami atau pacar ?!" goda Ryu yang semakin membuat Gita kelabakan


" Sa..saya tidak punya pacar tuan apalagi suami !" dengan polosnya Gita menyangkal tuduhan Ryu


" Jadi...kamu sama Kei ?!" Tanya Ryu menatap Gita


" Ehmm...saya sama tuan Kei tidak ada hubungan apa-apa tuan hanya majikan dan bawahan saja !" jawab Gita sambil menundukkan kepalanya


Ada rasa nyeri ketika Gita mengatakan hal itu, karena bagaimanapun ia tidak bisa memungkiri jika hatinya mulai terpaut pada pesona Kei


" Kamu yakin ?!" selidik Ryu menatap Gita intens


" Tentu saja tuan, buktinya tuan Kei pergi begitu saja dan tuan tidak pernah menghubungi saya lagi sejak di pantai waktu itu !" Gita terlihat sedih ketika mengatakan hal itu


" Memang sudah berapa lama kalian tinggal bersama ?!" selidik Ryu lagi


" Ehmm..kalau tidak salah hampir enam bulan tuan !" jawab Gita mencoba mengingat waktu kebersamaan nya dengan Kei


" Oh..baru enam bulan aku pikir sudah lebih dari satu tahun !" jawab Ryu santai


" Jadi bagaimana tuan ?!" tanya Gita penuh harap


" Jadi apa nya ?" Ryu terlihat bingung


Gita menggaruk kepalanya terlihat kesal


" Tuan istirahat nya di kamar tuan Kei saja ya tuan, tempatnya lebih besar dan nyaman, atau anda mau ke unit anda saja ?!" tawar Gita lagi berharap Ryu mengembalikan tempat tidurnya


" Oke - oke aku pindah tapi ke kamar sebelah saja, kepalaku masih pusing !" akhirnya Ryu berhenti menggoda Gita


" Kalau begitu minum dulu obat nya tuan !" Gita mengambil gelas dan obat di meja lalu memberikannya pada Ryu


Tanpa banyak bicara Ryu pun mengambil obat dari tangan Gita lalu meminumnya


Ryu berjalan di bantu oleh Gita, walaupun tubuh Gita cukup tinggi untuk ukuran wanita tapi tetap saja ketika ia bersanding dengan Ryu yang memiliki tubuh tinggi besar membuat Gita terlihat mungil


Kei memang cukup tinggi tapi tubuh Kei lebih kurus di banding kan dengan Ryu yang memiliki gen Eropa dari pihak ibunya


Ryu sedang beristirahat di kamar Kei, mungkin efek obat yang baru di minumnya membuat Ryu tertidur pulas


Gita menyarankan untuk memanggil dokter tapi Ryu menolak dengan alasan sudah merasa lebih baik


Gita membereskan tempat tidurnya dan mengganti semua sprei dan sarung bantal nya, setelah rapi Gita langsung melempar kan tubuhnya ke atas kasur


Ohh..kasurku yang nyaman akhirnya menjadi milikku lagi walaupun sebentar lagi kita akan berpisah


gumam Gita sambil berguling ke kanan dan ke kiri mengeksplor seluruh area tempat tidur nya yang sebentar lagi mungkin tidak akan ia nikmati lagi


Kei terlihat gusar setelah melihat email yang Ryu kirimkan yang berisi foto-foto Ryu dan Gita yang terlihat intim, apalagi ketika Ryu kembali mengirimkan foto Gita yang tengah menyeka punggung nya membuat Kei semakin murka


Brengsek !! sialan !!! awas saja kalau kau berani menyentuhnya !!!


Ancam Kei pada Ryu tapi hingga siang Ryu belum juga membaca email nya membuat Kei bertanya - tanya apa yang sedang mereka lakukan membuat Kei semakin gusar


Gita membawa nampan berisi makan malam untuk Ryu, walaupun sebenarnya kondisi Ryu sudah semakin membaik tapi Ryu ingin makan malam di atas tempat tidur dengan alasan masih lemas


" Makan malamnya tuan !" sapa Gita ketika memasuki kamar


" Oke !" jawab Ryu tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya


Gita menyimpan nampannya di meja di samping tempat tidur lalu beranjak keluar dari kamar hingga terdengar suara Ryu memanggilnya


" Kamu mau kemana ?!" Ryu menatap tajam ke arah Gita


" Mau beres - beres dapur tuan !" Gita menjawab sambil menatap Ryu heran


" Jadi aku harus menunggu kamu beres - beres dapur dulu baru bisa makan !" Ryu terlihat kesal


Gita menatap heran, tidak mengerti dengan kesalahan nya hingga membuat Ryu marah


" Maaf tuan , anda tidak usah menunggu saya beres - beres anda bisa makan sekarang juga !" ucap Gita sambil berjalan mendekati Ryu


" Lalu kenapa kamu malah pergi, kamu kan lihat aku sedang sibuk !"


Lah kalau dia sibuk makannya kan bisa nanti, suka suka dia kapan dia mau makan kenapa dia marah sama aku


Gumam Gita dalam hati sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia semakin tidak mengerti dengan keinginan tuan nya


Akhirnya dengan menarik napas panjang Gita mengalah


" Maaf tuan, lalu saya harus bagaimana tuan ?!" tanya Gita dengan lemah lembut


" Suapi aku... tangan ku sibuk banyak berkas yang harus aku periksa !" Ryu berkata sambil mengalihkan pandangannya ke layar laptop di pangkuannya


Gita terdiam sesaat, ia mencoba mencerna apa yang baru saja ia dengar


" Maksud anda...saya menyuapi Anda makan tuan ?!" tanya Gita setengah tidak percaya dengan permintaan Ryu


"Apa ucapan ku kurang jelas ?!" kembali Ryu malah balik bertanya bukannya menjawab pertanyaan Gita


" Ah..jelas tuan..sangat jelas !" Gita tergagap karena tidak menyangka jika Ryu benar - benar ingin di suapi


Coba bilang dari tadi kalau mau disuapi gak pake marah - marah segala, lagian kayak bayi aja minta disuapi


Gerutu Gita tapi hanya berani dalam hati saja


Gita mengambil semangkuk nasi lalu di isi dengan sup jamur dan sepiring kecil cumi goreng tepung


Gita duduk di samping Ryu yang asik dengan laptop nya, lalu dengan perlahan Gita mulai menyuapi Ryu dan sesekali Gita menyeka sekitar bibir Ryu jika ada percikan kuah sup


Sedangkan Ryu pura-pura sibuk padahal sejak tadi siang pekerjaan nya sudah beres dan sudah ia kirimkan lewat email pada Yola


Dan tanpa Gita sadari sejak tadi Ryu mengulum senyumnya yang tersamar dengan kunyahan di mulutnya


Bagaimana tidak, sejak Gita duduk di depan nya Ryu ternyata menyalakan kamera laptopnya yang terhubung dengan Kei dengan menonaktifkan speaker nya sehingga Gita tidak mendengar Kei yang marah - marah dengan muka merah padam di sembarang sana melihat Ryu yang sedang bermanja-manja dengan Gita


Belum lagi puluhan sumpah serapah memenuhi email Ryu yang sengaja diacuhkan oleh Ryu seakan ia puas melihat Kei yang seperti kesurupan mengamuk di kamarnya


Sementara itu Niken dan Irwan saling tatap setelah membaca surat yang di kirimkan oleh Rey mengenai tes DNA yang sudah ia terima hasilnya


" Ayah...jadi selama ini kak Gita bukan saudara kandung ku ?!" Niken menatap Irwan dengan pandangan tidak percaya


Irwan menggenggam tangan Niken sambil menganggukkan kepalanya,.Irwan pun baru mengetahui nya ketika ia bertemu dengan Rey beberapa waktu lalu dan Irwan pun merasa tidak percaya jika anak yang selama ini tinggal bersama nya ternyata bukan anak kandungnya


Irwan pun merasa kecewa dengan keputusan almarhum Sari yang menyembunyikan identitas Gita hingga ia meninggal


Dan satu pertanyaan Irwan yang selalu memenuhi pikirannya, mengenai keberadaan anak kandungnya, apa yang terjadi dengan dirinya apakah masih hidup ataukah sudah meninggal


Irwan menatap Niken, ia merasa bersalah kepada ketiga anaknya karena dirinya yang menghadirkan Pratiwi hingga membuat anak-anak harus menderita apalagi semenjak menghilangnya Gita, dan sekarang Mega yang sudah hampir satu bulan ini ia tidak pulang


Tiba-tiba Irwan teringat pada Pratiwi, Irwan harus memberi tau Niken agar kebenaran tentang identitas Gita jangan sampai diketahui oleh Pratiwi


Irwan takut jika Pratiwi akan semakin memeras dan memanfaatkan Gita dengan dalih balas Budi, apalagi jika melihat penampilan tuan Rey yang sepertinya bukan dari kalangan biasa


" euuhhkk...eeuuhkkk...mbuu !" gumam Irwan pada Niken sambil menggelengkan kepalanya berulang-ulang


" Maksud ayah Niken jangan kasih tau ibu ?!" tanya Niken untuk meyakinkan jika dirinya benar menafsirkan gumaman Irwan


Belum sempat Irwan menjawab tiba - tiba muncul Pratiwi dari arah luar sambil menatap tajam ke arah Niken dan Irwan


" Apa yang tidak boleh aku ketahui ?!"


Seketika Niken dan Irwan terkejut dengan kedatangan Pratiwi yang tidak mereka duga setelah lebih dari satu bulan Pratiwi menghilang dan kini ia muncul lagi diwaktu yang tepat saat identitas Gita terkuak