Just For Escape

Just For Escape
Bab 32



Gita berusaha mengerjakan pekerjaan nya dengan rapi dan cepat, karena masih ada satu unit lagi yang harus ia bersihkan


Gita sudah membersihkan area dapur juga ruang tamu hingga tersisa kamar tidur utama yang belum ia bersihkan


Gita berdiri mematung didepan pintu kamar itu, ia merasa segan untuk mengetuknya karena sedari tadi Gita belum melihat Kei keluar dari kamarnya


Tapi Gita harus segera menyelesaikan pekerjaannya, lalu dengan memberanikan diri Gita mengetuk pintu kamar Kei


Gita mengetuk pintu kamar itu beberapa kali hingga terdengar suara kunci di putar dan tidak berapa lama nampak Kei yang berdiri dihadapan nya dengan wajah segar dengan pakaian santai yang ia kenakan


" Maaf tuan saya mau membersihkan kamar anda !" ucap Gita sambil menundukkan wajahnya


" Oh..iya silahkan !" jawab Kei sambil bergeser ke samping memberi Gita jalan agar bisa memasuki kamarnya


Gita berdiri di depan tempat tidur Kei yang terlihat masih berantakan walaupun sepertinya Kei berusaha merapikan nya


" Maaf tuan apa sprei nya mau di ganti !" tanya Gita sambil memandang ke arah Kei


" Oh iya sebentar !" jawab Kei sambil beranjak mengambil satu set sprei dan selimutnya yang terbungkus plastik di atas lemari


Setelah meletakan sprei baru itu di atas tempat tidur Kei pun keluar dari kamar nya untuk memberikan keleluasaan pada Gita untuk membersihkan kamarnya menuju dapur untuk membuat secangkir kopi


Gita mulai membersihkan kamar Kei dengan cekatan, sepertinya Gita memang sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan seperti itu


Mulai dari mengelap semua meja dan kursi juga cermin dan beberapa bingkai foto Kei bersama orang tuanya serta jendela kaca


Lalu Gita mengambil vakum cleaner dan mulai membersihkan karpet tebal juga tempat tidur yang sudah di lepas seprei nya


Setelah di rasa sudah bersih Gita mulai memasang sprei dan sarung bantal dan juga menatanya beserta selimut tebal dengan motif senada sehingga kamar Kei yang tadinya berantakan kini sudah terlihat rapi dan enak di pandang


Akhirnya Gita memasuki kamar mandi dan Gita mulai menggosok setiap sudut lantai juga bed tube dan wastafel Gita gosok hingga bersih dan terakhir menyemprotkan pewangi kamar mandi agar lebih segar


Gita melihat sekeliling kamar mandi setelah di rasa tidak ada yang terlewat Gita pun melakukan hal yang sama pada ruang kamar


Setelah di lihat semua sudah rapi dan bersih Gita pun keluar dari kamar Kei sambil membawa alat kebersihan nya


Kei duduk santai di ruang tamu sambil menonton televisi sambil menikmati sarapan nya


" Maaf tuan saya sudah selesai !" ucap Gita


" Oh oke terima kasih ya !" jawab Kei sambil menghampiri Gita


" Kalau begitu saya permisi tuan dan maaf anda harus menandatangani surat tugas saya !" ucap Gita sambil memberikan surat tugas nya yang ia temukan di kamar Kei


" Oh tentu saja !" jawab Kei sambil menerima kertas tersebut dari Gita lalu menandatangani nya


Gita melipat surat tugasnya dan membenahi barang bawaan nya dan ketika Gita hendak keluar tiba-tiba Kei menghentikan langkahnya


" Maaf Gita saya bertanya sedikit boleh ?" tanya Kei


" Tentu saja tuan !" jawab Gita


" Apa kamu tahu peraturan di perusahaan ku jika kamu tidak bisa bekerja di dua tempat sekaligus !?" ucap Kei sambil menatap Gita


Mendengar ucapan Kei membuat Gita langsung terdiam, ia memang tau jika ada peraturan seperti itu


" Maaf tuan kebetulan ini hanya sampingan saja dan status saya pun bukan karyawan tetap tapi saya hanya tenaga freelance saja !" jawab Gita sambil menundukkan kepalanya


" Dan saya mohon jangan pecat saya tuan, saya melakukan ini karena terdesak saya harus mengobati ayah saya yang sakit keras !" jawab Gita dengan cemas tidak menyangka jika kerja sampingan nya ini akan menjadi masalah


Mendengar alasan Gita membuat Kei mengerutkan dahinya


Karena selama ini Kei tidak mengetahui tentang kehidupan Gita apalagi soal keluarganya


" Memangnya ayahmu sakit apa ?" tanya Kei penasaran


" Ayah saya sakit stroke, sekarang beliau tidak bisa berjalan dan tidak bisa bicara !" jawab Gita tanpa berani mengangkat kepalanya


Mendengar jawaban Gita membuat Kei termenung memikirkan betapa berat beban yang harus Gita pikul sebagai pencari nafkah


" Apa kamu tidak punya saudara ?" tanya Kei lagi


" Ada tuan kakak perempuan dan beliau pun sama seperti saya bekerja semenjak lulus SMA !" jawab Gita jujur


Kei terdiam beberapa saat setelah mendengar cerita Gita lalu dengan hati-hati Kei pun berkata


" Begini Gita untuk sekarang aku tidak akan mempermasalahkan tentang pekerjaan sampingan mu selama tidak ada yang tau atau tidak ada yang melaporkan nya pada bagian HRD !" jawab Kei


" Baik tuan saya mengerti dan terima kasih banyak tuan atas pengertiannya kalau begitu saya permisi !" jawab Gita sambil beranjak menuju pintu


" Baik lah....!" ucap Kei sambil membukakan pintu apartemen nya agar Gita bisa keluar dengan leluasa


Gita lalu bergegas keluar dari apartemen Kei, Gita merasa tertekan dengan kejadian yang baru saja ia alami


Selama ini Gita tidak pernah memikirkan nya tapi sekarang Gita harus memikirkan bagaimana caranya agar teman-teman kerjanya tidak ada yang mengetahui tentang pekerjaan sampingan nya


Sementara itu disebuah apartemen nampak Arga tengah memandang foto Gita yang sempat ia abadikan ketika berada di gym waktu di hotel tempo hari


Arga nampak kesal karena merasa keinginan nya untuk membooking Gita tidak terlaksana


" Dasar pe**k so' suci !" geram Arga sambil mendengus kesal


" Ga...Arga lu kenapa sih dari tadi gue panggil diem aja !" teriak seorang gadis yang baru saja masuk ke apartemen nya


" Eh...sorry Lun gue gak denger !" jawab Arga sambil menghampiri wanita tadi yang ternyata Luna


" Lu kenapa sih kok kelihatannya lagi kesel ?" tanya Luna


" Biasa lah ada yang bikin gua emosi !" jawab Arga


" Ya udah tunda dulu keselnya ayo berangkat sekarang mama sama papa gue udah nunggu !" jawab Luna sambil menarik tangan Arga


" Iyaa... sebentar aku ambil kunci dulu !" jawab Arga sambil berjalan ke arah kamarnya dan tidak lama sudah kembali dengan kunci di tangan nya


" Udah yu...!" ajak Luna sambil memeluk lengan Arga


" Ck ! gak usah peluk coba ntar cewek pada salah faham !" ucap Arga sambil melepaskan pelukan Luna di tangan nya


" Cih..pede amat lu ! lagian gue ogah sama cowok playboy kayak lu !" jawab Luna sambil menoyor kepala Arga


" Aduuh kurang ajar amat sih lu kalau bukan sepupu udah gue gampar lu !" jawab Arga kesal sambil merapihkan rambutnya yang sedikit acak-acakan karena ulah Luna


" Sadis amat sih lu, pantesan sampe sekarang lu masih jomblo !" ledek Luna


" Laahh..lu sendiri masih jomblo pake ngatain gue !" teriak Arga sambil tertawa


" Brengsek lu !" jawab Luna kesal karena apa yang dikatakan Arga memang benar


Tidak berapa lama mereka pun sampai di depan mobil Arga lalu mereka pun menaiki mobil itu menuju sebuah kafe tempat keluarga mereka berkumpul


Arga mengemudikan mobilnya membelah keramaian kota dengan kecepatan sedang


" Oh iya Lun gimana hubungan sama bos lu udah ada kemajuan !" tanya Arga tanpa mengalihkan pandangan nya


" Ck ! masih jalan ditempat Ga, tau nih susah banget deketin dia !" desah Luna


" Lu kan banyak kesempatan deketin dia masa sih masih jalan di tempat !" jawab Arga tidak percaya


" Gue juga gak ngerti Ga, padahal udah berbagai macam cara gue coba tapi tetep saja Tuan Kei masih gak mandang gue !" ucap Luna dengan tatapan kosong ke arah depan


" Apa dia sudah punya pacar ?" tanya Arga


" Belum gak soalnya dia belum pernah terlihat bersama perempuan, kecuali si Yola sekretaris nya yang jelek itu !" ucap Luna sambil berdecak kesal


" Bagiamana jika aku bantu, aku ingat beberapa trik yang sering di pake para perempuan ketika berusaha memikat ku !" jawab Arga sambil tersenyum


" Boleh juga...!" jawab Luna sambil tersenyum ke arah Arga


" Oke.. akhirnya kita sampai !" ucap Arga sambil mematikan mobilnya


Arga dan Luna berjalan memasuki kafe dan tiba-tiba Arga menghentikan langkahnya


" Lun sorry pegang ponselku, aku mau ke toilet sebentar !" pinta Arga sambil menyerahkan ponselnya pada Luna


" oke..jangan lama !" jawab Luna


Luna menyandarkan tubuhnya pada tembok di belakangnya lalu dengan iseng nya Luna pun membuka ponsel Arga


" Aku pengen lihat galeri ponsel si Arga isinya apaan ya !" ucap Luna pelan sambil membuka ponsel Arga yang kebetulan Luna tau password nya


Luna mulai membuka fitur galeri ketika tiba-tiba wajah Luna berubah, tanpa diduga nya Luna melihat foto Gita yang tengah berjalan di atas treadmill


Kenapa Arga memiliki foto si Gita ? bagaimana mereka bisa kenal ?


Gumam Luna sambil terus menatap beberapa foto Gita yang berada dalam ponsel Arga