
Luna dan Arga masih berdiam di dalam mobilnya menunggu Gita keluar dari dalam hotel mewah itu sambil berbincang
" Lun kenapa sih lu kayak yang benci gitu sama si Gita?" tanya Arga
" Awalnya gue gak pernah anggap ada tuh anak tapi semenjak gue denger gosip yang beredar gue jadi penasaran " jawab Luna
" Maksud lu ?"
" Gue denger kalau si Gita pernah di anterin pulang sama tuan Kei pakai mobilnya terus tuan Kei juga sering banget gue lihat nungguin si Gita pulang sampe gosip terakhir kalau tuan Kei sering banget ke ruangan si Gita " jawab Luna
" Terus masalahnya apa buat lu ?" tanya Arga belum mengerti
" Ya masalah lah ! aku kan menyukai tuan Kei dan gara-gara si Gita rencana ku mendekati tuan Kei jadi terganggu !" jawab Gita dengan wajah kesal
" Ohh..begitu pantas saja kamu semangat sekali mencari info soal si Gita !" jawab Arga sambil melirik Luna yang duduk di samping nya
" Pokonya aku harus bisa mendapatkan Kei bagaimana pun caranya !" ucap Luna sambil memandang ke arah pintu hotel
Sementara itu Rey, Adam dan Gita baru saja selesai menikmati makan malam mereka
" Bagaimana Gita apa kamu menyukai makanannya?" tanya Rey
" Saya menyukainya tuan, semua makanan nya enak apalagi makanan penutup tadi " jawab Gita dengan wajah berbinar
" Bagus lah kalau begitu lain kali kita makan bersama lagi oke ?" ucap Rey
" Tentu tuan terima kasih sebelumnya " jawab Gita sambil tersenyum ke arah Rey
" Sepertinya sudah cukup malam, sebaiknya kita pulang " ucap Rey sambil melirik arlojinya
" Iya tuan, terima kasih untuk makan malam nya " jawab Gita lagi sambil berdiri
" Aku akan mengantar mu pulang Gita sudah terlalu malam mungkin akan sulit mencari taxi " ucap Rey sambil berdiri dan menatap Gita
" Tidak apa tuan saya bisa memesan taxi online " ucap Gita sambil mengeluarkan ponselnya
" Jangan sungkan Gita lagipula tadi Adam yang menjemput mu jadi biar kami juga yang mengantar mu " jawab Rey
" Lagipula ini sudah terlalu malam Gita kami tidak mau terjadi sesuatu padamu " jawab Rey lagi
" Baiklah kalau begitu tuan, maaf sudah merepotkan Anda lagi " jawab Gita
Jangankan pulang malam pulang dini hari pun sering aku lakukan apalagi ini baru jam sepuluh malam
Gumama Gita dalam hati, lalu mereka bertiga pun meninggalkan restauran tersebut dan Rey menyempatkan diri untuk berpamitan pada Frans yang tengah berbicara dengan seorang relasi nya
Rey, Adam dan Gita berada dalam lift yang akan membawa mereka ke basemen dimana mobil Rey terparkir
Mereka berjalan menuju mobil Rey yang terparkir di parkiran khusus tidak jauh dari pintu lift khusus
Gita berjalan di antara Rey dan Adam menuju sebuah mobil sedan hitam dengan logo tiga lingkaran yang saling bertautan
Gita berhenti sejenak memperhatikan mobil yang berada di dekatnya
" Maaf tuan bukan kah mobil anda berwarna silver ?" tanya Mega sambil memandang Adam
" Oh iya nona tapi mobil tadi sudah dibawa oleh pihak bengkel untuk servis rutin jadi sekarang kita menggunakan mobil yang ini !" jawab Adam sambil tersenyum ke arah Gita
" Oh maaf tuan saya pikir anda lupa " jawab Gita sambil tersenyum malu
" Tidak apa nona, silahkan !" jawab Adam sambil membukakan pintu belakang untuk Gita
Gita bukan nya langsung masuk tapi ia malah memandang Adam seolah mempertanyakan kenapa ia duduk di kursi belakang
" Tidak apa nona anda bisa menemani tuan Rey mengobrol " ucap Adam seperti mengetahui apa yang ada di pikiran Gita
" Oh...baiklah kalau begitu " jawab Gita sambil tersenyum ke arah Adam
Adam lalu menutup pintu mobil itu setelah yakin jika Gita duduk dengan nyaman, sedangkan tuan Rey memutari mobil dan membuka sendiri pintu di sebelah kanan lalu duduk di sebelah Gita
Gita memperhatikan interior mobil yamg begitu elegan, tangan Gita pun meraba jok yang didudukinya begitu lembut sepertinya akan sangat nyaman jika di gunakan untuk alas tidur pikir Gita
" Apakah kamu merasa nyaman ?" tanya Rey sambil tersenyum melihat Gita yang terlihat sibuk dengan pikirannya
" Oh..iya tuan mobil anda sangat nyaman " jawab Gita sedikit malu dengan tingkahnya yang kampungan
Tidak berapa lama mobil pun bergerak meninggalkan basement menuju kediaman Gita
Dengan kecepatan rendah Adam mengendarai mobilnya meninggalkan area hotel dan ketika sudah berada di jalan raya Adam pun menambah kecepatan mobilnya
Sedangkan di sebuah mobil nampak Luna dan Arga masih menunggu kemunculan Gita dari dalam hotel
Luna melirik arlojinya yang menunjukan angka sepuluh, beberapa kali Luna menguap karena sejak pulang dari tempatnya bekerja ia belum istirahat sama sekali
" Ga..kok si Gita belum keluar juga ya ?" tanya Luna
" Nginep kali dia !" jawab Arga
" Iya kali ya ? apalagi besok kan weekend " jawab Luna
" Terus gimana nih ! masih mau nunggu apa pulang ?" tanya Arga
" Pulang aja yuk , ngantuk gue !" jawab Luna sambil kembali menguap
" Terus si Gita lu lepasin gitu aja ?" tanya Arga
" Ya enggak lah, tapi gak mungkin juga kan kita nunggu di sini nyampe pagi !" jawab Luna
" Ya udah kita pulang nih ?" tanya Arga meyakin kan Luna
" Iya...kita pulang aja !" jawab Luna sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi menghadap ke jendela dimana terlihat Susana kota di malam hari yang terlihat semakin ramai
Arga menjalankan mobilnya keluar dari area parkir menuju kediaman Luna
Arga menjalankan mobilnya dengan sedikit mengebut karena ia sudah di tunggu temannya di sebuah club'
Hingga disebuah perempatan lampu merah mobil mereka berhenti dan tanpa sengaja Luna melihat sosok Gita di dalam sebuah mobil mewah warna hitam bersama dengan seorang lelaki yang berbeda dengan yang menjemputnya tadi sore
Sontek Luna membuka matanya lebar-lebar seolah ingin meyakin kan jika penglihatan tidak salah sambil berteriak memanggil Arga
" Ga..ga lihat si Gita di mobil sebelah !" teriak Luna sambil tangan nya memukul bahu Arga
" Apaan si lu sakit tau bahu gue !" jawab Arga sambil mengusap bahunya
" Itu si Gita Ga ..lihat !" teriak Luna lagi sambil menunjuk mobil di sebelahnya yang kebetulan tepat berada di samping Rey yang tengah berbicara dengan Gita
Arga melihat seorang pria yang duduk menyandar membelakangi jendela dan seorang gadis yang terlihat mirip Gita sedang tersenyum ke arah pria itu
Wajah wanita itu terlihat jelas karena berada tepat di bawah lampu jalan dan dibantu oleh lampu dari sebuah neon box
" Lu yakin itu si Gita ?" tanya Arga yang baru sekali bertemu dengan Gita
" Yakin banget Ga !" jawab Luna
" Gila ! semalem dia sampe dapat dua pelanggan kaya !" teriak Luna sambil mengambil ponselnya lalu mengarahkan kameranya ke arah mobil di sebelahnya
Tidak berapa lama mobil yang dikendarai Gita pun melaju karena lampu sudah berubah hijau di ikuti oleh mobil Luna dan Arga
Arga berusaha membuntuti mobil yang di naiki oleh Gita untuk mengetahui tujuan mereka
Tapi sepertinya Arga dan Luna harus sedikit bersabar karena tiba-tiba ada sebuah mobil pick up yang menghalangi mobil mereka sehingga mereka kehilangan jejak mobil yang di naiki oleh Gita
" Sial ! sial ! sial !!" teriak Arga sambil memukul stir beberapa kali
" Yaahhh..gagal deh ! dasar mobil butut sialan !" umpat Luna sambil memandang pick up di depannya yang memperlambat kecepatan nya
Arga segera memacu kendaraan nya setelah terbebas dari belakang mobil pick up tadi
Tapi sayang setelah sampai di perempatan mereka kehilangan arah dan mereka pun memutuskan untuk pulang
Sementara itu Gita baru saja sampai di depan kost an nya
" Terima kasih tuan atas tumpangan dan makan malamnya " ucap Gita sambil tersenyum pada Rey dan Adam yang berdiri dihadapan nya
" Sama - sama Gita sekarang masuk lah sudah malam " ucap Rey tanpa sadar mengusap pucuk kepala Gita hingga membuat Gita sedikit terkejut
Rey yang tersadar segera menurunkan tangan nya lalu dengan gugup berpamitan pada Gita
" Maaf Gita kami pamit pulang !" ucap Rey
" Iya tuan sekali lagi terima kasih !" jawab Gita lalu meninggalkan Rey dan Adam yang masih berdiri menunggu Gita masuk ke area kost an nya
Setelah memastikan Gita berada di dalam Rey dan Adam pun menaiki mobil mereka dan melanjutkan perjalanan menuju kediaman Rey
Di dalam mobil Rey termenung memikirkan apa yang baru saja ia lakukan sambil memandang telapak tangan nya yang ia pakai mengusap kepala Gita
Ada sebuah rasa yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata hingga membuat Rey terpaku untuk beberapa saat
Ya Tuhan ...kalau memang keajaiban itu ada aku mohon pertemukan aku dengan anak dan istriku
Gumam Rey sambil menyandarkan kepalanya dan menutup matanya membayangkan wajah Shinta dan anaknya yang entah seperti apa