Just For Escape

Just For Escape
Bab 9



Dua tahun kemudian


Gita berlari kecil memasuki halaman sebuah pabrik pembuatan sparepart mobil


Sudah hampir dua tahun Gita kerja di pabrik tersebut setelah Bu Amel memberinya informasi jika kenalan nya bekerja di pabrik tersebut sebagai kepala bagian gudang membutuhkan kan pengganti adm nya yang berhenti


Lalu dengan rekomendasi dari teman nya Bu Amel akhirnya Gita pun diterima bekerja di sana sebagai adm gudang


Gita mengisi absen nya dan Gita pun bernapas lega karna masih tersisa satu menit sebelum waktunya masuk kantor


Gita bergegas menuju ruangannya yang berada di dalam gudang yang terletak di belakang kantor staf dan pimpinan pabrik berada


Dibagian gudang Gita adalah satu-satunya wanita dan yang paling muda diantara teman satu bagian nya


Tapi tidak satu orang pun yang berani menggoda Gita karna pak Wisnu sang kepala bagian akan langsung maju melindungi Gita


Pak Wisnu merasa kasihan pada Gita yang di usia nya yang sangat muda harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri


Apalagi mendengar cerita dari Bu Amel alasan Gita pergi sangat jauh dari kampungnya membuat pak Wisnu begitu melindungi Gita


" Selamat pagi pak ..maaf saya telat ojek yang saya naiki ban nya bocor !"


Ucap Gita dengan napas masih ngos-ngosan


Mendengar alasan Gita membuat pak Wisnu bukan nya marah melainkan menyuruh Gita duduk lalu memberinya segelas air putih yang merupakan miliknya


" Duduk lalu minum dulu baru kamu cerita !" ucap pak Wisnu


Gita pun melakukan perintah pak Wisnu dan setelah tenang Gita pun bercerita kenapa dirinya sampai hampir kesiangan


" Ya sudah sekarang kembali ke meja mu jangan lupa sebentar lagi waktunya stok opname !"


Perintah pak Wisnu dan Gita pun segera beranjak dari ruangan pak Wisnu untuk segera melakukan tugasnya


" Tumben telat biasanya dateng paling duluan !" tanya Dedi


" Ban motor ojeknya bocor mas makanya telat !" jawab Gita sambil duduk dimeja nya yang bersebelahan dengan meja Dedi


" Pantesan...eh kamu udah tau belum gosip soal bos baru ?"


" Denger sih tapi gak banyak !"


" Gosipnya sih bos yang sekarang masih muda trus single juga !"


" Oh !" jawab Gita singkat sambil menatap layar monitor nya


" Dia ganteng juga loh !" ucap Dedi lagi sambil menatap Gita untuk melihat reaksi Gita


Tapi Gita hanya terdiam sambil fokus pada pekerjaan nya


" Emang kamu gak tertarik apa ?" tanya Dedi sambil menatap aneh pada Gita


" Enggak !" jawab Gita singkat tanpa mengalihkan pandangan nya


" Aku jadi curiga jangan-jangan kamu gak doyan cowok ya !"


Mendengar ucapan Dedi membuat Gita langsung menolehkan kepalanya menatap horor ke arah Dedi


" Jangan asal !" jawab Gita kesal


" Asal gimana, udah jelas kan barusan kamu gak suka sama cowok sempurna kayak bos baru kita ?!" bela Dedi


" Aku bukan nya gak tertarik aku cuma mawas diri, aku siapa dia siapa !" jawab Gita kesal


" Oh kirain kamu gak doyan cowok, kalau gitu aku ada harapan dong !" ucap Dedi sambil nyengir kuda


" Bilang dulu sama pak Wisnu sana ,berani gak ?" tantang Gita sambil tersenyum


Mendengar jawaban gita membuat Dedi berdecak kesal


" Ck kalau urusan sama pak Wisnu aku nyerah Git, aku masih mau kerja di sini !" jawab Dedi


Mendengar jawaban Dedi membuat Gita melebarkan tawanya karna sudah jadi rahasia umum jika ada karyawan yang mendekati Gita harus izin dulu sama pak Wisnu


Dan hingga hari ini belum ada seorang pun yang berani menghadap pak Wisnu


Entah apa yang membuat mereka sungkan padahal pak Wisnu hanya seorang pria paruh baya yang sebentar lagi mendekati masa pensiunnya


Hari sudah menjelang sore , Gita dan rekan kerjanya bersiap untuk pulang


Besok adalah weekend yang bagi sebagian orang digunakan untuk beristirahat atau refreshing setelah lima hari kerja


Tapi bagi Gita tidak ada kata istirahat atau refreshing


Setiap waktu luang yang dimilikinya hanya untuk mencari uang


Bukan karna Gita serakah tapi ia harus segera menambah tabungan nya agar bisa membebaskan Niken


Gita hanya punya waktu tiga tahun untuk menabung dan sekarang sisa waktu yang dimiliki Gita tinggal satu tahun saja


Makanya tanpa kenal lelah Gita selalu mencari kerja sambilan di sela waktu luang nya


Seperti malam ini, Gita mendapatkan job menari dari sebuah discotik ternama


Gita harus menyiapkan segala sesuatunya karna jarak dari kost an ke diskotik itu cukup jauh


Gita pun segera membereskan mejanya lalu setelah pamit pada pak Wisnu dan Dedi Gita pun menuju gerbang depan dimana seorang ojek online sudah menantinya


Gita memasukan beberapa make up dan properti pada sebuah tas yang cukup besar lalu memeriksa kembali takut ada yang tertinggal


Jam baru menunjukkan angka tujuh jadi Gita merebahkan tubuhnya beristirahat sejenak


Dan tidak lama pun Gita tertidur pulas di tempat tidurnya


Gita terlonjak bangun ketika alarm ponselnya berbunyi


Tiba tiba ponselnya berbunyi dan tertera nama Sena disana


" Halo Sena ada apa ?"


" Kamu jadi tampil malam ini kan ? tanya Sena


" Iya jadi, sebentar lagi jalan !"


" Oke, tapi temani aku ngopi dulu ya di kafe Senja !"


" Oke !" jawab Gita dan pembicaraan pun terputus


Sena adalah teman Gita di dunia pentas yang dikenalnya ketika mendatangi sebuah klub malam untuk mencari pekerjaan


Sena seorang penari striptis tapi Gita tidak pernah menghakimi pekerjaan teman nya itu


Karna bagi Gita setiap orang bebas memilih jalan hidupnya


Gita memasuki sebuah kafe dan terlihat seorang wanita cantik melambaikan tangan ke arahnya


Gita segera menuju ke meja Sena lalu mereka pun mulai mengobrol sambil menikmati pesanan mereka


Tidak lama kemudian Sena pun pamit karna ia harus segera menuju tempatnya bekerja


Nampak empat orang pria ber jas dan seorang wanita memasuki kafe tersebut dan duduk agak jauh dari tempat Gita dan Sena berada


Seorang pelayan mendatangi mereka menanyakan pesanan nya dan mereka pun terlibat obrolan yang cukup seru


Hingga wanita tadi menuju toilet yang kebetulan melewati meja Gita


Dan ketika wanita itu melewati mereka tiba tiba ia berhenti tepat di belakang Gita


" Gita lu ngapain di sini !" tanya wanita itu


Sedangkan Gita nampak terkejut ketika namanya dipanggil dan Gita pun menatap wanita yang menyapanya


" Hai Kak Mitha kirain siapa, abis ketemu temen barusan !"


" Oh kalau gitu kakak ke toilet dulu ya !"


" Iya kak !" jawab Gita


Gita pun kembali menikmati espreso nya sepeninggal Sena


Mitha adalah teman satu kost an Gita, tapi kost an Mitha dilantai dasar


Tidak berapa lama Mitha kembali dari toiletnya lalu kembali menyapa Gita


" Kakak ke sana dulu ya Ta !"


" Iya kak !" jawab Gita sambil tersenyum lalu Gita kembali menikmati minuman nya


Mitha berjalan ke arah mejanya dan belum jug Mitha duduk seorang pria bertanya padanya


" Barusan kamu bicara sama siapa ?"


" Oh itu teman saya tuan !" jawab Mitha gugup


" Bisa kamu ajak dia gabung sama kita ?!"


Mendengar perintah pria itu Mitha nampak kaget juga pria lain nya yang berada disana


" Baik tuan saya coba ajak gabung !" jawab Mitha sambil berjalan kembali menuju meja Gita


" Ta gabung yuk biar seru !" ajak Mitha


" Enggak ah kak malu, lagian bentar lagi Gita mau pulang !"


" Gap apa-apa bentar juga yuk ?!"


Ajak Mitha sedikit memaksa, karna Mitha pun bingung jika keinginan bos barunya tidak bisa ia penuhi


" Ayo Ta kesana yuk, biar kakak ada teman nya !" rengek Mitha lagi


Karna merasa tidak enak Gita pun lalu mengikuti mitha menuju meja tempat teman temannya berada


" Kenalkan tuan ini Gita teman saya !" ucap Mitha pada bos nya


Gita hanya mengangguk kan kepalanya tanda hormat


Mitha memang cantik tapi sepertinya semua mata memandang kagum pada Gita


Mereka pun lalu terlibat obrolan seru kecuali Gita yang dari awal hanya memperhatikan interaksi orang orang dihadapan nya


Dan seorang pria yang di panggil tuan oleh Mitha dari awal melihat Gita nampak tidak melepaskan pandangan nya sedetikpun dari wajah Gita yang duduk tepat di samping nya


Kondisi meja yang kecil digunakan oleh enam orang membuat mereka duduk berdempetan


Begitu juga Gita yang duduk hampir menempel dengan pria yang selalu memandang nya hingga membuat Gita salah tingkah


Gita melihat jam tangan nya yang menunjukan angka sepuluh tiga puluh


" Maaf kak Mitha sepertinya Gita pamit dulu !"


" Oh oke maaf tuan Gita harus segera pulang !" ucap Mitha pada atasannya


Setelah berpamitan Gita pun berjalan meninggalkan kafe tersebut sambil memesan ojek menuju tempat manggung nya kali ini


Sepeninggal Gita orang yang dipanggil tuan oleh Mitha seperti memikirkan sesuatu


Mata itu dan aroma tubuhnya yang tidak bisa aku lupakan, apakah ia wanita yang sama ? yang membuatku hampir gila setelah menggodaku lalu menghilang tanpa bisa aku temukan


Gumam pria itu sambil memandang punggung Gita yang berjalan menjauhinya