
Gita baru saja menerima telpon dari Kei yang menyuruhnya bersiap untuk makan siang di luar
Kei mengatakan jika acaranya dipercepat karena tuan Rey sebagai ketua tidak bisa hadir jadi setelah makan siang mereka bisa langsung melakukan rencana mereka menghabiskan akhir pekan di pantai
Gita segera bersiap termasuk membereskan semua barang-barang mereka
Gita memakai dress biru muda sebetis dengan motif bunga putih dipadu dengan flat shoes dan tas selempang kecil
Rambut panjang nya hanya di jepit di tengah dan sisanya di biarkan tergerai
Sekali lagi Gita bercermin untuk memastikan penampilannya setelah itu Gita pun berjalan menuju pintu keluar untuk menemui Kei yang sudah menunggunya di restauran yang terletak di roof top
Sementara itu Luna sangat senang sekali ketika Kei mengabarinya dan mengatakan jika Luna bisa bergabung dengan kekasihnya untuk makan siang bersama
" Jadi nanti tugas gue ngajak ngobrol pacarnya Kei biar lu bisa pendekatan !" ucap Arga yang sedang berdiri memperhatikan Luna yang masih bercermin
" Sip....kalo lu tertarik pacarin aja sekalian !" jawab Luna enteng
" Biar lu bisa sama Kei !" ucap Arga sambil mendelik
" Hehe..iya lah !" jawab Luna sambil beranjak dari depan cermin
" Ayo... gak enak kalau tuan Kei sampe nunggu !" ajak Luna pada Arga padahal dia yang membuat Arga menunggu
Tapi Arga mengerti dengan kebiasaan perempuan jika menyangkut penampilan jadi tanpa banyak bicara Arga berjalan di samping Luna menuju roof top tempat mereka akan makan siang bersama Kei
Luna dan Arga baru saja keluar dari lift, Luna berjalan sambil menggandeng lengan Arga
Hingga pandangan nya tertuju pada seorang gadis ber dress biru yang sedang berdiri seorang diri di lorong seperti sedang menunggu seseorang sambil memainkan ponselnya
Luna menajamkan pandangan nya takut ia salah mengenali
Karena penasaran Luna pun berjalan mendekati gadis itu yang tidak sadar akan kedatangan Luna hingga Luna dan Arga berdiri tepat di hadapannya
" Gita,! ngapain kamu di sini ?!" tanya Luna dengan suara tertahan menatap tajam ke arah Gita yang terlihat kaget karena tidak menyangka akan bertemu dengan Luna
" Eh Bu Luna, ini saya mau makan siang !" Gita langsung menoleh ke arah suara dan menjawab pertanyaan Luna dengan tergagap setelah menetralisir rasa kagetnya
Belum usai kekagetan Gita akan kedatangan Luna seketika wajah Gita pucat pasi ketika melihat pria yang berdiri di samping Luna yang tengah menatapnya sinis
" Hay kita ketemu lagi... bagaimana kamu sudah memikirkan tawarkan ku mumpung masih berlaku !" ejek Arga sambil memandang tubuh Gita dari atas sampai bawah dengan pandangan menghina
" Loh kalian udah kenal ? kenal dimana ? !" Luna pura-pura kaget sambil menyikut perut Arga pelan sambil menahan senyum melihat wajah Gita yang memerah
" Waktu di hotel XX !" jawab Arga sambil menatap Gita yang menundukkan kepalanya
" Wah ! serius kalian ketemu di sana ? lagi ngapain ?!" kembali Luna pura-pura penasaran
" Tadinya gue mau cari temen tidur eh gak taunya doi nolak kecapean kali !" jawab Arga sambil mendelik ke arah Gita yang semakin menunduk kan kepalanya dengan tangan saling terjalin erat
Tubuh Gita gemetar menahan rasa takut dan malu juga kesal karena pria di hadapannya itu selalu menuduhnya sebagai wanita bokingan
Gita malu jika Kei sampai mendengar tuduhan Arga ditambah ceritanya mengenai pekerjaan sampingan nya yang sudah diketahui oleh Kei yang sampai sekarang belum ada kejelasan karena kesibukan Kei
Gita takut jika Kei terpengaruh setelah mendengar semua omong kosong Arga lalu memecatnya dan mengusir nya
Gita tidak tau apa yang akan ia lakukan jika sampai hal itu terjadi
Belum sempat Luna berkata tiba-tiba Gita berlari ke arah lift yang terbuka hingga nyaris membuat tubuh Luna jatuh jika saja Arga tidak sigap menahan pinggang Luna yang tersenggol tubuh Gita
" Aauuww..!!" teriak Luna yang limbung
" Kamu gak apa-apa ?" tanya Arga khawatir
" Aku tidak apa-apa " jawab Luna sambil berusaha berdiri dengan benar
Beberapa orang yang mendengar teriakan Luna seketika menoleh ke arah Luna dengan pandangan penuh tanya
Sedangkan Luna yang di pandang begitu langsung tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya sebagai permintaan maaf karena sudah mengganggu ketenangan mereka
" Ayo Luna kita ke dalam !" ajak Arga
" Oh iya..ayo !" Luna mengikuti langkah Arga menuju pintu masuk restauran
" Meja tuan Kei Izumi !" ucap Luna ketika berdiri di hadapan seorang wanita
" Mari ikuti saya tuan, nona !" jawab wanita itu sambil berjalan menuju sebuah meja yang terletak di samping jendela
Disana Kei terlihat tengah sibuk dengan ponselnya,.wajahnya terlihat cemas
" Selamat siang tuan !" sapa Luna penuh hormat sambil tersenyum ke arah Kei
Kei menoleh ke arah Luna tanpa melepaskan ponsel di telinganya lalu dengan isyarat tangan Kei menyuruh Luna dan Arga agar duduk di hadapannya
Kamu dimana ?! terdengar Kei berbicara dengan seseorang
Yakin ?
Ya sudah lah nanti saya suruh pelayan antar makan siang mu ke kamar
" Maaf sepertinya kekasih saya tidak bisa ikut bergabung, dia agak kurang enak badan !" terang Kei setelah menutup pembicaraan nya
" Ya sayang sekali padahal saya ingin sekali berkenalan dengan kekasih anda !" jawab Luna basa basi
" Oh hampir lupa kenalkan ini sepupu saya dan mungkin anda sudah kenal ?"
Luna mengenalkan Arga pada Kei berharap kedepannya mereka bisa menjalin kerja sama karena perusahaan Kei merupakan salah satu perusahaan besar
" Kenalkan saya Kei, oh anda salah satu anggota asosiasi kan ?" ucap Kei sambil menjabat tangan Arga
" Betul sekali tuan, saya Arga, saya harap kedepannya kita bisa sering bertemu mungkin !" Arga mulai mencari celah
" Tentu saja tuan Arga apalagi kita berada dalam satu organisasi pasti kita akan sering bertemu !" Kei tersenyum ramah ke arah Arga
Nampak seorang pelayan mendatangi meja mereka
" Apa anda mau pesan sekarang tuan dan nona ?" sapa pelayan itu ramah
" Apa kita bisa pesan sekarang karena saya harus menemani kekasih saya !" Kei sedikit memaksa
" Oh tentu saja tuan tidak masalah !" jawab Arga santai sedangkan Luna nampak kecewa karena ia masih ingin berlama-lama bersama Kei
Setelah menunggu beberapa saat makanan yang mereka pesan pun terhidang, tak lupa Kei memesan kan makanan untuk Gita yang berada di kamarnya
" Maaf tuan kalau boleh tau apa anda sudah lama menjalin hubungan dengan kekasih anda, karena saya belum pernah melihat seorang wanita pun mendatangi anda di perusahaan " Luna memberanikan diri menanyakan hal yang sejak tadi ingin sekali ia tanyakan
" Oh soal itu, sebenarnya belum terlalu lama dan soal kekasih saya yang tidak pernah ke perusahaan karena saya yang melarangnya, bukan apa-apa saya kasihan jika ia harus menunggu saya yang kadang tidak jelas jam kerjanya !" terang Kei panjang lebar
" Ohh..iya juga sih, kalau boleh tau apa profesi kekasih anda tuan ?" tanya Luna lagi yang penasaran dengan sosok kekasih Kei
Mendengar pertanyaan Luna membuat Kei terdiam beberapa saat seolah sedang mencari jawaban
" Eehhmm....kekasih saya bukan wanita karier, dan kadang dia suka menari di acara-acara tertentu tapi semenjak ia menjadi kekasih saya dia hanya diam dirumah saja menyiapkan segala keperluan saya termasuk menyiapkan sarapan dan makan malam !" Kei berkata sambil tersenyum dan wajah terlihat bahagia
" Apa !, maksudnya anda dan kekasih anda sudah tinggal bersama ?!" tanya Luna kaget dengan pernyataan Kei
" Iya, tapi untuk sementara kami masih tinggal di apartemen dan rencananya nanti sore kami akan menghabiskan akhir pekan kami di sebuah villa ditepi pantai " Kei terlihat begitu bersemangat ketika menceritakan hubungan nya dengan kekasihnya
Tiba-tiba Luna merasa tenggorokan nya tercekat hingga susah sekali untuk menelan makanannya yang tiba-tiba terasa hambar