Just For Escape

Just For Escape
Bab 25



Rey mencengkram lengan kursi yang di duduki nya hingga tangan nya memutih


Aku tidak akan menyerah sebelum mereka berdua aku temukan dalam keadaan apapun


Gumam Rey dalam hati hingga sebuah ketukan membuyarkan lamunan nya


" Maaf tuan...tuan Adam sudah tiba !" ucap kepala pelayan


" Suruh dia masuk !" jawab Rey


" Baik tuan !" jawab kepala pelayan itu sambil membuka pintu lebih lebar agar Adam bisa melewatinya


" Selamat siang tuan !" ucap Adam sambil menganggukkan kepalanya


" Duduklah !" jawab Rey


Adam lalu duduk di depan meja kerja Rey dan Adam bisa melihat foto yang berada di atas meja kerja Rey


" Bagaimana ...apa kau bisa menghubunginya ?" tanya Rey


" Sudah tuan tapi beliau menolak bertemu dengan tuan jika untuk urusan pribadi karena ia merasa tidak mengenal tuan !" jawab Adam


Rey tersenyum mendengar penjelasan dari Adam, baru pertama kalinya ada seorang gadis muda yang tanpa keraguan sedikitpun menolak bertemu dengan nya


" Apa kamu sudah jelaskan siapa aku ?" tanya Rey lagi


" Sudah tuan, tapi sepertinya Miss Lily tidak tertarik kecuali berhubungan dengan pekerjaan !" jawab Adam sambil mengamati raut wajah Rey


" Adam coba kamu periksa apa ada suatu acara di perusahaan yang mungkin bisa menggunakan jasa Miss Lily ?" tanya Rey


" Sebentar tuan !" jawab Rey sambil membuka ponselnya dan memeriksa jadwal kegiatan perusahaan beberapa hari ke depan


Setelah beberapa saat Adam pun memberikan agenda yang berada di ponselnya kepada Rey


" Mungkin kita bisa memanggil Miss Lily pada saat launching produk terbaru kita tuan !" terang Adam


" Ya bisa-bisa karena beberapa pimpinan perusahaan rekanan dan undangan pasti akan hadir !" jawab Rey antusias


" Saya akan coba hubungi lagi Miss Lily tuan semoga saja ia mau menerima tawaran kita !" jawab Adam


" Semoga saja, dan bila ia masih menolaknya kita harus mencari cara lain karena aku penasaran dengan identitas aslinya !" jawab Rey


" Maaf tuan bagaimana jika ternyata ia tidak ada hubungan nya dengan nona Shinta ?" tanya Rey dengan sedikit ragu


" Setidaknya kita sudah mencobanya Adam !" jawab Rey sambil menerawang ke masa lalu di saat Shinta masih di samping nya


Sementara itu Gita sedang menikmati makan siang nya di ruang kerjanya karena ruang kantin belum selesai di renovasi


Karena semenjak tuan Kei makan siang di kantin karyawan tidak lama kemudian ruang kantin dirubah diperbesar dengan beberapa kipas besar di pasang di plafon nya


Juga menu yang ditambah sepotong buah segar dan porsi yang lebih banyak juga kursi yang diganti dengan yang lebih layak


Dan yang paling membuat beberapa karyawan senang adalah ketika tuan Kei menegaskan fungsi kantin atas yang hanya untuk manager ke atas


Sehingga membuat beberapa wanita yang sudah terbiasa makan di sana terpaksa harus mau bergabung dengan karyawan lainnya di kantin bawah termasuk sekertaris manager bernama Luna


" Gila ! mana bisa aku makan dengan karyawan biasa di kantin yang kumuh itu apalagi menunya yang kayak warung pinggir jalan ..iihhh !" teriak Luna begitu melihat pihak HRD menempel pengumuman di papan informasi


" Ya mau gimana lagi memang itu peraturan nya !" jawab sekretaris lain nya dengan wajah sebal


" Kebayang abis makan di sana pasti pakaian ku akan bau karena terkontaminasi keringat mereka ...iyuuhhh !" ucap Luna sambil mencibir dan menutup hidung nya


" Terus kita mau gimana ? masa gak makan siang ?" tanya sekretaris yang lain


" Aku mau bawa dari rumah saja !" jawab seorang sekretaris


" Kalau aku sih mau di kantin aja !" jawab yang lain dengan wajah pasrah


" Kalau aku mau pesan online saja ..lebih enak dan pasti terjamin !" jawab Luna sambil melenggang pergi meninggalkan teman-teman nya


Sedangkan beberapa karyawan adm dan HRD hanya bisa pasrah ketika harus kembali makan siang di kantin bawah bersama karyawan lain nya


Gita baru saja menyelesaikan makan siang nya ketika ponsel kerjanya berdering


" Halo...!" ucap Gita


" Halo ...apa ini dengan Miss Lily ?


" Maaf Miss apa anda bisa tampil di acara perusahaan hari Jumat malam sekitar jam 10 malam ? tanya seseorang disebrang sana


" Oh tentu saja bisa tuan, kebetulan saya free !" jawab Gita


" Apa kita bisa bertemu untuk membicarakan teknis nya ?"


" Oh tentu saja tuan !"


" Bagaimana kalau sekitar jam enam sore di kafe Hero ?"


" oke...!"


Lalu pembicaraan pun berakhir dan Gita pun tersenyum karena tabungan nya akan bertambah


Sementara itu Kei tengah memeriksa beberapa berkas dimeja kerjanya ketika pintunya diketuk dan tidak lama Yola sekretaris nya masuk sambil membawa tab di tangan nya


" Permisi tuan saya mau menanyakan perihal undangan dari tuan Reynald Jumat malam nanti apa anda akan menghadirinya ?"


" Ah ..iya hampir lupa, tentu aku akan hadir !" jawab Kei


" Baik tuan kalau begitu saya permisi !" ucap Yola sambil beranjak meninggalkan ruangan Kei


Yola tadinya sekretaris kedua dari yoshihiro tapi semenjak Farrell sekretaris utama tuan yoshihiro memutuskan untuk mengundurkan diri setelah pulang dari liburan bersama yoshihiro akhirnya Kei mengangkat Yola sebagai sekretaris utamanya


Tentu saja beberapa sekretaris manager yang mengincar posisi tersebut sangat kesal termasuk Luna yang merasa jika Yola tidak pantas menjadi sekretaris utama


Mengingat Yola sudah menikah dan dari segi penampilan pun jauh dari kata cantik atau sexy


Tapi Kei sangat puas dengan hasil kerja Yola yang profesional apalagi Yola tidak pernah menunjukan ketertarikan kepadanya membuat Kei tenang


Jam sudah menunjukan angka lima sudah waktunya bagi para karyawan untuk mengakhiri jam kerjanya


Begitu pun dengan Gita yang sudah menenteng tas kerjanya berjalan bersama Uus, Dedi dan Agus sedangkan Tikno masih tertinggal dibelakang karena kakinya masih belum sembuh benar


Agus dan Uus saling mengedipkan sebelah matanya sedangkan Dedi hanya tersenyum melihat tingkah temannya yang seperti anak-anak itu


Begitu mendekati kantor utama tiba-tiba Agus membuka jaketnya lalu menutupi kepala Gita dengan jaketnya lalu bersama Uus menarik Gita menuju parkiran bus sedangkan Dedi berusaha menutupi tubuh Gita dengan berjalan di depan Gita


Gita yang mendapat serangan mendadak itu pun tidak dapat melawan dan hanya bisa berteriak-teriak agar mereka menghentikan candaannya


Sedangkan karyawan yang lain hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anak gudang


Begitu sampai di dekat bis jemputan nya Gita Agus lalu melepaskan jaket nya dari kepala Gita


" Kalian kenapa sih lihat nih rambutku jadi acak-acakan !" ucap Gita sambil cemberut


" Maaf..maaf kita cuma gak mau kalau kamu sampai kepanasan nanti makeup kamu meleleh !" jawab Dedi sambil nyengir kuda


" Eh iya neng Gita nanti malam sabtu jalan-jalan yuk sama Aa Uus ?" ajak Uus sambil memberikan senyum terbaiknya


" Makasih ya Aa Uus tapi neng Gita gak bisa ikut soalnya ada urusan penting !" jawab Gita sambil tersenyum juga


" Terus kapan atuh neng Gita teh mau di ajak jalan-jalan sama Aa Uus ?" tanya Uus dengan wajah sedih


" Kalau malam Jum'at gimana ? tapi Dedi sama Agus juga di ajak ya biar seru !" jawab Gita polos


" Kok malam Jum'at sih neng emang mau uji nyali ? lagian Dedi sama Agus kenapa di ajak juga nanti ganggu !" jawab Uus sambil merengut menatap Dedi sama Agus


" Tenang Us kita gak bakalan ganggu yang penting jajanin kita ya !" jawab Agus


" Bener ya jangan ganggu nanti Uus jajanin kacang rebus sama bajigur biar anteng !" jawab Uus


" Diiihhh....kok kacang rebus sama bajigur ? emang kamu mau ajak Gita nonton layar tancep ?" tanya Dedi


" Emangnya kenapa ? kan enggak apa-apa ya neng Gita !" jawab Uus tanpa dosa


" Wooiyy ... ngajak cewek itu ke kafe, ke bioskop atau restoran bukannya nonton layar tancep !" teriak Dedi kesal


" Suka-suka Uus dong kenapa Dedi yang sewot neng Gita aja gak apa-apa...iya kan neng ? loh neng Gita kemana ya kok hilang !" ucap Uus sambil mencari keberadaan Gita yang entah kapan sudah tidak ada di sampingnya


Agus dan Dedi pun langsung menarik tangan Uus menuju bis jemputan mereka sedangkan Gita hanya menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah ketiga teman nya sambil duduk di dalam bis jemputan nya


Sementara itu Kei kembali di buat kesal karena tidak bisa menemukan Gita yang seharusnya melintas di hadapannya