
Enzo sudah berada di kantornya sedangkan Mega berada di apartemen Enzo
Sesuai dengan pembicaraan mereka kemaren Enzo memberikan sejumlah uang yang cukup banyak untuk Pratiwi
Enzo mengatakan jika untuk satu bulan kedepan Mega tidak usah bekerja karena uang yang ia berikan lebih dari cukup
Tapi Mega sangat tau watak Pratiwi tanpa sepengetahuan Enzo ia hanya memberikan setengah dari uang pemberian Enzo sambil memberikan ultimatum agar Pratiwi tidak mengganggunya untuk beberapa bulan kedepan
Awalnya Pratiwi marah ia mengatakan jika uang yang ia terima hanya cukup untuk satu bulan saja
Tapi Mega mengatakan jika ia akan membawa ayah nya dan Niken dan mengurusnya sendiri jika Pratiwi terlalu menekannya
Akhirnya sambil bersungut-sungut Pratiwi pun mengiyakan permintaan Mega tapi dengan catatan ia akan meminta lagi tiga bulan kemudian
Mega tidak mengiyakan ataupun menolak, Mega hanya memberikan jawaban ambigu yang membuat Pratiwi kembali meradang tanpa bisa berbuat apa-apa
Pratiwi pun menyadari semakin kerasnya persaingan karena banyaknya wajah-wajah baru kiriman dari luar negri yang tentunya banyak di minati para pelanggannya
Apalagi dengan menghilangnya Gita yang hingga saat ini belum ia temukan keberadaan nya hingga akhirnya membuat Pratiwi menerima syarat dari Mega walaupun dengan berat hati
Mega kini bekerja sebagai pengasuh Arell agar bibi tidak terlalu lelah karena harus mengurus rumah
Mega sangat senang dengan tawaran Enzo walaupun penghasilan nya sangat jauh dibandingkan dengan penghasilan nya sewaktu menjadi psk
Tapi setidaknya ia bisa berhenti dari pekerjaannya yang memang dari awal bukan pilihannya
Sementara itu di pulau lain Gita terlihat sibuk membuat makanan yang akan ia bawa ke tempat wisata
Kei mengajaknya mengunjungi sebuah taman bunga sakura dimana saat ini bunga-bunga tersebut sedang bermekaran
Kei sangat antusias sekali mengingat ia tidak bisa setiap saat pulang ke negaranya dan menikmati musim semi disana disaat sakura bermekaran
" Kamu sudah selesai membuat cemilan nya ? tidak usah banyak-banyak nanti kita bisa beli disana !" ucap Kei tidak sabar sambil berjalan ke arah Gita yang sedang berada di dapur
" Sudah tuan sebentar lagi " jawab Gita sambil menutup keranjang piknik yang akan ia bawa
" Ayo cepat kita berangkat pagi-pagi agar pengunjung belum begitu penuh " ajak Kei lagi sambil menyambar jaket dan kunci mobilnya
Gita segera mengikuti Kei sambil menjinjing keranjang pikniknya
Setelah mengunci apartemen nya Kei lalu mengambil alih keranjang yang berada di tangan Gita
" Sini aku yang bawa " pinta Kei sambil mengambil keranjang dari tangan Gita
" Biar saya saja tuan , tidak berat kok " tolak Gita
" Tidak apa kamu bisa bawakan jaket saya " ucap Kei sambil menyerahkan jaketnya pada Gita
Akhirnya Gita pun menyerahkan keranjang itu ke tangan Kei dan ia hanya membawa jaket Kei dan tas gendong nya
" Tuan apa anda tau jalan menuju ke sana ?" tanya Gita sambil melirik Kei yang sedang memegang kemudi
" Aku tidak tau lokasi pastinya tapi hanya tau nama daerahnya saja "
" Saya cari pakai aplikasi ya tuan "
" Oke, pakai ponselku " jawab Kei tanpa mengalihkan pandangan nya dari jalan raya
" Pakai punya saya aja tuan " jawab Gita ragu memandang ponsel Kei yang tergeletak di sampingnya
" Pakai punya ku saja tidak apa " ucap Kei
Lalu dengan sangat hati-hati Gita mengambil ponsel Kei lalu menyalakan nya
" Password nya apa tuan ?" tanya Gita menatap Kei disampingnya
" Aishiteru " jawab Kei sambil tersenyum melirik Mega
" Haahh ? maaf tuan bisa ulangi lagi ?" tanya Mega begitu mendengar password yang Kei ucapkan
" Aishiteru " jawab Kei dengan memberikan jeda di setiap suku katanya sambil menatap Gita sekilas dengan senyum di bibirnya
" Oh ..iya " jawab Mega salah tingkah begitu mendengar ucapan Kei
Gita terlihat sedikit merona ketika Kei mengucapkan password nya untuk yang kedua kali
Gita bukannya tidak mendengar sewaktu Kei mengatakan password nya tapi Gita hanya tidak percaya jika Kei memakai kata itu untuk password ponselnya nya apalagi Gita mengetahui arti dari kata tersebut
Tidak lama terdengar ucapan operator dengan suaranya yang khas memberikan petunjuk jalan mana yang harus Kei lalui untuk sampai di lokasi yang ia inginkan
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam akhirnya mereka tiba di lokasi taman bunga sakura
Kei dan Gita bergegas memasuki taman tersebut setelah membayar uang masuk tanpa melupakan keranjang pikniknya
Karena mereka datang lebih awal maka belum begitu banyak pengunjung yang memadati taman tersebut
Gita begitu terpesona melihat jejeran pohon bunga sakura yang bermekaran di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan setapak yang mereka lalui
Kei pun terlihat senang melihat pemandangan di depannya apalagi melihat kekaguman yang terpancar di wajah Gita
Tidak salah ia membawa Gita ke tempat ini setelah melihat reaksi positif yang terlihat dari wajah Gita
Gita dan Kei berjalan semakin jauh ke dalam taman dimana terdapat taman bunga tulip beraneka warna juga bunga-bunga lainnya yang di tata sedemikian rupa
Kei beberapa kali mengambil gambar Gita yang berpose di setiap spot yang ia anggap menarik
Hingga setelah merasa lelah mereka pun menggelar alas di bawah pohon sakura yang cukup besar
Gita mengeluarkan makanan dan minuman yang dibawanya
Kei duduk berselonjor dengan kedua tangan menopang tubuhnya memandang hamparan taman bunga yang begitu indah dengan sesekali mencuri pandang ke arah Gita yang tengah menata makanan dan minuman di sampingnya
" Kamu menyukainya ?" tanya Kei dengan pandangan lurus kedepan
" Tentu saja tuan, saya belum pernah mengunjungi tempat seperti ini " jawab Gita antusias
" Syukurlah " jawab Kei singkat
" Silahkan tuan " ucap Gita sambil menyerahkan sebotol minuman dingin dan sepiring potongan buah ke arah Kei
" Oh iya terima kasih " jawab Kei sambil menegakkan tubuhnya mengambil minuman yang Gita sodorkan
Gita beberapa kali melakukan Selfi dengan berbagai gaya hingga membuat Kei bergumam
" Sepertinya memori ponselmu habis hanya untuk menyimpan foto saja "
Mendengar gumaman Kei seketika Mega merona karena keasikan Selfi ia sampai lupa jika ada Kei di samping nya
" Hehe...maaf tuan " Gita tersenyum kikuk begitu sadar dengan polahnya
Setelah dirasa cukup beristirahat mereka kembali menyusuri taman hingga mencapai sebuah danau yang dikelilingi pohon besar
Disana terdapat gazebo yang sengaja disediakan untuk para pengunjung beristirahat
Dan terlihat deretan penjaja makanan dan cinderamata khas daerah tersebut
Di tepi danau terlihat beberapa wahana air mulai dari bebek goes hingga banana boat dan flying Fox yang terbentang melintasi danau
" Gita kita naik bebek itu mau ?" tanya Kei menunjuk salah satu wahana air yang di dominasi oleh pasangan muda-mudi
" Boleh... sepertinya seru "
Kei menyimpan keranjang pikniknya di salah satu gazebo lalu berjalan ke arah tepi danau bersama Gita
Kei membantu Gita yang hendak menaiki salah satu bebek yang akan mereka kendarai
Lalu ia pun duduk di samping Gita yang sudah menempatkan kakinya di pedal
Setelah di rasa siap Kei dan Gita mulai mengayuh bebek itu ketengah danau setelah sebelumnya di beri tahu oleh petugas yang berjaga agar tidak melewati batas yang sudah ditentukan
Gita kembali berselfi ria dan kadang Kei ikut berpose di belakang Gita tanpa Gita sadari
Tapi sepertinya cuaca sedang tidak bersahabat karena terlihat mendung mulai berarak menuju ke area danau dan sesekali terdengar suara Guntur di kejauhan
" Sepertinya akan ada badai kita menepi sekarang ya " ajak Kei yang di jawab anggukan oleh Gita
Mereka berdua mengayuh dengan sedikit cepat agar segera sampai di tepi danau juga beberapa pengunjung lainnya melakukan hal yang sama dengan Kei
Begitu mereka sampai di tepi danau hujan langsung turun dengan derasnya
Kei dan Gita berlarian menuju gazebo tempat mereka menyimpan keranjang piknik mereka menghindari air hujan yang pasti akan membasahi tubuh mereka
Kei dan Gita duduk di dalam gazebo itu dengan tangan terlipat didada mencoba mengusir rasa dingin yang mulai menjalar di tubuh mereka sambil bersandar ke dinding gazebo
Kei melihat Gita yang mulia kedinginan, lalu Kei menggeser duduknya lebih dekat ke arah Gita
" Pakai ini " ucap Kei sambil menutupkan jaketnya ke tubuh Gita
" Terima kasih tuan..,tapi bagaimana dengan tuan ?" Gita menatap Kei yang duduk di sampingnya
" Aku masih bisa tahan karena aku terbiasa dengan musim salju di rumahku " jawab Kei sambil membetulkan posisi jaketnya agar Gita lebih nyaman dan hangat
Mereka duduk bersisian hingga nyaris rapat, untuk mengusir waktu dan rasa dingin mereka membicarakan berbagai macam hal hingga tiba-tiba suara Gita tidak terdengar menyahuti lagi
Kai melirik ke arah Gita yang ternyata sudah tertidur dengan kepala menekuk ke samping
Kai tersenyum melihat Gita yang sepertinya kelelahan hingga tertidur pulas di samping nya
Dengan perlahan Kai menggulirkan kepala Gita agar bersandar di dadanya sedangkan tangan kirinya memeluk bahu Gita agar Gita lebih hangat juga dirinya
sepertinya Gita pun merasa nyaman karena Gita penggerak kan kepalanya mencari posisi nyaman di dada Kei dan tangannya tiba-tiba memeluk perut Kei hingga membuat Kei terkesiap