
Luna dan Arga tengah berada di tengah kelurga mereka bersama adik dan kakak serta orang tua mereka yang dimana ayah Luna adik dari ayahnya Arga
Luna nampak beberapa kali melirik ke arah Arga yang sedang menyantap makan malam nya
Luna sangat ingin menanyakan perihal foto Gita yang berada di galeri ponsel Arga
Tapi karena mereka sudah terlambat jadi Luna belum sempat menanyakan nya pada Arga
" Arga..Luna kalian sudah cukup umur untuk menikah tapi ayah tidak pernah melihat kalian membawa pasangan !" tanya ayah Luna
" Tenang Om ...sebentar lagi Luna pasti ada yang lamar iya kan Lun ?" kata Arga sambil tersenyum ke arah Luna
" Benar itu Luna ? kok kamu gak bilang kalau sudah pacar ?" tanya ibunya
" Apaan sih bu Arga di dengerin !" sungut Luna sambil menatap tajam ke arah Arga
" Loh..kamu sendiri kan bilang lagi pendekatan sama bos mu itu !" jawab Arga
" Kan baru pendekatan belum tentu jadi !" jawab Luna kesal
" Tenang sist ..aku pasti bantu !" jawab Arga sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Luna
" Loh..bukannya bis kamu itu sudah tua ?" tanya ibunya Luna
" Yaahh...Tante ketinggalan info, sekarang sudah diganti sama anaknya !" jawab Arga
" Oh..gitu, semoga saja kalian berjodoh ya !" jawab ibu Luna dengan wajah sumringah
Terbayang di benaknya jika Luna bisa menikah dengan pemilik perusahaan nya mungkin bisnis keluarganya bisa semakin maju dan tentu saja status sosialnya akan naik pula
" Ayah pernah beberapa kali bertemu dengan tuan Izumi tapi kalau sama anaknya belum pernah !" jawab ayah Luna
" Yang aku dengar sih tuan Izumi sekarang berada di kantor pusat di Jepang !" ucap ayah Arga
" Iya...mereka memiliki puluhan perusahaan yang dikelola oleh keluarga besar Izumi dan yang aku dengar tidak pernah ada pertikaian di antara mereka karena mereka sangat menghormati para tetua yang memegang kendali di kantor pusat !" terang ayah Luna
" Andai perusahaan kita bisa bergabung dengan perusahaan mereka mungkin kita tidak akan kesulitan setiap kali kita kekurangan dana !" jawab ayah Arga
" Ya bisa saja jika Luna bisa berjodoh bos nya !" jawab ibu Luna sambil tersenyum ke arah Luna
" Ih..ibu jangan berharap banyak ya Bu soalnya tuan Kei itu orangnya jutek banget !" jawab Luna
" Ya kamu jangan gampang menyerah dong ! seperti pepatah " banyak jalan menuju Roma "!" jawab ibunya Luna memberi semangat
" Bener Lun aku juga pasti bantu kamu cari cara agar bisa deket sama bos mu itu !" jawab Arga memberi semangat pada Luna
Mendengar dukungan yang diberikan oleh keluarganya membuat Luna menjadi yakin dan optimis jika keinginan nya menjadi kekasih Kei akan terwujud
Setelah beberapa saat akhirnya mereka pun mengakhiri makan malam mereka dan beranjak dari kafe tersebut menuju parkiran
" Lun sorry gue gak bisa anter, udah di tungguin nih !"
" Mo kemana sih ?!" tanya Luna
" Biasa acara para bujangan !" jawab Arga sambil tersenyum menuju mobilnya
" Eh Ga...tapi gue ada perlu sama lu !" ucap Luna teringat kembali akan keberadaan foto Gita di ponsel Arga
" Ntar aja deh gue udah di tungguin nih !" jawab Arga sambil masuk ke dalam mobilnya dan langsung tancap gas setelah menyalakan klakson tanda pamit
" Emang ada perlu apa sih kamu sama Arga ?" tanya mama Luna
" Cuma mau tanya soal temen kok ma ...!" jawab Luna
" Ohh..kirain ada yang penting !" jawab mama Luna sambil duduk di samping Luna
Tidak berapa lama mobil mereka pun meninggalkan parkiran kafe menuju kediaman nya masing-masing
Sementara itu nampak Rey tengah duduk di ruang kerjanya bersama Adam dan seorang pria yang sepertinya tengah memberikan laporan
" Begini tuan...sebelumnya saya minta maaf jika baru sekarang saya bisa memberikan laporan karena informasi yang minim mengenai nona Gita !" jawab pria itu
" Lalu apa saja yang kamu temukan ?" tanya Rey lagi
" Begini tuan, ada sepasang suami istri bernama Irwan Mahendra dan istrinya Nurmala Sari mempunyai tiga orang putri bernama Brianna Meghantara, Brigitta Maharani dan Niquita Larasati !"
"Sesuai instruksi saya menyelediki tahun kelahiran yang berdekatan dengan hilangnya nyonya !"
" Dan yang paling dekat adalah anak nomor dua yaitu nona Gita, tapi saya cek tanggal lahirnya ternyata beda dua bulan dengan usia kandungan nyonya dan aktanya pun mengunakan nama Irwan dan Sari !"
" Saya masih kurang puas tuan takutnya ada kekeliruan saya coba cek ke klinik tempat mereka dilahirkan ternyata mereka lahir di tempat berbeda !"
" Saya pun mendatangi ketiga tempat tersebut tapi sayang tuan klinik tempat nona Gita melahirkan sudah tutup bahkan sudah beralih menjadi kost-kostan !"
Terang pria itu sambil menarik napas panjang setelah berbicara panjang lebar dihadapan majikan nya
Adam beranjak dari duduknya lalu mengambil sebotol air mineral dan sebuah sedotan lalu diberikan kepada pria tersebut
" Minum dulu lalu teruskan cerita mu !" perintah Adam
" Terima kasih tuan !" jawab pria tersebut lalu meminum air yang diberikan oleh Adam
sedangkan Rey hanya terdiam berusaha mencerna apa yang dikatakan anak buahnya
Setelah beberapa saat pria itu pun melanjutkan ceritanya
" Kemudian saya berusaha mencari informasi tentang keluarga nya dan ternyata ibu Sari meninggal ketika anak-anak masih kecil dan kemudian pak Irwan menikah lagi dengan seorang wanita bernama Pratiwi !"
" Tapi ternyata niat pak Irwan untuk mencari pengganti ibu bagi anak-anak nya malah menjadi bencana tuan !"
" Menjadi bencana gimana ?" tanya Adam heran
" Ternyata Pratiwi adalah seorang mucikari tuan dan dengan tega nya ia menjual nona Mega pada saat ia masih berusia delapan belas tahun !"
" Apa !!" teriak Rey dan Adam bersamaan
" Kamu yakin dengan informasi ini !" tanya Rey tidak percaya
" Yakin tuan, kalau anda tidak percaya saya punya informasi tentang pria yang membelinya dan mengontrak nya selama dua tahun !" jawab pria itu
" Lalu bagaimana dengan Irwan ?" tanya Adam
" Pak Irwan tidak mengetahui nya tuan, karena beliau mendadak sakit parah setelah mengetahui jika ternyata Pratiwi masih melakukan pekerjaan nya sebagai germo !"
" Dan kadang Pratiwi pun bersedia melayani para pria yang menginginkan nya !"
" Perempuan gila !!" teriak Adam sambil mengepalkan tangan nya
" Satu lagi tuan, saya mendapat informasi jika ternyata nona Gita pun hampir mengalami nasib serupa dengan kakaknya tapi nona Gita dapat melarikan diri sehingga ia bisa selamat dari niat ibu tirinya !" ucap pria itu mengakhiri ceritanya
" Pantas saja dia berani pergi begitu jauh dari kampung halamannya dan bekerja. banting tulang ternyata untuk menghindari ibu tirinya !" gumam Rey yang merasa iba setelah mendengar cerita dari orang suruhan nya
" Maaf tuan untuk sementara hanya ini yang bisa saya sampaikan dan ini beberapa foto keluarga nona Gita !" ucap pria tersebut sambil menyerahkan sebuah amplop
Rey menerima amplop tersebut lalu mengeluarkan isinya dan terlihat beberapa foto dimana Irwan tengah duduk di kursi roda sedang berjemur bersama Niken di samping nya
Juga ada foto Mega sedang berada dalam pelukan seorang pria paruh baya di sebuah night clubs dan tentu saja Pratiwi sedang mengkoordinir anak buahnya yang berpakaian minim dan sexy di sebuah ruangan
Entah bagaimana pria itu bisa mendapatkan foto yang sepertinya diambil dari jarak dekat sehingga Rey bisa dengan jelas melihat wajah mereka
" Maaf tuan selanjutnya apa yang harus saya lakukan ?" tanya pria itu pada Rey
" Untuk beberapa hari ini sebaiknya istirahat dulu kasian keluarga mu, setelah itu kamu cari info soal bidan atau perawat yang membantu kelahiran Gita dan awasi perempuan yang bernama Pratiwi itu jangan sampai ia menemukan keberadaan Gita !"
Perintah Rey pada pria itu, entah apa yang terjadi dengan dirinya begitu mendengar jika Gita hampir menjadi korban ibu tirinya membuat Rey sangat marah dan sakit hati hingga Rey merasa harus melindungi Gita