Just For Escape

Just For Escape
Bab 20



Gita sedang menikmati waktu luangnya dengan menonton tv di ruang depan sambil menyetrika pakaian nya


Tiba-tiba ponsel kecil nya berdering dan terlihat nomor tidak dikenal menghubungi nya


" Halo !" ucap Gita dengan menekan tanda loud speaker


" Dengan Miss Lily ?!"


" Ya saya sendiri !" jawab Gita


" Maaf Miss apa nanti malam bisa mengisi acara di tempat kami ?" tanya si penelpon


" Oh bisa-bisa, kebetulan saya free !" jawab Gita


" Ok saya kirim alamatnya !"


" Oke makasih !" jawab Gita lalu menutup ponselnya


Sepertinya aku harus segera mempersiapkan semuanya karna setelah menari aku masih harus bekerja


Gumam Gita teringat pekerjaan barunya sebagai cleaning servis


Gita pun melihat jam yang sudah menunjukan angka dua lalu Gita membereskan pakaian yang sudah disetrika nya


Gita berencana merebahkan tubuhnya di tempat tidur ketika ponsel kecilnya kembali berbunyi


" Halo !" ucap Gita


" Halo apa saya berbicara dengan Miss Lily ?" tanya seorang pria disebrang sana


" Iya saya sendiri, ada keperluan apa ya ?" tanya Gita


" Begini Miss apa anda bisa tampil di tempat saya !" tanya pria itu


" Oh maaf tuan saya tidak bisa menerimanya karna saya ada job di skylight !" jawab Gita


" Oh iya Miss tidak apa mungkin lain kali !" jawab pria itu


" Ya semoga !" jawab Gita


Lalu obrolan pun terputus dan Gita akhirnya bisa merebahkan tubuhnya dan tidak lama terdengar suara napas yang teratur dari hidung Gita


Sementara itu di ruang kerja Rey


" Bagaimana ?"


" Nanti malam nona Lily tampil di Skylight tuan !"


" Aku akan kesana, dan kamu tidak perlu ikut !" ucap Rey pada Adam


" Kenapa tuan !" tanya Adam


" Aku tidak mau jika waktu bersama keluargamu terganggu !" jawab Rey


" Tenang saja tuan soal itu Yasmin dan anak-anak sangat mengerti !" jawab Adam


" terserah kau saja !" jawab Rey sambil kembali fokus pada berkas di hadapan nya


Rey selalu mengisi waktu akhir pekan nya dengan bekerja karna tidak ada lagi yang ia kerjakan selain bekerja


Setelah beberapa saat tiba-tiba Rey menghentikan kegiatannya


" Menurut mu apa ia mau jika aku mengajaknya bertemu ?" tanya Rey


" Apa yang anda maksud gadis penari itu tuan ?" tanya Adam


" Iya, bagaimana menurutmu ?"


" Saya akan coba tuan !" jawab Adam


Rey berdiri dari duduk nya lalu berjalan menuju jendela ruang kerjanya menerawang kejadian 20 tahun lalu yang sudah merubah hidupnya hingga sekarang


" Menurutmu apakah mereka masih hidup ?" tanya Rey tanpa mengalihkan pandangan nya


" Saya harap mereka baik-baik saja tuan !" jawab Adam sambil memandang majikan nya dengan iba


" Kalau aku tidak salah hitung seharusnya ia berusia dua puluh tahun an !" ucap Rey lagi sambil mengelus dadanya yang tiba-tiba terasa sesak


" Sudahlah tuan anda jangan terlalu keras pada diri anda !" ucap Adam


" Aku hanya tidak menyangka jika perempuan licik itu akan bertindak begitu kejam !"


" Tapi setidaknya ia sudah tidak akan mengganggu kita lagi tuan !" jawab Adam


Sementara itu Gita tengah meyiapkan kostum nya berupa hot Pan's dan kemeja pendek tanpa lengan, kali ini ia akan menampilkan pole dance sesuai permintaan klien nya


Gita pun bergegas menuju halaman kost an nya karna ojol pesanan nya sudah menunggu


Gita merapatkan jaket tebalnya karna angin malam ini terasa menusuk sampai ke tulang


Setelah tiga puluh menit akhirnya Gita sampai di sebuah night club yang lumayan besar


Gita pun segera memasuki area belakang yang di tunjukan oleh seorang security dan langsung di sambut oleh seorang pria berusia tiga puluhan


" Silahkan Miss ruang gantinya disebelah kanan pintu ke dua !" ucap pria itu yang ternyata seorang MC


" Oke terima kasih !" jawab Gita ramah


Gita pun memasuki ruangan itu dan ternyata sudah ada beberapa wanita yang sudah berada di sana melakukan hal yang sama


" Hai kamu Lily ya, kenalin aku Nina !" ucap seorang gadis sambil mengulurkan tangan nya


" Halo mbak !" jawab Gita sambil menyambut uluran tangan Nina


" Kamu gantiin aku soalnya kaki ku masih bengkak !" ucap Nina sambil memperlihatkan jempol kakinya yang di perban


" Ya ampun kenapa itu mbak ?!" tanya Gita


" Semalam abis pentas kesandung kabel aku pikir cuma luka kecil gak taunya malah bengkak !" jawab Nina sedih


" Semoga cepet sembuh ya mbak !" ucap Gita


" Iya makasih ya, sebaiknya kamu cepat ganti satu jam lagi acara nya mulai !" ucap Nina


" Iya mbak !" jawab Gita


" Nari yang bagus dan jangan lupa ....!" ucap Nina sambil menggesekan ibu jari dan telunjuknya sambil tersenyum


" Sip mbak doakan saweran nya banyak ya !" jawab Gita


" Aamiin..!!" ucap Nina sambil beranjak ke luar ruangan dengan tertatih


Gita segera berganti pakaian dan menghias wajahnya hingga seorang wanita tiba-tiba duduk disebelahnya


" Kamu anak baru hati-hati, disini kadang orang main kasar !" ucap wanita itu lalu beranjak pergi begitu saja


Gita yang mendengar perkataan wanita itu hanya tertegun berusaha mencerna maksud dari perkataan nya


Sementara itu Kei berada di apartemen nya sedang memandangi beberapa foto Gita bahkan di pertemuan terakhir mereka Kei mengabadikan nya dalam bentuk video


Wajahmu memang tidak terlihat jelas tapi matamu tidak bisa kamu sembunyikan dan aku yakin kamu adalah gadis itu


Gumam Kei sambil menerawang pada dua tahun yang lalu di sebuah club malam di ibukota


Sedang asik mengingat pertemuan pertamanya dengan Gita tiba-tiba ponselnya berdering


" Ya..ada apa ?!" tanya Kei pada lawan bicaranya


" Maaf tuan sepertinya saya melihat penari yang kemaren itu di skylight !" jawab lawan bicaranya


" Oh ..iya !" jawab Kei lalu menutup sambungan telpn nya


Sedangkan pria lawan bicara Kei hanya menggeleng kan kepalanya


Aihh seenaknya aja main tutup telpon nya kalau bukan bos udah aku maki-maki kamu


Rutuk pria itu lalu berjalan keluar dari toilet sebuah night club sambil memasukan ponselnya ke saku celana


Kei bergegas mengambil jaket dan kunci mobilnya lalu segera menuju tempat yang tadi pria di telpon katakan


Semoga aku masih sempat melihatnya tampil


Gumam Kei sambil melakukan mobilnya membelah jalan raya yang tidak pernah sepi walau tengah malam sekalipun


Rey duduk disebelah Adam yang memilih meja di paling depan


Rey mencoba menelisik wajah di balik makeup tebal yang menutupi keaslian wajahnya


Walaupun dikeremangan malam Rey dapat melihat garis wajah gadis dihadapan nya yang terlihat mirip dengan seseorang di masa lalunya


Aku harus segera mencari informasi tentang dirimu, ada tidaknya hubungan mu dengan dia agar aku tidak bimbang untuk tetap mencari keberadaan nya


Gumam Rey dalam hati sambil menatap wajah Gita dengan lekat