Just For Escape

Just For Escape
Bab 78



Gita nampak gugup ketika berdiri di depan cermin, ia tidak menyangka jika dirinya yang berdiri di depan cermin itu


Setelah di bantu pelayan nya mengenakan beberapa perhiasan dan rambutnya di tata juga wajahnya di poles makeup tipis membuat penampilan Gita semakin sempurna


" Apa anda menyukai nya nona ?!" tanya pelayan itu sambil berdiri dibelakang Gita


" I..iya saya suka terima kasih sudah membantu saya !"


" Saya senang jika anda menyukainya dan tidak usah berterima kasih nona, ini sudah menjadi tugas saya !"


Gita memutar tubuhnya menghadap pelayan pribadi nya


" Maaf Bi .. kapan saya bis bertemu dengan tuan besar ?!" tanya Gita yang penasaran dengan orang yang sudah membawanya


" Tuan besar sudah tiba dari tadi nona tapi beliau sedang beristirahat sebentar !"


Gita menganggukkan kepalanya lalu berjalan ke arah jendela


" Saya senang nona berada di sini karena sudah lama sekali rumah ini kosong, hanya kami para pelayan yang tinggal di sini !"


Mendengar ucapan pelayan itu Gita langsung menatap heran pelayan itu


" Memangnya selama ini tuan besar tinggal dimana ?!"


" Tuan besar tinggal di rumah yang lebih kecil nona karena kalau di sini tuan sering merasa kesepian !"


Jawab pelayan itu tidak berani menceritakan alasan sebenarnya


" Loh.. memangnya tuan besar tidak punya keluarga, misalnya orang tua, saudara istri atau anak mungkin ?!"


Mendengar pertanyaan Gita seketika pelayan itu menundukkan kepalanya


" Yang saya tau kedua orang tua tuan besar sudah meninggal ,.dan saudara tuan besar banyak yang tinggal di luar negri kalau istri atau anak saya kurang tau nona karena semenjak saya bekerja disini saya belum pernah bertemu dengan mereka !"


Gita mengerutkan keningnya mendengar cerita dari pelayan itu ia menduga mungkin orang yang di panggil tuan besar itu masih muda hingga belum mempunyai anak atau istri


" Oh iya bi .. barang-barang yang saya pakai ini milik siapa, tadinya saya pikir ini milik salah satu anaknya atau mungkin bekas istri nya !"


Tanya Gita yang sejak awal ia merasa heran dengan semua barang-barang yang dilihatnya semua sesuai ukurannya


" Oh.. semua itu memang sengaja tuan besar siapkan untuk anda nona, malah ada yang baru diantar tadi pagi sebelum anda bangun dan menurut kepala pelayan nanti malam akan ada kiriman khusus pakaian pesta dan gaun malam beserta pelengkapnya !"


Pelayan itu berkata dengan antusias tanpa perduli pada Gita yang terdiam kebingungan


Tapi belum sempat Gita bertanya kembali tiba-tiba pintu diketuk dari luar dan terdengar suara pria meminta pelayan itu membawa Gita untuk segera turun karena makan siang sudah siap dan tuan besar sudah menunggunya


" Mari nona kita segera turun anda pasti sudah lapar kan ?!" ajak pelayan itu sambil membukakan pintu untuk Gita


Gita terdiam beberapa saat sampai akhirnya melangkah kan kakinya menuju pintu keluar


Gita berjalan dengan jantung berdebar, ia sangat penasaran dengan tuan besar yang sudah membawanya dan memberikan pasilitas yang begitu mewah


Tapi Gita juga merasa takut jika ternyata tuan besar itu adalah pria tua bertubuh gemuk dengan kepala botak yang memanjakan nya dengan segala pasilitas mewah agar dapat menikahinya


Tubuh Gita langsung bergidig, ia takut akan khayalan nya sendiri


Sepanjang jalan tidak henti hentinya Gita merasa kagum dengan keindahan rumah itu,


Gita mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat yang di lalui nya


Gita merasa sayang jika rumah sebesar dan seindah ini hanya di tempati oleh para pelayan saja


Saking asiknya Gita menikmati keindahan rumah itu hingga ia tidak menyadari jika sudah sampai dilantai dasar


Pelayan itu membawa Gita ke area samping rumah dan kembali Gita di buat terkagum-kagum


Ternyata di area samping itu terdapat kolam renang yang dikelilingi taman bunga dan sebatang pohon besar yang membuat kolam renang itu menjadi teduh


Gita menatap ragu kedua pria yang nampak familiar itu hingga akhirnya ia berada tepat di belakangnya


" Selamat siang tuan besar !" sapa pelayan itu dan membuat kedua pria yang tengah asik berbincang itu langsung membalikkan badannya


" Tu..tuan Rey ...tuan Adam !" teriak Gita tanpa sadar begitu mereka berhadapan


Rey menatap Gita yang nampak begitu cantik dan yang pasti begitu mirip dengan Shinta hingga membuat Rey mengepalkan kedua tangannya menahan diri agar tidak langsung memeluk Gita melepaskan kerinduan nya


" Selamat siang nona saya harap tidur anda nyenyak dan maaf jika saya membawa anda dengan cara seperti semalam, saya melakukan itu karena terpaksa demi menyelamatkan Anda !"


Ucap Adam panjang lebar mewakili Rey yang Adam tau sedang berusaha menahan diri dan perasaan nya


" A..aapa anda yang menculik saya tuan ?, saya masih kaget dengan kejadian semalam dan tidak mengerti kenapa ada orang yang ingin mencelakakan saya dan bagaimana anda bisa berada di sana ?!"


Berbagai pertanyaan berkecamuk di benak Gita sejak ia bangun dari tidurnya dan pertanyaan Gita semakin banyak ketika mengetahui jika Adam dan Rey yang telah membawanya


Mendengar kata menculik seketika membuat Adam dan Rey tertawa


" Bukan menculik nona tapi menyelamatkan Anda tepatnya !" ucap Adam sambil menahan senyum nya


" Ma ..maaf tuan tapi saya tidak mengerti bagaimana anda bisa berada di sana dan siapa yang hendak mencelakakan saya ?!" Gita semakin penasaran dengan kejadian semalam


" Sebaiknya kita makan siang dulu nona karena terus terang saya sudah sangat lapar !" jawab Adam sambil melirik Rey yang tidak sedetikpun melepaskan pandangannya dari sosok Gita


" Ah .iya tentu saja, maafkan saya tuan jika membuat anda kelaparan !" jawab gita sambil beranjak menuju meja yang sudah di sediakan mengikuti Adam dan Rey


Pak Nim menarik kursi yang akan di duduki Rey sedangkan pelayan wanita tadi menarik kursi untuk Gita


" Terima kasih !" ucap Gita pada pelayan itu yang di balas dengan anggukan dan senyuman


Pak Nim melayani ketiga majikannya itu dengan sabar di bantu beberapa pelayan yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka makan


" Nona...saya merasa canggung jika anda memanggil saja tuan karena saya bukan majikan anda !" ucap Adam di sela suapannya


" Lalu..saya harus memanggil anda apa ?" tanya Gita sambil menghentikan suapannya


" Cukup panggil saya paman saja !" jawab Adam sambil tersenyum


Gita terdiam beberapa saat sambil menatap Adam ..lalu pandangan beralih ke arah Rey yang tengah menatapnya juga


" A..apa saya juga memanggil tuan Rey dengan sebutan Paman ?!"


Begitu mendengar ucapan Gita seketika Rey terbatuk dan hampir menyemburkan makanan yang ada di dalam mulutnya


UHHUUKK....UUHUKK....!!!


Adam langsung menepuk-nepuk punggung Rey sedangkan Pelayan Nim langsung memberikan segelas air putih pada Rey


" Anda tidak apa-apa tuan ?!" tanya pak Nim khawatir


Rey tidak menjawab ia hanya mengangguk kan kepalanya saja sambil mengatur napasnya


" Maaf tuan....kalau ucapan saya kurang berkenan !" ucap Gita merasa tidak enak


" Tidak...tidak usah minta maaf kamu tidak salah apa-apa aku hanya tidak menyangka saja jika kamu memanggilku paman "


Ucap Rey agar Gita tidak merasa bersalah sudah membuatnya hampir tersedak


Gita menganggukkan kepalanya sambil tersenyum canggung bagaimana pun ia merasa tidak enak sudah mengacaukan makan siang tuan Rey


Setelah makan siang Adam menceritakan kejadian semalam dengan versi dirinya, ia mengatakan telah menyelamatkan Gita karena tanpa sengaja melihat Gita tengah di ikuti oleh pria yang sepertinya berniat jahat


Gita yang masih muda dan polos langsung percaya begitu saja dan berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Adam yang telah menyelamatkan nya