Just For Escape

Just For Escape
Bab 56



Gita kembali memeriksa barang bawaannya takut masih ada yang ketinggalan


Setelah dirasa cukup Gita pun membawa kopernya menuju ruang tengah dimana Kei sedang mengutak atik ponselnya


Mendengar langkah dibelakangnya seketika Kei membalikkan badannya dan terlihat Gita sedang menyeret kopernya dengan susah payah


Kei tersenyum melihat banyaknya barang yang Gita bawa berbeda dengan dirinya hanya membawa satu buah koper kecil saja dan dua stel jas yang tidak dimasukkan ke dalam koper


" Sudah siap ? tidak ada yang tertinggal ?" tanya Kei memandang Gita yang sepertinya sedang berfikir


" Sepertinya sudah tuan " jawab nya dengan ragu


" Jangan terlalu dipikirkan kalau ada kurang kita nanti beli disana saja " ucap Kei sambil menarik koper Gita


" Baik tuan " jawab Gita terlihat lebih tenang setelah mendengar ucapan Kei


". Ayo kita berangkat sekarang " ajak Kei sambil berjalan sambil menarik dua buah koper di tangan kanan dan kirinya


Gita pun segera mengikuti langkah Kei dengan kedua tangan membawa tas berukuran sedang entah apa isinya


Kei mengatur barang bawaannya ke dalam bagasi sedangkan Gita sudah duduk manis di jok depan sambil memeluk tas nya


Setelah beberapa saat mereka pun meninggalkan apartemen Kei menuju luar kota yang lumayan jauhnya


Sepanjang jalan Kei dan Gita berbincang mengenai berbagai macam hal hingga tidak terasa sudah empat jam mereka berkendara


" Kita istirahat dulu " ajak Kei sambil memarkirkan mobilnya di bawah pohon didepan sebuah rumah makan


Mereka berdua pun memasuki rumah makan tersebut yang terlihat ramai karena memang sudah waktunya makan siang


Setelah mendapatkan tempat duduk mereka pun mulai memesan makanan


Tidak berapa lama pesanan mereka pun datang dan Kei serta Gita langsung melahap nya


Setelah beberapa saat Kei memutuskan untuk tidur sejenak mengistirahatkan matanya yang


terasa lelah


Kei membuka sedikit jendela kaca disampingnya lalu merubah posisi sandaran kursinya lebih rendah agar ia bisa tidur lebih nyaman


Gita yang mengetahui rencana Kei untuk tidur sebentar tiba-tiba ia mengambil bantal dan selimut di jok belakang yang sengaja ia bawa


" Pakai ini tuan biar lebih nyaman " saran Gita sambil menyodorkan bantal dan selimut ke arah Kei


Kei tidak segera mengambil bantal dan selimut itu tapi Kei malah menatap serius ke arah Gita


" Kamu sengaja membawa bantal dan selimut ini ?" tanya Kei


" Ia tuan karena kata tuan perjalanan kita lumayan jauh " jawab Gita santai


" Oh " jawab Kei singkat sambil menerima bantal dan selimut dari tangan Gita lalu meletakan bantal itu dikepalanya dan ternyata nyaman juga


Tidak berapa lama terdengar dengkuran halus dari mulut Kei yang menandakan jika Kei sudah tertidur


Gita membuka galeri ponselnya, dan tanpa sengaja melihat foto dirinya bersama Niken dan Mega


Tanpa terasa air mata menetes di pipinya, Gita merasa sedih ketika mengingat alasan dirinya berada di sini jauh dari saudari dan ayahnya


Apa kabar kalian di sana.... bagaimana keadaan ayah sekarang, aku merindukan kalian


Gumam Gita sambil terisak kembali melihat foto kebersamaannya dengan Mega dan Niken


Semenjak Pratiwi mengetahui keberadaannya Mega menyuruh Gita untuk menghilang demi keamanan nya dan Mega pun mengatakan jika ia yang akan menjaga ayah dan Niken


Gita memandangi foto itu kembali, tidak ia pungkiri jika ia merasa rindu dengan ayah dan saudaranya tapi seperti yang Mega katakan untuk sementara Gita harus bersembunyi demi keamanan nya


Gita masih memandangi foto-foto kebersamaan nya dengan Mega dan Niken hingga sebuah pergerakan membuyarkan lamunan nya


" Tuan anda sudah bangun ?" tanya Niken melihat Kei yang bergerak


" Heuumm.." terdengar gumaman dari mulut Kei dengan mata masih terpejam


Tidak berapa lama terlihat Kei mengerjapkan matanya sambil berusaha bangkit dari tidurnya


Kei mengusap wajahnya beberapa kali lalu meregangkan badannya yang terasa pegal


" Aku tidur berapa lama ?" tanya Kei sambil berusaha mengumpulkan kesadarannya


" tidak sampai satu jam tuan " jawab Gita sambil melirik jam tangannya


" Oh..iya, sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita " ajak Kei sambil kembali meregangkan badannya


Gita meraih sebuah termos kecil dari jok belakang lalu dengan pelan Gita menuangkan cairan dari dalam termos tersebut ke dalam tutup nya yang berbentuk gelas dengan satu pegangan


Seketika aroma kopi menyeruak memenuhi penciuman Kei


" Ini tuan biar lebih segar " ucap Gita sambil menyodorkan gelas di tangannya


" Kamu membawa kopi juga ?" tanya Kei menatap heran ke arah Gita sambil meraih gelas dari tangan Gita


" Iya tuan sengaja saya bawa " jawab Gita santai


Kei menyeruput kopi di tangan nya hingga tandas, sambil menyerahkan gelas kosong ke tangan Gita Kei melirik ke jok belakang sambil berkata


" Kamu bawa apa lagi ?"


" Kalau anda mau buah kebetulan saya bawa " jawab Gita sambil meraih bungkusan panjang di bungkus koran dari dalam dashboard yang ternyata sebilah pisau


" Wooww.... sebaiknya kamu hati-hati dengan benda itu Gita, ayo masukan lagi saja aku tidak ingin makan buah !" teriak Kei kaget melihat apa yang Gita simpan di dalam dashboard mobilnya


" Oh baik tuan " jawab Gita sambil meletakan kembali pisau itu di tempat semula


Kei kembali melajukan mobilnya membelah keramaian kota, masih empat jam perjalanan lagi harus ia tempuh agar sampai di tempat tujuannya


Hari menjelang sore ketika Kei memarkirkan kendaraannya di sebuah hotel mewah


Dibantu seorang OB Kei dan Gita memasuki kamar mereka yang bersisian


Gita langsung merebahkan tubuhnya sambil memejamkan mata nya mengingat ia tidak tidur sama sekali selama dalam perjalanan


Tapi Gita teringat jika Kei akan mengajaknya makan malam jadi Gita segera membuka matanya dan bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri


Baru saja Gita selesai berpakaian bel pintu kamarnya berbunyi


Gita membuka pintu kamarnya dan nampak Kei sudah segar dengan pakaian santai nya


" Ayo kita makan dulu agar bisa cepat beristirahat" ajak Kei yang berdiri di depan kamar Gita yang terbuka


" Baik tuan tunggu sebentar " jawab Gita yang berlari ke kamar mandi untuk sekedar memoles wajahnya dengan make up tipis dan sederhana


Kei yang berdiri sambil menyandarkan tubuhnya ke pintu yang terbuka tiba-tiba memaku tatapnnya pada Gita yang nampak cantik walaupun dengan pakaian dan make up sederhana


Tiba-tiba Kei menatap tajam ke arah Gita , Kei merasa posisinya akan terancam jika Gita berpenampilan seperti itu mengingat mereka akan makan malam di restoran hotel yang pastinya akan ramai


Sedangkan Gita merasa aneh dengan perubahan mimik wajah Kei yang seakan sedang marah


" Ma..maf tuan apa ada yang salah dengan penampilan saya ?":tanya Gita sambil memeriksa pakaian yang ia kenakan


" Ah..tidak bukan itu tapi...." Kei tidak meneruskan ucapannya malah terlihat ragu


" Tapi kenapa tuan ?" tanya Gita semakin penasaran


" Ehmm apa make up nya bisa kamu hapus saja terlau mencolok !" jawab Kei yang di balas dengan kerutan kening Gita


Gita segera kembali ke dalam kamar mandi dimana alat alat make makeup nya ia simpan di sana karena kebetulan di kamar ma di itu terdapat meja rias yang cukup besar


Gita memandang heran wajah nya yang bermake up tipis menurutnya makeup nya sangat sederhana tapi kenapa tuan Kei mengatakan terlalu mencolok?


Rapi gitabtidak mau membantah majikannya, ia segera menghapus sebuah makeup yang tadi ia sapukan di wajahnya


Gita keluar dari kamar mandi setelah memeriksa kembali jika dandanan nya kali ini lebih dari sederhana, Gita hanya memoleskan sedikit lipstik di bibirnya tanpa ada yang lain lagi


" Nah..begini lebih baik " jawab Kei sambil tersenyum walaupun tetap saja Gita terlihat sangat cantik tapi mau diapain lagi toh tanpa makeup pun Gita memang sudah cantik


Kei berjalan berdampingan dengan Gita menuju meja yang sudah ia pesan tadi sore


Setelah memesan menu makan malam mereka tidak lama kemudian mereka pun menyantap makan malamnya dengan diselingi obrolan ringan


Kei manatap ke sekeliling diantara suapanya dan terlihat beberapa pasang mata pria mencuri pandang ke arah Gita, malah ada yang dengan terang-terangan menatap Gita tanpa perduli pada sosok Kei yang berada di samping Gita


Sialan !!! dasar cowok kurang ajar beraninya mereka menatap Gita seperti itu, sebaiknya aku harus secepatnya memyembunyikan Gita sebelum mereka mencoba mendekati nya


Gumam Kei dalam hati sambil mempercepat makan malamnya


Sementara itu di lobby hotel nampak Rey dan Adam berjalan memasuki lift menuju kamar mereka yang berada di lantai delapan


" Bagaimana Adam aku dengar orang suruhan.mu sudah menemukan titik terang tentang keberadaan keluarga yang mengurus anak ku !" ucap Rey sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding lift


" Benar tuan dan sekarang dia sedang mencari keberadaan rumah keluarga tersebut yang ternyata tidak terlalu jauh dari tempat nona muda dilahirkan !" jawab Adam dengan wajah sumringah


Ya Adam sangat berbahagia begitu mendengar informasi dari anak. buahnya mengenai keberadaan nona mudanya


" Bilang pada anak buah mu secepatnya cari keberadaan keluarga itu !"


" Baik tuan akan saya sampaikan !" jawab Adam langsung menghubungi anak buahnya menyampaikan apa yang Rey ingin kan


" Adam sebaiknya kita langsung ke restoran saja aku sudah lapar !" tiba-tiba Rey berkata


" Oh iya tentu saja tuan tidak masalah !" jawab Adam sambil kembali membuka ponselnya dan menghubungi pihak hotel agar menyiapkan meja untuk majikannya


Rey dan Adam berjalan memasuki ruang restauran dimana seorang wanita sudah menunggunya


" Mari silahkan tuan ikuti saya " ucap wanita tersebut ramah


Karena reservasi yang mendadak membuat Rey dan Adam harus puas menempati meja di tempat biasa bersama dengan pemgunjung lainnya


Rey mengwdarkan pandangan nya ke seluruh area dan tiba-tiba pandangannya tertuju pada meja yang berada di pojok dekat jendela dimana seorang pria dan wanita tengah menikmati makan malamnya


Rey menajamkan penglihatan nya pada sosok wanita yang kebetulan duduk menghadap ke arahnya


" Miss Lily !" gumam Rey tanpa sadar


" Maaf tuan apa anda mengatakan sesuatu ?" tanya Adam heran


" Miss Lily !" jawab Rey tanpa mengalihkan pandangan


Adam pun melihat ke arah yang sedang di pandang oleh majikannya dan Adam pun berseru kaget


" Miss Lily tuan !" seru Adam mengulang apa yang dikatakan oleh Rey


" Sedang apa ya dia ada disini ? apa dia hendak tampil ?" tanya Adam seperti bertanya pada dirinya sendiri


" Siapa laki-laki yang duduk bersamanya ?" tanya Rey pada Adam tanpa menjawab pertanyaan Adam


" Saya tidak tahu tuan, karena posisinya yang membelakangi kita !" jawab Adam ia pun merasa penasaran dengan kehadiran Gita di tempat ini


" Aku akan menyapanya sebentar !" ucap Rey sambil mencoba untuk berdiri


Tapi baru saja Rey hendak melangkahkan kakinya pelayan datang sambil membawa pesanan mereka


Rey diam ditempatnya hingga pelayan itu pergi setelah meletakan makanan di atas meja


Rey kembali menoleh ke arah meja yang ditempati oleh Gita tapi seketika Rey terdiam karena meja tersebut sudah kosong dan Rey tidak melihat kearah mana Gita berjalan