Just For Escape

Just For Escape
Bab 58



Kei berlari menuju taman, ia hendak mendatangi Gita tapi ketika ia sampai disana Gita sudah tidak ada


Kei mengeluarkan ponselnya lalu mencoba menghubungi Gita sambil berjalan melihat ke sekeliling menemukan Gita


" Halo Gita kamu dimana ?!" Kei langsung bertanya tanpa perduli dengan keterkejutan Gita yang mendengar suara Kei dengan cukup kencang


" I..iya tuan saya di area kolam renang, ada apa ya tuan ?" tanya Gita gugup


Tanpa menjawab pertanyaan Gita Kei langsung mematikan ponselnya dan kembali berlari menuju tempat yang Gita sebutkan


Nampak Gita sedang duduk di bawah payung pantai sambil membaca buku yang tadi ia bawa


Gita berpindah tempat karena merasa terganggu dengan polah para pria di lantai dua yang berteriak tidak karuan sambil menunjuk-nunjuk dirinya


Padahal sebagian dari pria itu sudah berumur dan Gita yakin mereka pun sudah mempunyai anak istri


Gita berharap dengan berada di area kolam renang ia akan bisa meneruskan membaca bukunya tanpa ada gangguan karena kebetulan area kolam renang tersebut sedang sepi pengunjung mungkin karena bukan akhir pekan


Tapi sepertinya harapan tinggal harapan baru saja ia duduk ponselnya berbunyi dan tertera nama tuan Kei disana


Gita mengangkat dan hendak menjawab panggilan tuannya tapi baru ia membuka mulutnya sudah terdengar teriakan Kei menanyakan keberadaannya


Dan Gita kembali di buat kaget ketika ia memberi tahukan posisinya Kei langsung menutup ponselnya tanpa memberi kesempatan pada Gita untuk bertanya


Gita hanya mengangkat bahunya lalu kembali fokus pada bukunya


Baru beberapa baris ia membaca bukunya tiba-tiba terdengar seseorang memanggil namanya


" Hey..kamu Tata kan ?" tanya seorang pria yang berdiri di samping Gita


Gita langsung menolehkan wajahnya ke arah suara dan terlihat seorang pemuda yang terlihat familiar tapi Gita lupa di mana ia pernah melihat nya


" Maaf anda siapa ?" tanya Gita menatap heran pada lawan bicaranya


" Huh.. mentang-mentang kamu menolak ku membooking mu kamu lupa sama aku !" jawab pria itu yang ternyata Arga


Mendengar jawaban Arga seketika wajah Gita merah padam menahan marah


" Maaf tuan maksud anda apa ?!" tanya Gita sambil berdiri menatap tidak suka pada Arga


" Maksud gue sebagai cewek bookingan harusnya lu gak usah pilih-pilih pelanggan, emangnya berapa sih tarif mu aku juga mampu membayarnya !" ceroscos Arga dengan tatapan merendahkan


Gita mencengkram bukunya dengan kencang ia sangat terkejut dan tersinggung dengan ucapan yang baru saja ia dengar dari pria yang tidak dikenalnya


" Tolong jaga mulut anda tuan, anda seorang laki-laki tapi mulut anda seperti perempuan !" jawab Gita sambil membalikkan badannya hendak meninggalkan tempat tersebut


Tapi belum sempat ia melangkah Arga telah mencengkram lengan nya dengan kencang sambil berbisik di telinga Gita


" ****** tetaplah ******, siapa lagi yang membooking mu kali ini ? apa pria yang sama yang aku lihat di hotel XX ?!" bisik Arga sambil tersenyum sinis


Gita menghempaskan lengannya hingga cengkraman Arga terlepas, lalu tanpa membalik kan badannya Gita membalas ucapan Arga


" Siapa pun pria yang membooking saya itu bukan urusan anda dan anda tau kenapa saya menolak anda, karena anda tidak layak untuk menyentuh saya !"


Setelah membalas ucapan Arga Gita langsung bergegas meninggalkan Arga yang masih berdiri mematung dengan tangan terkepal dan rahang mengeras


Dasar ****** sialan !! lihat saja aku akan membalas mu !!


Umpat Arga sambil berlalu menuju tempat parkir dimana ia hendak menjemput Luna di terminal bis.


Arga sebenarnya tidak sengaja melihat keberadaan Gita ketika ia hendak menuju tempat parkir , tanpa sengaja pandangannya tertuju pada wanita yang tentu saja ia kenal dan Arga pun berusaha untuk mengintimidasi sebagai balasan atas penolakannya tempo hari


Gita berjalan dengan mata mulai berkabut menahan tangis , ia merasa kesal karena sudah di tuduh sebagai wanita bookingan oleh orang yang tidak ia kenal


Gita berjalan sambil berusaha menahan agar air matanya tidak jatuh hingga tanpa sadar ia berjalan tanpa melihat arah hingga ...


BRUUKK !!


Gita menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya


" Hey kenapa kau menangis apa kamu terluka ?!" tanya pria itu yang tidak lain adalah Kei


Bukannya menjawab Gita malah semakin kencang menangis


Kei yang melihat Gita menangis langsung melihat ke sekeliling, ia takut jika ada yang salah faham


" Hey..Gita kamu kenapa ? apa ada yang sakit ?!" tanya Kei semakin khawatir sambil mengguncang pelan bahu Gita dan menarik tubuhnya agar berdiri


Mendengar suara yang familiar seketika Gita melepaskan kedua tangannya dari wajahnya lalu menatap pria yang berdiri dihadapan nya


" Tuan...!" ucap Gita sambil menghambur ke pelukan Kei lalu menelusup kan kepalanya di dada Kei sambil menangis


Kei langsung terkejut ketika mendapat pelukan dari Gita


Kei merasa heran dengan sikap Gita tapi tak urung Kei pun memeluk lalu mengusap punggung nya dengan lembut


" Kenapa heum..." tanya Kei lembut


Gita tidak berkata hanya isakan yang masih terdengar oleh Kei


Kei menyampirkan jas nya ke punggung Gita hingga menutupi tubuhnya


" Sebaiknya kita ke kamar saja, aku tidak mau ada yang salah faham menuduhku sudah melakukan kdrt padamu !" goda Kei sambil mendorong bahu Gita pelan


Gita meregangkan pelukannya dan terlihat matanya yang sembab


Kei mengambil saputangan dari saku celananya lalu tanpa merasa sungkan Kei menyeka air mata dari wajah Gita


Gita melihta kemeja Kei yang basah oleh air mata dan ingus nya seketika Gita pun tersadar


" Ma..maf tuan kemeja anda kotor " tersengar suara Gita yag sengau


" Tidak apa nanti bisa di cuci, ayo kita ke kamar sekarang sebelum banyak orang yang melihat kita "


Ajak Kei sambil tetap memeluk bahu Gita dengan tangan kanan nya setelah sebelumya mengambil buku Gita yang terjatuh tadi


Mereka berjalan menuju lift dan tanpa mereka sadari Adam dan Rey memperhatika interaksi Gita dan Kei dari jarak tang cukup jauh


" Apa yang terjadi ? kenapa Miss Lily menangis ? dan siapa pria itu ?!" tanya Rey tanpa melepaskan pandangan nya dari Kei dan Gita yang berjalan semakin menjauh


" Maaf tuan saya tidak tau, karena dari tadi pria itu memunggungi kita " jawab Adam merasa menyesal karena tidak bisa memberi jawaban yang memuaskan


" Sepertinya mereka dekat sekali, apa mungkin pria itu kekasihnya ? atau suaminya ?!" tanya Rey lagi terlihat semakin penasaran


" Maaf tuan, apa saya perlu menyelidiki nya !" tawar Adam ingin melihta reaksi tuannya


Rey terdiam seperti sedang menimbang keputusan apa yang akan ia ambil hingga setelah menarik napas dalam Rey pun berkata


" Tidak... tidak usah !" jawab Rey tegas


" Baik tuan " jawab Adam sambil tersenyum kecil tanpa Rey sadari


Sebenarnya sejak pertama kali Rey melihat Gita yang menangis dalam pelukan Kei, ia terlihat tidak suka bahkan wajah Rey nampak mencebik seperti cemburu apalagi saat pria itu mengelus punggung Gita


Dan ketika Kei menghapus air mata di wajah Gita pun Rey terlihat mengepalkan tangannya dan sekarang mereka terlihat berjalan sambil berpelukan membuat Rey semakin terlihat memendam kekesalan


Adam ingin sekali menanyakan perihal perasaan Rey terhadap Gita tapi Adam pun merasa sungkan apalagi mengingat perbedaan usia mereka yang terpaut jauh membuat Adam menyingkirkan dugaannya


Tapi melihat reaksi Ray saat ini mau tidak mau membuat Adam harus cepat memutuskan apakah ia akan menanyakan nya atau diam saja ?


Karena walau usianya sudah mendekati setengah abad Rey masih terlihat gagah dan tampan tapi kalau harus bersanding dengan Gita sepertinya akan sangat jomplang dan mungkin Rey akan dianggap seorang pedofil mungkin


Ah... entah lah mungkin untuk saat ini Adam cukup menuruti perintah Rey saja agar tidak melakukan apapun mengenai kejadian yang baru saja mereka lihat