
Mega duduk sambil memangku Arel yang tertidur dipangkuan nya setelah lebih dari satu jam ia menunggu orang tua Arel yang tidak kunjung datang
Pihak Mall pun beberapa kali mengumumkan keberadaan Arel hingga beberapa kali tapi ternyata belum ada seorang pun yang mendatangi mereka
Hingga ketika tiba-tiba terlihat seorang pria bule berlari menuju meja informasi dengan wajah panik menanyakan keberadaan anaknya
" Permisi saya kehilangan anak saya ?" tanya pria bule itu pada petugas informasi
" Maaf tuan hilang nya dimana ?" tanya petugas informasi itu
" Begini...tadi saya belanja sedangkan anak saya berada di tempat mainan kemudian saya mendapat telpon jika ada kecelakaan di tempat saya bekerja dan saya langsung pergi menuju perusahaan dan lupa membawa anak saya dan saya baru teringat jika saya tadi bersama anak saya setelah salah satu teman menanyakan keberadaan anak saya dan saya langsung menuju ke sini !" terang pria itu dengan napas memburu sehabis berlari
" Kalau boleh tau siapa nama anak anda tuan ?" tanya petugas informasi itu
" Namanya Ourellio Pirelli tapi saya panggil dia Arell !" jawab pria bule itu
" Maaf tuan apa saya bisa melihat kartu identitas anda ?" pinta seorang security
" Ini pak !" jawab si pria bule itu sambil menyerahkan kartu identitas nya
Pihak security menerimanya dan tertera nama Lorenzo Pirelli, lalu mereka mencocokan foto dengan pria yang berdiri dihadapan nya
"Anda sangat beruntung tuan anak anda ditemukan oleh orang baik di basemen !" ucap petugas security
" Anak saya ada di sini ?!" tanya pria itu dengan wajah penuh kelegaan
" Iya tuan ...mari ikut saya !" jawab petugas security itu sambil berjalan menuju kafe di depan supermarket
Pria bule itu pun bergegas mengikuti petugas security itu dan dari kejauhan ia melihat seorang gadis yang tengah memeluk anaknya yang tertidur di pangkuan nya tengah menyeka keringat di dahi anak nya dengan lembut
" Ini tuan anak anda silahkan !" ucap petugas security itu setelah berada di hadapan Mega
Mega yang mendengar penuturan petugas security itu lalu menatap wajah pria di hadapan nya dengan tatapan curiga
" Arell !!" panggil Enzo sambil mengulurkan tangan nya hendak mengambil Arell dari tangan Mega
Tapi dengan gesit Mega berdiri lalu mundur beberapa langkah sambil mengeratkan pelukannya pada Arell
" Heh..siapa anda ?!" tanya Mega dengan wajah galak
" Maaf nona saya Enzo papa nya Arell !" jawab Enzo kaget tidak menyangka jika Mega akan bersikap seperti itu
" Jangan mendekat !! saya tidak percaya !" jawab Mega memandang tajam ke arah Enzo sambil memeluk erat Arell seperti induk macan yang siap menerkam
Mendengar teriakan Mega beberapa pengunjung memandang ke arahnya hingga membuat Enzo merasa takut terjadi kesalahpahaman
" Maaf nona saya benar-benar papa nya Arell tadi saya sudah diperiksa oleh pihak supermarket !" terang Enzo sambil melirik petugas security di samping nya
" Benar nona tadi saya sudah memeriksa dan beliau benar-benar orang tuanya anak ini !" jawab petugas security meyakinkan
Mendengar penjelasan dari petugas security perlahan-lahan Mega pun mengendurkan dekapan nya di tubuh Arell yang masih tertidur pulas diperlukan nya lalu kembali duduk sambil membenahi rambut Arell
" Anda sungguh keterlaluan meninggalkan anak sekecil ini di basemen !" ucap Mega dengan wajah yang terlihat kesal
" Maaf tadi ada kecelakaan di perusahaan karena panik saya langsung pergi sampai melupakan Arell !" jawab Enzo dengan penuh penyesalan
" Lain kali hati-hati !" ucap Mega sambil menyerahkan Arell ke tangan Enzo
" Tentu saja nona ..saya akan sangat berhati-hati !" jawab Enzo
Setelah Arell berada di pangkuan Enzo Mega pun membereskan tas dan ponselnya lalu berdiri hendak meninggalkan tempat itu
" Maaf tuan saya harus segera pulang !" ucap Mega sambil beranjak dari hadapan Enzo
Tapi baru beberapa langkah Mega berjalan ia menghentikan langkahnya lalu berbalik lagi menatap Enzo yang masih berdiri di tempatnya
" Saya sering melihat seorang suami yang melupakan istrinya tapi saya baru melihat seorang ayah yang melupakan anaknya !" ucap Mega lalu membalikan badannya dan berlalu meninggalkan Enzo yang terpaku mendengar apa yang baru saja Mega ucapkan
Setelah beberapa saat Enzo tersadar jika ia belum mengucapkan terimakasih dan ia pun lupa menanyakan identitas wanita yang telah menolong Arell anaknya
Siapa wanita itu ? ia begitu lembut memperlakukan Arell tapi begitu galak ketika dihadapan ku ..sungguh wanita yang menarik
Gumam Enzo dalam hati setelah memasukan Arell ke kursi belakang mobilnya dan untuk beberapa saat Enzo terdiam dibelakang kemudi memikirkan apa yang baru saja terjadi
Enzo menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang karena takut Arell terbangun hingga akhirnya mereka tiba disebuah rumah dua lantai yang tidak terlalu besar
" Selamat malam tuan !" sapa bi Minah pembantu nya
" Tuan mau minum apa ?" tanya bi Minah
" coklat hangat saja bi !" jawab Enzo tanpa menoleh
Bi Minah pun beranjak ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Enzo
Enzo meletakan tubuh Arell ke atas kasur dengan lembut lalu Enzo pun membuka pakaian Arell untuk menggantinya dengan baju tidur
Enzo hendak mengambil air hangat untuk menyeka tubuh Arell ketika terlihat Arell menggerak kan badan nya dan matanya pun perlahan terbuka
Arell melihat sekeliling dengan bingung seperti mencari sesuatu atau seseorang, setelah beberapa saat ia pun duduk dan langsung berhadapan dengan Enzo
" Papa...Tante Mega nya mana ?" tanya Arell sambil kembali melihat ke sekeliling kamarnya
" Tante Mega siapa ?" tanya Enzo bingung
" Ih papa...itu yang tadi gendong Arell !" jawab Arell
" Ohh.. tantenya pulang dulu udah malam !" jawab Enzo baru memahami jika Arell menanyakan orang yang telah menolong nya
" Tadi papa kemana Arell nangis lama banget cariin papa !" teriak Arell kesal
" Maaf sayang tadi papa lupa kalau ajak Arell !" jawab Enzo sambil memeluk Arell
" Maafin papa ya sayang !" ucap Enzo sambil memeluk dan mencium kepala anaknya
" Ayo pake baju dulu ya terus Arell cerita sama papa tadi ngapain aja sama Tante Mega ?" tanya Enzo berusaha mengorek keterangan soal Mega dari Arell
Enzo membalurkan minyak kayu putih ke badan Enzo setelah menyeka nya dengan air hangat lalu memakaikan baju tidur nya
" Pa..Tante Mega baik loh pa, waktu Arell nangis Tante Mega gendong Arell nyari papa tapi papanya gak ketemu papa ilang ke mana sih ?!" tanya Arell sambil cemberut ke arah Enzo
" Tadi papa ada telpon dari kantor katanya ada yang kecelakaan jadi papa panik langsung pergi aja, lupa kalau papa ajak Arell !" jawab Enzo sambil mengusap kepala anaknya
" Terus tadi Tante Mega juga kasih Arell minum jus jeruk sama makanan sampe Arell kenyang , Tante Mega baik kan pah !" ucap Arell sambil menatap Enzo dengan wajah berbinar
" Iya sayang Tante Mega baik ya nanti kapan-kapan kita ajak makan bareng ya !" jawab Enzo
" Beneran pa ?" tanya Arell dengan wajah antusias
" Iya sayang....sekarang Arell tidur ya udah malam !" ucap Enzo sambil menyelimuti Arell yang sudah berbaring lalu mematikan lampu utama dan hanya menyalakan lampu redup saja
Enzo ikut berbaring di samping Arell dengan posisi miring menunggu Arell tertidur
" Pa..Tante Mega mau enggak ya jadi mamanya Arell !" gumam Arell pelan sambil memandang wajah Enzo
Mendengar gumaman anaknya membuat hati Enzo seakan tersentuh, Enzo merasa bersalah karena membuat Arell tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu sejak kecil
" Papa tidak tau sayang..papa juga tidak tau apa Tante Mega masih sendiri atau sudah punya keluarga !" jawab Enzo sambil mengusap kepala anaknya lembut
" Ayo jagoan papa tidur ya !"
Ucap Enzo sambil bangkit dari tidurnya lalu mencium kening Arell sambil mengucapkan selamat malam lalu meninggalkan kamar Arell menuju kamarnya
Enzo berdiri dibalkon kamarnya memandang kegelapan malam ditemani secangkir coklat hangat di tangan nya
Ia memikirkan ucapan Arell tentang mama baru untuknya
Bukannya Enzo tidak memikirkan hal itu tapi hatinya masih belum bisa melupakan Stella yang meninggalkan dirinya dan Arell sejak berusia lima bulan hanya demi laki-laki lain
Enzo sangat terpukul dengan kejadian itu hingga akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan negaranya dan memulai kehidupan barunya di negri yang terkenal dengan keramahtamahan warganya dengan membawa bayi Arell
Enzo kembali teringat dengan sosok Mega yang bertubuh mungil dengan wajah yang cantik tapi cukup galak hingga membuat Enzo tanpa sadar tersenyum sendiri mengingat wajah Mega yang penuh kewaspadaan berteriak kepadanya sambil memeluk Arell
Mega... sepertinya kita harus bertemu kembali
Gumam Enzo sambil menyesap minuman coklatnya yang hampir habis sambil tersenyum penuh arti
Sementara itu Mega tengah berbaring di kamar kostnya sambil memandang beberapa foto Arell yang sempat ia ambil bahkan ada Vidio Arell yang tengah makan dengan mulut yang belepotan membuat Mega tersenyum sendiri
Anak yang lucu tapi sayang orang tuanya sangat keterlaluan masa lupa sama anak sendiri
Gumam Mega sambil mencebik kesal ketika teringat wajah Enzo yang hendak mengambil Arell