Just For Escape

Just For Escape
Bab 50



Hari menjelang malam ketika mereka tiba di apartemen Enzo


Awalnya Mega minta diantar ke kost an nya tapi Arell merengek jika malam ini ingin tidur di temani Mega


Karena tidak ingin mengecewakan Arell maka Mega pun kembali menginap di apartemen Enzo


Bibi dan Mega membawa barang-barang bekas piknik mereka sedangkan Enzo menggendong Arell yang sudah mengantuk


Enzo menurunkan Arell di kamarnya lalu dibantu Mega mengganti pakaian Arell setelah menyeka badannya dengan air hangat


" Tante jadi kan bobo sama Arell " ucap Arell dengan menahan kantuk


" Iya..sebentar ya Tante ganti baju dulu Arell sama papa dulu ya " jawab Mega beranjak hendak keluar dari kamar Arell


Arell mengangguk tanda setuju sedangkan Enzo terdiam memperhatikan interaksi antara Arell dan Mega


Setelah beberapa saat Mega kembali ke kamar Arell dengan piyama lengan pendek bergambar bulan dan Mega pun sedikit terkejut melihat Enzo yang sudah berganti baju menggunakan kaus tipis dan celana longgar dan sudah berbaring di sebelah kiri Arell


" Tante sini " panggil Arell sambil menepuk kasur yang kosong di sebelah kirinya


Mega nampak ragu melangkahkan kakinya apalagi melihat Enzo yang terlihat menahan senyum


" Arell mau bobo sama papa sama Tante " ucap Arell sambil menguap


Mega menatap Enzo meminta persetujuan dan Enzo pun mengangguk kan kepalanya


Dengan sedikit ragu Mega pun membaringkan badannya di samping Arell dengan perlahan lalu masuk ke dalam selimut hingga mereka bertiga berada dalam satu selimut


Walaupun tempat tidur yang mereka gunakan berukuran Queen size tapi tetap saja Mega merasa kikuk apalagi mengingat kejadian di pantai tadi membuat wajah Mega kembali merona


Enzo mengganti lampu kamar mejadi redup hingga membuat suasana kamar menjadi remang-remang


Enzo dan Mega berbaring menghadap Arell yang berada di tengah dengan tangan Arell yang menggenggam tangan Mega dan Enzo seperti takut di tinggalkan


Arell tersenyum sambil memejamkan matanya ketika merasakan kehangatan yang belum pernah ia rasakan


Sementara Mega berusaha menahan rasa kantuknya karena ia berencana akan pindah ke kamar bibi jika Arell sudah tidur


Tapi mungkin karena lelah setelah seharian bermain di pantai tidak lama terlihat mata Mega terpejam dengan napas teratur


Enzo yang pura-pura tidur membuka matanya perlahan dan menatap Mega yang tertidur dengan pulas


Enzo tersenyum memandang Arell dan Mega yang tertidur pulas lalu ia pun memejamkan matanya sambil membayangkan jika esok pagi akan melihat pemandangan yang paling indah


Arell menggeliat karena merasa sesak lalu ia pun membuka matanya perlahan dan nampak sebuah pandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya


Pantas saja Arell merasa sesak karena ia di himpit oleh dua tubuh dewasa di samping nya


Dengan perlahan Arell menggeser tubuhnya hingga merosot ke bawah setelah melewati selimut yang mereka gunakan


Setelah dengan sedikit usaha akhirnya Arell bisa berdiri di lantai sambil memandang ke atas tempat tidur dimana Mega berada dalam pelukan Enzo dan mereka masih tertidur pulas


Arell berjingkat ke samping tempat tidurnya mematikan alarm yang sebentar lagi berbunyi lalu ia Arell keluar dari kamarnya dengan perlahan menuju dapur dimana bibi tengah membuat sarapan


" Bibi..bibi sini sebentar !" teriak Arell tertahan


Bibi yang mendengar panggilan Arell merasa heran melihat majikan kecilnya sudah bangun dan melihat ke arah belakang seperti mencari seseorang


" Arell udah bangun ? Papa sama Tante mana ?" tanya bibi sambil berjalan mendekat


" Ssstttt....!" Arell meletakkan telunjuknya di bibir agar bibi tidak berisik


" Ada apa ?" bisik bibi penasaran


" Bi ponsel bibi mana ? Arell pinjam sebentar "


" Mau telpon siapa, kan Papa nya ada dirumah ?" bisik bibi lagi


" Iihhhh bukan mau telpon tapi mau foto Papa sama Tante Mega yang lagi tidur, cepetan nanti keburu bangun !" bisik Arell sambil mendorong bibi yang langsung beranjak mengambil ponsel nya di atas lemari dengan wajah bingung


Setelah mendapatkan ponselnya Arell pun bergegas ke kamarnya lalu membuka pintu dengan perlahan


Arell memfokuskan kamera ponselnya pada dua orang dewasa yang masih pulas sambil berpelukan


Lalu Klik...klik ..


Beberapa kali Arell mengambil gambar di atas tempat tidur itu dari berbagai sisi


Setelah puas Arell pun keluar dari kamarnya sambil tersenyum lalu menghampiri bibi lalu kembali menyerahkan ponselnya pada bibi


" Ayo mandi dulu setelah itu sarapan " ajak bibi pada Arell yang berjalan mengikuti bibi ke kamar mandi yang berada di kamar bibi


Bibi duduk di samping Arell membantu Arell sarapan


" Bi..bibi udah lihat belum foto Papa sama Tante Mega " ucap Arell di sela suapan nya


" Belum ?" jawab bibi sambil mengambil ponsel nya lalu membuka galeri dan seketika wajah bibi berubah


Berkali-kali bibi mengerjapkan matanya seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


" kalau tuan sama Tante tidur ya begini terus Arell tidurnya dimana ?" tanya bibi heran


" Di sini...makanya Arell bangun soalnya sempit " jawab Arell polos sambil menunjuk posisi saat dia tidur yang berada di antara Enzo dan Mega


Bibi menahan senyum mendengar ucapan Arell lalu ia pun kembali membantu Arell menghabiskan sarapannya


Sementara itu Enzo tersenyum menatap Mega yang tertidur pulas dalam pelukannya , sebenarnya Mega yang memeluk dirinya hingga membuat Enzo bertahan dalam posisi yang sama selama berjam-jam walaupun tubuhnya terasa kaku dan mulai kram tapi demi momen istimewa nya ia rela walaupun nanti tubuhnya akan terasa pegal-pegal


Hingga setelah beberapa saat terlihat Mega menggerakkan tubuhnya dan semakin merapatkan pelukannya ditambah kakinya yang memeluk tubuh Enzo seakan tubuh Enzo bantal guling


Enzo memejamkan matanya dengan tubuh terasa semakin sesak dan jantung yang berdetak semakin cepat ketika wajah Mega berada di ceruk lehernya


Hingga setiap kali Mega bernapas maka hembusan hangat napas Mega menyapu seluruh lehernya hingga ke hatinya yang ikut menghangat


Enzo menahan dirinya dan juga tubuhnya yang mulai bereaksi karena pelukan Mega hingga tiba-tiba Enzo merasa Mega seperti mengendus area lehernya dengan mata masih terpejam


Dan setelah beberapa saat ia merasa kepala Mega menjauh dari lehernya hingga beberapa saat ia merasa pelukan Mega mengendur juga belitan kakinya di tubuh Enzo


Setelah di rasa tubuh nya terbebas dari belitan dan pelukan Mega dengan perlahan Enzo membuka matanya pura-pura jika ia baru bangun tidur


Yang pertama kali dilihatnya adalah Mega yang duduk dengan wajah merona dengan rambut acak-acakan yang membuat wajah Mega terlihat lucu dan menggemaskan


" Selamat pagi " sapa Enzo dengan suara serak khas bangun tidur


" Pa.. pagi " jawab Mega terbata


" Kamu sudah bangun dari tadi ?" tanya Enzo sambil meregangkan badannya hingga terdengar bunyi gemeletak dari tubuhnya


Melihat Enzo yang sepertinya merasakan ketidaknyamanan dengan tubuhnya membuat Mega menunduk kikuk


" Ba...baru..saja " jawab Mega lagi


" Oh.." jawab Enzo sambil duduk menghadap Mega hingga beberapa saat tiba-tiba keduanya seperti baru menyadari sesuatu


" Arell !"


Serentak Enzo dan Mega berteriak lalu keduanya segera turun dari tempat tidur menuju keluar mencari keberadaan Arell yang seharusnya bersama mereka


Enzo dan Mega setengah berlari menuju area ruang tamu dan seketika mereka terdiam ketika melihat Arell yang sedang menonton kartun kesukaannya dengan kondisi sudah mandi


Mendengar langkah kaki dari arah kamarnya Arell langsung membalikkan badannya


Seketika Arell tersenyum melihat Enzo dan Mega yang baru bangun tidur dengan rambut yang berantakan berdiri berdampingan menatap ke arahnya


" Selamat pagi...eh siang Papa, Tante Mega " sapa Arell sambil menahan senyum


Mendengar sapaan Arell seketika Mega dan Enzo menatap jam dinding dan membuat mata mereka melotot tidak percaya jika sudah jam sepuluh siang


" Selamat siang tuan, non Mega mau sarapan apa makan siang ?" Goda bibi sambil menahan senyum nya


" Aahh... sepertinya saya mau mandi dulu " ucap Mega dengan kepala menunduk lalu bergegas menuju kamar bibi


" Saya juga " ucap Enzo sambil melangkah cepat menuju kamarnya


Ha..ha..ha..ha


Seketika Arell dan bibi tertawa melihat tingkah Enzo dan Gita seperti seseorang yang tertangkap basah melakukan sesuatu


Enzo POV


Ahhh sial kenapa aku bisa bangun se siang ini apa karena pelukan Mega


Gumam Enzo dalam guyuran shower dikamar mandinya dengan wajah tersenyum mengingat kejadian waktu Mega memeluknya


Mega POV


Aahh...aku malu sekali, kenapa aku bangun kesiangan separah ini dan aku tidur sambil memeluk Enzo, harusnya kan ada Arell di tengah-tengah kami, aku harap Enzo tidak menyadari jika aku tidur sambil memeluknya


Gumam Mega sambil bergegas membersihkan tubuhnya