Just For Escape

Just For Escape
Bab 3



Pratiwi keluar dari kamarnya dan nampak Mega sedang menyiapkan sarapan walaupun dengan tertatih tatih akibat luka ditubuh nya ternyata membuat seluruh tubuh nya terasa nyeri ketika bangun tidur


Niken pun baru terbangun dan ketika melewati meja makan ia melihat Mega


" Kak Mega kapan datang ?"


Tanya Niken sambil memeluk Mega yang sedang menata makanan di atas meja


" Aauuww !! pekik Mega karna pelukan Niken mengenai lebam di tubuh nya


" Kenapa Kak ?" tanya Niken sambil melepaskan pelukan nya


" Kakak gak tahan sama bau kamu !!" jawab Mega sambil menutup hidung nya


" Iihh kakak kirain kenapa !" tanya Niken sambil mengerucutkan bibir nya


" Sana mandi jangan lama lama kakak sudah lapar !" ucap Mega sambil tersenyum


Niken pun segera menuju kamar mandi yang berada di belakang dekat dapur


Sebelum ke kamar mandi Niken memasuki kamar ayah nya dulu untuk melihat kondisi Irwan


" Eh ayah udah ganteng ! Yaaa..Niken keduluan kak Mega !"


Rungut Niken sambil memeluk Irwan lalu mencium pipinya


Tiba tiba Irwan mengibaskan kepalanya sambil menarik hidung dan bibir nya ke atas hingga mengkerut


" Hi hi...maaf ayah Niken belum mandi ..dadah ayah Niken mandi dulu ya !"


Ucap Niken sambil melambaikan tangan nya ke arah Irwan dan Irwan hanya mengangguk sambil tersenyum


Semenjak Irwan sakit Pratiwi tidak mau lagi tidur sekamar dengan Irwan dengan alasan takut mengganggu Irwan


Padahal semua nya juga tau alasan Pratiwi sebenarnya hanya agar lebih bebas melakukan apa yang dia mau


Dan sebenarnya Irwan pun sudah tau apa yang Pratiwi lakukan dibelakang nya


Tapi dengan kondisinya membuat Irwan hanya bisa berpura pura tidak mengetahuinya


Pratiwi keluar dari kamarnya dengan dandanan yang sudah rapi


Irwan pun sudah duduk dimeja makan dengan kursi rodanya dan Mega yang duduk disampingnya yang akan membantu Irwan menyantap sarapan nya


" Gita belum pulang ?" tanya Pratiwi pada Mega


Pratiwi ingat jika setiap pagi Mega suka jogging disekitar rumah nya


" Belum Bu !" Jawab Mega


" Tumben sudah siang begini belum pulang juga !" ucap Pratiwi


Akhirnya mereka sarapan tanpa menunggu Gita


Hingga mereka menyelesaikan sarapan nya ternyata Gita belum datang juga


Mega membawa Irwan halaman rumah untuk berjemur lalu membawa Irwan berjalan jalan disekitar rumah nya


Agar Irwan tidak merasa jenuh seharian berada di kamar


Niken memasuki kamarnya hendak melaksanakan tugas wajib nya setiap hari Minggu yaitu membereskan kamarnya termasuk mengganti seprei dan mencuci pakaian


Niken mengumpulkan pakaian kotornya juga punya Gita hingga tiba tiba Niken merasa ada yang aneh dengan kamarnya


Niken melihat ke sekeliling kamarnya dan pandangan nya tertuju pada atas lemari tempat koper berada


Lalu pandangan Niken pun tertuju pada lemari pakaian Gita yang sedikit terbuka


Dengan perlahan Niken membuka lemari itu dan tiba tiba Niken berteriak sambil berlari mencari Pratiwi


" Ibu..Bu !! Kak Gita gak ada bu !!"


Teriak Niken sambil menggedor pintu kamar Tiwi


Mendengar teriakan Niken membuat Pratiwi pun bergegas keluar dari kamarnya


" Apa sih kamu teriak teriak kaya orang kesetanan !" bentak Tiwi


" Itu Buu kak Gita gak ada !" jawab Niken dengan wajah panik


" memang dia masih belum pulang dari joging nya ?"


" Belum Bu ...tapi pakaian kak Gita juga banyak yang hilang !"


Jawab Niken sambil terisak dan kebingungan


" Sialan !! anak brengsek !!"


Teriak Pratiwi sambil mengepalkan tangan nya menahan emosi


Pratiwi memeriksa barang barang Gita dan ternyata ijasah nya pun sudah tidak ada


Sepertinya Gita pergi dengan tergesa-gesa melihat banyak barang pribadinya yang tertinggal


Pratiwi bergegas keluar dari kamar Gita lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


" Gue gak mau tau gimana caranya pokoknya anak itu harus ketemu !!" teriak Pratiwi entah pada siapa


Tidak berapa lama Mega dan Irwan memasuki rumah dan Pratiwi pun langsung menghadang mereka di pintu masuk


" Apa yang kalian sembunyikan dariku !!" tanya Pratiwi sambil melipat kedua tangan nya di dada


" Maksud ibu apa sih !" tanya Mega pura pura tidak tau


" Pasti kamu yang membantu pelarian nya Gita ! iya kan ?!" tuding Pratiwi sambil menunjuk tepat di depan wajah Mega


" Bu...ibu tau kan kemaren aku dari mana dan pulang jam berapa ?"


" Jangan berani membohongi ku Mega !"


" Bu...bagaimana caranya Mega bantu Gita sedangkan Mega masih disini ?!" bela Mega lalu mendorong kursi roda Irwan ke dalam kamarnya


Didalam kamar Irwan, Mega terlihat berusaha menahan air matanya agar tidak keluar


Irwan menggenggam tangan Mega lalu tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya


Mega pun berusaha tersenyum lalu membantu Irwan untuk berbaring di tempat tidurnya


" Ayah istirahat dulu ya..gak usah mikir macem macem, Gita pasti baik baik saja !" ucap Mega sambil berbisik di telinga Irwan


Pratiwi nampak mondar mandir di dalam kamarnya


Apa yang harus ia katakan pada bos nya jika ia telah kehilangan barang yang sudah ia janjikan


Dan yang lebih parah Pratiwi sudah menerima sebagian pembayaran nya dan uang nya sudah ia habiskan untuk pesta tadi malam


Sementara itu Gita baru saja sampai di rumah Rossi


" Kamu bisa istirahat dulu sebentar karna nanti sore gue mesti ngantar lu ke terminal bus !"


" Emang Gita harus pergi ke mana lagi kak ?"


Rossi mengambil sebuah buku kecil lalu menyerahkan buku itu pada Gita


" Ini berisi beberapa alamat kenalan Mega di luar kota, terserah kamu mau pergi ke mana !"


Gita membaca sekilas isi buku kecil itu dengan wajah kebingungan


" Tapi Gita gak tau meski ke mana kak !"


" Kalau menurut gue sih lu harus pergi ke tempat dimana ibu tiri lu gak bakal nemuin lu jadi cari tempat yang jauh sekalian !" jawab Rossi sambil memandang Gita


" Kalau ke Jakarta gimana kak ?"


" Kamu yakin ? Jakarta itu katanya lebih kejam dari ibu tiri loh !"


" Setidaknya Gita pernah merasakan kekejaman ibu tiri kak !" jawab Gita sambil tersenyum masam


" Terserah kamu sih !" jawab Rossi


Lalu Rossi meninggalkan Gita agar bisa beristirahat dengan tenang


Gita memutuskan untuk pergi ke Jakarta dan Gita pun sedang mencari kontak teman kak Mega yang tinggal di sana


Semoga teman Kak Mega mau membantunya selama ia berada di sana


Rossi sedang menunggu Gita di ruang tamunya dan tidak lama Gita pun keluar sambil mendorong kopernya


" Barusan aku udah coba hubungi kenalan aku di sana dan aku udah nitipin kamu sama dia !" ucap Rossi sambil menyerahkan secarik kertas kepada Gita


" Makasih ya kak !" Jawab Gita sambil menerima kertas tersebut lalu memasukan nya ke dalam tas


Mereka pun memasuki mobil dan Rossi mengendarai mobil ya menuju terminal bus yang akan membawa Gita ke kota besar


Apa yang harus aku lakukan di sana ?


Gumam Gita dalam hati sambil melepaskan pandangan nya melalui jendela mobil yang tengah membawanya ke tempat yang sangat asing baginya