
Seorang wanita dengan pakaian seksi nampak memasuki area perkantoran, ia langsung menuju ke arah lift dengan penuh percaya diri
Wanita itu berdiri dengan tidak sabar menunggu pintu lift terbuka
Tidak lama kemudian terdengar suara dentingan dan pintu lift pun terbuka
Wanita tadi langsung menerobos masuk ke dalam lift dan menabrak Mega yang sedang menggandeng Arell hingga Arell nyaris jatuh andai saja Mega tidak sigap menahan tubuh Arell dengan memeluknya
" Hati-hati nona !" dengus Mega sedikit kesal sambil menggendong Arell keluar dari dalam lift lalu menurunkan nya setelah beberapa meter
Arell memeluk Mega yang sedikit kesulitan karena harus menggendong nya sambil membawa kantong berisi kotak makan siang mereka
Wanita tadi hanya mendelik ke arah Mega sambil merapikan pakaian nya tanpa meminta maaf
" Mommy ibu tadi tidak sopan ya, masa dia tidak minta maaf !" ucap Arell sambil menggandeng tangan Mega berjalan menuju tempat parkir
" Iya, Arell jangan begitu ya !" ucap Mega menasihati Arell
" Iya mommy !" Arell menganggukkan kepalanya
Mega membukakan pintu belakang untuk Arell lalu memasangkan seat belt nya hingga Arell duduk nyaman
Kemudian Mega duduk di belakang kemudi dan melakukan mobilnya meninggalkan area perkantoran menuju apartemennya
Sementara itu wanita yang tidak lain adalah Stella langsung menuju lantai dimana Enzo berada
Tidak sia-sia ia membayar seseorang untuk melacak keberadaan Enzo dan sebentar lagi ia akan menemui nya
Stella tersenyum membayangkan kekagetan Enzo akan kehadiran nya
Stella yakin jika Enzo masih mencintainya dan seperti di masa lalu Enzo selalu menuruti semua keinginan nya
Stella memasuki area kantor Enzo dan seketika ia memandang sinis
Heum...ternyata dia masih miskin, kalau bukan karena warisan tidak tidak sudi aku mendekati nya lagi
Gumam Stella sambil berjalan dengan anggun menuju meja salah satu pegawai
" Permisi...saya mencari tuan Lorenzo !" sapa Stella pada pegawai yang tengah fokus pada layar komputer nya
" Eh.. maaf nona..ehm anda bisa bertanya pada Bu Maya di meja yang paling ujung !" jawab pegawai itu sambil memandang penampilan Stella yang seksi
" Oke ...terima kasih !" jawab Stella sambil menuju meja yang di tunjuk kan pegawai tadi
" Permisi ...saya mau bertemu dengan Lorenzo !" ucap Stella setelah berdiri di hadapan Maya yang langsung menengadahkan wajahnya melihat asal suara
Untuk beberapa saat Maya seperti kehilangan konsentrasi nya, ia memandang Stella yang berpakaian seksi seolah pakaian yang ia kenakan hanya untuk menutupi bagian intim tubuhnya saja
Bagian atas dengan belahan rendah sehingga memperlihatkan separuh asetnya dan bagian bawah yang hanya sejengkal dari pangkal pahanya
Sudah terbayang jika ia duduk di sofa maka bagian bawahnya akan tertarik ke atas, lalu apa fungsi pakaian yang ia kenakan itu jika tidak bisa menutupi tubuhnya
Bathin maya lalu seperti tersadar Maya segera mengerjapkan matanya agar bisa kembali berkonsentrasi
" Eh iya..maaf nona apa anda sudah buat janji ?!" jawab Maya sopan
" Saya tidak memiliki janji tapi saya yakin jika anda menyebut nama saya Enzo pasti langsung menemui saya !" Stella berkata penuh percaya diri
" Maaf nona anda dari perusahaan mana ?!" tanya Maya lagi sambil membuka notebook nya
" Saya kesini bukan untuk membicarakan masalah pekerjaan, saya ke sini untuk urusan pribadi dan sebaiknya anda cepat pertemukan saya dengan lorenzo !" Stella sedikit meninggikan suara karena sudah tidak sabar untuk bertemu Enzo
" Baik nona saya akan bertanya dulu pada tuan apa beliau mau bertemu dengan anda dan kalau tuan menolak saya harap nona tidak memaksa !" jawab Maya sambil berdiri dari tempat duduknya
" Oke tidak masalah, bilang saja Stella istrinya datang !" jawab Stella sambil duduk bersandar di meja milik Maya dengan wajah sombong nya
Seketika Maya terdiam, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya
" Maaf nona anda bilang anda istrinya tuan ?" tanya Maya bertanya kembali pada Stella berharap apa yang didengarnya barusan adalah salah
" Iya benar, aku adalah istri sah Lorenzo Pirelli majikan mu !" Stella sengaja menyebutkan nama lengkap Enzo sambil menunjuk wajah Maya dengan telunjuknya
Maya terdiam ia berusaha menelaah ucapan Stella
" Ayo cepat tunggu apalagi !" hardik Stella kesal
Maya segera berjalan menuju pintu ruang kerja Enzo lalu membukanya tanpa lupa mengetuk nya
" Permisi tuan...ada yang ingin bertemu dengan anda !" ucap Maya dengan ragu
Enzo mengangkat kepalanya menatap Maya yang terlihat berbeda
Belum sempat Enzo bertanya tiba-tiba pintu terbuka dan nampak Stella berjalan sambil melenggak-lenggok kan badannya
" Halo sayang...aku kangen sekali !"
Stella langsung mendekati Enzo lalu memeluknya dan mencium Enzo yang masih terkesima oleh kedatangan Stella yang tidak di sangka nya
Maya yang melihat reaksi Enzo pun hanya tersenyum masam, lalu tanpa berkata apa-apa ia pun meninggalkan ruangan Enzo dan duduk sambil memikirkan Mega
Setelah beberapa saat Enzo seperti baru tersadar, ia segera melepaskan pelukan Stella di tubuhnya dengan mendorongnya hingga membuat Stella hampir terjatuh
" Enzo ! kamu kenapa mendorong ku !" teriak Stella sambil berpegangan pada meja
" Kamu kenapa di sini, apa mau mu !" bentak Enzo sambil menatap Stella dengan tajam
" Aku datang menemui mu karena aku ingin memperbaiki hubungan kita !" jawab Stella sambil berusaha mendekati Enzo lagi
" Apa ! ingin memperbaiki hubungan ? hubungan yang mana ?!" Enzo mengerutkan keningnya menatap Stella
" Ya hubungan pernikahan kita, aku ingin kita menjadi sebuah keluarga seperti dulu !" jawab Stella lagi mencoba meraih tangan Enzo
Stella bingung menatap Enzo yang entah sedang menertawakan apa karena ia merasa tidak membuat lelucon
" Apa yang kamu tertawaan ?!" Stella menatap Enzo yang sedang berusaha menghentikan tawanya
" Kamu !" jawab Enzo singkat sambil menyeka air mata nya karena terlalu lama tertawa
" Kenapa kamu menertawakan aku, memangnya aku mengatakan hal yang lucu ?!" Stella mulai merasa kesal
" Ya...yang kamu ucapkan barusan adalah hal terlucu yang pernah aku dengar !" jawab Enzo sambil berdiri dari duduknya dan berdiri di hadapan Stella sambil bertolak pinggang
" Maksud kamu apa Enzo !" bentak Stella tidak suka dengan ucapan Enzo
" Maksud ku adalah kenapa baru sekarang kamu ingin memperbaiki pernikahan kita, lima tahun Stella lima tahun kamu pergi begitu saja meninggalkan aku dan anak kita dan sekarang tiba-tiba kamu datang dan berkata ingin memperbaiki hubungan, kamu sehat ?!" ucap Enzo sambil menahan amarahnya
" Maaf Enzo..dulu aku tidak berfikir panjang, lagipula kita masih terlalu muda untuk menjalani sebuah pernikahan !" Stella berusaha membela dirinya
" Lalu karena alasan itu kamu menelantarkan anak mu sendiri ?!"
Stella menarik napas dalam, ia harus berusaha menahan dirinya agar tidak terjadi pertengkaran yang akan mengacaukan rencananya
" Maafkan aku Enzo...aku salah, makanya sekarang aku menemui mu untuk memperbaiki semuanya !"
Enzo terdiam menatap Stella yang sedang memohon pengampunan nya, Enzo menarik napas dalam berusaha mengambil keputusan terbaik yang tidak akan ia sesali nantinya
" Maaf Stella pernikahan kita sudah tidak bisa diselamatkan, ia sudah hancur sejak awal !"
Enzo menatap Stella menunggu reaksi dari Stella setelah mendengar penolakannya
" Tidak... pernikahan kita masih bisa diselamatkan,.aku akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik bagi kamu dan anak kita, aku mohon Enzo beri aku kesempatan !" ratap Stella memohon sambil mencengkram kerah jas Enzo
Enzo terdiam menatap Stella mencari kesungguhan di wajah Stella dan Enzo pun teringat akan semua masa lalunya bersama Stella
Dan yang paling Enzo ingat adalah pada saat Stella pergi dengan laki-laki lain tanpa perduli pada tangis Arell dalam pelukannya dan permohonan Enzo agar Stella tidak pergi meninggalkan mereka
Enzo mencengkram kedua lengan Stella lalu menariknya hingga pegangan Stella pada jas nya terlepas
" Aku ingin mempercayaimu tapi... aku tidak bisa, maaf Stella pernikahan kita sudah berakhir ketika kamu memutuskan untuk pergi dengan laki-laki itu !" Enzo melepaskan lengan Stella lalu mundur beberapa langkah
" Aku mohon Enzo beri aku kesempatan...aku berjanji aku akan berubah !" Stella berusaha merubah keputusan Enzo
Enzo membalikkan badannya menatap jendela ruang kerjanya membelakangi Stella yang masih berdiri dan berharap Enzo mau memaafkannya dan menerimanya kembali
" Maaf Stella aku sudah yakin dengan keputusan ku, lagipula aku sudah memiliki pengganti mu dan Arell pun menyukainya, jadi sekarang sebaiknya kamu pulang dan biarkan hubungan kita seperti satu jam yang lalu sebelum kedatangan mu !"
Enzo berkata tanpa mengalihkan pandangannya pada keramaian kota melalui jendela ruang kerjanya
Stella mengepalkan kedua tangannya,.ia menatap punggung Enzo dengan wajah merah padam
" Kalau kamu tidak mau memperbaiki pernikahan kita biarkan aku membawa anak ku !"
Mendengar ucapan Stella seketika Enzo membalikkan badannya
" Apa ! anak ? kamu yakin setelah kamu membuangnya sekarang kamu menginginkannya,. sebenarnya apa yang kamu rencanakan Stella ?!"
Enzo terlihat murka mendengar Stella hendak mengambil Arell yang sudah jelas-jelas tidak ia inginkan sejak masih dalam kandungannya
" Dulu aku memang membuangnya tapi sekarang aku menginginkan nya, apa salah ?!"
" Salah !! sangat salah !! kenapa tiba-tiba kamu mau direpotkan oleh urusan anak sedangkan kamu hanya tau hidup berfoya-foya dari satu pesta ke pesta lain dari satu lelaki ke lelaki lain,. kamu kira aku tidak tau apa yang kamu lakukan sejak dulu ?!"
Bentak Enzo sambil menunjuk-nunjuk wajah Stella yang terkejut dengan ucapan Enzo barusan
Stella tidak menyangka jika Enzo mengetahui kehidupan nya yang selama ini ia jalani
" Kenapa diam ? kamu pikir aku tidak tau kelakuan mu setiap aku pergi bekerja kamu menitipkan Arell yang masih bayi pada tetangga sedangkan kamu pergi entah kemana, kamu pikir aku tidak tau siapa saja yang pernah meniduri mu, aku tau mereka menertawakan ku di belakang ku dan bersiap baik dihadapan ku, aku tau semuanya tapi aku diam karena aku begitu mencintai mu dan berharap suatu hari nanti kamu akan berubah, tapi aku salah ... kamu tidak akan pernah berubah !"
Stella terlihat pucat ia tidak menyangka jika selama ini Enzo tau kelakuannya
" Tapi....!"
" Cukup Stella ! seperti kataku tadi sebaiknya kamu pulang karena tidak ada lagi yang bisa diperbaiki semuanya sudah hancur sejak lima tahun yang lalu !"
Setalah berkata Enzo melangkah menuju pintu keluar lalu membukanya dan Enzo berdiri menahan pintu itu sambil menatap Stella yang masih terpaku
Dengan perlahan Stella meraih tas kecilnya lalu berjalan menuju pintu yang terbuka lebar dan ketika ia berada di hadapan Enzo Stella menghentikan langkahnya dan ketika Stella hendak mengucapkan sesuatu Enzo sudah mendahului nya
" Cukup ...pergilah !" ucap Enzo tanpa menatap Stella yang masih berharap
Stella mengepalkan tangannya lalu tanpa menoleh lagi Stella pun bergegas meninggalkan ruangan kerja Enzo menuju lift
Beberapa pasang mata memperhatikan Stella yang keluar dengan wajah merah padam dan terlihat sangat kesal
Tapi mereka langsung menunduk kan kepala mereka ketika Stella menatap mereka dengan tajam
Enzo berdiri di dekat meja Maya yang terlihat asik membaca berkas
" Kalau perempuan itu datang lagi usir saja, apapun alasannya jangan biarkan dia masuk ke ruangan ku !"
Tanpa menunggu jawaban dari Maya Enzo langsung masuk kembali ke ruang kerjanya dengan menutup pintu cukup keras hingga membuat Maya sedikit terlonjak kaget
Sepertinya wanita itu membuat tuan Enzo kesal dan marah, aku juga tidak menyukainya aku lebih menyukai Mega yang lembut dan baik
Gumam Maya lalu kembali meneruskan pekerjaannya
Stella masuk ke dalam lift lalu menekan tombol ke lantai dasar dengan wajah masam
Sial..aku pikir akan mudah tapi ternyata dia masih kesal padaku, tapi lihat saja aku tidak akan menyerah begitu saja
Gumam Stella sambil memikirkan langkah selanjutnya untuk menjalankan rencananya