
Kei melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sebuah restoran Jepang yang sering ia datangi
" kita makan dulu ya tapi tidak apa kan jika kita makan makanan Jepang ?" tanya Kei sambil menoleh sekilas ke arah Gita
" Tidak apa tuan " jawab Gita singkat
" Oh iya tadi aku bertemu dengan Luna, kamu kenal kan ?"
" Kenal tuan kalau tidak salah dia sekretaris manager keuangan kan "
" Iya...tadi dia bersama sepupunya " terang Kei
" Tadi saya juga bertemu dengan Pak Ong yang tinggal satu lantai dengan kita "
" Oh ya ? aku malah tidak kenal siapa itu Pak Ong ?"
Jawab Kei santai
" Saya juga kebetulan kenal beliau karena sering bertemu di lorong atau waktu mau buah sampah " terang Gita
" Tapi kamu tetap harus hati-hati ya karena kamu sering aku tinggal sendiri walaupun keamanan nya terjamin " ucap Kei menasehati Gita
" Baik tuan " jawab Gita patuh
Tidak berapa lama mereka pun tiba disebuah restoran Jepang dan Kei pun memarkirkan mobilnya lalu mengajak Gita turun
" Kamu mau pesan apa ?" tanya Kei sambil membuka buku menu
" Saya pesan ramen saja tuan " jawab Gita
Lalu Gita pun menyebutkan pesanan nya seporsi ramen pedas dengan aneka toping serat lemon tea untuk minumannya
Sedangkan Kei menyebutkan beberapa menu yang langsung di catat oleh si pelayan yang berdiri di samping mereka
Tidak berapa lama makanan yang mereka pesan pun tiba
Gita memandang ke arah meja dengan tatapan tidak percaya karena begitu banyak makanan yang mengeluarkan aroma yang menggugah selera
Apalagi ketika pelayan meletakan semangkuk ramen pesanan nya seketika air liur Gita nyaris menetes
Tanpa menunggu lama Gita langsung mengaduk lalu menyeruput kuah ramen pesanan dan seketika mata Gita langsung berbinar merasakan kelezatan kuah ramen tersebut
" Aaahhh....enak sekali !" ucap Gita sambil memejamkan matanya meresapi kelezatan ramen nya
Kei yang melihat tingkah Gita pun hanya tersenyum ternyata hanya dengan semangkuk ramen bisa membuat Gita begitu bahagia
Tanpa merasa sungkan Gita langsung melahap ramen tersebut hingga lupa jika ada Kei dihadapannya yang memandang nya dengan tatapan yang sulit di artikan
Hingga hanya dalam hitungan menit semangkuk ramen sudah berpindah ke perut Gita
Kei mengambil beberapa lembar tisu lalu dengan lembut menyeka keringat di dahi Gita hingga membuat Gita terdiam seketika
" Lain kali jangan pesan terlalu pedas, lihat kamu sampai keringetan gini " ucap Kei setelah menyeka keringat Gita
Gita hanya terdiam diperlakukan Kei seperti itu tapi tidak dengan jantung nya yang tiba-tiba seperti habis marathon
" makan ini biar pedas nya cepat hilang " ucap Kei sambil mendorong sepiring tempura ke dekat Gita
" Ini apa tuan ?" tanya Gita sambil memandang piring yang baru saja Kei dorong ke arahnya
" Namanya tempura , udang goreng yang diberi tepung " terang Kei
Gita terlihat penasaran lalu dengan sumpit nya Gita mengambil sepotong dan memakannya
Dan setelah beberapa kunyahan seketika mata Gita membeliak merasakan manis dan gurih serta kerenyahan yang membuat Indra perasaanya bagai dimanjakan
" Bagaimana ?" tanya Kei sambil mengulum senyum melihat tingkah Gita yang seperti itu
" Enak sekali tuan " jawab Gita spontan dengan wajah berbinar
Lalu Gita mengambil lagi dan lagi semua tempura yang ada di piring hingga tandas
Dan seperti nya Gita baru tersadar ketika ia dengan mulut yang masih mengunyah tempura terakhir melihat ke arah Kei yang tengah menatapnya sambil tersenyum
Dengan susah payah Gita menelan makanan di mulutnya yang tiba-tiba terasa sulit di telan dengan bantuan es lemon tea miliknya
Gita memandang dengan rasa bersalah piring kosong di hadapannya
" Maaf tuan...saya menghabiskan semuanya " ucap Gita pelan dengan kepala menunduk
Seketika Kei tertawa sambil menutup mulutnya karena takut orang lain merasa terganggu dengan suara tawanya
" Kenapa tuan tertawa ?" tanya Gita heran
" kamu lucu ....kamu baru sadar setelah tempura nya habis, apa tempura nya sangat enak ?" Kei berkata setelah bisa menahan tawanya
" E..enak sekali tuan " jawab Gita malu -malu
" Coba yang ini " Kei kembali menyodorkan sepiring makanan lain nya yang berwarna warni cerah berbentuk bulat
Gita tertegun melihat makanan yang di sodorkan Kei
" Ini apa tuan ?" tanya Gita lagi
" Ini mochi kamu harus mencobanya "
Saking kesalnya hingga akhirnya Gita menusuk mochi itu tepat ditengahnya menggunakan sumpit lalu melahapnya tanpa sungkan
Kei mengulum senyum nya melihat tingkah Gita yang berusaha dengan susah payah hanya untuk sebuah mochi apalagi ketika melihat binar mata Gita yang tengah mengunyah mochi di dalam mulutnya yang menggembung penuh
" Eeuummm....enak sekali, isinya kacang !" ucap Gita setelah menelan mochi nya
" Coba yang ini ah !" gumam nya sambil kembali menusuk mochi lainnya lalu kembali melahap nya
" Eeuummm..isinya coklat...!" ucap Gita dengan mata terpejam dan tangan mengepal sambil menggoyangkan badannya membuat Kei kembali tertawa
Hingga akhirnya semua mochi itu berpindah tempat ke dalam perut Gita
Gita menarik napas sambil mengusap perutnya yang kekenyangan setelah menghabiskan mochi nya
" Masih mau lagi ?" tantang Kei menatap Gita sambil mengulum senyumnya
" Tidak tuan saya sudah tidak sanggup !" jawab Gita sambil meringis mengusap perutnya
" Ya sudah kalau begitu kita pulang ya !" ajak Kei sambil memanggil pelayan lalu memberi kartu debitnya pada pelayan itu
Gita menatap piring kosong yang sebagian besar dia yang menghabiskan sedangkan Kei ternyata hanya memakan semangkuk sup
" Tuan.... kalau tuan masih lapar nanti bilang saya ya tuan biar saya masakin !" ucap Gita perlahan setelah melihat jika Kei hanya menyantap semangkuk sup
" Sepertinya tidak usah aku sudah cukup kenyang melihat kamu makan barusan " jawab Kei sambil tersenyum hingga membuat Gita merona
Setelah selesai membayar mereka pun beranjak meninggalkan tempat tersebut
Didalam mobil Gita terlihat menahan kantuk nya efek dari kekenyangan apalagi dengan suhu di dalam mobil yang dingin membuat Gita beberapa kali menguap
Kei yang melihat kembali tersenyum
" Tidurlah ..nanti kalau sudah sampai aku bangun kan "
" Tidak usah tuan saya masih kuat kok " jawab Gita sambil kembali menguap
Untungnya jarak dari restoran tadi dengan apartemen Kei tidak terlalu jauh hingga tidak memakan waktu banyak mereka sudah tiba di basemen
Kei dan Gita nampak membawa semua belanjaan mereka dibantu seorang security menuju unit apartemen nya
Setelah sampai Gita lalu membawa belanjaannya ke pantry lalu memasukan semuanya tanpa membereskannya
Ia pikir akan melakukan nya besok pagi saja karena sudah tidak kuat menahan kantuk
Kei keluar dari kamarnya hanya mengunakan kaos tipis dan celana pendek saja
" Sudahlah Gita kamu istirahat dulu biar besok kamu teruskan lagi " ucap Kei yang melihat Gita masih berada di pantry
" Iya tuan, sebentar lagi, maaf tuan apa tuan mau saya buatkan sesuatu ?" tanya Gita menatap Kei yang mengambil sebotol minuman dari dalam kulkas
" Tidak usah aku hanya haus saja !" jawab Kei sambil menunjukan minuman dalam genggamannya
" Baik tuan kalau begitu saya pamit istirahat dulu " ucap Gita sambil berjalan menuju kamarnya
" Oke " jawab Kei singkat
Gita menuju kamar mandi sekedar mencuci muka dan gosok gigi lalu dengan mata yang hampir tertutup Gita pun segera mengganti bajunya dengan kaus oblong dan celana pendek tanpa memakai daleman
Setelah itu Gita langsung merebahkan tubuhnya sambil menarik selimut dan tidak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari mulut Gita yang menandakan dia sudah tertidur pulas
Kei yang hendak menuju kamarnya tiba-tiba tertegun didepan kamar Gita yang sedikit terbuka dimana tanpa Gita sadari Kei melihatnya dengan jelas ketika Gita mengganti bajunya
Kei menelan ludahnya dengan susah payah, lalu menggelengkan kepalanya berusaha membuang semua pikiran negatif dari dalam kepalanya
Setelah dapat menetralisir perasaannya Kei perlahan memasuki kamar Gita lalu berdiri di samping tempat tidur Gita dan memandang Gita yang tengah tertidur pulas
Perlahan Kei berjongkok lalu membelai wajah Gita menyingkirkan helaian rambut panjang Gita yang menutupi sebagian wajahnya
Lalu dengan perlahan Kei menempelkan bibirnya dikening Gita agak lama setelah itu cepat-cepat kei beranjak dari kamar Gita setelah mematikan lampu dan menutup pintu kamar Gita dengan perlahan pula
Kei menyandarkan tubuhnya di pintu kamarnya sambil berusaha melupakan apa yang tadi dilihatnya di kamar Gita
Aiiss sepertinya aku harus mandi lagi
Gumam Kei sambil kembali membuka bajunya lalu berjalan menuju kamar mandi
Sementara itu Arga berlari mengejar Luna yang meninggalkan dirinya begitu saja didepan kasir
" Luna ..gila lu ya ninggalin gue gitu aja !" umpat Arga setelah berhasil menemukan Luna yang berdiri di lobby mall
" Sorry ...gue cuma penasaran sama calon bininya tuan Kei makanya gue langsung lari !"
" Terus gimana ?"
" Ya enggak gimana-gimana !" jawab Luna enteng
" Lu enggak nemuin dia ?" tanya Arga penasaran
" Gue cuma lihat dari jauh doang, doi lagi masukan belanjaan nya ke bagasi trus ceweknya duduk manis dalam mobil !"
" What's ?!" segitu nya bos Lu sama calon bininya !?"
" Makanya gue penasaran secantik apa sih ceweknya itu sampe tuan Kei bucin banget !" ucap Luna seperti bertanya pada diri nya sendiri