Just For Escape

Just For Escape
Bab 39



Gita membenahi pakaian dan riasan nya karena sebentar lagi ia akan tampil di sebuah club' malam


Tidak berapa lama terdengar suara MC dan Gita pun bergegas ke belakang panggung yang hanya dibatasi oleh gordyn tebal berwarna gelap


Gita sedikit mengintip keadaan di depan sana dimana terlihat meja yang sudah dipenuhi oleh orang-orang yang menunggu penampilan nya


Gita menarik napas beberapa kali untuk menetralisir kegugupan nya


Walaupun bukan yang pertama kali tapi tetap saja Gita selalu merasa gugup setiap kali akan tampil


Tidak berapa lama terdengar suara MC memanggil namanya dan gordyn pun terbuka seiring music yang mengiringi tarian Gita malam ini


Gita meliukkan badannya membuat penonton riuh bertepuk tangan bahkan ada yang berteriak agar Gita kembali bergoyang


Gita semakin bersemangat ketika beberapa penonton nampak mengeluarkan dompet mereka ketika Gita mulai bergoyang mendekati mereka


Gita bergoyang dari satu meja ke meja yang lain dan akan bertahan di satu meja jika saweran yang mereka berikan belum habis


Nampak di sebuah meja di paling pinggir beberapa pria paruh baya dengan wajah oriental nampak terpesona oleh penampilan Gita


Kelima pria itu mengeluarkan dompet mereka dan meletakan nya di meja satu persatu mereka mulai mengeluarkan uang mereka dan memberikan nya pada dua orang pengawal yang membawa sebuah tempat khusus untuk uang saweran


Gita memang meminta pihak club' malam untuk menyiapkan dua bodyguard untuk mengawal karena ditakutkan akan terjadi hal yang tidak mereka inginkan


Dan Gita pun tidak perlu bersentuhan dengan para penyawernya , Gita cukup bergoyang di hadapan mereka tanpa khawatir


Tubuh Gita nampak mengkilap oleh keringat hingga membuat Gita terlihat semakin sexy dan menggoda


Kotak tempat menyimpan uang yang di pegang dua pria berbadan besar itu sudah penuh hingga harus dijejalkan oleh tangan mereka


Gita bergoyang mengelilingi meja kelima pria paruh baya itu sambil sesekali mengedipkan sebelah matanya agar mereka kembali mengeluarkan isi dompetnya


Hingga tersisa satu pria yang masih memiliki isi dalam dompetnya dan pria itu kembali mengambil selembar demi selembar hingga isinya benar-benar habis


Pria itu tersenyum ke arah Gita sambil memperlihatkan isi dompetnya yang kosong


Gita pun membalas senyuman pria itu sambil menangkupkan kedua tangan nya di dada sebagai ucapan terima kasih


Para pria itu lalu berdiri sambil bertepuk tangan memberikan aplaus untuk Gita yang kembali menuju tengah arena


Setelah beberapa saat Gita pun menghilang di balik layar panggung bersamaan dengan musik yang berhenti


Tidak berapa lama MC pun kembali memberikan sambutan terakhir sebagai ucapan terima kasih pada para tamu nya


Dan Tidak berapa lama mereka pun beralih ke lantai satu di mana seorang DJ terkenal sudah mulai memainkan turn table nya


Gita berlari sepanjang lorong belakang panggung menuju ruang ganti dimana crew yang tadi bekerja bersamanya sebagian sudah berada di sana


" Maaf ya teman-teman saya ganti baju dulu " ucap Gita sambil mengambil tas besar nya dari loker lalu masuk ke sebuah kamar yang berada di ujung ruangan


" Silahkan mbak " jawab mereka sambil memberikan jalan pada Gita


Gita mengganti kostum menarinya dengan kaos tangan panjang dan jins serta sepatu Vans


Gita menggunakan topi kupluk nya dengan rambut di gerai ke bahu kanan dan kirinya dan tidak lupa juga menghapus semua riasan di wajahnya


Setelah hampir dua puluh menit akhirnya Gita keluar dari kamar ganti nya dan terlihat semua crew sudah berkumpul dan MC sedang menghitung uang saweran


" Waduuhh...coba tiap malam saweran nya kayak gini ya, cepet kaya kita " ucap seorang pria


" Iya bener aku bisa cepet lamar si Ratmi kalo saweran nya kayak gini " sahut temen nya


Gita menghampiri mereka sambil tersenyum ramah


" Sini mbak jangan jauh-jauh nanti gak kebagian loh " ucap seorang pria yang bertugas sebagai lighting


" Iya, disini saja jawab Gita sambil membuka aplikasi untuk pemesanan Uber nya


Ternyata hasil saweran kaki ini lumayan banyak, mereka semua bertepuk tangan sambil tersenyum ketika menerima bagian saweran yang dibagikan oleh MC


" Miss ini hasil saweran sama uang job malam ini " ucap MC sambil memberikan dua buah amplop pada Gita


" Makasih banyak kalau begitu saya pamit duluan" jawab Gita


" Oh iya silahkan Miss " jawab MC


" Mari..permisi semuanya " ucap Gita sambil melambaikan tangan pada semua orang di ruangan itu


" Iya mbak hati-hati " jawab mereka


Gita kembali membuka ponselnya menunggu aplikasi yang sejak tadi hanya ada tanga harus berputar saja


Gumam Gita sambil berjalan menuju parkiran


Gita penasaran dilihatnya sisa quote ponselnya dan ternyata quote internet sudah habis


Gita mendesah kesal, ia bingung bagaimana caranya ia pulang sedangkan besok ia masih harus bekerja


Gita berdiri sambil berharap ada taxi yang masih lewat hingga tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan nya


Kaca mobil itu terbuka dan terlihat pria paruh baya yang tadi memberikan saweran terbanyak nampak duduk di belakang kemudi


Pria itu berjalan mendekati Gita yang masih berdiri mematung di tepi jalan


" Maaf nona apa anda menunggu seseorang ?" tanya pria itu


" Iya tuan, saya menunggu taxi " jawab Gita apa adanya


" Bagaimana kalau saya antar nona, sepertinya sudah jarang sekali taxi lewat di jam seperti ini " tawar pria itu


" Terima kasih tuan biar saya menunggu taxi saja " jawab Gita sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya


" Jangan takut nona saya tidak punya niat apapun hanya ingin membantu anda " ucap pria itu


Gita berfikir beberapa saat menimbang ajakan pria tua di depan nya


Setelah beberapa saat akhirnya Gita pun menerima ajakan pria tersebut


" Baiklah kalau begitu, dan terima kasih sebelum nya tuan " jawab Gita


Pria itu tersenyum senang mendengar Gita menyetujui ajakan nya


Pria itu lalu membuka kan pintu mobilnya untuk Gita, setelah Gita duduk dengan nyaman ia pun duduk di belakang kemudi di samping Gita


Pria itu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang terlihat sepi


Walaupun ini akhir pekan tapi di jam tiga dini hari seperti ini tentu hanya tempat tertentu saja yang masih terlihat ramai


" Oh iya nona kenalkan nama saya Kim Hyun Ki " ucap pria itu sambil menoleh sebentar ke arah Gita


" Saya Lily tuan " jawab Gita sengaja tidak memberikan nama aslinya


Setelah itu Gita dan tuan Kim pun terlibat obrolan ringan sepanjang perjalanan menuju tempat tinggal Gita


Dan tanpa Gita sadari terlihat Luna dan Arga yang baru saja pulang dari klub merasa terkejut melihat Gita yang tengah berbicara dengan pria tua di depan club' malam di saat menjelang pagi


" Gila bener tuh bocah ternyata mainan nya sama bapak - bapak mendekati aki -aki !" umpat Arga menatap tidak percaya ke arah Gita


" Pantesan lu ditolak Ga ternyata dia gak doyan ama yang muda " jawan Luna sambil kembali mengarahkan kameranya ke arah Gita yang tengah memasuki mobil pria tua di depannya


" Trus gimana nih kita ikutin apa pulang aja ?" tanya Arga sambil melirik Luna


" Balik aja ngapain ngikutin p*r*k model dia gak penting amat " jawab Luna ketus


" Emang lu gak penasaran ?" tanya Arga lagi


" Penasaran sih tapi udah pasti kok dia bakalan di bawa ke hotel !" jawab Luna yakin


" Bener juga sih, jadi kita pulang aja nih ?" tanya Arga lagi


" Iya kita pulang aja !" jawab Luna sambil merebahkan tubuhnya pada jok yang sudah ia turunkan agar tubuhnya lebih nyaman


Mendengar jawaban dari Luna Arga pun langsung menginjak pedal gas nya menuju apartemen Luna yang bersebelahan dengan gedung apartemen nya


Gita baru saja turun dari mobilnya tuan Kim di depan kost an nya


" Terima kasih tuan sudah mengantar saya " ucap Gita sambil membungkuk kan badan nya


" Iya sama-sama nona " jawab tuan Kim


" Kalau begitu saya permisi masuk dulu " ucap Gita sambil berjalan menuju gerbang kost an nya


" Silahkan nona " jawab tuan Kim memperhatikan Gita memasuki gerbang kost an nya


Setelah yakin jika Gita sudah berada di dalam tuan Kim pun memasuki mobilnya lalu berlaku dari halaman kost an nya Gita


Gadis yang cantik dan ramah sepertinya dia gadis baik - baik tapi kenapa harus jadi penari seperti itu ? andai aku masih muda mungkin aku akan mendekatinya tapi mengingat umurku sepertinya aku tidak mau terlalu berharap


Gumam tuan Kim dalam hati sambil kembali mengingat obrolan nya bersama Gita