
Luna berjalan menuju ruangan nya ketika ia tanpa sengaja berpapasan dengan Gita yang hendak menuju ruangan manager Produksi
" Hey...ngapain kamu ke sini ?" tanya Luna dengan muka masam sambil memandangi penampilan Gita dari atas hinga bawah
" Ini mbak saya mau ke ruangan manager produksi " jawab Gita
" Ngapain !" tanya Luna lagi sambil mendekat ke arah Gita
" ini ..mau menyerahkan laporan !" jawab Gita lagi
" Oh..ya sudah sana !" jawab Luna sambil beranjak pergi meninggalkan Gita yang bingung dengan sikap Luna
Luna memasuki ruangan nya dan tiba-tiba ia teringat dengan foto Gita yang berada di ponsel nya Arga
Luna segera duduk dimeja nya lalu mengambil ponselnya mengirim pesan pada Arga
" Ga makan siang nanti lu ada waktu gak gue mo telpon !"
Tidak ada jawaban lalu Luna meneruskan kerjaan nya hingga setelah setengah jam terdengar nada pesan masuk
Luna segera membuka ponselnya dan terlihat jawaban dari Arga
" Bisa..tapi jangan ngepas banget ya !"
"Ok !"
Setelah mendapat kepastian Luna pun kembali melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda
Tidak berapa lama terdengar bel tanda makan siang berbunyi
Luna pun segera membereskan meja kerjanya lalu membuka pesanan makan siangnya yang belum lama diantarkan oleh pak satpam
" Kenapa kamu makan di sini ?" tanya atasan Luna
" Maaf pak di bawah penuh banget dan kebetulan menunya saya tidak suka !" jawab Luna
" Tapi kamu jangan sering-sering makan di sini takutnya ada kecemburuan sosial !" ucap atasan Luna
" Baik pak !" jawab Luna
Lalu atasan Luna pun beranjak keluar kantornya menuju ruang makan khusus manager yang terletak di lantai yang sama dengan ruangan nya
Luna pun melanjutkan makan siang nya dengan cepat karena teringat dengan rencananya untuk menghubungi Arga
Luna nampak menghubungi Arga dengan ponselnya dan tidak berapa lama Arga pun menjawab panggilan ponselnya
" Halo Lun ada masalah apa sih sebenarnya ?" tanya Arga penasaran
" Ini Ga aku mau tanya lu kenal sama cewek namanya Gita ?"
" Gita ? Gita siapa ya ? kayaknya gue gak punya temen namanya Gita ?"
" Yakin ?" Tanya Luna
" Serius ! tapi mungkin kalau liat orangnya gue inget !"
" Bentar Ga kayaknya gue punya fotonya deh !" jawab Luna sambil membuka galeri ponselnya
Tidak berapa Luna menemukan foto Gita ketika acara penyambutan Kei
Lalu Luna pun segera mengirimkan foto itu ke ponselnya Arga tanpa mematikan sambungan ponselnya dengan Arga
" Gimana udah inget belum ?"
" Sabar ...baru gue buka !" jawab Arga
Dan tiba-tiba Arga terdiam ketika ia melihat foto wanita yang pernah ia temui di sebuah hotel
" Ini cewek temen lu yang namanya Gita ?" tanya Arga
" Iya...gimana lu kenal gak ?" tanya Luna lagi
" Kenal sih enggak tapi gue pernah ketemu dia di hotel XX tapi dia bilang namanya tata , lu yakin temenan sama ni cewek ?" tanya Arga
" Enggak temenan juga sih cuma kebetulan dia kerja di tempat yang sama ama gue tapi beda posisi dia cuma adm gudang !" jawab Luna
" Sukur deh lu gak temenan sama ni cewek "
" Emang nya kenapa Ga ?" tanya Luna penasaran
" Kayaknya ni cewek bisa di booking gitu " jawab Arga
" Gue gak sengaja denger obrolan dia sama bos besar katanya semalem dia abis di booking sama itu bos !" jawab Arga
" Gila ! jadi gosip yang gue denger itu emang fakta !" ucap Luna
" Gosip apaan !" tanya Arga penasaran
" Kalau si Gita pernah masuk mobil bos gue terus setiap weekend dia suka bawa tas besar kayak mau nginep gitu !" terang Luna
" Mungkin dia terima bookingan nya khusus weekend kali !" tebak Arga
" Bisa jadi !..waahhh bahaya ini kalau dibiarkan bisa merusak reputasi perusahaan !" ucap Luna sambil tersenyum sinis
" Terus udah tau gini lu mau ngapain Lun ?" tanya Arga
" Gue mau laporin lah sama bos !" jawab Luna
" Emang lu punya bukti apa ?" tanya Arga sambil tertawa
Mendengar pertanyaan Arga membuat Luna terdiam karena apa yang dikatakan Arga benar adanya
" Iya juga ya Ga , kalau begitu gue mau nyari bukti kalau si Gita emang perempuan gak bener !" jawab Luna dengan antusias
" Kalau gitu gue bantuin Lun, soalnya gue kesel juga sama dia !" ucap Arga
" Emang kenapa Ga , dia nolak elu ya ?" tanya Luna penasaran
" Ya gitu sih, dia pikir gue gak sanggup apa bayar dia !" jawab Arga kesal
" Haha...sabar Ga...kita bisa buat dia bertekuk lutut memohon di jamah sama Lu !" jawab Luna sambil menertawakan Arga
" Sialan lu ngetawain gue ! ya udah gue tutup ya mo makan dulu, kabarin gue kapan lu mulai bergerak !" ucap Arga
" Okeee...nanti aku kabarin !"
" Gue tutup ya ...."
" Oke..." jawab Luna
Lalu pembicaraan mereka pun terputus, Luna menggenggam ponselnya sambil tersenyum sinis
Ternyata lu cuma cewek bookingan, kita lihat saja berapa lama lu bisa nyembunyiin profesi lu yang sebenarnya dan gue yakin kalau tuan Kei akan langsung mecat lu dan gue bisa leluasa deketin dia
Gumam Luna sambil berfikir mencari cara untuk mencari bukti tentang pekerjaan sampingan Gita
Sementara itu Rey tengah duduk di meja kerjanya dengan setumpuk berkas yang harus ia periksa bersama Adam yang duduk di hadapan nya
Tiba-tiba Rey menghentikan aktivitas nya lalu memandang Adam yang tengah asik dengan berkas di tangan nya
" Apa sudah ada informasi tentang ayahnya Angel ?" tanya Rey
Mendengar pertanyaan dari Rey Adam pun menghentikan tangan nya yang tengah menulis sesuatu dan beralih memandang ke arah Rey
" Maaf tuan... sepertinya belum ada hanya semalam ada sedikit informasi jika ternyata ibu tiri nona Gita menemukan kediaman nona lalu menguras semua tabungan nona Gita !" jawab Adam
" Apa ! lalu bagaimana dengan kehidupan Gita selanjutnya !" tanya Rey
" Eehhmm.....selain bekerja di sebuah pabrik nona Gita bekerja sampingan sebagai OG dengan status freelance di sebuah perusahaan jasa kebersihan tuan !" jawab Adam ragu
" Ya Tuhan...kasihan sekali anak itu !" jawab Rey dengan wajah penuh kekhawatiran
" Tapi sepertinya nona baik-baik saja tuan " jawab Adam berusaha menenangkan tuan nya
" Mungkin sekarang ia baik-baik saja tapi bagaimana kedepannya dan aku yakin jika ibu tirinya akan sering meminta uang pada Gita !" ucap Rey
" Lalu apa yang akan kita lakukan tuan ?" tanya Adam karena ia pun berfikiran sama dengan tuan nya
" Aku ingin membantunya Adam tapi sebelum itu undang dia untuk makan malam dengan ku !" ucap Rey
" Baik tuan !" jawab Adam sambil berdiri lalu berjalan ke arah mejanya mengambil ponselnya untuk menghubungi Gita
Gita duduk dengan kaku dimeja nya, ia tidak berani bergerak bahkan untuk bernafas sekalipun ia lakukan dengan perlahan
Gita tidak percaya dengan apa yang ada di otak bos nya, Kei berdiri di belakang Gita dengan posisi menunduk memperhatikan layar monitor di hadapan nya dengan kedua tangan bertumpu pada meja dan Gita berada di tengah nya
Bagi orang yang melihatnya terlihat seakan Kei tengah memeluk Gita dari belakang
Gita semakin gemetar ketika Kei dengan sengaja menumpukan dagunya di kepala Gita dan kadang terasa hidung Kei yang mengendus rambut Gita yang selalu ia keramas setiap pagi
Dan yang paling parah adalah Kei tidak perduli pada Dedi yang duduk di sebelah Gita dan pak Irwan yang duduk di ruangan nya yang hanya dibatasi oleh kaca tembus pandang