Just For Escape

Just For Escape
Bab 81



Pratiwi menatap kedua pria di depannya dengan tangan terkepal menahan amarah


Ia tidak menyangka jika anak buahnya tertangkap sebelum berhasil melaksanakan tugas yang ia berikan yaitu menculik Gita


Dan yang lebih membuat Pratiwi semakin kesal adalah ancaman yang Rey tujukan padanya jika berani mengganggu kehidupan Gita ataupun adik dan kakak nya


" Sial !! seenaknya saja dia mengambil aset berhargaku begitu saja !"


" Tapi lihat saja aku tidak akan tinggal diam, aku tidak akan membiarkan kalian berbahagia di atas penderitaan ku !"


Rutuk Pratiwi dengan wajah merah padam dan tangan terkepal, sedangkan kedua pria itu hanya bisa bersimpuh di hadapan Pratiwi tanpa berani berkata apapun


Gita nampak antusias dengan rencana Rey yang akan membawanya menemui Niken dan Irwan


Gita membeli oleh-oleh yang cukup banyak untuk mereka berdua karena bagi Gita Irwan tetaplah ayahnya dan Niken adalah adiknya , Rey pun tidak melarang Gita untuk tetap memanggil ayah pada Irwan justru Rey sangat berterima kasih sekali pada Irwan yang telah mengurus dan membesarkan Gita dengan penuh kasih sayang


" Ayo Maha kita berangkat sekarang !" ajak Rey yang menggunakan pakaian casual sehingga terlihat lebih muda dan segar


" Iya sebentar ...!" sahut Gita yang mengambil Sling bag nya di kursi ruang tamu


Gita duduk di samping Rey sedangkan Adam di depan bersama supir


" Bagaimana dengan pelajaran mu sayang...?"


Rey menatap Gita yang duduk di sampingnya


" Baik Pa.. walaupun ada sedikit kesulitan di pelajaran bahasa tapi gurunya bilang itu karena aku sudah lama tidak menggunakannya !"


Rey hanya menganggukkan kepalanya


" Jangan khawatir papa yakin sebentar lagi kamu akan menguasainya !" hibur Rey


Tidak terasa mobil yang mereka kendarai sudah memasuki area bandara


Adam membantu Gita turun dari mobilnya lalu Rey mengandeng tangan Gita memasuki area dalam


sedangkan para pengawal mengeluarkan beberapa koper dari dua mobil yang mereka kendarai lalu membawanya ke bagian bagasi


Gita menoleh ke kiri dan kekanan ia merasa aneh karena jalan yang di lalui nya sangat sepi dari lalu lalang orang, hanya terdengar gemuruh suara pesawat yang hilir mudik di landasan


" Pa..bandara kok sepi begini sih ?!" tanya Gita heran


Rey dan Adam langsung tertawa mendengar pertanyaan Gita barusan


" Memang sepi nak karena hanya orang tertentu saja yang boleh ke area ini !" jawab Rey sambil mengelus kepala Gita


Tidak lama mereka pun tiba di sebuah ruangan yang cukup luas


Seorang pria menyambut kedatangan mereka dengan ramah, lalu pria itu membukakan pintu dan mereka pun masuk


Ruangan yang lebih mirip tempat tinggal itu sangat nyaman dengan berbagai fasilitas termasuk beberapa pelayan yang siap melayani


" Kita istirahat dulu sebentar menunggu pesawat nya siap !"


Rey duduk di sebuah kursi dan Adam pun langsung mengeluarkan tablet nya dan mereka nampak serius entah apa yang sedang mereka kerjakan


Sedangkan Gita langsung mengambil remot tv dan melihat beberapa tayangan yang di sukai nya


Seorang pelayan nampak menghampiri mereka


" Selamat siang tuan apa anda membutuhkan sesuatu ?!"


" Aku minta kopi saja !" jawab Rey dan Adam pun meminta hal yang sama


" Bagaimana dengan anda nona ?" tanya pelayan itu tersenyum ramah pada Gita


Gita terdiam sejenak nampak berfikir seperti bingung dengan apa yang ia inginkan


Lalu dengan sedikit ragu Gita pun berkata


" Apa saya bisa meminta jus strawberry dan mie goreng seafood tanpa bawang goreng ?!"


" Tentu saja nona, sebenar akan saya buatkan, !" jawab pelayan itu lalu pamit meninggalkan mereka bertiga


Gita melanjutkan acar nonton tv nya sedang kan Rey dan Adam saling tatap dan mereka berdua pun saling lempar senyum setelah mendengar pesanan Gita pada pelayan tadi


Rey menatap Gita sejenak lalu meneruskan pekerjaan nya bersama Adam


Rey semakin yakin jika Gita adalah anak kandungnya karena ternyata mereka berdua tidak menyukai hal yang sama yaitu bawang goreng


Gita asik menonton tv dengan gelas dan piring yang sudah kosong tergeletak di meja di samping tempat duduknya


" Maaf menganggu anda tuan dan nona, seperti nya pesawat anda sudah siap !" ucap pelayan tadi


" Oh iya terima kasih !" jawab Rey sambil menoleh ke arah Gita yang tengah menatapnya


" Ayo nak kita berangkat sekarang !" ajak Rey sambil mengulurkan tangannya dan Gita pun langsung merangkul lengan Rey


Adam membereskan tablet nya lalu berjalan mengikuti kedua majikannya dari belakang


Gita memandang sebuah pesawat yang ukurannya lebih kecil dari pesawat yang pernah ia naiki


di depan tangga seorang pilot dan seorang pramugari berdiri seolah tengah menunggu kedatangan mereka


" Selamat siang tuan senang bertemu anda kembali !"


Rey tersenyum pada pilot itu sambil menjabat tangannya


" Hallo Bill maaf merepotkan mu lagi ini anak ku ingin bertemu saudara nya !"


Untuk beberapa saat pilot tersebut menatap Gita dan seketika wajahnya nampak terkejut


" Ya Tuhan saya pikir anda nyonya Shinta, anda sangat mirip sekali dengan beliau tapi badan anda mirip dengan tuan !"


" Kenalkan saya Billy, saya akan mengantarkan kemanapun tujuan nona !"


" Terima kasih paman maaf jika saya merepotkan paman !" jawab Gita sambil menjabat tangan Billy


" Ah jangan sungkan nona itu sudah jadi kewajiban saya !"


" Hallo Elis bagaimana kabar suamimu aku dengar di sakit ?!"


Rey beralih pada Elis pramugari nya


" Terima kasih atas perhatiannya tuan, suami saya sudah sehat kembali dan sudah mulai bekerja !"


" Oh syukur lah !" jawab Rey lalu mengandeng Gita menaiki tangga pesawat


Begitu sampai di dalam cabin pesawat Gita kembali di buat heran, bagaimana tidak, di dalam cabin itu tidak ada seorangpun penumpang dan posisi tempat duduk nya pun berbeda dengan kursi yang berbeda pula


Rey menarik tangan Gita lalu menempatkan Gita agar duduk disebelahnya


Tidak lama Adam pun masuk dengan dua pria berjas hitam dan mereka duduk di kursi belakang


Tidak lama kemudian pintu pesawat pun ditutup dan terdengar suara Billy memberi tau jika pesawat sebentar lagi akan take-off


Gita melihat ke sekeliling nya dengan takjub akan interior di dalam pesawat yang ia tumpangi


Selain empat kursi yang saling berhadapan terdapat sofa panjang dan beberapa kursi yang menghadap ke depan


Gita masih penasaran akan satu hal lalu dengan wajah polosnya Gita bertanya


" Pa.. penumpang yang lainnya mana ?!"


Seketika Rey tersenyum lalu menatap anaknya lekat


" Tidak ada penumpang lain sayang... hanya kita saja !"


Rey menatap Gita yang mengerutkan keningnya begitu mendengar ucapan Rey


" Karena ini pesawat milik Papa !" lanjut Rey dan seketika Gita membelalakkan matanya sambil menutup mulutnya yang membuka hingga beberapa saat


" Papa serius ?...selain pesawat papa punya apa lagi ?!" Gita bertanya dengan maksud meledek Rey yang dianggapnya bohong


" Papa punya dua pesawat yang seperti ini, Papa juga punya ratusan bahkan ribuan mobil yang siap jual dan papa juga punya kereta yang baru datang dari negara tetangga dan terakhir Papa sedang membuat kapal laut !" terang Rey tanpa berniat sombong pada putrinya


Tapi Gita menganggap apa yang Rey katakan barusan adalah khayalan Rey belaka dan Gita pun menanggapi nya dengan candaan


" Lalu apa yang belum papa punya ?!" tanya Gita sambil menatap Rey


Rey terdiam sambil menatap Gita yang juga tengah menatapnya


" Papa belum punya cucu dan papa harap kamu kasih cucu yang banyak buat papa !"


" Iihh..papa Gita kak masih kecil !" rajuk Gita sambil mendorong bahu Rey dengan bahunya dan wajah Gita pun langsung merona


Seketika Rey tergelak cukup keras setelah merasa berhasil menggoda Gita


Adam dan dua pengawalnya sampai terkejut mendengar tawa Rey yang begitu lepas seolah ia tidak pernah mengalami hal yang mengenaskan dengan kehidupan pribadinya