
Mega berusaha menutupi luka di lutut dan sikunya dengan menggunakan kaos lengan panjang dan celana panjang longgar
Ia tengah membantu Arell belajar sambil menunggu kepulangan Enzo sambil membantu bibi menyiapkan makan malam
" Sudah Neng biar bibi saja " ucap bibi merasa kasihan melihat Mega yang tertatih-tatih menahan perih di lututnya
" Tidak apa Bi biar cepat beres, kasihan Enzo kalau dia pulang nanti makanan nya belum siap "
Mendengar jawaban Mega membuat bibi hanya menganggukkan kepalanya saja, karena benar yang dikatakan Mega jika Enzo pulang nanti ia pasti sudah kelaparan
Tidak lama kemudian nampak pintu terbuka dan Enzo terlihat tersenyum melihat Arell dan Mega yang seperti biasa menunggunya di ruang tamu
" Daddy !! kok Daddy pulangnya telat ?!" Arell langsung menghambur keperluan Enzo
" Iya sayang...tadi Daddy ketemu teman jadi kita mengobrol dulu sebentar " jawab Enzo setelah mencium pipi Arell sambil berjalan menuju sofa
Mega menghampiri Enzo dan segera mengambil tas dan jas dari tangan Enzo yang masih menggendong Arell
" Arell turun ya, kasihan Daddy nya cape biar istirahat dulu " Mega meraih Arell dari gendongan Enzo setelah menyimpan tas dan jas Enzo
Arell pun langsung beralih ke gendongan Mega dan membiarkan Enzo duduk di sofa sambil melonggarkan dasi nya
Mega mendudukkan Arell di atas karpet dan menyuruhnya melanjutkan mengerjakan tugas dari sekolahnya dan Mega pun menuju dapur untuk membuatkan secangkir teh untuk Enzo
" Minum dulu " Mega mengangsur kan secangkir teh hangat untuk Enzo
" Terima kasih " jawab Enzo sambil meraih cangkir teh dari tangan Mega lalu meminumnya perlahan
Mega duduk di samping Enzo dan melihat wajah lelah Enzo yang duduk di samping nya
" Apa tadi banyak pekerjaan ?" tanya Mega
" Ya begitulah...ada klien yang tiba-tiba ingin melakukan perubahan, walaupun sedikit tapi tetap saja akan membuat pekerjaan yang sudah hampir selesai harus di rubah lagi termasuk perhitungan biaya nya, dan yang membuatku pusing ia tidak mau merubah schedule, artinya satu minggu lagi aku harus memulai pengerjaannya " keluh Enzo sambil merebahkan kepalanya ke sandaran kursi sambil memijit keningnya dengan satu tangan
" Sabar ya... tapi aku yakin kamu pasti bisa menyelesaikan nya, iya kan ?!" ucap Mega sambil menyentuh tangan Enzo yang satu lagi
Enzo menoleh ke arah Mega yang tersenyum ke arahnya lalu Enzo pun membalas genggaman tangan Mega di tanganya dan membalas senyuman Mega
" Terima kasih kamu mau mendengar keluhan ku dan bagaimana..kamu sudah baikan katanya tadi siang kau sakit ?!" tiba-tiba Enzo menegakkan tubuhnya ketika teringat jika tadi siang Mega mengeluh sakit
Belum sempat Mega menjawab tiba -tiba Arell berteriak dari tempatnya belajar yang berada di depan mereka
" Daddy kasihan loh mommy tangan sama kakinya berdarah !" teriak Arell dengan polosnya
Mendengar ucapan Arell membuat Enzo menatap tajam ke arah Mega yang salah tingkah
" Kamu kenapa Mega ?" tanya Enzo sambil menarik tangan Mega yang masih di genggamnya
Enzo lalu menyingkapkan lengan kaos yang dikenakan Mega ke atas hingga ia bisa melihat beberapa luka baret di tangan dan sikunya
Enzo pun melakukan hal yang sama pada tangan satunya lagi juga kedua kaki Mega
" Sepertinya kita harus bicara !" ucap Enzo tegas sedangkan Mega hanya mengangguk kan kepalanya tanpa berani memandang wajah Enzo yang berdiri lalu berjalan menuju kamar tidurnya
Mega mengikuti Enzo ke dalam kamarnya dan terlihat Enzo sedang membuka kemejanya
" Setelah makan malam kita akan bicara karena aku pun hendak membicarakan sesuatu dengan mu " ucap Enzo lagi sambil mengambil handuk yang diberikan oleh Mega
" Iya.." jawab Mega singkat
Enzo lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sedangkan Mega mengambil pakaian ganti untuk Enzo dan menyimpannya di atas tempat tidur
Dan Mega pun mengambil pakaian kotor milik Enzo lalu membawanya keluar untuk diletakan di ruang cuci
Enzo dan Mega makan malam bersama Arell juga bibi
Mereka bersikap seolah tidak ada masalah karena tidak ingin membuat Arell bingung
Seperti biasa mega dan bibi membereskan bekas makan mereka sedangkan Enzo menemani Arell tidur setelah mereka bermain sebentar
Bibi yang mendengar pembicaraan Enzo dan Mega pun langsung menyingkir ke kamar nya memberikan ruang bagi mereka berdua untuk berbicara
Mega duduk di sofa sambil menonton tv walaupun tidak ada satu pun Chanel tv yang menarik perhatian nya
Mega bahkan lebih banyak melamun memikirkan cara untuk menceritakan masalah luka yang sudah terlanjur Enzo lihat
Tidak lama terdengar suara langkah mendekat, Mega sontak menoleh dan terlihat Enzo yang berjalan ke arahnya
Enzo duduk di samping Mega menghadap ke arah Mega dengan satu kaki di tekuk di atas sofa dan tangan diletakan di sandaran sofa
" Sepertinya kita berdua memiliki hal yang harus di bicarakan dan aku akan bercerita terlebih dahulu " ucapan Enzo sontak membuat Mega mengangkat kepalanya dan menatap Enzo
Enzo tau jika Mega menyimpan rahasia darinya dan agar Mega mau menceritakan semua nya termasuk penyebab luka di tubuhnya maka Enzo berinisiatif untuk menceritakan permasalahannya dengan Stella terlebih dahulu agar Mega pun melakukan hal yang sama
" Kamu tidak keberatan kan jika aku bercerita terlebih dahulu ?" tanya Enzo sambil menatap Mega seolah meminta persetujuan
" Oh..iya..tentu saja...silahkan " Mega tergagap, ia tidak menyangka jika Enzo akan meminta persetujuan nya hanya untuk sekedar bercerita
" Tapi aku harap kamu jangan salah pengertian setelah mendengar ceritaku oke ?!"
Mega langsung mengangguk kan kepalanya setelah mendengar permintaan Enzo yang menurutnya tidak lah sulit
Enzo menarik napas panjang, ia seolah tengah merangkai kata yang tepat untuk menceritakan semua masa lalunya pada Mega
" Heeumm...baiklah...jadi begini Mega ...kamu tau kan jika dulu aku pernah menikah, tapi pernikahan ku gagal karena istriku tertarik dengan pria yang lebih kaya dariku hingga ia tega meninggalkan Arell yang waktu itu masih berusia beberapa bulan tapi beberapa hari yang lalu tiba - tiba ia datang menemui ku " Enzo terdiam sejenak mencoba melihat reaksi Mega yang terlihat sedikit terkejut tapi Mega segera berusaha menutupi keterkejutannya dengan cara membenahi letak duduknya
" Mantan istriku namanya Stella, sudah beberapa kali ia mendatangiku meminta rujuk dia bilang demi Arell " kembali Enzo terdiam dan Mega terlihat memainkan ujung kaos nya dengan tangan sedikit gemetar tapi masih tetap berusaha tegar
" Aku sangat mengenal sifat Stella dan ketika ia berkata akan berubah demi Arell asal kan aku mau di ajak rujuk ....aku langsung menolaknya "
Seketika Mega menatap Enzo sambil mengerutkan kening nya
" Ke..kenapa kamu menolaknya, bukankah akan lebih baik jika kalian rujuk agar Arell dapat orang tua yang utuh " ucap Mega walau dengan suara sedikit gemetar
Enzo tersenyum melihat Mega yang berusaha tegar lalu Enzo meraih tangan Mega, di lihatnya cincin yang ia berikan saat melamar Mega lalu dengan lembut di kecup nya cincin yang berada di jari Mega hingga membuat Mega merona
" Aku menolaknya karena aku sudah memilikimu dan aku yakin jika pilihan ku sangat tepat "
" Ta..tapi bagaimana dengan Arell, seorang anak pasti menginginkan ibu kandungnya" terdengar lirih suara Mega yang menunduk menyembunyikan air mata yang ia tahan agar jangan sampai keluar
Enzo mengangkat dagu Mega hingga wajah mereka berhadapan
" Arell tidak pernah mendapatkan kasih sayang sedikitpun dari Stella jadi tidak mungkin jika Arell menginginkan Stella yang jelas-jelas sudah membuangnya sejak ia masih bayi "
" Tapi..." belum sempat Mega melanjutkan ucapannya Enzo sudah menempatkan telunjuknya di bibir Mega
" Ssstttt...kamu jangan khawatir hanya kamu yang Arell inginkan menjadi mommy nya dan aku pun hanya menginginkan kamu menjadi istriku !" tegas Enzo hingga membuat Mega tidak lagi bisa menahan air matanya
" Terima kasih...terima kasih karena kalian sudah memilihku dan memberiku kehidupan yang aku impikan " lirih suara Mega yang bercampur dengan tangisnya dalam pelukan Enzo yang memeluknya dengan erat
" Tidak Mega...aku dan Arell yang seharusnya berterima kasih padamu yang dengan tulus telah mencintai Arell dan juga mau menerima ku apa adanya !" balas Enzo sambil mengecup puncak kepala Mega tanpa melepaskan pelukan nya hingga beberapa saat
Enzo lalu melanjutkan ceritanya mengenai Stella yang kembali datang untuk mencoba merebut Arell dari tangannya
Mega yang duduk sambil bersandar di bahu Enzo pun terlihat kesal karena kelakuan Stella yang setelah bertahun-tahun meninggalkan Arell kini tiba - tiba datang lagi hendak mengambil hak asuh Arell sungguh tidak tahu malu umpat Mega
" Lalu apa yang akan kamu lakukan ?" Mega menatap Enzo yang ternyata tengah menatapnya juga sambil memainkan rambut Mega
" Bukan aku tapi kita " jawab Enzo membuat Mega menatap heran
" Maksudnya ?"
" Kita yang akan melakukan sesuatu untuk melindungi Arell !" terang Enzo tapi tetap saja Mega belum mengerti apa yang Enzo maksud
" Memangnya kita akan melakukan apa ?!" tanya Mega semakin penasaran
" Sepertinya kita harus mempercepat pernikahan kita agar hak asuh Arell yang selama ini menjadi hak ku benar-benar kuat !"
" Apa !!" teriak Mega sambil menegakkan tubuhnya ketika mendengar ucapan Enzo
" Kenapa ? kamu tidak mau jika kita segera menikah ?!" Enzo menatap Mega yang masih terkesima
" Bu ... bukan begitu tapi...pernikahan itu butuh persiapan walaupun pernikahan sederhana sekalipun !" jawab Mega terlihat khawatir
" Kalau soal itu kamu jaga khawatir, aku sudah menghubungi seorang EO untuk mengurus semuanya " Enzo menarik tangan Mega agar kembali duduk di dekatnya
" Tapi ....!"
" Ssstttt....sudah...tidak ada tapi-tapian, kamu cukup duduk manis nanti kamu tinggal bilang sama EO nya pernikahan seperti apa yang kau ingin kan " potong Enzo sebelum Mega menyelesaikan ucapannya dan membuat Mega terdiam tidak berani lagi membantah ucapan Enzo
Untuk beberapa saat Enzo dan Mega terdiam menikmati kedekatan mereka dimana Mega duduk dalam pelukan Enzo dengan tangan terjalin satu sama lain dan sesekali Enzo mencium pelipis Mega yang bersandar di bahunya
" Sepertinya sekarang giliran mu untuk berceritakan soal luka di kaki dan tangan mu "
seketika tubuh Mega menegang ia tidak menyangka jika Enzo akan menanyakan hal itu, ia pikir Enzo sudah cukup sibuk dengan rencana pernikahan mereka yang akan dipercepat