
Gita dan Adam sudah menyelesaikan makan malam mereka dan Gita pun berpamitan untuk segera pulang karena jam sudah menunjukan pukul sembilan malam
Adam menawarkan Gita untuk mengantarnya pulang tapi Gita segera menolaknya karena ia sudah memesan ojek online
Akhirnya Adam pun membiarkan Gita menaiki ojek nya dan setelah itu ia pun memasuki mobilnya dan segera melaju menuju kediaman Reynald
Sepanjang jalan Adam teringat percakapan nya bersama Gita disela makan malam mereka
Tanpa Gita sadari Adam berhasil mengorek beberapa informasi mengenai identitas Gita dan keluarganya
Tapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang Adam harapkan
Dan tanpa terasa Adam pun tiba dikediaman Reynald yang sudah menantinya di ruang kerja
" Bagaimana ?" tanya Reynald dengan wajah tak sabar
" Eehmm...begini tuan, sepertinya Miss Lily bukan putri anda !" jawab Adam sambil menundukkan kepalanya
" Ceritakan kepadaku mengenai keluarganya !" ucap Reynald
" Begini tuan Miss Lily ternyata hanya nama panggung nya saja, nama sebenarnya adalah Brigitta Maharani berusia dua puluh satu tahun dua bulan lagi dan ia anak kedua dari pasangan Irwan dan Sari , ia memiliki satu kakak perempuan dan satu adik perempuan dan mereka tinggal di luar pulau tepatnya di kota C !" jawab Adam
Rey terdiam mendengar penjelasan dari Adam, ada penyesalan dalam hatinya ketika mengetahui jika Gita bukan orang yang ia cari selama ini
Tapi di lubuk katinya yang paling dalam ada suatu keyakinan jika Gita memiliki hubungan dengan Shinta tapi entah hubungan apa
" Apa ia memperlihatkan foto keluarganya ?" tanya Rey
" Tidak tuan !" jawab Adam
" Kalau begitu kamu cari informasi lagi mengenai keluarga Gita karena aku yakin jika ada keterkaitan antara Shinta dan Gita !" ucap Rey
" Baik tuan saya akan segera mengabari anda jika sudah ada hasilnya !" jawab Adam
" Oh iya Adam...jangan lupa untuk acara nanti agar Gita bisa menginap dan buatkan jadwal agar aku bisa bertemu dengan nya setelah acara selesai
" Baik tuan akan saya atur semuanya !" jawab Adam lagi
Adam pun segera menelpon pihak hotel untuk reservasi atas nama Gita dan Adam pun menyuruh orang kepercayaan untuk segera mencari informasi mengenai keluarga Gita di pulau J
Reynald menatap gelapnya malam melalui jendela ruang kerjanya yang sengaja terbuka
Reynald kembali teringat masa-masa dimana kebahagiaan nya direnggut dua kali berturut-turut oleh orang yang sama
Pertama ketika Mona hadir dalam keluarganya hingga membuat ibunya meninggal karena tidak tahan dengan sakit hati akibat pengkhianatan suami nya yang sengaja
Dan yang kedua ketika Mona kembali menghancurkan rumah tangganya dan membuat orang yang di cintai nya menghilang
Segala upaya telah Rey lakukan tapi Shinta tidak pernah ditemukan entah apa yang sudah Mona lakukan pada Shinta dan anaknya
Tapi satu hal yang membuat Rey yakin jika Mona tidak membunuh Shinta adalah ketika tanpa sadar Mona berkata di saat meregang nyawa " membunuh nya hanya akan mengurangi kesenangan ku menyiksamu dan melihatmu menderita dan mati perlahan seperti ibumu !"
Sementara itu Kei nampak termenung di kamar nya mengingat kejadian yang baru saja di lihat nya
Bagaimana seorang Adam bisa mengenal Gita yang hanya seorang pegawai rendahan apa mereka terlibat sesuatu yang ....
Kei segera menggelengkan kepalanya berusaha menghilangkan pikiran negatif dari dalam kepalanya
Aakkhhhh....kenapa aku jadi memikirkan mereka sih ! tapi aku penasaran bagaimana tuan Adam bisa mengenal Gita dan mereka terlihat akrab apa mereka sudah sering bertemu ?
Gumam Kei dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya berharap semua pikiran negatif bisa keluar dari dalam pikirannya
Sedangkan Gita baru saja selesai mandi dan hendak membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur ketika tiba-tiba ponselnya berdering
Tertera nama Mega dalam layar ponselnya dan Gita pun segera mengangkatnya
" Halo kakak apa kabar lama sekali Kakak tidak menelpon ku !" teriak Gita sambil menahan air matanya
" Gita kamu baik-baik saja kan , maaf kakak baru tau kalau ibu sudah menemukan mu !" ucap Mega tanpa menghiraukan pertanyaan Gita
" I..iya Kak ibu menemukan ku lalu ibu mengancam akan menjualku kalau aku tidak membayar ganti rugi !" jawab Gita sambil terisak
" Maksudmu ibu meminta uang sama kamu ?" tanya Mega
" Iya kak...uang yang kakak kasih sama tabungan aku diambil semua sama ibu dan itu pun aku masih punya utang !" ucap Gita dengan isakan yang semakin kencang
" Berapa banyak uang yang ibu minta !" tanya Mega
" Sebanyak itu !! pantas saja kakak lihat ibu selalu berfoya-foya ternyata itu uang dari kamu ?!" ucap Mega sambil berteriak karena kesal
" Gita mesti gimana kak ? tabungan Gita habis diambil ibu, gimana nanti nasib Niken ?" tanya Gita sambil mengusap air matanya
" Kakak tidak menyangka jika ibu bisa sejahat itu !" ucap Mega
" Gita takut kak ! takut ibu culik Gita !" ucap Gita
" Jangan khawatir ya ..nanti kakak akan cari jalan keluarnya kamu tenang saja disana , kakak akan awasi ibu jika ibu terlihat hendak ke tempatmu kakak akan menelpon mu agar kamu bisa sembunyi !" ucap Mega berusaha menenangkan adiknya
" Iya kak...eh gimana kabar ayah sama Niken ?" tanya Gita
" Ayah belum ada perkembangan sedangkan Niken sudah mulai ibu persiapkan makanya kakak harus segera bertindak !" jawab Mega
" Gita gak tau harus gimana kak , Gita terserah kakak saja !" jawab Gita
" Ya sudah sekarang kamu istirahat sudah malam, nanti kalau ada perkembangan kakak telpon lagi ya !" ucap Mega
" Baik kak, salam untuk ayah sama Niken !"
" Iya..nanti kakak sampaikan !" jawab Mega
Lalu pembicaraan pun terputus
Gita membaringkan tubuhnya dan berusaha untuk memejamkan matanya dan mungkin karena kelelahan tidak berapa lama Gita pun tertidur pulas dengan mata masih sembab
Gita nampak membawa tas besar ketika memasuki ruang kerjanya dan membuat Dedi keheranan
Dedi memang sering melihat Gita bawa tas besar setiap hari Jumat tapi tas yang sekarang Gita bawa lumayan besar
" Lu mau pindahan Ta ?" tanya Dedi
" Enggak kok ini cucian kotor mau dibawa ke laundry kebetulan ada seprei sama gordyn jadi banyak !" jawab Gita sambil nyengir
" Males amat sih perawan nyuci aja mesti nyuruh orang !" ucap Dedi sambil duduk di mejanya
Gita hanya tersenyum tidak menanggapi ucapan Dedi sambil meletakan tas nya di belakang tempat duduknya
Gita meregangkan tubuhnya yang terasa pegal karena seharian duduk di depan komputernya nya mempersiapkan laporan bulanan yang harus ia serahkan ke pak Wisnu tujuh hari kedepan
Gita melirik arloji nya dan ternyata sudah jam tiga sore, masih ada dua jam sebelum jam kerjanya selesai, lalu Gita pun kembali memeriksa pekerjaan nya siapa tau ada yang terlewat
Sedang asik nya Gita dan Dedi memandang layar monitor tiba-tiba nampak seseorang memasuki ruangan nya
Serentak Gita dan Dedi mengangkat kepalanya memandang orang yang sedang berdiri di hadapan mereka dan seketika wajah keduanya terlihat pucat
" Tu..tuan !" ucap Dedi sambil berdiri
" Saya mau lihat laporan hari ini !" ucap Kei pada Gita mengabaikan Dedi yang masih terpaku berdiri ditempatnya
" Iya tuan ..nanti saya print out !" jawab Gita
" Tidak usah cukup perlihatkan layar monitor mu !" jawab Kei
Kei berjalan ke belakang kursi Gita dan ia memegang kursi yang Gita duduki dengan kedua tangan nya dan sedikit mencondongkan tubuhnya sehingga dadanya menyentuh kepala Gita
Dedi yang melihat adegan itu segera mengambil ponselnya lalu mengabadikan moment tersebut tanpa diketahui oleh Kei
Sedangkan Gita yang berada dalam rengkuhan Kei nampak gemetar dan menahan napasnya karena takut jika ia bernapas maka kepalanya akan semakin menekan dada Kei
Pak Wisnu yang baru saja keluar dari ruangan nya nampak terkejut melihat adegan dihadapan nya
Ia bingung apa yang harus ia lakukan antara masuk lagi ke ruangan nya atau keluar menemui majikan nya yang nampak tengah asik memandang layar monitor dengan Gita yang terkurung di bawahnya
Gita merasa lega ketika Kei menegak kan kembali tubuhnya lalu dengan santai nya melihat ke arah pak Wisnu yang masih terpaku ditempatnya
" Sepertinya aku akan sering mengecek stock barang di gudang karena beberapa hari ke depan akan ada kenaikan permintaan !" ucap Kei pada Wisnu
" Oh iya...tentu saja tuan akan saya perhatikan dan akan saya siapkan laporan harian dimeja anda !" jawab pak Wisnu
" Tidak usah ...biar aku langsung kesini saja !" jawab Kei sambil menatap ke meja Gita yang masih nampak pucat
Lalu tanpa berkata apa-apa lagi Kei pun keluar dari ruangan tersebut sedangkan ketiga orang yang berada disana seperti terhipnotis oleh kejadian yang baru saja mereka alami