Just For Escape

Just For Escape
Bab 53



Ray nampak gelisah diruang kerjanya ketika Adam memberi tau jika anak buahnya mendapatkan informasi mengenai Shinta


" Bagaimana Adam apa dia sudah sampai ?" Ray bertanya sambil berjalan mondar mandir di ruang kerjanya


" Maaf tuan mungkin sebentar lagi sampai " jawab Adam berusaha menenangkan majikannya


" Apa dia mengatakan hal lainnya ?"


" Tidak tuan, dia hanya bilang jika sudah bertemu dengan orang yang membantu kelahiran nyonya "


" Ya Tuhan aku harap mereka berdua baik- baik saja !"


Tiba-tiba ponsel Adam berdering


" Ya ?"


" Oke langsung ke atas !"


Perintah Adam pada orang yang baru saja menghubungi nya


Adam langsung berdiri menuju pintu ruang kerja Ray ia pun sudah tidak sabar menunggu kedatangan anak buahnya itu


Tidak berapa lama terlihat Adam berjalan diikuti oleh kepala pelayan dan seorang pria yang nampak kelelahan sepertinya ia langsung menuju kediaman majikannya untuk segera memberikan informasi yang sangat penting setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh


" Bagaimana ?!" tanya Ray padahal orang itu baru saja memasuki ruangannya


Adam mengerti dengan kondisi yang dialami anak buahnya juga majikannya


Lalu tanpa banyak bicara Adam menyuruh anak buahnya duduk di hadapan Rey dan Adam pun membukakan sebotol air mineral yang di bawa oleh pelayan tadi dan meletakan dihadapan anak buahnya


" Minum dulu aku tau kamu lelah " ucap Adam


" Terima kasih tuan " jawab pria itu lalu menenggak air mineral itu hingga tersisa sedikit


Sedangkan Ray diam saja ia pun mengerti jika orang dihadapan nya itu masih lelah tapi ia pun tidak sabar untuk segera mengetahui kabar mengenai anak dan istrinya


" Jadi begini tuan, saya berusaha melacak masa lalu ibu tiri anda dan ternyata benar dugaan anda jika mantan suaminya masih ada tinggal disebuah kampung "


" Saya pun mendatangi kampung tersebut dan mencari alamat orang yang bernama Rustam dan ternyata tidak begitu sulit tuan karena reputasinya yang jelek membuat ia lumayan terkenal "


" Tapi ketika saya mendatangi rumahnya ternyata rumahnya sudah berpindah tangan dan menurut tetangganya Rustam sudah lama meninggal dunia karena overdosis "


" Tapi sewaktu saya memperlihatkan foto nyonya Shinta tetangga itu mengatakan jika nyonya memang pernah tinggal di rumah Rustam dan di akui sebagai keponakannya "


" Lalu apa yang terjadi dengan Shinta ?!" Ray nampak semakin tidak sabar mendengar cerita anak buahnya


" Maaf tuan ... sepertinya Rustam meninggalkan nyonya dirumah itu sendirian hingga nyonya melahirkan dibantu seorang dukun beranak "


" Saya pun kembali mencari keberadaan dukun beranak itu yang ternyata sudah meninggal juga tuan tapi salah satu anaknya ada yang menjadi bidan desa dan saya pun mencari nya yang ternyata ia tinggal di desa lain "


Pria itu menarik napas dalam beberapa kali berusaha menangkan hatinya karena sebentar lagi ia harus menceritakan hal yang pasti akan membuat majikanya shock


" Setelah beberapa hari akhir nya saya menemukan tempat tinggal bidan desa tersebut dan ketika saya memperlihatkan foto nyonya bidan desa itu langsung mengingat nyonya "


" Lalu apa dia mengetahui keberadaan anak dan istri ku ? cepat katakan !" teriak Rey sambil mencondongkan tubuhnya ke depan


" Ma..maf tuan .... menurut cerita bidan desa tersebut nyonya datang dalam kondisi memprihatinkan, tubuh nyonya sangat kurus dan kekurangan gizi hingga ketika melahirkan beliau mengalami pendarahan hebat !"


Mendengar hal itu seketika wajah Rey pucat, tangannya gemetar dan nampak ia menahan bulir air mata yang sudah berada di pelupuk mata


nya


" La..lalu apa yang terjadi ?" tanya Rey dengan suara bergetar


" Nyonya melahirkan seorang anak perempuan tuan tapi kondisi nyonya semakin buruk hingga akhirnya nyonya ..meninggal dunia " pria itu berucap dengan terbata karena ia tau betapa tuannya sangat mencintai istrinya


Wanita yang di carinya selama lebih dari dua puluh tahun ternyata hanya tinggal namanya saja


Rey meraung sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya


Adam hanya bisa menepuk bahu majikanya, mencoba memberi kekuatan dan ketenangan


Adam pun tidak bisa menahan kesedihannya apalagi ia tahu persis apa yang selama ini tuannya alami


Sedangkan kepala pelayan yang sejak tadi berdiri di dekat pintu pun nampak terisak tidak menyangka jika majikannya akan bernasib seperti ini


Setelah beberapa saat akhirnya tangis Rey pun mereda walau tersisa sedikit Isak yang bisa ia kendalikan


Rey meneguk teh yang di sajikan pelayan setianya dan menyeka air matanya sambil menarik napas dalam-dalam


" Lalu dimana anak ku ? kenapa kamu tidak membawanya ?" tanya Rey sambil melihat ke sekitar


" Maaf tuan....menurut cerita bidan desa itu kebetulan ketika nyonya melahirkan ternyata ada seorang wanita yang sama-sama melahirkan juga tetapi anaknya meninggal karena lehernya terlilit plasenta "


" Dan pada saat itu nyonya meminta wanita tersebut untuk mengurus putrinya karena ia merasa sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi dan tidak punya siapa-siapa "


" Akhirnya wanita tersebut bersedia menerima putri anda sebagai pengganti bayi nya yang baru meninggal, wanita itu lalu membawanya entah kemana karena ternyata wanita itu sedang dalam perjalanan, tapi sebelum nyonya meninggal beliau sudah memberi nama Putri anda dengan nama Maharani "


Rey kembali menunduk kan kepalanya ternyata setelah ia kehilangan istrinya keberadaan anak nya pun masih belum ia ketahui


" Apa kamu tau dimana anak ku berada ?" tanya Rey sambil menatap pria dihadapannya


" Bidan desa itu memberi saya nama sepasang suami istri dan sebuah alamat tapi ketika saya datangi ternyata mereka sudah pindah karena alasan pekerjaan "


" Sekarang saya masih menunggu informasi dari anak buah saya yang lain yang saya suruh mencari informasi ke perusahaan tempat nya bekerja "


" Baik lah aku harap secepatnya kamu memberiku kabar baik !"


" Baik tuan saya akan berusaha sekuat tenaga saya dan satu lagi tuan kemarin saya menyempatkan diri untuk mendatangi makam nyonya dan saya pun mengambil beberapa foto nya " ucap pria itu hati-hati


Rey menerima amplop coklat dari pria itu lalu membukanya dengan tangan gemetar


Terlihat sebuah makam tua yang tidak terawat dengan rumput tinggi yang memenuhi area makam juga nisan yang sudah rusak termakan usia


Tapi masih terlihat beberapa huruf yang bertuliskan Shinta


Rey kembali terisak sambil memeluk foto itu tersebut di dadanya


Ia tidak menyangka jika Shinta sudah pergi mendahuluinya


Melihat tuannya yang masih berduka Adam pun mengajak anak buah nya meninggalkan ruang kerja Rey


Setelah sampai diluar Adam pun memberikan sebuah amplop kepada anak buahnya


" Kerja bagus istirahat lah sebentar tengok anak istri mu !"


" Terima kasih banyak tuan, saya pulang dulu tapi kalau ada informasi saya langsung bergerak !" jawab pria itu penuh semangat


" Aku tunggu kabar baik nya !"


" Baik tuan kalau begitu saya permisi "


Lalu pria itu pun pergi meninggalkan kediaman Reynald diantar kepala pelayan menuju halaman dimana sebuah mobil sudah menanti nya


Adam memandang pintu ruang kerja tuannya, ia sengaja tidak kembali masuk untuk memberi waktu kepada tuannya untu berduka


Aku harap nona muda segera ditemukan agar bisa mengobati duka tuan Rey


Gumam Adam sambil melangkah kan kakinya menjauh dari ruang kerja Reynald