Just For Escape

Just For Escape
Bab 57



Rey berdiri lalu mengedarkan pandangannya berharap masih bisa menemukan sosok Miss Lily yang tadi ia lihat


" Apa kamu tadi melihat kemana ia pergi ?" tanya Rey pada Adam yang masih melihat ke sekeliling area restoran


" Maaf tuan saya tidak melihatnya karena saya fokus pada pelayan yang membawa makanan tadi"


" Iya aku juga tidak menyadari jika Miss Lily dan pasangannya sudah pergi " jawab Rey penuh sesal


" Ya sudah lah mungkin besok kita bisa bertemu " ucap Rey lagi


" Mungkin kalau handphone nya masih aktif kita bisa menghubunginya " jawab Adam sambil memandang nomor yang sudah lama tidak aktif lagi entah kenapa


" Iya aku juga penasaran " ucap Rey sambil duduk kembali menghadap hidangan yang sudah tersaji sejak tadi dan mungkin sudah mulai dingin


Tidak lama kemudian Adam serta Rey mulai menyantap makan malam mereka dengan pikiran berkecamuk seputar anak kandung Rey yang belum ditemukan juga pertemuan dengan Gita yang tidak mereka sangka


Sementara itu Gita sudah berganti pakaian dengan piyama merah mudanya yang bergambar kucing


Kei menyuruhnya agar langsung tidur mengingat ia tidak istirahat sama sekali selama di perjalanan


Gita merebahkan tubuhnya di kasur empuk dengan selimut tebal


Gita membayangkan harga permalam kamar yang ditempatinya mungkin setara dengan gaji satu bulan dirinya mengingat fasilitas dan luasnya kamar yang ia tempati


tapi Kei bilang bahwa ini adalah fasilitas yang berhak Gita nikmati karena keberadaan Gita di sini untuk bekerja menyiapkan semua kebutuhan Kei seperti biasanya


Dan pada akhirnya Gita hanya bisa mengangguk kan kepalanya tanpa banyak bertanya lagi


Entah karena kasurnya yang begitu nyaman atau memang karena lelah tidak lama kemudian Gita sudah tertidur pulas di bawah selimut tebal sambil memeluk bantal guling


Sedangkan Kai nampak sedang bersandar di kepala tempat tidurnya sambil memandang foto-foto Gita yang ternyata memenuhi galeri ponselnya


Tapi ada satu dua buah foto yang Kei ambil tanpa Gita sadari yang menjadi favorit nya yaitu ketika Gita sedang duduk di balkon sambil memeluk lututnya dengan rambut tergerai indah dipermainkan angin


Dan satu lagi ketika Gita tertidur di sofa dengan rambut terburai dan baju berleher rendah nya sedikit melorot hingga memperlihatkan tulang selangkanya membuat Kai terpaku dan memandang wajah Gita cukup lama hingga kei memutuskan untuk mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponselnya


Tapi ada satu moment yang hingga kini membuat Kei sering panas dingin ketika tanpa sengaja Kei menyaksikan Gita mengganti pakaian nya melalui celah pintu yang sedikit terbuka dan Kei telah melihat seluruh tubuhnya tanpa Gita sadari


Kei memejamkan matanya dan berfikir mengenai niatnya untuk mengutarakan isi hatinya pada Gita di pantai nanti


Tapi Kei merasa khawatir jika Gita menolaknya dan memutuskan untuk menjauh darinya


Apa yang harus aku lakukan, apa sebaiknya aku tunda dulu ? tapi sampai kapan ? aku tidak mau menunggu tanpa kepastian tapi aku juga belum siap untuk kecewa


Gumam Kei dalam hati dengan mata masih terpejam sambil memeluk foto Gita di ponselnya hingga akhirnya Kei pun tertidur


Pagi hari Gita nampak sibuk menyiapkan keperluan Kei yang masih berada di kamar mandi


Pakaian kerja, sarapan hingga berkas yang akan Kei bawa ke pertemuan nanti sudah Gita siapkan


Gita bergegas keluar dari kamar Kei karena tidak.mungkin jika ia menyaksikan Kei memakai pakaiannya di depan Gita


Setelah beberapa saat Kei pun menelpon nya agar masuk ke kamarnya untuk sarapan


Mereka duduk berhadapan sambil menikmati sarapannya


" Gita mungkin kamu aku tinggal cukup lama hingga sore nanti, tapi nanti siang aku usahakan makan siang bersamamu " ucap Kei sambil menyuapkan sarapannya


" Iya tuan tidak apa saya mungkin akan jalan-jalan di sekitar hotel saja " jawab Gita sambil tersenyum


" Oke tapi jangan terlalu lama ya dan ingat jangan keluar dari area hotel !" perintah Kei lagi pada Gita


" Baik tuan " jawab Gita patuh


Gita mengantarkan Kei sampai depan pintu kamarnya hingga Kei masuk ke dalam lift setelah Gita merapihkan kembali penampilan Kei agar tidak memalukan ketika bertemu dengan rekannya yang lain


Kei memasuki sebuah aula dimana beberapa orang sudah berkumpul


Ini pertama kalinya Kei mengikuti pertemuan antar pengusaha otomotif yang biasanya di hadiri oleh ayahnya


Kei menuju meja dengan nama perusahaan nya lalu meletakan tas kerjanya di kursi


Kei menuju meja panjang yang menyajikan berbagai minuman dengan seorang pelayan yang siap membantunya


" Selamat pagi tuan ada yang bisa saya bantu ?" tanya pelayan itu ramah


" Tolong buatkan kopi " ucap Kei sambil berdiri di depan sebuah mesin pembuat kopi


Si pelayan pun segera membuatkan apa yang Kei ingin kan


Kei mengambil cangkir kopi itu dari tangan sipelayan tanpa lupa mengucapkan terimakasih


Lalu Kei berjalan mendekati beberapa pria paruh baya yang sedang berbincang sambil diselingi tawa


" Selamat pagi tuan semuanya saya harap kehadiran saya tidak mengganggu anda-anda semua " sapa Kei sambil tersenyum ramah pada semua pria yang berdiri di sana


" Oh tentu saja tidak anak muda,.kami orang -orang tua ini hanya sedang bernostalgia saja, anda dari perusahaan mana ? apa anda anggota baru ?" tanya pria yang nampaknya seusia dengan ayah nya Kei


" Saya memang baru pertama kali mengikuti acar ini tapi perusahaan saya bukan anggota baru, kenalkan saya Kei Izumi putra dari Yoshihiro Izumi !" ucap Kei sambil mengulurkan tangannya menjabat semua pria yang berdiri di sana


" Oohh...ya ampun pantas saja aku merasa familiar dengan wajah mu, kemana pak tua itu ? dia baik-baik saja kan ?!" ucap salah satu pria yang berdiri di kanan Kei sambil menepuk-nepuk bahu Kei


" Ayah baik-baik saja sekarang beliau berada di kantor pusat karena sesuai aturan dari para tetua jika saya harus menggantikan posisi ayah !" jawab Kei


" Iya...iya aku tau dengan peraturan di klan Yoshihiro dimana anak lelaki akan menjadi penerus jika ayah mereka sudah berusia lima puluh tahun, tapi tidak dengan anak perempuan !" jawab pria tadi


" Aahh...aku baru sadar kalau ternyata usia ku sudah melebihi lima puluh tahun !" ucap salah satu dari mereka sambil menggelengkan kepala dengan wajah sedih


" Hah...ternyata kau baru sadar memangnya kamu tidak pernah bercermin ? lihat lah uban dan kerutan di wajahmu itu !" jawab salah satu diantara mereka yang di sahuti dengan gelak tawa para pria lainnya begitu juga dengan Kei


Para peserta lain mulai berdatangan dan diantara mereka nampak seorang pemuda yang tidak lain adalah Arga turut bergabung dengan peserta lainnya


Walaupun Arga hanya memiliki perusahaan kecil tapi karena masih berhubungan dengan industri otomotif maka ia pun menjadi salah satu anggotanya


Tidak lama terdengar pembawa acara mengatakan jika ketua umum para pengusaha otomotif itu sudah tiba dan acara pun akan segera di mulai


Orang-orang yang tadi bergerombol atau sedang menikmati minuman mereka segera menuju meja nya masing-masing


Arga duduk bersama dengan para pengusaha lainnya yang sebagian memang sudah ia kenal


Arga mengedarkan pandangannya hingga ia melihat Kei yang duduk agak jauh dari mejanya tapi masih bisa ia lihat dengan jelas


Aahh...itu gebetannya si Luna,.mesti gue kabarin nih ! si Luna pasti seneng !


Gumam Arga sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah Kei yang tengah duduk dengan tenang


Sementara itu Luna yang tengah memeriksa data lemburan para karyawan nampak kaget ketika terdengar ponselnya berdering


Luna hendak mengangkatnya tapi ternyata nada dering itu berhenti


Luna segera membuka pesan dari Arga tersebut dan seketika Luna membelalakkan matanya


Terlihat foto Kei tengah duduk dengan wajah fokus ke arah depan dan di tepat di bawahnya terlihat pesan dari Arga


Gebetan lu tuh, kayaknya doi nginep, sapa tau lu mau nemenin !


Tulis Arga dengan emoticon mata berkedip sebelah


Siap !! meluncur


Balas Luna tanpa membuang waktu, Luna segera mengajukan cuti satu hari untuk besok dan untuk hari ini ia akan izin pulang cepat


Setelah mendapatkan izin Luna segera menuju apartemen nya mengambil pakaian ganti lalu ia segera menuju terminal bus biar nanti ia pulang bareng Arga pikirnya


Sementara itu seorang pria yang tidak lain adalah Rey duduk di meja depan menghadap para anggota asosiasi pengusaha otomotif yang kebetulan ia adalah ketua umumnya


Kebanyakan mereka yang hadir adalah para produsen spareparts sedangkan Rey adalah pemilik beberapa pabrik otomotif mulai dari mobil keluarga hingga mobil pengangkut berukuran besar


Satu persatu acara berjalan hingga pada waktunya pemilihan ketua umum baru yang sedikit riuh karena perbedaan pendapat dan beberapa calon yang sudah dijagokan oleh para pendukungnya akhirnya kalah karena kebanyakan dari mereka lebih memilih Rey kembali menjadi ketua


Acara tertunda untuk acara makan siang, Kei bergegas keluar dari ruangan itu menuju tempat yang lebih tenang


Kei mencoba menghubungi Gita menggunakan ponselnya dan tidak lama kemudian terdengar suara Gita menyapanya


" Iya tuan !"


" Kamu sudah makan ?"


" Belum tuan !"


" Oke tunggu di kamar ku kita makan di sana saja !"


" Baik tuan "


Lalu sambungan pun terputus dan Kei bergegas menuju kamar nya


Gita memakai celana putih selutut dipadu dengan kaus lengan pendek warna biru muda


Gita duduk di sofa yang terdapat di kamar Kei sambil menonton televisi setelah Kei menelponnya agar ia menunggunya disana


Tidak berapa lama Kei pun masuk ke kamarnya dan Gita pun segera berdiri menyambutnya


" Apa acaranya sudah selesai tuan ?" tanya Gita sambil menerima jas dari tangan Kei


" Belum... istirahat makan siang dulu setelah itu aku ke sana lagi !" jawab Kei sambil duduk di sofa


Gita langsung membuatkan secangkir kopi untuk Kei sambil menunggu makan siang mereka


" Kopinya tuan " ucap Gita sambil meletakan secangkir kopi di meja dihadapan Kei


" Oh iya terima kasih, tunggu sebentar lagi makanan nya datang " ucap Kei sambil menyeruput kopi yang di sajikan Gita


Benar ucapan Kei tidak lama kemudian pintu kamar Kei diketuk dan seorang pelayan masuk sambil membawa troli berisi beberapa macam makanan yamg menggugah selera


" Silahkan di nikmati hidangan nya tuan..nyonya !" ucap pelayan itu ramah sambil berjalan menuju pintu


" Oke terima kasih " jawab Kei sambil tersenyum mendengar pelayan itu memanggil Gita nyonya yang berarti pelayan itu menganggap Gita adalah istri nya


Sedangkan Gita yang dipanggil nyonya hanya terdiam dan tersenyum kaku dan terlihat gugup


Seperti biasa Gita melayani Kei dengan mengambilkan nasi dan lauk nya baru kemudian ia mengambil untuk dirinya sendiri


Lalu mereka makan sambil berbincang ringan


" Tuan apa nanti sore saya boleh jalan-jalan di taman yang berada di samping hotel ?" tanya Gita


" Tentu saja tapi seperti yang tadi pagi aku bilang jangan sampai keluar dari area hotel, bukan apa-apa aku hanya takut kau tersesat saja " Jawab Kei sambil menyeka mulutnya dengan tisu


" Baik tuan saya hanya akan duduk-duduk di taman saja menikmati angin sore "


" Ya sudah kalau begitu aku tinggal lagi ya dan ini..kalau kamu mau membeli sesuatu " ucap Kei sambil memberikan sepuluh lembar uang seratus ribuan ke tangan Gita


Gita terpaku memandang lembaran uang di tangannya dan belum sempat Gita berkata Kei sudah menghilang di balik pintu kamar nya


Gita nampak segar setelah bangun dari tidur siangnya lalu mandi dan sekarang ia berada di taman di samping hotel


Gita duduk disebuah kursi taman sambil membaca sebuah buku novel yang sengaja ia bawa untuk mengusir kejenuhan ya menunggu Kei


Gita memakai rok lebar sebetis dengan atasan bertali kecil warna mocca sehingga memperlihatkan bahunya yang putih apalagi Gita juga menyampirkan rambut panjang nya ke samping sehingga mengekspose tengkuknya yang di tumbuhi bulu-bulu halus


Beberapa pengunjung yang sengaja melewati taman tersebut menatap Mega tanpa berkedip, bahkan ada salah satu pengunjung yang hampir jatuh karena terlalu fokus pada Gita hingga ia tidak menyadari adanya undakan di depannya


Sedangkan Gita tetap fokus pada buku ditangannya, ia tidak menyadari efek dari kehadirannya di taman tersebut


Sementar itu di lantai dua tempat dimana acara baru saja selesai nampak beberapa pria berbincang di samping jendela kaca yang langsung mengahdap ke taman


Dan salah satu pria itu melihat sosok Gita yang tengah asik membaca dan seketika terjadi keributan kecil ketika beberapa pria berebut ingin melihat apa yang pria itu lihat


Seketika itu juga terdengar gumaman dan pujian keluar dari mulut para pria itu malah sebagian mulai mengabadikan Gita dengan kamera ponselnya dimana Gita yang duduk dengan satu kaki menumpang ke kaki satunya lagi nampak fokus membaca


Mungkin merasa ada yang memperhatikan Gita mengangkat kepalanya lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh taman dan tiba-tiba terdengar suara riuh dan suara kaca yang di ketuk dari lantai atas


Seketika Gita menengadahkan kepalanya menatap ke asal suara dan seketika itu juga rangkaian cahaya Blitz dari kamera ponsel menerpa wajah Gita dan terlihat beberapa pria nampak berdesakan melihat ke arahnya sambil melambaikan tangan dan ada juga yang memberinya kiss by hingga membuat Gita langaung menutup wajahnya dengan buku dan hanya menyisakan matanya saja yang masih menatap ke atas


Mereka itu kenapa sih ? apa jangan-jangan ada yang salah dengan penampilan ku


Gumam Gita tanpa melepaskan buku dari wajahnya


Sementara itu Kei yang masih berbincang dengan tuan Rey juga Adam merasa penasaran dengan suara ribut-ribut yang berasal dari luar aula


Mereka bergegas menuju keluar dimana beberapa pria nampak berdesakan di jendale kaca sambil mengucapkan kata-kata pujian


Rey mengerutkan keningnya,.ia menatap Adam dan sepertinya Adam mengerti arti dari tarapan majikannya itu


" Ekheemm....maaf tuan - tuan apa ada yang saya lewatkan ?" tanya Adam dengan suara cukup kencang


Orang - orang yang mendengar suara Adam langsung menoleh dan ketika melihat siapa yang berada dibelakang mereka serta merta satu persatu mulai menyingkir dan memberikan akses pada Adam agar bisa melihat apa yang mereka lihat


Adam berjalan mendekati jendela kaca tersebut di ikuti oleh Kei yang merasa penasaran juga dan seketika mata kedua pria beda jaman itu membeliak ketika melihat Gita yang berdiri sambil membawa sebuah buku di tangannya terlihat mengibaskan rambutnya ke kiri dan ke kanan lalu dengan langkah gemulai berjalan meninggalkan area taman


" Miss Lily !!"


" Gita !!"


Gumam mereka bersamaan


Tanpa berfikir panjang Kei langsung berlari menuju kamarnya, ia menyalahkan dirinya yang sudah mengizinkan Gita bermain ditaman dan melihat efek yang ditimbulkan