Just For Escape

Just For Escape
Bab 31



Arga nampak menatap kepergian Gita setelah Adam dan Rey meninggalkan nya


Begitu besar ke ingin tahuan Arga akan kedekatan antara Rey, Adam dan Gita


" Bro lu liatin siapa sih ?"


" Akh itu ... biasa BO !" jawab Arga sambil mengedipkan sebelah matanya


" Kok lu bisa tau sih ?" tanya teman nya penasaran


" Kebetulan barusan gue nguping, baru di booking semalam !" jawab Arga sambil tersenyum sinis


" Lu mau booking juga !" tanya temannya


" Lihat saja nanti !" jawab Arga setelah terdiam beberapa saat


Temannya hanya tertawa melihat Arga yang tidak canggung sedikitpun ketika membahas soal kebiasaan buruknya


Lalu mereka pun melanjutkan pembicaraan mengenai kerjasama bisnis yang sedang mereka jalani


Gita berjalan di tepi kolam renang yang terlihat di kunjungi beberapa tamu hotel


Gita membuka handuk kimono nya dan terlihat tubuh Gita yang mengenakan baju renang one piece


Gita menggulung rambutnya lalu meletakan handuk kimono nya di sebuah kursi santai di pinggir kolam


Setelah melakukan sedikit peregangan Gita pun menceburkan dirinya ke kolam renang lalu berenang dengan beberapa gaya yang ia kuasai


Beberapa pasang mata melihat kelincahan Gita di kolam renang juga kecantikan Gita yang membuat mereka tidak bisa berpaling


Setelah dirasa cukup akhirnya Gita pun keluar dari dalam kolam renang dengan napas ngos-ngosan


Ternyata sudah lama tidak berenang membuat napas ku terasa berat


Gumam Gita mengatur napasnya sambil duduk dengan berbalut handuk kimono nya


Gita melihat jam yang menempel di dinding ternyata sudah jam empat lewat tiga puluh, Gita pun bergegas kembali ke kamarnya untuk membereskan pakaian nya karena sebentar lagi ia akan cek out


Gita menaiki lift menuju kamarnya di lantai delapan, dan ketika Gita keluar dari lift terlihat Arga berdiri didepan pintu lift yang ia naiki


Gita pun mengangguk kan kepalanya lalu berjalan keluar dari lift melewati Arga yang berdiri didepan nya


" Sebentar saya ada perlu !" ucap Arga sambil meraih tangan Gita


Gita langsung berhenti dan membalik kan badannya menghadap Arga sambil berusaha menarik tangannya yang berada dalam genggaman Arga


" Ada apa ya mas !" tanya Gita


" Apa nanti malam kamu free ?" tanya Arga


" Maaf mas sebentar lagi saya cek out !" jawab Gita


" Kalau begitu kamu tinggal pindah ke kamar ku !" jawab Arga penuh percaya diri


Mendengar jawaban Arga membuat Gita mengerutkan keningnya tidak mengerti


" Maksudnya apa ya mas ?"


" Kamu gak usah pura-pura Ta, aku tau kok kerjaan kamu !" jawab Arga sambil mengusap pipi Gita


Mendapat perlakuan seperti itu Gita langsung menarik tangannya dan mundur beberapa langkah menghindari tangan Arga yang hendak menjamahnya


" Maaf mas seperti mas salah faham !" ujar Gita


" Udah lah kamu gak usah munafik ! tinggal bilang aja berapa tarif mu semalam ?" ucap Arga sambil melangkah mendekati Gita


" Maaf mas seperti nya mas salah orang !" jawab Gita lagi masih berusaha bersikap sopan


" Kamu so' jual mahal banget sih ! memang nya berapa tuan Rey membayar mu aku juga mampu !" ucap Arga dengan kesal karena Gita menolaknya


Gita semakin faham jika Arga salah mengartikan kerjasamanya dengan Rey


" Maaf mas saya bukan wanita seperti itu, sebaiknya mas cari wanita lain saja ! permisi !" jawab Gita sambil berlari menuju kamarnya


" Sial !!" teriak Arga sambil memukul tembok di samping nya menatap kepergian Gita


Sekarang kamu bisa lolos tapi lihat saja aku pasti bisa memiliki mu


Geram Arga sambil mengepalkan kedua tangannya lalu berjalan memasuki lift menuju bar yang berada di roof top


Sementara itu Irwan masih termenung di kamarnya sambil memperhatikan barang-barang yang ia temukan


Ia masih belum mengerti bagaimana barang-barang itu bisa berada di dalam rumahnya


Pratiwi tidak mungkin pemiliknya karena melihat dari usia barang-barang tersebut sepertinya sebelum Pratiwi menikah dengan nya


Dan ia pun merasa jika Sari tidak pernah membicarakan tentang kotak tersebut selama hidupnya jadi kotak ini milik siapa ?


Begitu banyak pikiran yang berkecamuk di kepala Irwan, lalu dengan susah payah Irwan pun memasukan kembali barang-barang tersebut ke dalam kotak dan menyimpannya di tempat semula


Aku yakin barang-barang itu milik seseorang yang ada sangkutannya dengan keluarga ku dan aku yakin suatu saat nanti semuanya akan terungkap dan ku harap hanya cerita bahagia yang akan menyertainya


Gumam Irwan dalam hati sambil menutup pintu lemari tersebut lalu menuju tempat tidurnya untuk sekedar mengistirahatkan tubuh dan pikirannya


Hingga jam menunjukan pukul tujuh tiga puluh Gita pun bergegas memakai kaus seragam pegawai kebersihan nya


Gita pun bergegas menuju ojek online yang sudah menantinya di halaman sambil mengigit roti sandwich yang tinggal separuh


" Mau ngabisin sarapan nya dulu apa langsung jalan mbak ?" tanya Abang ojeknya


" Langsung jalan aja bang !" jawab Gita sambil duduk dibelakang bang ojek


" Oke siap mbak !" jawab bang ojek sambil menjalankan motornya


Setelah beberapa saat Gita pun sampai dihalaman kantor majikan nya


" Ayo Git sebentar lagi kita berangkat !" ajak salah satu temannya


" Iya kak !" jawab Gita sambil mengikuti seniornya ke dalam kantor untuk absen


Gita sangat bersyukur ketika harus menggantikan temannya yang sakit karena status nya yang hanya harian lepas dimana ia akan dibayar sebanyak ia masuk kerja


Dan sebagai karyawan baru ia hanya mendapat jatah jika ada karyawan lama yang tidak masuk atau banyaknya kamar yang harus dibersihkan


Tapi apapun itu Gita tetap bersyukur karena bagi


Gita sekecil apapun penghasilannya harus tetap di syukuri


Gita nampa menurunkan alat-alat kebersihan nya bersama teman-teman nya yang lain


Lalu seorang pria nampak mengatur pembagian kamar yang harus mereka bersihkan termasuk Gita yang sudah tidak memerlukan pendamping


Gita berdiri didepan pintu apartemen sambil memegang selembar surat yang berisi nama pemilik dan no unit apartemen dan Gita pun harus meminta tandatangan pemilik untuk bukti jika ia sudah melakukan tugasnya


Gita sekali lagi membaca no unit dan nama pemiliknya untuk memastikan jika ia tidak salah kamar


Setelah di rasa yakin benar Gita pun memijit bel lalu menunggu beberapa saat sambil melihat kanan dan kirinya dimana beberapa temannya melakukan hal yang sama


Tidak berapa lama terdengar suara kunci diputar dan sesosok pria dengan muka bantal dan rambut acak-acakan sambil memeluk guling nampak berdiri dihadapannya


Gita langsung memasang senyum terbaiknya sambil menyapa si pemilik


" Selamat pagi tuan sa.....!" ucap Gita tanpa melanjutkan sapaannya setelah melihat dengan jelas pria yang berdiri di depan nya


Sedangkan Kai yang baru bangun pun hanya memandang Gita dengan pandangan heran hingga mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan jika yang dihadapan nya benar- benar Gita salah satu karyawan nya


" Maaf tuan sepertinya saya salah tempat !" ucap Gita sambil membungkuk kan badan nya lalu berbalik meninggalkan Kei yang masih bingung


Gita setengah berlari menuju salah satu temannya yang masih menunggu di bukakan pintu


" Ada apa ?" tanya nya


" Ini kak sepertinya saya salah tempat kok nama pemiliknya berbeda dengan penghuni nya ?" tanya Gita sambil menyerahkan selembar kertas dari tangan nya


wanita itu kalau memeriksa kertas yang Gita sodorkan dan melihatnya


" Kamu gak salah sepertinya ini nama penghuni lama, coba kamu tanya apa dia pemilik baru !" terang nya


" Oh gitu ya Kak, terima kasih ya Kak !" jawab Gita


" Iya sama-sama !"


Lalu Gita pun kembali ke depan ke hadapan Kai yang hanya diam dan memandang nya sejak ia bertanya pada temannya hingga akhirnya Gita kembali ke hadapan nya


" Maaf tuan apa anda tinggal di sini ?" tanya Gita


Kei tidak menjawab hanya mengangguk kan kepalanya saja sebagai jawaban tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Gita


" Oh kalau begitu saya di tempat yang benar maaf tuan saya petugas yang akan membersihkan apartemen anda ini surat tugas saya !" ucap Gita dengan berusaha sekuat tenaga untuk bersikap tenang


Kei menerima surat tugas dari tangan Gita lalu membacanya sekilas lalu tanpa berkata sepatah pun Kei membuka pintu apartemen nya lebih lebar dan menggeser tubuhnya ke pinggir agar Gita bisa masuk


Melihat apa yang dilakukan Kei Gita pun langsung memasuki apartemen Kei lalu berdiri di ruang tamu yang cukup luas dengan perabotan standar


Sedangkan Kei setelah menutup pintu lalu berjalan ke arah kamarnya melewati Gita begitu saja tanpa melupakan bantal guling di pelukannya


Begitu sampai di kamarnya tanpa lupa menutup pintu Kei berdiri di depan tempat tidurnya lalu tiba-tiba Kei tersenyum bahagia sambil menutup mulutnya dengan bantal guling


Kei pun seperti anak kecil loncat-loncat kegirangan sambil melihat surat tugas dengan nama dan foto Gita tertera di sana


Ternyata semesta sedang berpihak kepadaku, orang yang aku coba dekati sekarang ada dihadapan ku


Gumam Kei sambil berjalan ke arah tempat tidurnya dimana sebuah cermin besar terpasang di sana dan seketika wajah Kei nampak pucat


Kei ter lonjak kaget ketika melihat penampilan nya yang sangat kacau


Kai melihat jika ia hanya memakai kaos oblong dan celana pendek dengan rambut acak-acakan dan wajah dengan garis garis bekas bantal juga bantal guling dalam pelukan nya belum lagi di ujung matanya terlihat ada kotoran dan di ujung bibirnya ada garis putih memanjang hingga ke pipi


Ya ampun !! apa yang ada dipikiran Gita yang melihatku dengan penampilan seperti ini


Gumam Kei sambil bergegas memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya


Aku tidak percaya jika yang ada di hadapanku barusan adalah tuan bos yang terkenal dingin dan kejam, terlihat dingin dan kejam dari mananya yang ada juga terlihat seperti anak kecil


Gumam Gita sambil membereskan area dapur yang terlihat berantakan dengan piring dan gelas kotor juga sampah yang sudah penuh di tempat sampah