
Arga nampak menatap kepergian Gita setelah Adam dan Rey meninggalkan nya
Begitu besar ke ingin tahuan Arga akan kedekatan antara Rey, Adam dan Gita
" Bro lu liatin siapa sih ?"
" Akh itu ... biasa BO !" jawab Arga sambil mengedipkan sebelah matanya
" Kok lu bisa tau sih ?" tanya teman nya penasaran
" Kebetulan barusan gue nguping, baru di booking semalam !" jawab Arga sambil tersenyum sinis
" Lu mau booking juga !" tanya temannya
" Lihat saja nanti !" jawab Arga setelah terdiam beberapa saat
Temannya hanya tertawa melihat Arga yang tidak canggung sedikitpun ketika membahas soal kebiasaan buruknya
Lalu mereka pun melanjutkan pembicaraan mengenai kerjasama bisnis yang sedang mereka jalani
Gita berjalan di tepi kolam renang yang terlihat di kunjungi beberapa tamu hotel
Gita membuka handuk kimono nya dan terlihat tubuh Gita yang mengenakan baju renang one piece
Gita menggulung rambutnya lalu meletakan handuk kimono nya di sebuah kursi santai di pinggir kolam
Setelah melakukan sedikit peregangan Gita pun menceburkan dirinya ke kolam renang lalu berenang dengan beberapa gaya yang ia kuasai
Beberapa pasang mata melihat kelincahan Gita di kolam renang juga kecantikan Gita yang membuat mereka tidak bisa berpaling
Setelah dirasa cukup akhirnya Gita pun keluar dari dalam kolam renang dengan napas ngos-ngosan
Ternyata sudah lama tidak berenang membuat napas ku terasa berat
Gumam Gita mengatur napasnya sambil duduk dengan berbalut handuk kimono nya
Gita melihat jam yang menempel di dinding ternyata sudah jam empat lewat tiga puluh, Gita pun bergegas kembali ke kamarnya untuk membereskan pakaian nya karena sebentar lagi ia akan cek out
Gita menaiki lift menuju kamarnya di lantai delapan, dan ketika Gita keluar dari lift terlihat Arga berdiri didepan pintu lift yang ia naiki
Gita pun mengangguk kan kepalanya lalu berjalan keluar dari lift melewati Arga yang berdiri didepan nya
" Sebentar saya ada perlu !" ucap Arga sambil meraih tangan Gita
Gita langsung berhenti dan membalik kan badannya menghadap Arga sambil berusaha menarik tangannya yang berada dalam genggaman Arga
" Ada apa ya mas !" tanya Gita
" Apa nanti malam kamu free ?" tanya Arga
" Maaf mas sebentar lagi saya cek out !" jawab Gita
" Kalau begitu kamu tinggal pindah ke kamar ku !" jawab Arga penuh percaya diri
Mendengar jawaban Arga membuat Gita mengerutkan keningnya tidak mengerti
" Maksudnya apa ya mas ?"
" Kamu gak usah pura-pura Ta, aku tau kok kerjaan kamu !" jawab Arga sambil mengusap pipi Gita
Mendapat perlakuan seperti itu Gita langsung menarik tangannya dan mundur beberapa langkah menghindari tangan Arga yang hendak menjamahnya
" Maaf mas seperti mas salah faham !" ujar Gita
" Udah lah kamu gak usah munafik ! tinggal bilang aja berapa tarif mu semalam ?" ucap Arga sambil melangkah mendekati Gita
" Maaf mas seperti nya mas salah orang !" jawab Gita lagi masih berusaha bersikap sopan
" Kamu so' jual mahal banget sih ! memang nya berapa tuan Rey membayar mu aku juga mampu !" ucap Arga dengan kesal karena Gita menolaknya
Gita semakin faham jika Arga salah mengartikan kerjasamanya dengan Rey
" Maaf mas saya bukan wanita seperti itu, sebaiknya mas cari wanita lain saja ! permisi !" jawab Gita sambil berlari menuju kamarnya
" Sial !!" teriak Arga sambil memukul tembok di samping nya menatap kepergian Gita
Sekarang kamu bisa lolos tapi lihat saja aku pasti bisa memiliki mu
Geram Arga sambil mengepalkan kedua tangannya lalu berjalan memasuki lift menuju bar yang berada di roof top
Sementara itu Irwan masih termenung di kamarnya sambil memperhatikan barang-barang yang ia temukan
Ia masih belum mengerti bagaimana barang-barang itu bisa berada di dalam rumahnya
Pratiwi tidak mungkin pemiliknya karena melihat dari usia barang-barang tersebut sepertinya sebelum Pratiwi menikah dengan nya
Dan ia pun merasa jika Sari tidak pernah membicarakan tentang kotak tersebut selama hidupnya jadi kotak ini milik siapa ?
Begitu banyak pikiran yang berkecamuk di kepala Irwan, lalu dengan susah payah Irwan pun memasukan kembali barang-barang tersebut ke dalam kotak dan menyimpannya di tempat semula
Aku yakin barang-barang itu milik seseorang yang ada sangkutannya dengan keluarga ku dan aku yakin suatu saat nanti semuanya akan terungkap dan ku harap hanya cerita bahagia yang akan menyertainya
Gumam Irwan dalam hati sambil menutup pintu lemari tersebut lalu menuju tempat tidurnya untuk sekedar mengistirahatkan tubuh dan pikirannya
Hingga jam menunjukan pukul tujuh tiga puluh Gita pun bergegas memakai kaus seragam pegawai kebersihan nya
Gita pun bergegas menuju ojek online yang sudah menantinya di halaman sambil mengigit roti sandwich yang tinggal separuh
" Mau ngabisin sarapan nya dulu apa langsung jalan mbak ?" tanya Abang ojeknya
" Langsung jalan aja bang !" jawab Gita sambil duduk dibelakang bang ojek
" Oke siap mbak !" jawab bang ojek sambil menjalankan motornya
Setelah beberapa saat Gita pun sampai dihalaman kantor majikan nya
" Ayo Git sebentar lagi kita berangkat !" ajak salah satu temannya
" Iya kak !" jawab Gita sambil mengikuti seniornya ke dalam kantor untuk absen
Gita sangat bersyukur ketika harus menggantikan temannya yang sakit karena status nya yang hanya harian lepas dimana ia akan dibayar sebanyak ia masuk kerja
Dan sebagai karyawan baru ia hanya mendapat jatah jika ada karyawan lama yang tidak masuk atau banyaknya kamar yang harus dibersihkan
Tapi apapun itu Gita tetap bersyukur karena bagi
Gita sekecil apapun penghasilannya harus tetap di syukuri
Gita nampa menurunkan alat-alat kebersihan nya bersama teman-teman nya yang lain
Lalu seorang pria nampak mengatur pembagian kamar yang harus mereka bersihkan termasuk Gita yang sudah tidak memerlukan pendamping
Gita berdiri didepan pintu apartemen sambil memegang selembar surat yang berisi nama pemilik dan no unit apartemen dan Gita pun harus meminta tandatangan pemilik untuk bukti jika ia sudah melakukan tugasnya
Gita sekali lagi membaca no unit dan nama pemiliknya untuk memastikan jika ia tidak salah kamar
Setelah di rasa yakin benar Gita pun memijit bel lalu menunggu beberapa saat sambil melihat kanan dan kirinya dimana beberapa temannya melakukan hal yang sama
Tidak berapa lama terdengar suara kunci diputar dan sesosok pria dengan muka bantal dan rambut acak-acakan sambil memeluk guling nampak berdiri dihadapannya
Gita langsung memasang senyum terbaiknya sambil menyapa si pemilik
" Selamat pagi tuan sa.....!" ucap Gita tanpa melanjutkan sapaannya setelah melihat dengan jelas pria yang berdiri di depan nya
Sedangkan Kai yang baru bangun pun hanya memandang Gita dengan pandangan heran hingga mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan jika yang dihadapan nya benar- benar Gita salah satu karyawan nya
" Maaf tuan sepertinya saya salah tempat !" ucap Gita sambil membungkuk kan badan nya lalu berbalik meninggalkan Kei yang masih bingung
Gita setengah berlari menuju salah satu temannya yang masih menunggu di bukakan pintu
" Ada apa ?" tanya nya
" Ini kak sepertinya saya salah tempat kok nama pemiliknya berbeda dengan penghuni nya ?" tanya Gita sambil menyerahkan selembar kertas dari tangan nya
wanita itu kalau memeriksa kertas yang Gita sodorkan dan melihatnya
" Kamu gak salah sepertinya ini nama penghuni lama, coba kamu tanya apa dia pemilik baru !" terang nya
" Oh gitu ya Kak, terima kasih ya Kak !" jawab Gita
" Iya sama-sama !"
Lalu Gita pun kembali ke depan ke hadapan Kai yang hanya diam dan memandang nya sejak ia bertanya pada temannya hingga akhirnya Gita kembali ke hadapan nya
" Maaf tuan apa anda tinggal di sini ?" tanya Gita
Kei tidak menjawab hanya mengangguk kan kepalanya saja sebagai jawaban tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Gita
" Oh kalau begitu saya di tempat yang benar maaf tuan saya petugas yang akan membersihkan apartemen anda ini surat tugas saya !" ucap Gita dengan berusaha sekuat tenaga untuk bersikap tenang
Kei menerima surat tugas dari tangan Gita lalu membacanya sekilas lalu tanpa berkata sepatah pun Kei membuka pintu apartemen nya lebih lebar dan menggeser tubuhnya ke pinggir agar Gita bisa masuk
Melihat apa yang dilakukan Kei Gita pun langsung memasuki apartemen Kei lalu berdiri di ruang tamu yang cukup luas dengan perabotan standar
Sedangkan Kei setelah menutup pintu lalu berjalan ke arah kamarnya melewati Gita begitu saja tanpa melupakan bantal guling di pelukannya
Begitu sampai di kamarnya tanpa lupa menutup pintu Kei berdiri di depan tempat tidurnya lalu tiba-tiba Kei tersenyum bahagia sambil menutup mulutnya dengan bantal guling
Kei pun seperti anak kecil loncat-loncat kegirangan sambil melihat surat tugas dengan nama dan foto Gita tertera di sana
Ternyata semesta sedang berpihak kepadaku, orang yang aku coba dekati sekarang ada dihadapan ku
Gumam Kei sambil berjalan ke arah tempat tidurnya dimana sebuah cermin besar terpasang di sana dan seketika wajah Kei nampak pucat
Kei ter lonjak kaget ketika melihat penampilan nya yang sangat kacau
Kai melihat jika ia hanya memakai kaos oblong dan celana pendek dengan rambut acak-acakan dan wajah dengan garis garis bekas bantal juga bantal guling dalam pelukan nya belum lagi di ujung matanya terlihat ada kotoran dan di ujung bibirnya ada garis putih memanjang hingga ke pipi
Ya ampun !! apa yang ada dipikiran Gita yang melihatku dengan penampilan seperti ini
Gumam Kei sambil bergegas memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Aku tidak percaya jika yang ada di hadapanku barusan adalah tuan bos yang terkenal dingin dan kejam, terlihat dingin dan kejam dari mananya yang ada juga terlihat seperti anak kecil
Gumam Gita sambil membereskan area dapur yang terlihat berantakan dengan piring dan gelas kotor juga sampah yang sudah penuh di tempat sampah