
Ruang adm produksi yang biasanya hanya diisi oleh tiga orang kini di isi oleh tujuh orang dengan Gita satu-satunya perempuan
Belum lagi kubikel di depan nya
tempat para kepala bagian yang mondar mandir mengkroscek hasil laporan produksi setiap harinya dengan kepala bagian lain
Gita membuka blazer nya hingga menyisakan blus putih tipis tangan pendek yang mengekspose lengan nya yang putih mulus
Belum lagi rambut panjang nya yang ia gulung ke atas membuat leher jenjang nya begitu menggoda dengan tulang selangka yang terlihat sexy
Apalagi Gita menggunakan bra hitam sehingga terlihat jelas setiap kali Gita bergerak
Gita tidak menyadari jika pandangan mata semua pria di ruangan itu terpusat padanya
Entah kenapa Kei yang melihat pemandangan itu menjadi kesal lalu tanpa permisi ia membuka pintu ruangan itu membuat semua orang mendongakkan kepalanya menatap ke arah Kei
" Bagaimana, apa kalian sudah menemukan letak kesalahan nya ?" tanya Kei
" Belum tuan masih ada dua Minggu laporan yang belum diperiksa !" jawab salah satu pria dengan gemetar
Kei melihat arlojinya yang sudah menunjukan angka sepuluh dan terlihat wajah-wajah yang sudah kelelahan
" Teruskan pekerjaan kalian sampai selesai, aku mau malam ini juga masalah nya beres !" ucap Kei sambil berbalik hendak keluar ruangan
Tapi tiba-tiba Kei berhenti lalu membalik kan badan nya
" Hei kamu ikut saya !" ucap Kei sambil menunjuk Gita
" Saya tuan ?" tanya Gita sambil menunjuk dadanya
" Iya kamu !" ulang Kei dengan sedikit kesal
Dedi menyenggol kaki Gita yang malah bengong ketika Kei memanggil nya
" Cepat sana !" geram Dedi sambil kembali menyenggol kaki Gita
Gita pun seperti tersadar lalu dengan segera bangkit dan berjalan mengikuti Kei keluar ruangan
Pak Wisnu yang sedang berdiskusi dengan kepala bagian lain bergegas masuk ke ruangan adm begitu melihat Gita yang berjalan di belakang Kei
" Ada apa ? Kenapa tuan Kei membawa Gita ?!" tanya pak Wisnu khawatir
" Enggak tau pak tiba-tiba tuan menyuruh Gita mengikutinya !" jawab Dedi
Pak Wisnu terdiam berusaha menebak apa kesalahan Gita hingga tuan Kei membawa nya
Sementara itu Gita berjalan mengikuti Kei menuju ruangan nya tanpa tau apa yang Kei ingin kan
Setelah sampai di ruangan nya Kei menyuruh Gita duduk di sofa sedangkan Kei duduk di meja kerjanya
" Kamu punya aplikasi layanan antar pesan ?" tanya Kei pada Gita
" Punya tuan !" jawab Gita sambil mengeluarkan ponselnya
" Kamu pesan nasi goreng atau mie goreng juga minuman dingin untuk yang lembur malam ini !"
" Baik tuan ?" jawab Gita kebetulan perutnya memang sudah keroncongan
" Kamu hitung berapa yang lembur malam ini juga satpam di depan lalu lebihin pesanan nya tiga porsi !" perintah Kei
" Baik tuan !" jawab Gita sambil menghitung teman se ruangan nya termasuk para manager dan kepala bagian juga satpam
Lalu Gita pun memesan sesuai perintah Kei hingga Gita tersadar jika jumlah yang harus di bayar lumayan besar
" Maaf tuan saldo saya tidak mencukupi untuk membayar, apa bayar di tempat saja ?" tanya Gita dengan perlahan
" Ya bayar di tempat saja, berapa totalnya ?" tanya Kei
" Ini tuan !" ucap Gita sambil berdiri mendekati Kei memperlihatkan total harga pesanan nya
Setelah melihat harga yang harus di bayar Kei menghubungi pos satpam agar salah satu dari mereka ke ruangan nya
Tidak lama seorang satpam muda berdiri di ambang pintu yang terbuka
" Masuk !" perintah kei yang langsung di laksanakan oleh satpam itu
" Aku sedang memesan makanan nanti kalau datang kamu ambil lalu bawa ke ruang produksi dan ini uang nya !" ucap kei sambil memberikan sejumlah uang pada satpam itu
" Baik tuan !" jawab satpam itu sambil menundukkan kepalanya lalu keluar dari ruangan kei menuju pos nya
Kei nampak mengambil sesuatu dari dalam lemari itu lalu berjalan mendekati Gita yang masih duduk di sofa
" Pakai ini !" ucap kei sambil menyerahkan sebuah kemeja hitam pada Gita
Gita tidak langsung menerima kemeja itu tapi Gita malah bengong
Gita tidak mengerti kenapa Kei memberinya sebuah kemeja dan menyuruhnya memakainya sedangkan Gita sendiri sudah memakai blus dan terlihat tidak ada yang salah dengan pakaian nya
" Maaf tuan kenapa saya harus memakai kemeja tuan ?" tanya Gita sambil menatap kei
" Karna baju kamu itu hanya membuat pekerjaan gak akan beres, sebenarnya kamu mau kerja apa pamer bra ?" ucap Kei sambil melemparkan kemeja itu ke pangkuan Gita
Mendengar ucapan Kei membuat Gita reflek menunduk melihat ke arah dadanya dan tiba-tiba Gita merasa malu karna ia baru sadar jika blus nya tipis hingga dengan jelas terlihat bra hitam nya
" Maaf tuan saya lupa !" Jawab Gita sambil mengenakan kemeja yang Kei berikan padanya tanpa membuka blusnya
Gita menggulung lengan kemeja hingga ke siku sedangkan bawahnya di biarkan kepanjangan
Ketika Gita menggunakan kemeja itu tercium aroma kei yang khas membuat Gita merasa tidak nyaman
Sedangkan Kei memperhatikan tubuh Gita yang berbalut kemeja nya yang kebesaran dan kei pun merasa puas karna tidak akan ada yang bisa melihat tubuh Gita lagi
Gita nampak menikmati nasi goreng dihadapan nya begitu juga teman-teman nya yang lain
Dan dihadapan mereka terlihat beberapa kaleng minuman soda dingin ada juga kopi dan teh yang masih mengepulkan asap
" Ternyata si bos pengertian juga ya !" ucap seorang karyawan
" Iya.. kalau begini ceritanya sih lembur tiap malam juga gak masalah !" jawab pria lain nya
Setelah merasa cukup istirahat mereka pun kembali meneruskan pekerjaan nya yang tertunda
Hingga jam hampir mendekati jam dua belas terdengar teriakan dari kepala bagian finishing
" Ketemu !" teriaknya sambil mengacungkan sebuah kertas laporan
Semua pun bernapas lega akhirnya mereka bisa menyelesaikan masalah nya
Pak Hardy dan pak Heru menghadap Kei yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan mereka
" Jadi begini tuan pada tanggal 19 terjadi masalah di bagian printing dimana sebagian barcode yang terpasang nomor serinya kosong dan kami mengetahuinya setelah barang sampai di gudang, kemudian kami mengambil kembali barang tersebut dan memperbaiki kesalahan nya tanpa mengurangi jumlah yang di tarik ulang sehingga membuat jumlah produksi lebih sedikit dari barang yang di kirim ke gudang !"
Terang pak Hardy sambil menyerahkan berkas laporan ke hadapan Kei
" Oke jadi masalah nya, lain kali kalian harus lebih teliti lagi !" jawab Kei setelah memeriksa laporan dari pak Hardy dan pak Heru
" Baik tuan maaf kami teledor !" jawab pak Hardy
" Oke cukup untuk malam ini, sebaiknya kalian cepat pulang sudah tengah malam !" ucap Kei
Nampan tiga mobil minibus terparkir untuk mengantarkan mereka pulang
Gita berlari kecil bersama teman-temannya menuju mobil jemputan
Tiba-tiba Gita berhenti lalu menyuruh mereka jalan duluan
" Haduh...malah kebelet lagi !" gumam Gita sambil berlari ke arah toilet
Setelah selesai dengan kegiatan pribadinya Gita pun bergegas menuju halaman pabrik dimana mobil jemputan menunggunya
Tapi tiba-tiba wajah Gita pucat pasi ketika menyadari ketiga mobil itu sudah tidak ada di parkiran
Gita pun berlari menuju pos satpam dan menanyakan mobil jemputan nya
" Maaf neng mobilnya udah jalan sepuluh menit yang lalu, saya kira udah pada naik semua !" jawab pak satpam sambil menatap iba pada Gita
Gita hanya berdiri sambil menatap ke arah gerbang yang sudah tertutup kembali, Gita tidak tahu apa yang harus dilakukan nya
Tubuhnya sudah begitu lelah, dan rasanya Gita ingin menangis karna kesal dengan keadaan nya
Hingga satu suara menyadarkan lamunan nya
" Ayo saya antar kamu pulang !"
Ucap Kei yang berdiri di samping mobilnya yang berhenti tepat di belakang Gita yang masih bengong seakan tidak percaya dengan apa yang barusan didengar nya