Just For Escape

Just For Escape
Bab 23



Gita membereskan meja kerjanya karna sebentar lagi waktunya pulang


Begitu juga dengan Dedi, Agus dan Uus mereka sudah membereskan pekerjaan mereka


Sedangkan pak Wisnu masih di ruangan nya karna biasanya pak Wisnu pulang lebih lambat lima belas menit dari waktu yang sudah ditentukan


Alasan beliau melakukan itu karna sebelum pulang pak wisnu akan memeriksa seluruh pintu dan jendela ruangan nya juga ruang administrasi dan memeriksa forklift apa sudah terparkir dengan benar terakhir memberikan instruksi kepada kepala regu shift berikutnya


Gita baru saja keluar dari ruangan nya ketika Uus mendekatinya


" Neng bisa bantuin Uus sebentar gak ?" tanya Uus pada Gita


" Bantuin apaan ?" tanya Gita


" Temenin Uus periksa pintu samping di suruh pak Wisnu !" jawab Uus


" Oh...ayo !" jawab Gita sambil berjalan bersama Uus


Pintu samping yang di maksud Uus adalah pintu yang menghubungkan antara gudang dan ruang produksi berupa gerbang besar untuk memasukan barang jadi ke dalam gudang menggunakan forklift


Dan apabila gudang di tutup terdapat pintu kecil disamping nya yang hanya cukup untuk lewat satu orang saja


Gita mengikuti Uus melewati pintu kecil itu lalu menutupnya kembali


Setelah itu Uus melewati ruang produksi menuju pintu darurat menuju halaman samping dan dari sana Uus berjalan ke arah depan dimana bus-bus jemputan sudah berbaris menunggu karyawan yang hendak pulang


" Us ngapain sih kita lewat sini ?" tanya Gita dengan wajah bingung


" Uus lagi menjalankan misi berbahaya !" jawab Uus dengan wajah serius


" Misi apaan !" tanya Gita penasaran


" Ini misi rahasia ...Uus gak bisa cerita sama neng Gita !" jawab Uus sambil celingak celinguk di belakang bus jemputan


" Terus kalau misi rahasia kenapa bawa Gita segala ?" tanya Gita kesal


" Maaf neng ini misi rahasia makanya Uus gak bisa cerita !" jawab Uus lalu menarik tangan Gita setengah berlari menuju bus jemputan yang terparkir di paling depan


Setelah sampai di dalam bus Uus pun menyuruh Gita untuk duduk dengan santai sambil menunggu bus nya penuh


" Jadi misi rahasianya nganterin aku naik jemputan ?!" ucap Gita kesal


" Iya..hehe !" jawab Uus tanpa dosa


" Huh..kirain misi apaan !" jawab Gita sambil mengeluarkan ponsel nya lalu mulai memainkan game kesukaan nya


" Tapi aku belum absen pulang Us !" ucap Gita baru ingat sambil hendak berdiri


" Tenang...biar kang Uus yang absenin !" jawab Uus


Melihat Gita yang sudah aman di posisi Uus segera turun dari bus dan berjalan dengan cepat menuju pos satpam dimana Dedi dan Agus sedang menunggunya


" Gimana ?" tanya Dedi pada Uus


" Siap misi selesai !" jawab Uus sambil memberi hormat pada Dedi


" Sekarang misi sebenarnya di mulai !" jawab Dedi sambil memperhatikan jendela kaca lantai atas dimana seorang pria tengah berdiri memandang ke luar


Sementara itu Kei nampak gelisah karna orang yang ditunggunya belum lewat juga


kembali Kei melihat arloji nya lalu memandang ke jalan tapi tetap saja orang yang ditunggunya belum lewat juga


Tidak berapa lama bus jemputan yang di naiki Gita berjalan meninggalkan halaman pabrik


Kei pun semakin galau, jelas-jelas ia belum melihatnya sedangkan bus jemputan nya sudah pergi


Kenapa dia belum datang juga ? apa ia lembur ? tapi aku lihat semua teman nya sudah berada di depan


Gumam Kei sambil melongok kan kepalanya ke segala arah berusaha mencari orang yang ditunggunya


Tanpa kei sadari tingkah nya diamati oleh tiga pasang mata yang tertawa cekikikan melihat tingkah bos besarnya


" Tuuhh..kan apa aku bilang !" kata Agus


" Bener Gus tuan bos kayak kehilangan mangsa nya !" jawab Dedi


" Waduuhh...ini mah bahaya tidak bisa di biarkan, kita harus lapor sama pak Wisnu !" ucap Uus dengan penuh semangat


" Kamu pikir pak Wisnu berani melawan tuan bos !" jawab Dedi tanpa mengalihkan perhatian nya


" Iya juga ya ?...lalu kita harus bagaimana atuuhh ?!" jawab Uus khawatir


" Kita hanya bisa berharap semoga Gita menolak tuan bos seperti semua laki-laki yang pernah nembak si Gita !" jawab Agus dengan wajah serius


" Duuhh !!! tambah berat aja saingan Uus !!" ucap Uus dengan wajah memelas


" Kalau sampai berita ini menyebar dijamin bakal banyak karyawan yang prustasi !" ucap Agus serius


Sementara Kei masih mencoba mencari keberadaan Gita yang tiba-tiba menghilang


Kei berjalan menuju gudang dan di jalan ia bertemu dengan pak Wisnu yang hendak pulang


" Tuan anda mau kemana ?" tanya pak Wisnu


" Apa semua karyawan gudang sudah pulang ?" tanya Kei


" Sudah tuan ! apa anda membutuhkan sesuatu ?" tanya pak Wisnu penasaran


" Tidak...terima kasih !" jawab Kei lalu berjalan ke belakang memasuki ruang produksi


Kei mengedarkan pandangan nya tapi tetap saja orang yang di carinya tidak ada


Kemana kamu sebenarnya Gita, apa kamu sudah pulang atau masih di sini ?


Gumam Kei sambil mengusap rambutnya prustasi


Tiba-tiba terlintas satu pemikiran dan Kei pun segera berjalan dengan cepat ke ruangan nya


Kei duduk di depan layar monitor nya lalu mengetik kan sesuatu yang berhubungan dengan departemen personalia


Lalu terlihat sederet nama beserta absensi yang mereka lakukan tadi sore


Kei mengetik nama Gita lalu terlihat sebuah angka 17.05 yang artinya Gita sudah pulang pada jam seperti tertera di atas


Kei menarik napas lega tapi juga kesal karna melewatkan rutinitas sorenya memandang Gita yang berjalan menuju bus jemputan nya


Sementara Luna nampak memperhatikan Kei yang baru saja keluar dari ruangan nya


Heem...ternyata dia belum pulang saatnya melakukan percobaan selanjutnya


Gumam Luna sambil berjalan menuju parkiran, lalu dengan susah payah Luna mendorong motornya dengan ban yang sudah kempes


Luna sengaja mendorong motornya melewati mobil Kei yang terparkir tidak jauh dari tempatnya memarkirkan motor


Kei melihat Luna yang kesusahan lalu dengan cepat Kei turun dari mobilnya lalu menghampiri Luna


" Kenapa motornya ?" tanya Kei


" Kempes tuan mungkin tadi menggilas paku !" jawab Luna dengan memasang wajah sedih


Melihat itu Kei pun segera mengambil alih motor Luna lalu membawanya keluar parkiran menuju pos satpam


Melihat hal yang dilakukan Kei membuat Luna hampir saja berteriak kegirangan


Akhirnya kali ini rencana ku berhasil , aku yakin tuan Kei pasti akan menolong ku dan mengantarkan aku pulang dengan mobilnya


Gumamnya dalam hati tapi Luna segera merubah ekspresi nya menjadi sedih kembali


" Maaf tuan saya jadi merepotkan anda !" ucap Luna sambil berjalan di samping Kei yang mendorong motornya


Kei hanya tersenyum mendengar penuturan Luna tanpa berhenti mendorong motor Luna hingga sampai di depan pos satpam


Seorang satpam segera berlari ke arah Kei begitu melihat majikan nya mendorong motor yang mogok


" Loh kenapa tuan tidak panggil saya !" ucap satpam tersebut pada Kei


" Tidak apa lagipula tidak terlalu jauh, tolong dibawa ke tukang tambal ban ya pak !" pinta Kei sambil tersenyum


" Baik tuan tapi apa tidak kemalaman kalau di tunggu !" jawab pak satpam


" Besok pagi saja tidak apa !" jawab kei santai


Kei membalik badan nya hendak menuju parkiran ketika dilihatnya Luna masih berdiri dibelakang nya


" Kamu mau pulang sekarang Luna ?" tanya Kei pada Luna yang terlihat penuh harap untuk diajak


" Iya tuan !" jawab Luna antusias


Sudah terbayang di benaknya ketika Kei membukakan pintu mobilnya agar ia bisa duduk di samping nya


" Pak satpam tolong panggilkan taxi buat Luna kasihan ia sudah kemalaman !" ucap Kei pada pak satpam


" Siap tuan !" jawab pak satpam langsung membalik kan badan nya dan berjalan menuju jalan raya


Sedangkan Luna hanya bengong dengan mulut terbuka, ia tidak percaya jika Kei begitu tega membiarkan nya naik taxi


Sedangkan Kei berjalan dengan santai ke arah mobilnya sambil bersiul tanpa perduli pada wanita di belakang nya yang terlihat sangat kesal


Rencana ku gagal lagi 😤😤😤


gumam Luna sambil mengepalkan kedua tangan nya