
Rey menatap kedepan dengan tatapan kosong, ia baru saja mendatangi kost an yang pernah gita tempati, ia pun bertanya soal keberadaan Gita tapi tidak ada seorang pun yang mengetahuinya
Bahkan Adam dan Rey mendatangi club' malam tempat biasanya Gita tampil tapi semuanya mengatakan jika sudah lama mereka tidak bisa menghubungi Gita
Adam yang duduk di sampingnya hanya bisa menatap iba, bagaimana tidak Rey yang begitu bahagia setelah menerima hasil tes DNA Gita harus menelan kekecewaan karena sosok yang dicarinya kini bagai hilang di telan bumi
Dan yang lebih membuat Rey semakin hancur ketika teringat akan perjalanan hidup anaknya yang hampir saja menjadi korban kebiadaban ibu tirinya hingga Gita harus terlunta-lunta di tempat asing tanpa sanak saudara bahkan teman sekalipun
Gita seharusnya mendapatkan kehidupan bagai putri karena ia merupakan pewaris tunggal dari kerajaan yang di bangun oleh keluarga Rey, tapi sejak Gita lahir hingga sekarang ia harus hidup dalam keprihatinan
Rey menarik napas dalam, ia memejamkan matanya sambil meremas dadanya yang terasa sesak
" Tuan anda baik - baik saja ?!" Adam terlihat khawatir melihat kondisi Rey
" Anda jangan khawatir karena saya sudah mengerahkan semua sumberdaya kita untuk menemukan nona muda !" seperti nya Adam mengetahui apa yang ada di pikiran Rey
" Temukan dia secepatnya Adam, kasihan dia berada di luar sana tanpa siapapun !" rintih Rey menatap Adam
" Dimana ia tinggal sekarang, bagaimana kalau ada orang yang berniat jahat, apa ia sudah makan, bagaimana kalau dia sakit Adam !" ceroscos Rey semakin membuat Adam iba
" Tenang tuan, saya yakin nona muda anak yang kuat seperti nyonya, dia pasti baik-baik saja !" hibur Adam sambil menatap Rey penuh percaya diri berharap Rey pun akan berpikiran sama dengannya
" Kamu yakin dia akan baik-baik saja ?!" Rey memegang bahu Adam berusaha meyakinkan perasaannya
" Yakin tuan, bukannya anda lihat sendiri bagaimana nona muda bisa bertahan begitu lama tanpa ada seorangpun yang membantunya !" terang Adam sambil tersenyum optimis
" Iya ya..anak ku anak yang hebat dia pasti bisa bertahan !" jawab Rey seperti meyakinkan dirinya sendiri
" Ehmm..maaf tuan ada yang ingin saya ceritakan soal pemecatan nona muda di perusahaan tuan Izumi !" Adam teringat tentang laporan yang ia terima dari anak buahnya tempo hari
Mendengar Gita dipecat dari perusahaan rekanannya seketika wajah Rey nampak kesal
" Apa kesalahan anak ku hingga si tua Izumi memecat nya ?!" Rey menatap Adam
" Maaf tuan, sebenarnya tuan Izumi maupun anaknya tidak mengetahui perihal pemecatan nona muda, menurut informasi pemecatan itu terjadi ketika beliau sedang berada di negaranya!" terang Adam
" Lalu apa yang membuat mereka memecat anak ku !" kembali Rey bertanya
" Ehm..anu tuan ini ada hubungannya dengan tuan dan saya !" Adam terlihat ragu ketika hendak menceritakan masalah sebenarnya
" Maksudmu apa Adam cepat ceritakan !" Rey merasa penasaran dengan apa yang hendak Adam ceritakan
" Ehmm..begini tuan ..nona muda di PHK karena di anggap sudah mencemarkan nama baik perusahaan, karena ada beberapa foto yang tersebar dimana nona muda tengah berada di sebuah club' malam dan hotel dengan pria berbeda !" terang Adam tapi sepertinya Rey belum mengerti
" Gita melakukan itu semua ?!" tanya Rey tidak percaya
" Benar tuan nona melakukannya tapi yang jadi masalah adalah pria yang bersamanya salah satunya adalah saya dan anda !" terang Adam
Rey mengernyitkan keningnya sambil menatap heran ke arah Adam, ia berusaha mencerna apa yang barusan Adam ceritakan
" Anda ingat ketika kita meminta nona untuk menjadi pengisi acara di acara di hotel XX beberapa waktu lalu tuan ? ternyata ada orang yang secara diam-diam mengambil foto ketika saya menjemput nona muda juga ketika anda mengantarnya pulang dan mereka mengira nona muda seorang..maaf sugar baby !"
Adam merasa tidak enak menceritakan masalah ini tapi Rey harus tau apa penyebab Gita sampai kehilangan pekerjaannya
" Kurang ajar !! siapa yang berani mengusik anak ku , kamu cari orang nya sampai dapat !" bentak Rey dengan wajah merah padam dan tangan terkepal
" Baik tuan !" jawab Adam singkat, sebenarnya Adam ingin menceritakan soal Pratiwi yang berhasil menemukan dan memeras Gita tapi ia urungkan karena Adam tidak mau membuat Rey semakin murka
Untuk saat ini cukup cerita itu saja yang ia sampaikan pada Rey karena bagi Adam ada hal yang lebih penting untuk dikerjakan yaitu menemukan keberadaan Gita
Gita bangun dari jam lima pagi karena ia tidak mau kesiangan di hari pertama nya bekerja
Setelah meneguk segelas teh manis sebagai menu sarapannya Gita segera menuju ke jalan raya menunggu angkutan umum yang akan membawanya ke warung Bu Lastri
Gita merapatkan jaketnya walaupun berada di dalang angkot udara dingin dari luar bebas masuk melalui pintu angkot yang terbuka
Nampak seorang ibu terkantuk-kantuk duduk di pojok dengan setumpuk daun pisang yang diletakan di atas karung yang penuh dengan belanjaan, sepertinya ia baru pulang dari pasar
Setelah hampir dua puluh menit akhirnya Gita sampai didepan warung bu Las, seperti perintah Bu Las, Gita lalu berjalan ke arah samping yang temaram, untungnya terdengar suara perempuan yang tengah berbincang dan nampak pintu samping yang terbuka lebar sehingga disekitarnya nampak terang membuat Gita tidak merasa takut
" Permisi !" sapa Gita begitu berada didepan pintu
" Eh Gita ayo masuk !" ajak Nani yang seusia Gita
" Nih sarapan dulu lumayan buat ganjel perut !" Nani menyodorkan sepiring ketan yang ditaburi kelapa
Gita hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum
Gita mengambil sebuah pisau ia lalu membantu Susi yang sedang memotong sayuran
" Kamu tinggal dimana ?!" tanya Susi tanpa berhenti memotong sayuran
" Saya tinggal di kontrakan yang dekat SMA itu kak !" terang Gita
" Wah..lumayan jauh ya !" jawab Susi
" Enggak juga sih kak, cuma satu kali naik angkot !"
jawab Gita menanggapi jawaban Susi
Tidak lama nampak Bu Las datang dengan ember besar berusia ikan dan ayam di bantu Ceu Yayah
" Eh Gita udah nyampe !" sapa Bu Las
" Oh iya Gita, nanti pas lagi rame kamu bantuin Nani sama Susi didepan ya, kalo gak ngambilin piring atau gelas kotor, kamu juga bisa ngasih air minum buat yang makan !" Bu Las memberi tau tugas Gita
Bu Lastri memperhatikan penampilan Gita yang hanya mengenakan celana kulot dan kaos saja tapi pakaian sederhana itu tidak bisa menyembunyikan kecantikan Gita
Bu Las sedikit khawatir jika para pelanggan nya akan menggoda Gita dan yang lebih ia khawatir kan lagi jika Gita pun melayani godaan para pria itu terlebih para pria yang sudah beristri, bisa cemar nanti warung makannya
Bu Las menatap Gita yang tengah asik memotong sayuran sambil mengobrol bareng Nani dan Susi
Sebaiknya aku biarkan dulu ia membantu di depan sekalian aku ingin lihat sifat dia yang sebenarnya jika berhadapan dengan para pelanggan
Gumam Bu Lastri sambil kembali membantu Ceu Yayah membersihkan ikan dan ayam
Jam enam tiga puluh Bu Lastri mulai membuka warungnya, walaupun belum banyak makanan yang sudah matang tapi ada beberapa pelanggan yang sudah berdatangan untuk sarapan
Bu Lastri menata masakannya di depan sedangkan enam orang karyawan nya sibuk mengolah makanan lainnya
Jam tujuh tepat Nani dan Susi sudah siap didepan membantu Bu Las
Gita mengintip ke arah depan dan terlihat beberapa piring kotor dan gelas mulai memenuhi meja
Tanpa di suruh Gita lalu membawa ember besar dan mulai mengambil piring dan gelas kotor itu di masukan ke dalam ember lalu membawanya ke dalam
Gita sudah menyiapkan air yang sudah di campur dengan sabun cuci, setelah membuang semua sisa makanan Gita memasukan piring dan gelas kotor itu ke dalam ember yang berbusa tadi
Setelah menggosoknya dengan spon, piring dan gelas itu lalu dimasukan ke dalam ember besar berisi air bersih untuk dibilas
Gita menumpuk piring dan gelas di atas meja kayu dengan posisi di balik agar air nya cepat turun lalu menyekanya dengan lap kering setelah itu Gita membawanya ke meja depan agar bisa digunakan lagi
Mbok Tsum dan mbak Yati memperhatikan cara kerja Gita yang cekatan, mereka tidak menyangka jika gadis secantik Gita bisa mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik
Mbak Yati menatap mbok Tsum dengan tatapan penuh arti sambil tersenyum penuh kemenangan
Sambil mendengus kesal mbok Tsum merogoh ke dalam bra nya lalu mengambil selembar uang lima.puluh ribuan dan diserahkan ke pada mbak Yati yang terlihat sumringah
Ternyata diam-diam mbok Tsum dan mbak Yati melakukan taruhan tentang kemampuan Gita mengerjakan tugasnya
Awalnya mereka berdua berdebat tentang kemampuan Gita, mbok Tsum menduga jika Gita hanya gadis manja yang hanya bisa bersolek
Karena mereka berdua keukeuh dengan pendapat masing-masing, maka mereka pun memutuskan untuk melakukan taruhan guna mengetahui pendapat siapa yang benar
Mbak Yati mencium yang lima puluh ribuan itu lalu menyelipkannya ke dalam bra nya sambil tersenyum penuh kemenangan
" Makanya Don jad a buk bay coper !" ucap Mbak Yati penuh percaya diri dengan pengucapan seperti yang ia dengar
" Ngomong opo kowe Yati...wis angel...angel..!" dengus mbok Tsum sambil kembali mengaduk sayuran di dalam panci
Sedangkan Ceu Yayah yang melihat tingkah kedua orang itu hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali mencuci beras yang akan di tanak nya
Gita kembali ke depan sambil membawa ember ketika beberapa pria nampak menatapnya
Sedangkan Gita sepertinya tidak perduli pada tatapan para pria itu, ia dengan cekatan mengambil piring dan gelas kotor itu lalu membawa nya kebelakang
" Karyawan baru Bu ?" tanya seorang pria paruh baya
" Iya pak, dia keponakan Ceu Yayah !" jawab Bu Las sambil melirik ke pintu dimana terlihat Ceu Yayah membawa baskom besar yang penuh dengan nasi tanpa terlihat kesusahan
Ceu Yayah yang merasa namanya di sebut memandang pria itu dengan tatapan tajam tanpa berkata sepatah pun
Seketika pria itu langsung membalikkan badannya, ia merasa tidak perlu mencari masalah dengan wanita bernama Ceu Yayah itu yang reputasinya sudah terkenal sebagai bodyguard nya Bu Las
Ceu Yayah meras bingung dengan sikap pria barusan, ia pun menatap Bu Las meminta penjelasan sedangkan Bu Las hanya mengedipkan bahunya saja dengan wajah polos seolah berkata aku tidak tau apa-apa
Ryu menatap gedung yang berdiri megah dihadapannya, hari ini ia ada temu janji dengan pemilik nya untuk meningkatkan kerjasama nya
Mengingat ia tengah melakukan ekspansi maka Ryu pun harus mencari perusahaan yang akan membeli hasil produksinya dan itu hanya bisa dilakukan oleh PT Shangrila yang sudah menjalin kerja sama cukup lama dengan perusahaan keluarganya
PT Shangrila adalah perusahaan milik Rey, merupakan perusahaan yang memproduksi alat transportasi, mulai dari roda dua, roda empat hingga mobil besar dan alat berat dan pemiliknya nya pun melakukan kerjasama dengan pihak lain dalam pembuatan kapal laut dan kereta api
Untuk dua alat transportasi itu ia hanya sebagai pemegang saham terbesar saja untuk urusan produksi ia serahkan pada ahlinya
Ryu dan memasuki lobby dimana tiga wanita cantik langsung menyambut nya
" Selamat pagi , ada yang bisa saya bantu ?" tanya seorang diantara mereka dengan ramah
" Saya Ryu Izumi saya ada janji temu dengan tuan Reynald !" jawab Ryu sambil menyerahkan id card nya
" Tunggu sebentar !" salah satu wanita itu lalu menghubungi sekretaris tuan Rey dan mengatakan jika tamunya sudah tiba
" Mari saya antar , kebetulan tuan Rey sudah tiba dan menunggu anda !" jawab wanita tadi lalu berjalan di depan Ryu dan
Ryu dan mengikuti wanita tadi hingga mereka menaiki lift, selama di dalam lift tidak sekalipun wanita itu mencoba berbicara apalagi menggoda Ryu ia hanya berdiri di samping petugas lift
" Silahkan tuan !" wanita tadi mempersilahkan Ryu untuk keluar lebih dulu kemudian ia pun luar dari lift dan berjalan menuju sebuah ruangan yang sangat besar
Sepertinya satu lantai itu hanya terdapat dua ruangan, ruang direktur dan ruang meeting
" Permisi Bu ini tuan Ryu !" ucap wanita tadi penuh hormat pada wanita berusia empat puluh tahunan yang merupakan sekretaris direktur
" Oh iya terima kasih !" jawab wanita itu sambil berdiri
" Mari tuan, tuan Rey sudah menanti anda !" ucap sekretaris tadi sambil berjalan menuju sebuah pintu besar berukir
Sekretaris itu mengetuk pintu lalu tanpa menunggu jawaban ia pun masuk di ikuti oleh Ryu
Nampak sebuah ruangan yang sangat luas dan elegant, Ryu sampai berdecak kagum melihat kemewahan ruangan tersebut
Di negaranya Ryu pun memiliki ruangan semewah ini tapi diperuntukkan untuk para tetua sedangkan ruangan ini hanya milik satu orang saja
Di ujung ruangan nampak sebuah meja besar dengan dua orang nampak sedang sibuk dengan berkas yang menumpuk di hadapan mereka
" Permisi tuan, tuan Ryu sudah tiba !" sekretaris itu berdiri agak jauh dari meja kerja bos nya
Seketika kedua orang itu mengangkat kepalanya menatap ke arah suara
" Oh iya terima kasih Lin !" ucap Rey sambil tersenyum
" Sama - sama tuan !" jawab wanita bernama Lina itu sambil berbalik menuju meja nya tanpa lupa menutup pintu
" Silahkan duduk tuan Ryu !" sapa Rey sambil berdiri menyalami Ryu
" Kenalkan ini Adam, dia assisten pribadiku !"
" Saya Adam tuan senang senang bertemu dengan anda !" jawab Adam sambil meyambut tangan Ryu
" Saya juga senang bisa bertemu dengan anda tuan-tuan !" sapa Ryu pada Rey dan Adam
" Anda datang sendiri saja tuan ?!" tanya Rey sambil melihat ke belakang Ryu siapa tau ada orang lain di sana
" panggil saya Ryu saja tuan, saya datang sendiri kebetulan sekretaris saya sedang mengurus pekerjaan yang lain !" terang Ryu
" Maaf sebelumnya tapi yang saya tau bukan kah tuan kei yang memimpin ?" tanya Rey menatap heran ke arah Ryu
" Benar tuan tapi kebetulan kantor pusat membutuhkan keahlian Kei, sehingga pimpinan menariknya dan saya ditugaskan menggantikan beliau !" terang Ryu
" Oh iya saya mengerti !" ucap Rey sambil mengangguk kan kepalanya
Tidak lama kemudian mereka bertiga pun terlibat pembicaraan bisnis yang cukup alot dimana Ryu sedang berusaha memperkenalkan produk barunya pada Rey dan berharap Rey tertarik dan menjadi konsumen utamanya
Dan pada akhirnya Rey tidak bisa menjanjikan apapun karena kebetulan produk itu belum ada, tapi jika ternyata kwalitas produk itu sebagus produk yang sudah biasa ia gunakan maka tidak menutup kemungkinan jika mereka akan .enjalin kerjasama lagi
Ryu menatap puas ke arah Rey, walaupun belum ada keputusan tapi itu sudah cukup untuk membuka jalan bagi nya kembali menjalin kerjasama dengan perusahaan milik Rey
Ryu meneguk teh yang di suguhkan oleh Lina dan tanpa sengaja matanya melihat sebuah figura yang diletakan di meja Rey
" Maat tuan apakah itu istri Anda ?!" tanya Ryu sambil menatap foto tersebut
" Oh iya..ini istri saya ketika tengah mengandung putri kami !" jawab Rey sambil menatap foto yang di maksud oleh Ryu
" Oh ternyata anda mempunyai seorang putri, pasti ia cantik sekali tuan !" ucap Ryu sambil tersenyum
" Tentu saja ia sangat cantik !" Rey terlihat begitu bangga ketika membicarakan putrinya
" Dimana dia sekarang tuan, saya akan sangat senang sekali jika dapat mengenalnya !" tanya Ryu penuh harap
Seketika Rey terdiam, ia seakan kebingungan dengan pertanyaan Ryu
Tapi untungnya Adam tidak tinggal diam, dengan sigap ia mengambil alih pembicaraan
" Kebetulan nona muda sedang menempuh pendidikan di luar negri dan kenapa fotonya tidak ada di ruangan ini, itu semua kami lakukan demi keamanan nona muda, anda pasti mengerti dengan status nya sebagai pewaris tunggal !" terang Adam tanpa ada keraguan sedikitpun ketika menceritakan nona muda nya
" Oh tentu saja tuan saya mengerti !"
Ryu berfikir jika tuan Rey pasti sangat khawatir sekali dengan keamanan putri semata wayangnya, bagaimana pun juga sebagai pewaris tunggal pasti banyak pria yang ingin mendekatinya
Andai aku bisa mengenalnya aku pasti akan menjadi pria paling beruntung di muka bumi ini
Gumam Ryu sibuk membayangkan jika dirinya dapat bersanding dengan putri semata wayangnya tuan Rey tanpa mengetahui perubahan wajah Rey dan Adam
Andai apa yang Adam katakan adalah suatu kebenaran aku pasti menjadi ayah yang paling bahagian di dunia ini
Gumam Rey membayangkan jika ia tengah menunggu putrinya lulus kuliah dan menggantikan posisinya di perusahaan
Ah..andai semua tragedi itu tidak terjadi tuan, nyonya dan nona muda pasti akan menjadi keluarga yang berbahagia
Gumam Adam yang hanya bisa berandai-andai
Sementara itu nona muda yang tengah mereka pikirkan tengah sibuk dengan tumpukan piring dan gelas kotor yang seakan tidak ada habisnya