I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Siapa dia sebenarnya?



“I wanna touch your heart ||Volume II”


Author by Natalia Ernison


“Rasa suka pada pandangan pertama dan sulit untuk melupakannya, mungkin ini keadaan yang kualami saat ini. Tapi, apakah aku bisa berkenalan dengannya, menanyakan namanya, meminta kontak ponselnya??” lirih batin Axelle saat mengingat si gadis kacamatanya.


Semua aktivitasnya berjalan seperti biasanya. Belajar, bermain music, memimpin organisasi, menjadi anak yang patuh dan hormat. Namun, sosok si gadis kacamata tersebut, telah mencuri perhatiannya selama beberapa bulan terakhir.


“Axelle, kamu kenapa akhir-akhir ini sering pergi ke café tanpa mengajakku lagi??” gumam Efres saat sedang mengikuti pelajaran matematika.


“Efres, kamu tidak perlu menanyakan hal yang tidak berhubungan dengan rumus. Ingat, sebentar lagi kita akan ujian kenaikan kelas dua belas.” Tukas Axelle sambil menyelesaikan tugasnya.


Efres!! kamu kalau ingin mengobrol, silakan diluar!! bentak seorang guru matematika yang dikenal cukup killer.


“Maaf bu, saya hanya ingin meminjam penggaris milik Axelle..” tukas Efres mencari-cari alasan.


Diam kamu!! sekali lagi bersuara, keluar saja!!! teriak sang  guru tersebut. Axelle yang terkekeh, terlihat menjulurkan lidahkan ke  arah Efres.


“Awas kamu Ax..” gumam Efres, lalu kembali mengerjakan tugasnya.


“tolong semua anggotam tim basket sekolah berkumpul di lapangan, sekarang!!” tukas salah seorang pengurus organisasi siswa lainnya.


“Oke semuanya, sebelumnya saya minta maaf kepada ketua osis. Karena, memberi pengumuman tanpa memberitahukan ketua kita terlebih dahulu. Ini sangat mendadak, moho maaf ketua..” ujar salah seorang rekan pengurus osis Axelle.


“Iya, silakan umumkan..” tukas Axelle dengan singkat.


“Oke, setelah ujian kenaikan kelas kita akan mengadakan pertandingan persahabatan bersama sekolah xxx. Sekolah yang beberapa bulan lalu kita kunjungi..---“ mendengar pengumuman tersebut, Axelle pun teringat akan suatu hal.


 “Sekolah xxx… itukan sekolah si gadis mesterius itu..”


Ketua, bagaimana ketua, ketuaa…


“Ahh, iya iya secepatnya kita akan berlatih demi kemenangan, yah..” Axelle yang terlihat kurang fokus dengan


pengumuman.


Oke guys, semua boleh bubar…---


“Axelle, kamu kenapa? tidak biasanya kamu begini, ada apa??” tanya Efres dengan wajah penuh rasa ingin tahu.


“Ahh, tidak ada apa-apa Ef. Ayo kita mulai berlatih..”


>>>


Seperti yang telah lalu, Axelle kambali melatih tubuhnya, namun kali ini usahanya cukup lebih keras. Semangatnya yang kini lebih membara dari sebelumnya, rasa ingin terlihat hebat dihadapan gadis yang ia sukai.


Axelle, sepertinya kamu lebih semgat kali ini.. hhhh hhh..


“Efres, jika ingin menjadi pemain hebat, maka beginilah kita harus berlatih.”


Berlatih sepanjang sore hingga menjelang malam, seakan tak ada rasa lelahnya. Begitulah yang Axelle lakukan, sehingga membuat kedua orang tuanya tidak lagi merasa heran atas semua perilakunya.


 “Kediaman Kusuma Teofanya”


Pap, coba perhatikan tingkah Axelle. Akhir-akhir ini jadi lebih semangat dari baisanya. Ujar mami Sunny pada papi Kenan di atas sebuah kasur, tepatnya di kamar pribadi mereka.


“Biasalah  mi, namanya juga jiwa muda. Jangan terlalu mencemaskan hal itu..” tukas papi Kenan sambil mendekap sang istri tercinta.


Mami serius pi, Axelle lebih banyak menulis di blogger. Saat mami baca, itu semua isisnya puisi-puisi puitis tentang percintaan.


“Sudahlah mi, bairkan dia berkarya.”


Tapi pi… rengek mami Sunny dengan nada manjanya.


“Mami, malam ini papi sedang ingin bermanja-manja. Jadi, jangan bahas itu lagi, besok saja..”


Papi sudah tidak mau mendengarkan mami lagi… rengek mami Sunny sambal melipatkan kedua tangannya di atas dada.


 “Yasudah kalau malam ini papi tidak


dapat upah malam, papi tidur saja..” tukas papi Kenan yang terlihat kecewa karena niat ingin bermanja-manja gagal.


Iya papiku, sini  mami manjakan sayang… mami Sunny meraih pundak sang suami, lalu mendekap dari belakang.


“Mami, udah berani godain papi yah…


Jangan salahkan papi, kalau mala mini mami tidak bisa tidur nyenyak..--“


Kemesraan antara Kenan dan Sunny tak pernah hilang, sejak awal pernikahan Kenan selalu memanjakan Sunny dengan penuh kasih sayang. Begitu pula Sunny, ia selalu memperlakukan Kenan dengan penuh perhatian dan hormat kepada sang suami tercinta.


_____________________*____________________


“Sekolah xxx”


Axelle, aku tidak sabar ingin bertanding.. uajr Efres dengan penuh semangat.


“Aku pun begitu..” tukas Axelle sambil memandangi sekeliling lapangan, berharap si gadis kacamatanya hadir.


“Okee, kita mulai pertandingan ini, siapa pun yang menang dan kalah, kiranya kita tetap sportif..”


Pertandingan pun dimulai, Axelle terlebih dahulu melemparkan senyumannya kepada si gadis kacamata, dan tanpa di duga gadis tersebut pun membalas senyumannya.


Setelah beberapa saat kemudian, pertandingan pun selesai, dan kali ini pertandingan di menangkan oleh tim


sekolah Axelle.


Riuh suara sorak sorai dari para penonton yang merupakan para siswa siswi sekolah xxx. Axelle lagi-lagi menengok ke arah si gadis kacamata tersebut duduk sebagai penonton.


Axelle, kita menang lagi!!! tukas Efres dengan kegirangan, namun kali ini Efres baru menyadari sesuatu. Sahabatnya terlihat gagal fokus, dan saat Efres memandangi arah tatapan Axelle. Terlihat seorang gadis culun sedang duduk sebagai penonton.


“ohh begitu..” gumam Efres dengan wajah dipenuhi senyuman.


“Efres… hei kemana itu anak..” gumam Axelle mencari keberadaan Efres, dan setelah memandangi sekitar, terlihat Efres sedang mengajak si gadis kacamatanya berbicara.


“Efres!!” Axelle pun terlihat cukup panic, lalu bergegas berjalan setengah berlari menuju arah si gadis bersama sahabatnya.


Ohh iya, ini kenalkan teman baikku “Axelle” dia masih single. Tukas Efres dengan sengaja mengenalkan Axelle secara sepihak kepada si gadis kacamata.


Ohh begitu..


Aku Friska… si gadis kacamata mengulurkan tangannya dengan senyuman ramah.


“Axelle..” Axelle membalas salam dari si gadis kacamatanya dengan senyum merekah.


Axelle, saatnya kita pulang ayoo… Efres meraih tangan Axelle sehingga meninggalkan si gadis kacamatanya.


“Aku pergi dulu, sampai jumpa kembali..” ujar Axelle dengan senyuman ramahnya.


Iya, hati-hati dan selamat atas kemenangannya. Tukas Friska dengan senyuman manisnya.


>>>


“Efres, apa maksudmu..”


Axelle, aku tahu kamu suka kan dengan si gadis culun itu.. ujar Efres dengan nada menggoda.


“Hei Efres, fitnah itu kejam…”


Tapi jauh lebih kejam membohongi perasaan sendiri Ax…


“Hah sudahlah Efres, ayo kita pulang, dan ke rumahku..”


Beberapa saat kemudian…


>>>>


“Kediaman Kusuma Teofanya”


“Selamat siang bi ina..” ujar Axellemenyapa sanga sisten rumahnya.


 Siang nak Axelle… balas bi ina.


“Ayoo masuk Ef..”


Selamat siang tante.. Efres menyapa ibu Kenan, si mami Sunny.


“Siang Efres, kenapa lama tidak datang??”


“Iya tante, akhir-akhir ini kami sibuk mempersiapkan pertandingan basket.


Hasilnya kami menang…”


Ohh syukurlah, tante sempat cemas melihat kerja keras Axelle.


Nyatanya kalian menang lagi.. tukas mami Sunny, sambil memberikan beberapa cemilan dan minuman dingin.


“thank you tante Sunny yang cantik..” Efres pun meneguk minuman dingin yang telah tersedia.


“Efres, tadi apa yang kamu katakan pada gadis itu??” bisik Axelle karena takut terdengar oleh sang ibu.


Aku hanya meminta kenalan, dan aku bilang kalau kamu sangat ingin berkenalan dengannya.


Hanya saja kamu malu..—argghh Axelle.


“Berani sekali kamu jual namaku, ingat jangan ganggu gadis itu..”


Wahhh, apakah ini sebuah ancaman..--


Axelle yang akhirnya berhasil berkenalan dengan si gadis kacamatanya, semua berkat bantuan dari sahabat baiknya, Efres.


             ***