I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Demi orang tuaku



“I wanna touch your heart ||Volume II”


Author by Natalie Ernison


Axelle yang merupakan lelaki yang cukup dingin saat berada dilingkungan sekolah mau pun pergaulannya. Semua gadis-gadis remaja begitu menyukainya, namun Axelle tak sedikit pun menaruh hati pada mereka, termasuk Rachelie si bunga sekolahan.


“Axelle, ada apa denganmu? mengapa kamu terlihat murung begini?” ujar Efres yang baru saja tiba.


“Sudahlah, tidak ada yang perlu dibahas.” Axelle beranjak dari kursi yang berada di area pertandingan basket


tersebut.


“kenapa dengan Axelle, kenapa hari ini jadi lebih dingin lagi…”batin Efres, saat melihat reaksi sang sahabat baiknya yang terlihat murung.


Sejak saat itu, Axelle menjadi lebih fokus dengan pelajarannya dan juga penampilan bandnya. Pada akhirnya, Axelle kembali menjadi sosok lelaki yang dingin. Ia merasa kesal dan cukup bingung bagaimana cara menghadapi kesalah pahaman antara dirinya dan Friska. Karena ia memang tak memiliki pengalaman dengan seorang gadis. Friska justru gadis pertama yang mampu menggetarkan hatinya, juga mencuri perhatiannya secara penuh.


Axelle sangat menyuai Friska, namun Friska tak memberinya ruang untuk memberi penjelasan. Justru saat seperti itu, Friska bersama lelaki lain. Ia merasa cukup kesal dengan tindakan Friska tersebut.


“Kediaman Kusuma Teofanya”


Axelle masih sibuk dengan latihan gitar melodinya. Saat sedang gundah gulana, ia lebih memilih untuk menulis lagu. Pilu hatinya kini membuatnya semakin dingin dan hanya fokus dengan dirinya sendiri.


“Axelle.. kamu tidak keluar malam  ini??” tanyas ang ibu/ mami Sunny.


“Tidak mam, aku ingin quality time dengan mami papi…” ujar Axelle sambil menarik kursi dan duduk, sambil menyanggah dagunya di atas meja makan. Sedangkan mami Sunny sedang memotong buah-buah segar untuk di sajikan.


“Ada apa ini mam.. kenapa anak jagoan papi murung begini, hmm..” papi Kenan merangkul Axelle, namun Axelle enggan untuk meresponinya.


Axelle, papi tanya.. tukas mami Sunny sambil memberi kode, bahwa papi Kenan tak boleh diabaikan.


“Tidak pi.. aku hanya lelah saja, akhir-akhir ini begitu banyak les dan rapat organisasi.”


Kalau begitu, minumlah juice ini nak.. mami Sunny menyodorkan segelas juice buah segar.


“papi, apakah salah jika kita menyukai seseorang..?” tanya Axelle, sontak membuat papi Kenan hampir tersedak.


Minum dulu pi.. mami Sunny spontan langsung menepuk punggung papi Kenan, lalu memberikan air minum.


Seiring berjalannya waktu, kehidupan keluarga kecil Kenan bersama sang istri tercintanya, Sunny, mereka semakin bahagia. Walau hanya memiliki satu orang anak, namun kebahagiaan itu tak pernah surut. Kini, Axelle sudah mulai beranjak dewasa. Sesuatu yang tak disadari oleh kedua orang tuanya ialah bahwa, Axelle sudah mulai memiliki ketertarikan dengan lawan jenisnya.


“Kenapa Axelle, tolong ulangi sekali lagi..” ujar papi Kenan sambil menahan diri agar tidak tertawa. Karena betapa lucu rasanya saat baru mengetahui anak semata wayang mereka sudah mulai memasuki dunia percintaan.


Tidak pi, aku lelah. Aku ingin istrahat.. tukas Axelle lalu bergegas berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


Axelle merasa kepalanya cukup pusing, setelah melakukan berbagai macam kesibukan selama saeharin penuh dan itu berlangsung dari hari senin-jumaat. Sabtu-minggu ia harus melakukan latihan fisik, agar cita-citanya untuk menjadi serang atlet dapat tercapai.


>>


“Sekolah menengah atas xx”


Axelle terlihat begitu berkeringat, hingga menyucur deras dan membasahi seluruh tubuhnya, saat sedang bermain basket bersama para rekan lainnya.


Ax.. tenagamu makin besar saja.. tukas salah seorang rekan basketnya.


“Hmm.. itu hal biasa, kamu pun bisa jika terus berlatih dengan tekun..” tukas Axelle lalu berbaring di lantai keramik area lapangan basket.


“Hai…” seorang gadis tengah menyapanya, dan membuat Axelle terkejut lalu terbangun.


“Rach, kenapa mengagetkanku..”


“thank you Rach..” ujar Axelle, langsung ia meraih sebotol juice tersebut. Karena sungguh sayang jika tidak diminum, pikirnya.


Axelle… bagaimana jika minggu depan kita nonton bioskop lagi.. ujar Rach, dengan wajah penuh senyuman dan memang Rachelie sangat cantik.


“Sorry, aku tidak bisa.” Tanpa basa basi sedikit pun, Axelle langsung memutuskan secara langsung.


Lalu kapan kamu bisa Ax?


“entah, aku harus latihan fisik setiap akhir pekan. Thank you juicenya, aku pergi dulu.” Axelle pun beranjak dari tempat duduknya, dan meninggalkan Rachelie.


Argh….sialan!! Rachelie mengumpat kesal saat menerima respon dari Axelle.


“Lihat saja Axelle, kamu akan berlutut padaku.. ”batin Rachelie.


Axelle tetap saja menjadi dirinya sendiri, tanpa peduli apa yang orang lain katakan padanya. Karena baginya, selama ia melakukan hal yang benar, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


>>


“oke semuanya, tidak lama lagi kita akan mengadakan pertandingan basket, sebagai tanda jalinan persahabatan dengan sekolah menengah atas B. Saya harap kalian semua mempersiapkan diri dengan baik.” Ujar salah seorang pengurus baru/ kandidat organisasi siswa sekolah, di tempat Axelle bersekolah.


Prok prok prok… semoga kandidat baru bisa membuat gebrakan baru.. riuh tepukan tangan dari para siswa siswi.


Ax.. aku sudah mulai mendaftar universitas di China. Apakah kamu ingin bersamaku? ujar Efres dengan penuh antusias.


“entahlah Ef. Jika aku pergi ke luar negeri, aku khawatir dengan kondisi papi yang suka tiba-tiba kambuh dari sakitnya. Tukas Axelle dengan wajah yang terlihat sedikit sendu.


Sejak sebelum menjalani pernikahan bersama Sunny, Kenan memang pernah menderita suatu penyakit dan mengharuskannya untuk melakukan perawatan intensif. Namun seiring berjalannya waktu, sakitnya sudah mulai sembuh.


Setelah menikah hingga memiliki satu orang putra tampan, Kenan memang terlalu sibuk dengan dunia pekerjaannya. Terlebih lagi ada beberapa perusahaan yang harus ia jalankan, itulah yang membuat Kenan terlalu kelelahan.


Sudahlah Ax, yakini saja papi Kenan akan baik-baik saja. Terlebih lagi, kamu anak semata wayang kedua orang tuamu. Ujar Efres sambil menepuk-nepuk bahu Axelle, sebagai tanda turut prihatinnya.


“Thank you Efres, aku akan pertimbangkan semuanya dan diskusikan dengan kedua orang tuaku.” Tukas Axelle dengan senyuman tipis nan sendunya.


Axelle sangat menyayangi kedua orang tuanya, bahkan keinginannya untuk menjadi seorang atlet internasional pun harus ia pertimbangkan kembali. Semua ia lakukan, agar bisa selalu bersama kedua orang tua terkasihnya.


Keinginannya untuk bisa melanjutkan pendidikan strata satunya pun juga harus ia tepis. Karena sebagai anak semata wayang/ tunggal, Axelle harus menemani kedua orang tuanya dan juga melanjutkan segala usaha mau pun bisnis.


“Kediaman Kusuma Teofanya”


“Axelle, papi dan mami tidak akan melarangmu untuk melanjutkan pendidikan tinggimu di USA. Papi pun juga dulu sama seperti kamu, punya mimpi besar.” Ujar papi Kenan dengan tersenyum sendu.


Tidak pap, aku akan tetap berada di indo untuk menemani papi dan mami. Karena kalau aku pergi, siapa yang akan menemani kalian. Tukas Axelle sambil meraih kedua tangan ayah dan ibunya.


Axelle, mami berharap kamu bisa mengejar cita-citamu setinggi-tingginya. Jangan hiraukan kami, kami bisa menjaga diri. Tukas mami Sunny sambil membelai puncak kepala Axelle.


Tidak mami, aku tidak ingin hanya karena ambisiku, lalu aku pergi jauh dari kalian. Tukas Axelle, kekeh tak ingin meninggalkan kedua orang tuanya.


______________*_____________


Axelle sedang sibuk memilih barang-barang kebutuhannya, seperti susu dietnya, karena Axelle yang sangat suka gym. Perlahan-lahan tubuhnya sudah mulai berbentuk.


Setelah selesai memilih beberapa kebutuhannya, Axelle melanjutkan langkahnya ke sebuah toko Yamaha, tentu saja toko music. Kegemarannya yang ialah music, membuatnya selalu merawat alat musicnya dengan sebaik mungkin.


Saat ingin melakukan pembayaran, Axelle tertegun saat….


***