I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Sorry bro, dia milikku!



“Cinta yang bertahan dan terus berjuang


walau diterpa begitu banyak badai rintangan.”


Drrttt… Kak Calvin calling…


Hallo kak, ohh oke! aku siap-siap dulu…


Hmpp, sepertinya aku pun rindu dengan


tante Mila…


Beberapa saat kemudian…


Calvin tiba di loby apartemen kediaman


Sunny.


“Hallo Sunny, sudah siap semua?”


Hmm, sudah kak.


“lest go…”


Keduanya pun bergegas menuju kediaman


Calvin.


Kakak sudah pindah rumah lagi?? tanya


Sunny sambil memandang rumah kediaman Calvin yang bak gedung bertingkat.


“Yapz, semenjak papi meninggal, semua


urusan perusahaan diserahkan padaku dan aku mengajak mami tinggal disini.”


Hebat kakak, masih seusia ini tapi sudah


sangat sukses!! puji  Sunny


“Iya, semua berkat kerja kerasku Sunn!


yasudah ayo masuk!!”


“hallo mam, tamu kehormatan mami sudah


tiba nih!!”


Hallo Sunny… sang ibu berlari ke  arah Sunny


Tante Mila… Sunny pun spontan memeluk


ibu Calvin


Emm, tante kangen banget denganmu Sunny!


sekarang sudah semakin dewasa dan cantik yahh!!


Ahh, tidak juga tante! biasa saja. Tukas


Sunny dengan senyuman terkekeh.


Sunny, ayo makan sayang!!


Terimakasih tante…


“mami sekarang sudah mulai lupa dengan


anaknya yah!” tukas Calvin sembari melepaskan dasinya.


Sunny, dulu saat masih sekolah menengah


tante dan mamamu sangat dekat! tapi karena mengikuti pekerjaan papinya Calvin,


kami harus pindah.


Iya tante, dulu aku sering kali bersama


kak calvin.


Iya Sunny, dulu mamamu adalah perempuan


yang sangat cantik, dan sangat mirip denganmu saat ini.


Ah, iya tante! tapi semenjak mama sakit-sakitan dan akhirnya meninggal! bapak jadi sering mabuk-mabukan dan bermain judi sehingga membuat asset keluarga kami habis. Ucap Sunny sendu


Iya Sunny, memang berat perjuangan kalian dulu! tapi sekarang kamu sudah cukup sukses dan tante dengar-dengar dari Calvin posisimu sekarang sangat bagus.


“mami, jangan membuat gosip yah!!” Ucap


calvin yang menghampiri Sunny bersama ibunya di sebuah ruang keluarga.


Sunny, sering-sering main kesini yah!


nanti Calvin yang akan antar jemput kamu.


“Hmmp, terserah mami saja deh!!” tukas


Calvin sembari merangkul ibunya.


Sunny, kamu lagi tidak ada pekerjaan


kan??


Iya tante, kebetulan besok adalah hari


cutiku.


Yasudah kita pergi ke luarkota saja yah!! pinta ibu Calvin penuh harap


“mami, tapi Sunny!” Calvin menunjukkan


matanya kea rah jari manis Sunny yang saat ini telah melingkar sebuah cincin silver.


Sunny, kamu bisa kan!!


Ahh, maaf tante sepertinya aku sudah


memiliki janji!!


Janji? denga siapa?


Ahh itu, tunanganku tante.


Tunangan?? sentak membuat ibu Calvin terdiam sejenak dan memandang ke  arah


Calvin


Sunny kita sudah lama tidak bersama, apa


salahnya kalau kamu batalkan dulu yah!! pinta ibu Calvin penuh harap


Tante, aku harus..—


Oh sudah sudah,, besok kita akan


berangkat pagi-pagi! Sunny boleh menginap disini kok!!


Tante aku…--


Okay, sekarang Calvin silakan antar Sunny pulang dulu sayang.


Saat dalam perjalanan…


“Sunny, aku minta maaf atas permintaan


mami yang terkesan ngotot!!”


Iya kak, tidak apa-apa! nanti aku akan


bicarakan dengan tunanganku.


Kediaman Sunny…


Hallo kak Kenna, maaf besok aku akan


pergi bersama keluarga kak Calvin…--- Sunny menjelaskan semua kepada Kenan.


“Iyaa sayangku honeyku… silakan pergi


tapi ingat pulang jangan terlalu malam yah!!”


Okey bye.., Sunny menutup teleponnya


bersama Kenan.


Kak Kenan, sangat pengertian sekali!!


Kesokan harinya…


Morning… sapa ibu Calvin dari kaca mobil


Calvin yang telah bersiap pergi


Morning tante, maaf jadi pagi-pagi sudah


datang!


Iya Sunny, kita kan mau hunting foto…


Okay tante…


Sunny, kamu tahu Calvin masih menjomblo


Ohh yah,, hahaha kak Calvin terlalu


banyak yang mengejar.


Iya tuh Sunny, Calvin sulit untuk berbagi hatinya jika sudah mulai menyukai perempuan!!


“Mam cukup deh!!”


Kenapa Cal? kamu malu jika Sunny


mengetahui semuanya hmmp…


“Bukan begitu mam, tapi tidak teralalu


penting juga!” tukas Calvin.


Selama perjalanan dan berada di sebuah


pantai X, Sunny, Calvin beserta ibu Calvin begitu menikmati suasana bahagia tersebut. Namun kali ini ujian bagi Sunny ialah, ibu Calvin sangat menyukainya dan ingin berusaha mendekatkan Sunny dengan Calvin.


Ah,, mami cape Calv…


“yasudah mami istrahat saja! aku akan


mengantarkan Sunny pulang.”


Iya bye calon menantu tante…


Ahh, tante… Sunny terkejut mendengar


perkataan ibu Calvin.


Calvin sejak sekolah menengah sudah sangat dekat dengan Sunnny, bahkan kedua orangtua mereka sangatlah dekat dan juga terdapat sebuah perjanjian di masa lalu antara Sunny dan Calvin.


“Sunny, thank you untuk hari ini! mami sebelumnya jarang sebahagia ini.” Tukas Calvin sambil memandangi Sunny dengan sendu.


Ahh iya, tidak masalah kak.


“Sunny, boleh aku bertanya sesuatu


padamu??”


Iya silakan kak.


“Apakah kamu sangat mencintai


tunanganmu??” tanya Calvin dengan tegas


Apa maksud kakak?? iya jelas aku sangat


mencintai kak Kenan, karena dia adalah lelaki yang sangat luar biasa. Tukas Sunny semabari tersenyum kecil saat menyebutkan nama Kenan.


“ohh begitu, meskipun nanti kebenarannya


bahwa  kamu ditetapkan bersama lelaki


lain??”


Lelaki lain! maksud kakak??


“Ahh tidak apa-apa Sunny, lupakanlah…”


ucap Calvin dengan raut wajah sendunya.


Ada apa kak??


“Sunny, apakah kamu sungguh melupakan janji kita saat aku akan pergi ke luar negeri dulu??”


Ingatan masa sekolah…


Disebuah taman bermain.


“Sunny, aku dua hari lagi akan pergi meninggalkan indo!”


Memangnya kakak mau kemana kak? bukannya kakak bilang kita akan selalu bermain bersama!!


“iya Sunny, tapi aku berjanji saat aku kembali aku akan menjadikan kamu perempuanku!!” ucap Calvin sambil mengusap kepala Sunny kecil.


Perempuan kakak seperti apa kak??


“iya suatu saat kamu akan mengerti..”


Tapi, nanti Sunny tidak punya teman


bermain lagi! dan tidak akan ada lagi yang melindungi Sunny!


“Oke, sekarang kita janji kelingking! nanti saat kita bertemu lagi entah berapa lama lagi, kita akan terus bersama!”


Hmmp, oke kak Calvin! jangan lupakan


Sunny yah…


“Iya Sunny, aku harus pergi mengikuti


kedua orangtuaku..”


Tiba waktu kenerangkatan Calvin sekeluarga.


Kak Calvin…


Sunny kecil berlari ke  arah Calvin dengan langkah kecilnya.


“Sunny, akhirnya kamu datang juga! aku akan segera pergi…”


Iya nak Sunny, suatu saat kakak Calvin akan menjemputmu yah!! ucap sang ayah calvin


Jeng, Selvina kami harus pergi dan jaga diri baik-baik dan juga anak yang akan menjadi menantuku…


Ahaha, iya jeng Mila…


Jeng Selvina, kelak saat kami kembali


dan kedua anak ini sudah dewasa! aku akan datang melamar anakmu Sunny.


Baiklah jeng, demi menyatukan kekebarabatan kita, aku akan merawat Sunny dengan baik sehingga mereka dipertemukan kembali.


Iya jeng, aku sedih tapi demi suami dan


anakku, aku harus pergi!!


Ingatan selesai…


Kak Calvin, aku…---


“kenapa Sunny?? kamu sudah mengingatnya


dengan benar??”


Tapi itu hanya masa kecil kita…


“masa kecil!! kitas udah smp dan itu sudah memasuki masa remaja! janji tetaplah janji Sunny, aku akan tepati, tetapi bagaimana dengamu saat ini!!”


Kak Calvin maaf, aku sudah memiliki


lelaki yang aku cintai!!


“bahkan jika dia kehilangan semuanya, ingat bagaimana kerja kerasmu untuk mencapai semua ini Sunny!! jangan sampai cinta buta!” tegas Calvin


Cukup kak, jika tidak ada hal lain! aku


masuk dulu…


“Sunny aku hanya ingin yang terbaik


untukmu…”


Calvin meraih tangan Sunny, sementara itu Kenan sedang menanti Sunny di area gedung apartemennya dan tanpa sengaja menyaksikan kejadian tersebut.


“Sunny, astaga…” Kenan bergegas menuju


parkiran mobil


Kak Calvin tolong lepaskan! nanti orang-orang akan salah paham!!


“tidak Sunny, aku sudah menunggu lama aku..---“


“Apa yang kalian lakukan…?” tanya Kenan yang datang secara tiba-tiba dari samping parkiran mobil fortuner milik Calvin.


Kak Kenan, ini tidak seperti yang kakak


lihat, aku..—


“sudah cukup Sunny, jadi ini yang kamu bilang kerabat…”


Kak Kenan, aku bisa jelaskan! tolon dengarkan aku dulu!! pinta Sunny dengan


keadaan yang cukup panik.


“oke aku percaya kamu, tapi tolong jelaskan hal ini setelah aku tenang dulu…”


Kenan maraih tangan Sunny dan pergi


meninggalkan Calvin di parkiran samping loby.


Calvin hanya terdiam dengan penuh pilu saat menyaksikan wanita pujaannya sejak kecil telah dimiliki pria lain, dan bahkan pria yang sangat Sunny cintai...


***