
“Cinta yang bertahan dan terus berjuang
walau diterpa begitu banyak badai rintangan.”
Drrttt… Kak Calvin calling…
Hallo kak, ohh oke! aku siap-siap dulu…
Hmpp, sepertinya aku pun rindu dengan
tante Mila…
Beberapa saat kemudian…
Calvin tiba di loby apartemen kediaman
Sunny.
“Hallo Sunny, sudah siap semua?”
Hmm, sudah kak.
“lest go…”
Keduanya pun bergegas menuju kediaman
Calvin.
Kakak sudah pindah rumah lagi?? tanya
Sunny sambil memandang rumah kediaman Calvin yang bak gedung bertingkat.
“Yapz, semenjak papi meninggal, semua
urusan perusahaan diserahkan padaku dan aku mengajak mami tinggal disini.”
Hebat kakak, masih seusia ini tapi sudah
sangat sukses!! puji Sunny
“Iya, semua berkat kerja kerasku Sunn!
yasudah ayo masuk!!”
“hallo mam, tamu kehormatan mami sudah
tiba nih!!”
Hallo Sunny… sang ibu berlari ke arah Sunny
Tante Mila… Sunny pun spontan memeluk
ibu Calvin
Emm, tante kangen banget denganmu Sunny!
sekarang sudah semakin dewasa dan cantik yahh!!
Ahh, tidak juga tante! biasa saja. Tukas
Sunny dengan senyuman terkekeh.
Sunny, ayo makan sayang!!
Terimakasih tante…
“mami sekarang sudah mulai lupa dengan
anaknya yah!” tukas Calvin sembari melepaskan dasinya.
Sunny, dulu saat masih sekolah menengah
tante dan mamamu sangat dekat! tapi karena mengikuti pekerjaan papinya Calvin,
kami harus pindah.
Iya tante, dulu aku sering kali bersama
kak calvin.
Iya Sunny, dulu mamamu adalah perempuan
yang sangat cantik, dan sangat mirip denganmu saat ini.
Ah, iya tante! tapi semenjak mama sakit-sakitan dan akhirnya meninggal! bapak jadi sering mabuk-mabukan dan bermain judi sehingga membuat asset keluarga kami habis. Ucap Sunny sendu
Iya Sunny, memang berat perjuangan kalian dulu! tapi sekarang kamu sudah cukup sukses dan tante dengar-dengar dari Calvin posisimu sekarang sangat bagus.
“mami, jangan membuat gosip yah!!” Ucap
calvin yang menghampiri Sunny bersama ibunya di sebuah ruang keluarga.
Sunny, sering-sering main kesini yah!
nanti Calvin yang akan antar jemput kamu.
“Hmmp, terserah mami saja deh!!” tukas
Calvin sembari merangkul ibunya.
Sunny, kamu lagi tidak ada pekerjaan
kan??
Iya tante, kebetulan besok adalah hari
cutiku.
Yasudah kita pergi ke luarkota saja yah!! pinta ibu Calvin penuh harap
“mami, tapi Sunny!” Calvin menunjukkan
matanya kea rah jari manis Sunny yang saat ini telah melingkar sebuah cincin silver.
Sunny, kamu bisa kan!!
Ahh, maaf tante sepertinya aku sudah
memiliki janji!!
Janji? denga siapa?
Ahh itu, tunanganku tante.
Tunangan?? sentak membuat ibu Calvin terdiam sejenak dan memandang ke arah
Calvin
Sunny kita sudah lama tidak bersama, apa
salahnya kalau kamu batalkan dulu yah!! pinta ibu Calvin penuh harap
Tante, aku harus..—
Oh sudah sudah,, besok kita akan
berangkat pagi-pagi! Sunny boleh menginap disini kok!!
Tante aku…--
Okay, sekarang Calvin silakan antar Sunny pulang dulu sayang.
Saat dalam perjalanan…
“Sunny, aku minta maaf atas permintaan
mami yang terkesan ngotot!!”
Iya kak, tidak apa-apa! nanti aku akan
bicarakan dengan tunanganku.
Kediaman Sunny…
Hallo kak Kenna, maaf besok aku akan
pergi bersama keluarga kak Calvin…--- Sunny menjelaskan semua kepada Kenan.
“Iyaa sayangku honeyku… silakan pergi
tapi ingat pulang jangan terlalu malam yah!!”
Okey bye.., Sunny menutup teleponnya
bersama Kenan.
Kak Kenan, sangat pengertian sekali!!
Kesokan harinya…
Morning… sapa ibu Calvin dari kaca mobil
Calvin yang telah bersiap pergi
Morning tante, maaf jadi pagi-pagi sudah
datang!
Iya Sunny, kita kan mau hunting foto…
Okay tante…
Sunny, kamu tahu Calvin masih menjomblo
Ohh yah,, hahaha kak Calvin terlalu
banyak yang mengejar.
Iya tuh Sunny, Calvin sulit untuk berbagi hatinya jika sudah mulai menyukai perempuan!!
“Mam cukup deh!!”
Kenapa Cal? kamu malu jika Sunny
mengetahui semuanya hmmp…
“Bukan begitu mam, tapi tidak teralalu
penting juga!” tukas Calvin.
Selama perjalanan dan berada di sebuah
pantai X, Sunny, Calvin beserta ibu Calvin begitu menikmati suasana bahagia tersebut. Namun kali ini ujian bagi Sunny ialah, ibu Calvin sangat menyukainya dan ingin berusaha mendekatkan Sunny dengan Calvin.
Ah,, mami cape Calv…
“yasudah mami istrahat saja! aku akan
mengantarkan Sunny pulang.”
Iya bye calon menantu tante…
Ahh, tante… Sunny terkejut mendengar
perkataan ibu Calvin.
Calvin sejak sekolah menengah sudah sangat dekat dengan Sunnny, bahkan kedua orangtua mereka sangatlah dekat dan juga terdapat sebuah perjanjian di masa lalu antara Sunny dan Calvin.
“Sunny, thank you untuk hari ini! mami sebelumnya jarang sebahagia ini.” Tukas Calvin sambil memandangi Sunny dengan sendu.
Ahh iya, tidak masalah kak.
“Sunny, boleh aku bertanya sesuatu
padamu??”
Iya silakan kak.
“Apakah kamu sangat mencintai
tunanganmu??” tanya Calvin dengan tegas
Apa maksud kakak?? iya jelas aku sangat
mencintai kak Kenan, karena dia adalah lelaki yang sangat luar biasa. Tukas Sunny semabari tersenyum kecil saat menyebutkan nama Kenan.
“ohh begitu, meskipun nanti kebenarannya
bahwa kamu ditetapkan bersama lelaki
lain??”
Lelaki lain! maksud kakak??
“Ahh tidak apa-apa Sunny, lupakanlah…”
ucap Calvin dengan raut wajah sendunya.
Ada apa kak??
“Sunny, apakah kamu sungguh melupakan janji kita saat aku akan pergi ke luar negeri dulu??”
Ingatan masa sekolah…
Disebuah taman bermain.
“Sunny, aku dua hari lagi akan pergi meninggalkan indo!”
Memangnya kakak mau kemana kak? bukannya kakak bilang kita akan selalu bermain bersama!!
“iya Sunny, tapi aku berjanji saat aku kembali aku akan menjadikan kamu perempuanku!!” ucap Calvin sambil mengusap kepala Sunny kecil.
Perempuan kakak seperti apa kak??
“iya suatu saat kamu akan mengerti..”
Tapi, nanti Sunny tidak punya teman
bermain lagi! dan tidak akan ada lagi yang melindungi Sunny!
“Oke, sekarang kita janji kelingking! nanti saat kita bertemu lagi entah berapa lama lagi, kita akan terus bersama!”
Hmmp, oke kak Calvin! jangan lupakan
Sunny yah…
“Iya Sunny, aku harus pergi mengikuti
kedua orangtuaku..”
Tiba waktu kenerangkatan Calvin sekeluarga.
Kak Calvin…
Sunny kecil berlari ke arah Calvin dengan langkah kecilnya.
“Sunny, akhirnya kamu datang juga! aku akan segera pergi…”
Iya nak Sunny, suatu saat kakak Calvin akan menjemputmu yah!! ucap sang ayah calvin
Jeng, Selvina kami harus pergi dan jaga diri baik-baik dan juga anak yang akan menjadi menantuku…
Ahaha, iya jeng Mila…
Jeng Selvina, kelak saat kami kembali
dan kedua anak ini sudah dewasa! aku akan datang melamar anakmu Sunny.
Baiklah jeng, demi menyatukan kekebarabatan kita, aku akan merawat Sunny dengan baik sehingga mereka dipertemukan kembali.
Iya jeng, aku sedih tapi demi suami dan
anakku, aku harus pergi!!
Ingatan selesai…
Kak Calvin, aku…---
“kenapa Sunny?? kamu sudah mengingatnya
dengan benar??”
Tapi itu hanya masa kecil kita…
“masa kecil!! kitas udah smp dan itu sudah memasuki masa remaja! janji tetaplah janji Sunny, aku akan tepati, tetapi bagaimana dengamu saat ini!!”
Kak Calvin maaf, aku sudah memiliki
lelaki yang aku cintai!!
“bahkan jika dia kehilangan semuanya, ingat bagaimana kerja kerasmu untuk mencapai semua ini Sunny!! jangan sampai cinta buta!” tegas Calvin
Cukup kak, jika tidak ada hal lain! aku
masuk dulu…
“Sunny aku hanya ingin yang terbaik
untukmu…”
Calvin meraih tangan Sunny, sementara itu Kenan sedang menanti Sunny di area gedung apartemennya dan tanpa sengaja menyaksikan kejadian tersebut.
“Sunny, astaga…” Kenan bergegas menuju
parkiran mobil
Kak Calvin tolong lepaskan! nanti orang-orang akan salah paham!!
“tidak Sunny, aku sudah menunggu lama aku..---“
“Apa yang kalian lakukan…?” tanya Kenan yang datang secara tiba-tiba dari samping parkiran mobil fortuner milik Calvin.
Kak Kenan, ini tidak seperti yang kakak
lihat, aku..—
“sudah cukup Sunny, jadi ini yang kamu bilang kerabat…”
Kak Kenan, aku bisa jelaskan! tolon dengarkan aku dulu!! pinta Sunny dengan
keadaan yang cukup panik.
“oke aku percaya kamu, tapi tolong jelaskan hal ini setelah aku tenang dulu…”
Kenan maraih tangan Sunny dan pergi
meninggalkan Calvin di parkiran samping loby.
Calvin hanya terdiam dengan penuh pilu saat menyaksikan wanita pujaannya sejak kecil telah dimiliki pria lain, dan bahkan pria yang sangat Sunny cintai...
***