I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Bagian hidupku



Perusahaan X


Permisi pak Kenan, ada yang ingin bertemu dengan bapak.


“Maaf, saya sedang sibuk! tolong lain waktu saja.”


Baik pak, saya akan sampaikan.


“Hmmp, pekerjaan terlalu padat dan omset juga lumayan meningkat, sehingga aku pun bisa secepatnya menikahi Sunny.” Ujar Kenan sembari memutarkan kursi kerjanya


“Raka, tolong dampingi saya dalam pertemuan dan mungkin sampai malam.”


 Baik pak Kenan, saya akan siapkan mobil.


Seiring berjalannya waktu perusahaan yang saat ini Kenan kelola pun mulai berkembang dan omset yang mulai meningkat, semua berkat kerja kerasnya yang selalu berjuang keras.


“Kediaman Sunny”


Tok tok tok…


Suara ketukan dari balik pintu apartemennya.


Iya sebentar, Sunny melangkah menuju pintu dan membukakan pintu apartemennya


Saat Sunny membukakan pintu terlihat seorang wanita sedang berdiri sembari tersenyum ramah padanya.


Maaf, apa ada yang bisa saya bantu?? ujar Sunny pada wanita tersebut


“Maaf, jika saya mengganggu, tapi apa benar ini dengan nona Sunny?” tanya wnaita tersebut


Iya betul, dengan saya sendiri


“ohh syukurlah, bolehkah kita bicara sebentar,” pinta wanita tersebut


Oke, silakan masuk bu.


Sementara wanita tersebut duduk di sebuah sofa ruang utama apartemennya, Sunny pun mempersilakan wanita tersebut untuk minum.


 “Thank you atas keramahannya,” ujar wanita tersebut dan mulai matanya tertuju dengan foto yang bergantung tepat berhadapan dengan sofa, foto Sunny bersama Kenan dalam sebuah pesta.


 “Maaf jika saya mengganggu istrahatmu,”


Oh, tidak masalah. Tukas Sunny dengan tersenyum


 “perkenalkan saya, Ester Kusuma.” Wanita tersebut mengulurkan tangannya untuk bersalaman, namun Sunny cukup terkejut mendengar nama belakang wanita tersebut.


Kusuma?? Sunny sedikit heran


“Iya betul, saya adalah bagian keluarga Kusuma, walau itu dulu..” ujar wanita dengan sedikit sendu


Sunny terlihat semakin heran dengan sosok wanita yang saat ini duduk dihadapannya.


“Apakah lelaki yang difoto itu Kenan Kusuma??” tanya wanita sambil menunjuk ke  arah foto yang sedang bergantung di dinding.


Iya, itu kak Kenan Wijaya Kusuma tunanganku.


Hmmp, saya sangat bersyukur dapat bertemu denganmu,” ujar wanita tersebut sambil meraih tangan Sunny


Maksud ibu?? tanya Sunny lagi


“Saya adalah ibu kandung Kenan, anak dari keluarga Kusuma…”


Apa… Sunny begitu terkejut mendengar pernyataan wanita tersebut


 “iya nak Sunny.


Mungkin Kenan sudah menganggap saya mati dan tak pernah ada, dan memang saya sudah meniggalkannya sejak balita.” Ucap wanita tersebut dengan wajah berkaca-kaca.


Maaf bu, saya benar-benar bingung! tolong jelaskan…


“Dulu saat masih kuliah saya bertemu dengan papa Kenan dan kami saling mencintai, namun ternyata papa Kenan sudah memiliki seorang istri dan juga anak. Namun, bodohnya saya masih ingin tetap bertahan hingga akhirnya aku pun hamil diluar nikah.


Saya akhirnya menjadi simpanan papa Kenan, yaitu Thomas Kusuma.


Akhirnya, istri sah Thomas mengetahui hal tersebut lalu terjadi gejolak keluarga yang cukup hebat. Saya pun harus melahirkan Kenan tanpa seorang ayah, walau akhirnya satu tahun usia Kenan saya menikah dengan seorang pria kaya.


Setelah hampir dua tahun menikah, suami saya tidak ingin Kenan ada dalam keluarga kami dan saya pada saat itu tidak punya apa-apa dan saya bertekad, Kenan harus hidup layak.  Saya memberanikan diri untuk datang ke keluarga Kusuma dan menyerahkan Kenan kepada opa dan omanya yaitu orang tua dari Thomas.


Saya sangat bersyukur karena mereka mau menerima Kenan, dan pada saat itu Kenan berusia hampir empat tahun saya meniggalkan Kenan hingga Kenan dewasa…


Wanita yang mengaku sebagai ibu kandung dari Kenan tersebut pun mulai terisak hingga tergugu dihadapan Sunny, Sunny pun mendengar hal itu turut merasakan kesedihan yang begitu mendalam.


Jadi, ibu adalah ibu kandung kak Kenan?? tanya Sunny sembari menggenggam tangan wanita tersebut.


“Iya nak, saya sangat ingin bertemu Kenan!


Siang ini saya memberanikan diri untuk datang namun Kenan menolak karena kesibukannya.”


“Nak Sunny, tolong pertemukan saya dengan Kenan! karena saya tahu kamu adalah perempuan yang sangat Kenan cintai.”


Ibu bisa tahu?? ucap Sunny.


Oke, aku akan usahakan bu…


“Yasudah tolong minta kontakmu karena saya tidak bisa berlama-lama.”


Setelah mencurahkan segala isi hatinya, ibu kandung Kenan pun beranjak pergi.


Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku harus perlahan-lahan membicarakan hal ini pada kak Kenan…


Beberapa hari kemudian…


“sayang, tumben banget kamu mengajakku untuk pergi ke tempat romantic begini.”


Hmmp, jadi menurut kakak aku tidak romantic…


“Bukan begitu sayang, hanya saja aku terkejut,” Kenan tersenyum pada Sunny sembari meneguk mocca float yang kini tersedia di atas meja.


Kak Kenan, ingat pembicaraan yang kita bahas beberapa hari yang lalu.??


“Oh itu, aku tidak yakin wanita itu datang…” ujar Kenan sambil melihat ke arah luar kaca jendela.


Kak Kenan, itu sudah datang…


Kenan pun menoleh ke belakang, dan seorang wanita paru baya mengenakan pakaian casual dan masih terlihat muda juga cantik.


Maaf saya terlambat…


Ucap wanita tersebut sembari tersenyum hangat dan duduk di antara Kenan dan Sunny


Kenan Wijaya Kusuma, kamu sudah sangat dewasa nak. Wanita tersebut memandang Kenan dengan sendu dan sudah hampir tak mampu berucap lagi


“Ehmm, ayo makan selagi masih hangat,” tukas Kenan yang terlihat sibuk dengan makanannya dan tak seperti dirinya yang biasa.


Kenan, mama minta maaf…


Kenan hanya tertunduk diam dan tak sedikit pun mengarahkan wajahnya pada wanita tersebut.


 Kak Kenan, ibu memanggil kakak… Tukas Sunny


Kenan, mama sangat minta maaf padamu! mama salah nak, mama sangat menyesal telah meniggalkanmu dan baru sekarang mama berani menemuimu… ucap ibunya dengan penuh lirih


“aku sudah cukup kenyang, ayo Sunny kita pulang..” Kenan pun berdiri dan beranjak dari meja makan yang saat itu mereka tempati


Kak Kenan, tolong dengarkan dulu… tukas Sunny, namun Kenan pergi begitu saja tanpa menoleh sedikit pun dan terus berjalan.


Ibu, maafkan kak Kenan! aku..---


“sudah nak Sunny, tidak masalah! ayo kita kejar Kenan.


Mereka pun bergegas pergi menuju apartemen kediaman Sunny, jarak dari resto cukup dekat dan terlihat Kenan sedang duduk di sebuah kursi samping loby apartemen.


Kak Kenan, tolong kakak dengarkan dulu apa yang ingin mama kakak katakan!!


Kenan… ibunya yang baru saja tiba dengan tergopoh.


“ada apa?? kenapa tidak pulang saja, jangan sampai nanti suami mencari.”


Kenan, mama tahu kamu pasti sangat membenci mama!


Percayalah Kenan, mama sangat ingin bersamamu tapi karena keadaan mama harus meniggalkanmu…


“Keadaan… karena suami kaya itu dan takut ditinggalkan lalu aku diabaikan..” tukas Kenan.


Mama salah  nak, maafkan mama… ibunya meraih kedua tangan Kenan


“Kenan, tolong ampuni mama… ucap ibunya dengan terisak dan tersungkur di bawah.


“mama… ibu…


Kenan yang melihat ibunya tersungkur pun langsung maraih tangan ibunya, begitu pun Sunny spontan meraih tangan ibu Kenan.


Jangan begini bu… ujar Sunny sembari mendekap ibu Kenan.


Kenan, mama sangat tersiksa dan menyesal meninggalkanmu nak…


“sekarang mama baru menyadari setelah apa yang aku lalui…” Kenan menahan air matanya yang mulai berkaca-kaca memenuhi bola matanya.


“Mama, masih pantaskan aku memanggilmu mama, bahkan aku sudah hampir lupa jika aku masih memiliki seorang mama…”


Kenan mengepalkan tangannya  dan mendekati ibunya.


“Aku sangat merindukanmu ma…” ucap Kenan dengan penuh lirih.


Kenan, mama minta maaf nakkk…


Sepanjang pelukan tersebut, air mata mereka tak henti-hentinya mengalir.


Selama dua puluh tahun lebih Kenan tak pernah lagi bertemu ibunya, begitu pula ayahnya pun begitu sulit menemuinya karena istri pertamanya yang selalu mengawasi ayahnya.


Kini setelah dua puluh tahun lebih akhirnya mereka dipertemukan kembali walau cukup lama dan kepiluan yang memenuhi suasana malam itu…