I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Tak ingin terlepas lagi



“Pernah terlepas dari genggamanku sehingga membuatku memilih untuk pergi menjauh, namun kepergianku tak memberikan kebahagiaan bagimu. Kini aku hadir dengan caraku sendiri, tak perlu kau


mengetahui bagaimana caraku bertindak, cukup rasakan dengan hatimu."


Kebahagiaanmu terlalu mahal untukku dan terlalu sulit pula kudapatkan, kini biarlah melalui kehadiranku yang akan membalut luka itu.


“Bro… apa kamu rela Sunny adikmu satu-satunya yang ada dalam keluargamu harus hidup bersama orang yang telah hampir menghancurkannya??" tanya Kenan pada Kenjo


Iyaa bro,, aku akan mencoba menjauhkan Sunny dari keluarga Josep!!


“Iyaa bukan hanya Josep, aku juga telah mengetahui informasi bahwa Sunny sedang menjalin hubungan dengan Adrian!!


Adrian!!! Kenjo terkejut saat mendengar pernyataan tersebut.


Iyaa Kenan, thank you bro,, karena kamu selalu menjaga Sunny selama ini!!


________________*_______________


“Sunny!!!" Kenan datang menemui Sunny


Aahhh kak Kenan datang, bukannya kakak sibuk? tanya Sunny sembari membenarkan  cara duduknya.


“iyaa Sunny,, lihat aku bawa makanan buah kesukaanmu" Kenan memperlihatkan apa yang sedang ia bawa.


“Sunny sekarang kamu sudah terlihat baik, aku mau kamu bekerja di kantor cabang sebagai sekretarisku!!" ucap Kenan.


Ahhh aku kak!! nanti aku pikir-pikir dulu yah!!


“apa yang kamu pikirkan Sunny,, aku sudah memberitahukan pada abangmu, Kenjo!!"


Jadi bang Kenjo sudah tahu kak!


“ia Sunny,, Kenjo sangat setuju."


Selamat datang  kembali ibu Sunny.. sapa para pegawai kantor yang dulu juga rekan kerja Sunny.


“Sunny, ke ruanganku yah!!" ucap Kenan sambil tersenyum pada Sunny.


Permisi…


“silakan masuk Sunny" Kenan yang sedang duduk sambil menyeduh teh.


Sunny pun duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi direktur, dan terletaklah sebuah papan nama


“Direktur: Kenan Wijaya Kusuma”.


“Sunny, aku senang kamu akhirnya kembali bekerja" ucap Kenan tersenyum dan meletakkan kedua tangannya di atas meja.


Iyaa kak aku juga senang!! balas Sunny


“Sunny, aku harap kamu nyaman di sini, dan mulai besok kamu akan berada di ruangan yang sama denganku."


Sunny pun mengiayakan perkataan Kenan tersebut, dan keesokkan harinya Sunny telah berada pada ruangan yang sama yang hanya dibatasi oleh tirai dan dinding kaca transparan sehingga Kenan pun bisa memandangi Sunny dari balik dinding kaca tersebut.


"Wanita ini kenapa semakin menarik saja!!" ucap Kenan dalam hatinya sambil menelan ludah saat melihat penampilan seksi Sunny yang mengenakan rok span selutut, jas berwarna coklat span, rambut yang di ikat setengah serta  polesan make up tipis yang sungguh menggugah hati Kenan.


“Sunny nanti makan siang bersama yah!!"


ucap Kenan sambil duduk di sofa yang berada di ruangan khusus sekretaris.


Ohh baik kak Kenan!! Sunny membalas dengan senyuman manis.


Saat sedang menikmati makan siang di sebuah resto yang lokasinya tidak jauh dari kantor, terlihat Adrian sedang duduk bersama seorang wanita yang sangat Sunny kenal yaitu Vita.


Kak Adrian, Vita!! ucap Sunny menyapa dengan wajah terkejut


“Sunny!!"


Adrian berdiri dari tempat duduknya


Sss sunny!! ucap Vita dengan wajah sedikit gugup


Kenapa kalian bisa di sini?? Tanya Sunny heran


"ahh kami gak sengaja Sunn!! balas Adrian dengan nada gugup.


Adrian yang telah sekian lama pergi tanpa memberikan kabar, kini terlihat berdua bersama seorang wanita.


Ohh maaf ganggu kalian, aku juga hanya kebetulan sedang istrahat kantor, lalu Sunny meninggalkan Adrian dan Vita.


“kamu dari mana Sunny??" tanya Kenan yang sedang menyantap hidangan dari resto tersebut.


Aku dari toilet kak!! balas Sunny dengan wajah sedihnya setelah bertemu dengan Adrian yang tengah bersama Vita sahabatnya.


“Ohhh yasudah nikmati makanannya Sunn,  ini benar-benar enak!!"


Iya kak Kenan!! jawab Sunny lalu melanjutkan makanannya.


Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Sunny pun bergegas pergi meninggalkan resto tersebut dan saat akan keluar, Sunny pun harus melihat Adrian yang tengah menikmati makan siang bersama sahabatnya.


Sunny membuang muka saat Adrian


______________**______________


Kak Adrian!! Sunny memandangi fotonya saat bersama Adrian di sebuah taman’ kenapa kakak harus berbohong padaku!! Kenapa tidak jujur sejak awal.


Sunny sangat sedih saat melihat Adrian bersama Vita, karena menurut pengakuan Adrian mereka telah berpisah namun kenyataan pahit yang harus Sunny terima ialah ketika menyaksikan pemandangan yang penuh dengan kebohongan tersebut.


Beberapa minggu yang telah lewat, Sunny menerima pesan bahwa Adrian ingin mengakhiri hubungan mereka dengan alasan Adrian tak ingin membebani Sunny.


Namun menurut info yang Sunny terima dari beberapa sumber, Adrian kini menjadi seorang direktur di sebuah perusahaan milik keluarga besarnya dan Josep.


Adrian terlihat tersenyum bahagia pada sebuah unggahan foto di sosmed (sosial media) yang di sampingnya pun berdiri seorang direktur muda yaitu Josep.


Sunny sangat kecewa atas kenyataan pahit yang ia terima, Adrian kini sudah tak lagi menghubunginya.


Mungkin aku memang sungguh wanita bodoh… Kak Joe dan kak Adrian memang sama-sama binatang!!! Sunny terus terisak.


Itulah kenyataan yang Sunny harus terima.


“Sunny kita minggu depan akan meeting bersama klien dari beberapa perusahaan, aku mau kamu yang akan presentasi yah!!"


Oke kak Kenan…


Seminggu kemudian…


Kenan pergi ke sebuah pertemuan bersama para klien bisnis mau pun perusahaannya yang di damping oleh Sunny, saat akan memasuki ruang rapat betapa terkejutnya Sunny saat melihat Adrian yang tengah duduk di barisan para direktur.


Sunny tetap bersikap tegar lalu memulai presentasinya di hadapan para pemimpin


perusahaan ternama.


Woww amazing, masih muda cantik cerdas tapi tadi penyampaiannya sungguh luar biasa.. puji seorang direktur pada Sunny.


Ahh terimakasih pak...


Iyaa iyaa, mari-mari silakan nikmati hidangannya…


Sunny mengambil semangkuk salad buah dan menikmati buah tersebu sambil


berbincang-bincang.


“saya sangat terkesan dengan hasil rapat hari ini, saya harap kita akan menjadi mitra bisnis yang baik dan saling menguntungkan!!" tukas Adrian yang datang menghampiri Sunny lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Sunny.


Iya pak Adrian, saya hanya sekretaris biasa dan bisa masuk dalam pertemuan ini pun


karena perwakilan kantor saya!!  blas Sunny sembari menikmati salad buahnya


seolah-olah dia sudah melupakan Adrian.


Adrian terlihat canggung saat berhadapan dengan Sunny, Sunny pun berusaha


menyembunyikan rasa sakit hati yang kini harus ia tanggung sendiri.


Pertemuan pun selesai saatnya Sunny kembali pulang, namun kali ini ia sendiri karena Kenan yang telah pergi terlebih dahulu untuk menghadiri rapat bersama


perusahaan cabang.


Sunny terlihat gelisah menanti sebuah tumpangan yang akan menghantarkannya hingga ke apartemen kediamannya.


“Sunny kamu belum pulang!!" tanya Adrian yang datang menghampirinya di sebuah loby utama.


Ahh iaa kak, tapi sebentar lagi ada supir yang menjemputku. Balas Sunny yang tidak


terlalu menghiraukan kehadiran Adrian.


“Sunny aku antar yah!!"


Tak perlu kak, sebentar lagi sampai!! balas Sunny kembali.


Setelah beberapa menit kemudian, tumpangan tersebut pun tak kunjung tiba, Adrian pun diam-diam tengah memperhatikan Sunny dari dalam kantor.


Adrian bergegas menghampiri Sunny.


“Sunny, aku antar yah, ini sudah sore!!"


Tidak perlu kak, aku...---


“Sunny kamu mau bohong,, dari tadi kamu gak pergi-pergi juga!!"


Itu urusanku kak gak ada hubungannya dengan kakak!!


“iya Sunny tapi juga harus istrahatkan!!"


Hmmppp… Sunny masih tak menghiraukan Adrian


“Sunny!! Adrian secara tiba-tiba menarik tangan Sunny menuju ke arah parkiran.


                            ***