
Kebahagiaan yang begitu sulit kudapatkan dan mungkin hanyalah kebahagiaan semu semata.
Bagaimana mungkin kak Kenan lebih memilih untuk menamani perempuan lain, apalagi Caroline! arghhh…
Sunny membanting ponselnya di atas tempat tidur.
Beberapa hari kemudian…
“Sun, kenapa tidak pernah membalas chatku?”
Ohh sorry kak Rafa, handphoneku sudah beberapa hari ini mati!
“Mati! kenapa Sun? rusak yah??”
Hmm, maybe.
“Yaudah nanti kita cari ponsel yang lebih bagus.”
Tidak perlu kak. Tukas Sunny dengan raut wajah yang sedikit murung.
“Sunny!! kenapa buru-buru sekali pulangnya? ayo kita main seperti biasanya.”
Sorry kak Raf, aku harus cepat pulang karena ada urusan.
“Ohhh, okay Sunny! aku duluan yah bye..”
Byee kak Raf. Sunny melambaikan tangannya dan menghela napas panjang.
Hmmpp, beberapa hari ini sungguh sangat menyebalkan.
Tittt tittt titt… suara klakson mobil dari seberang kantor.
“Sunny!!” seorang pria memanggil Sunny dari dalam sebuah mobil alphard berwarna hitam.
Hmmp, I don’t care!! Sunny meneruskan langkahnya dan tak menghiraukan suara yang memanggilnya.
Sementara Sunny terus melangkah menyusuri trotoar dan akan menunggu taxi, mobil alphard bewarna hitam pun terus mengikutinya.
Sunny menyadari bahwa ada mobil yang sedang mengikutinya, namun Sunny masih tidak menghiraukan lalu memberhentikan sebuah taxi blue bird.
“Maaf bu, ada mobil alphard hitam sejak tadi terus membunyikan klakson. Apakah ibu kenal, mungkin teman ibu!” ujar supir taxi tersebut.
Ohh, saya tidak kenal pak! tegas Sunny yang sebenarnya mengetahui bahwa mobil tersebut ialah milik Kenan.
Pak, lurus saja ke perumahan X…
“Baik bu.”
_______________*______________
Kediaman Kenjo…
Permisi, bang Kenjo ada? tanya Sunny kepada salah satu security.
“sepertinya pak Kenjo sedang pergi.”
Okay terimakasih pak.
Sunny yang baru saja tiba di kediaman Kenjo, bergegas menuju sebuah kolam renang pribadi milik Kenjo.
Hahh… Sunny menyenderkan diri di sebuah kursi sambil memejamkan matanya sejenak.
Permisi non Sunny…
Iya, ada apa bi?
Ini ada nak Kenan, saya pergi dulu non… asisten rumah tersebut pun bergegas pergi.
Sunny membalikan diri dari arah Kenan yang baru saja tiba.
“Sunny!!” Kenan menghampiri dan duduk di kursi tempat Sunny setengah terbaring.
Kenapa? sudah puas menemani Caroline!! tukas Sunny dengan raut wajah yang penuh rasa kesal.
“Caroline itu temanku, aku juga sudah membaca isi pesannya untukmu!”
Lalu!!
“iya aku minta maaf, beberapa hari ini tidak bisa menemuimu.
Aku baru saja kembali dari Singapore.”
Iya, tidak masalah kak!
Kakak mau dekat dengan siapa pun itu hak kakak, aku belum sah menjadi istri kakak!!
“Sunny, kenapa kamu bicara seperti itu??” Kenan meraih tangan Sunny dan meletakkan didadanya.
Kak Kenan, apakah kakak tidak berpikir dengan baik!!
Caroline itu sangat menyukai kakak. Sampai-sampai memintaku untuk menjauh!
Hah!! jadi sekarang kakak mulai memaklumi perempuan lain!!
“bukan seperti itu, tapi kamu tidak seharusnya mematikan ponsel dan juga memblockku dari aku media sosialmu.”
Bukankah bagus, jadi kakak bisa sepuasnya menemani caroline tersayangnya kakak!!
“Sunny cukup.
Aku hanya menganggap Caroline sebagai teman biasa dan juga adik!”
Adik!! tapi foto kalian tidak perlu sampai mesra-mesra begini!!
Sunny menyodorkan ponselnya ke arah Kenan.
“Astaga, Caroline sengaja membuatmu cemburu!
Kamu cemburu??”
Jelas aku cemburu kak, bagaimana mungkin aku tidak cemburu kalau ada perempuan yang memintaku menjauh dari pacarku sendiri!!
“Aku minta maaf yah sayang, sekarang dia sudah kembali ke usa, jadi tidak perlu cemburu lagi yah!!”
Sudahlah kak, kalau pun aku cemburu itu juga tidak ada gunanya.
Lagi pula kakak masih belum menjadi suamiku, so kakak bisa sepuasnya dekat dengan banyak perempuan!!
“Kenapa kamu bisa mengatakan hal yang tidak kulakukan Sunny!!
Kalau aku lelaki seperti itu, sudah sejak dulu aku tidak akan berjuang mengejarmu!!”
Oh yah!!
Terkadang lelaki hanya berjuang di awal!!
Kakak, sama saja dengan lelaki dimasa laluku! hanya bisa menghancurkan hidupku!!!
Sunny beranjak dari area kolam pribadi kediaman Kenjo.
“Sunny kamu kemana??”
Kenan pun berusaha meraih tangan Sunny, namun Sunny terus berontak.
Lepas kak!!
Aku benci dengan wajah tulus kakak, tapi semua seperti kebohongan!!
“Sunny aku tidak pernah mengkhianatimu, aku dan Caroline hanya teman biasa.
Tolong dengarkan penjelasanku!!”
Brukk…
Sunny menabrak Kenjo yang baru saja tiba.
“Ada apa ini Sunny??”
Tanya Kenjo heran.
Bang Kenjo, aku benci kak Kenan!! tolong jangan biarkan kak Kenan mendekatiku!!
“Sunny!!”
Sorry bro, jelaskan terlebih dahulu apa yang sudah kamu lakukan pada adikku??
Kenjo mencegat langkah Kenan yang sedang mengejar Sunny.
Kenan!! Stop!!
Bentak Kenjo sambil menahan langkah Kenan.
“Kita sudah bersahabat lama, dan aku sangat percaya padamu.
Tapi kenapa hari ini dihadapanku, Sunny menangis dan terlihat membencimu!!”
Bro, aku bisa jelaskan!!
“silakan keluar Kenan!!”
Bro.. aku..—
“Keluar….”
Kenjo meminta Kenan keluar dan tidak menemui Sunny hingga Sunny merasa tenang.
Untuk pertama kalinya aku melihat sahabatku membuat perempuan yang sangat berharga menangis dihadapanku, bagimana bisa aku merasa tenang.
Aku hanya ingin Sunny bahagia bersama lelaki pilihannya, bukan menambah luka baru! lirih hati Kenjo.