
“Mengapa baru sekarang aku menyadari
segalanya, setelah apa yang terjadi selama ini”
“Kamu sudah sadar Sun? mulai membuka mata dan memandang sekeliling
Bos, saya dimana?
“kamu tadi pinsan Sunny di taman bermain tapi kata dokter kamu akan baik jika istrahat yang cukup.
Iya,, terimakasih bos… beranjak dari ranjang pasien
Kenapa malah aku yang sakit, seharusnya sekarang aku mendampingi kak Kenan!
“iya Sun ayo kita ke kamar Kenan," berjalan menuju kamar pasien VIP.
Maaf pak, bu pasien sedang beristirahat mohon untuk membangunkan pasien.
“baik dok.
Kita duduk di sini saja bos.
“Sun, saya hanyalah rekan bisnis Kenan tapi entah mengapa saya merasa Kenan sangat membutuhkan orang-orang.
Bos, ada hal yang ingin kupertanyakan.
“silakan selama saya bisa menjawab"
Kenapa tak ada keluarga yang menamani kak Kenan??
Hmppp… Jeho menarik napasnya perlahan
sebenarnya Kenan tidak punya siapa-siapa lagi!
Maksudnya gimana bos? tanya Sunny dengan wajah yang sangat ingin tahu
“Kakek dan Nenek Kenan sudah meninggal beberapa tahun lalu dan---"
Jeho mulai menceritakan—
Kenan selama bertahun-tahun hidup sendiri, menanggung beban tanggung jawab sendiri sehingga membuatnya tak cukup waktu untuk beristirahat. Terkadang waktu tidurnya hanya pada saat melakukan perjalanan sehingga dapat beristirahat
sejenak.
Namun, setelah mengenal Sunny, Kenan merasa cukup bergantung pada Sunny sehingga tak jarang Kenan rela banyak berkorban demi wanita yang sangat ia harapkan.
Mencintai dalam diam dan tak pernah anggap oleh wanita yang ia cintai tak membuat Kenan menyerah dan menjadi egois.
Menanti dan terus menanti saat-saat bahagianya bersama Sunny.
Jadi, selama ini kak Kenan harus menanggung semua penderitaan itu sendiri sedangkan aku masih memiliki orang-orang yang menyayangiku termsuk kak Kenan.
“Iya Sunny, semua memang seperti itu tapi saya harap kamu tidak perlu berada
disampinnya jika semua hanya belas kasihan.
Maaf bos selama ini saya memang tidak pernah peduli dengan perasaan kak Kenan,
karena saya punya alasan saya sendiri. Sunny berdiri menuju ranjang pasien.
“Apa saya meninggung perasaanmu?" tanya Jeho yang kini menghampiri Sunny
Tidak perlu berpikir seperti itu bos, kalimat itu memang tepat untukku.
Beberapa minggu kemudian...
“Oh hahaa iya bro Jeho, thank you selama ini telah mendampingiku"
Tidak masalah Ken...
Kak Kenan… Sunny berlari ke arah Kenan
"Sunny!! kenapa berlari seperti anak kecil begitu"
Hehee sorry kak, aku tadi mampir lalu membelikan kakak buah-buah segar kakak harus sering makan buah. Ujar Sunny dengan wajah dipenuhi senyuman
“baik thank you Sunny
Ohh ia kak Kenan, aku mau pergi dulu ada beberapa hal yang harus kuselesaikan.
“Iaa Sunny hati-hati yah!!
Ada apa Vanny tumben banget ingin bertemu denganku.
Di sebuah resto yang cukup mewah.
"Sunny disini" Vanny melambaikan tangannya dan juga terlihat sosok Josep tengah duduk disampingnya.
Ohh iaa, Sunny berjalan menuju ke arah Vanny dan Josep yang tengah menantinya.
Silakan duduk Sunny, Vanny terlihat tersenyum lembut pada Sunny tak seperti Vanny yang selama ini ia kenal.
Oh baik Vanny.
“Sunny langsung saja ke pokok pembicaraan kita," ujar Josep sembari meneguk juice buah yang berada di atas meja makan.
“Aku dan Vanny ingin meminta maaf padamu atas apa yang telah terjadi dimasa lalu."
Iyaa kak semua sudah berlalu, balas Sunny dengan wajah sendu
Aku minta maaf Sunny atas apa yang sudah kulakukan dan gara-gara perlakuanku
hubunganmu bersama Adrian rusak.
Aku yang telah banyak berbuat salah. Vanny terlihat begitu menyesal.
“Sunny sekarang aku sadar akan peranku sebagai seorang suami bagi Vanny, namun sebelum aku pantas untuk menjadi seorang ayah, aku ingin menyelesaikan masa lalu
kita.
Iya kak Joe, aku pun sudah tak ingin memikirkan hal itu lagi. Balas Sunny dengan sedikit senyuman kecilnya.
Aku ingin kamu bahagia bersama Adrian. Vanny menggenggam kedua tangan Sunny
Vanny, kami sudah selesai
Tidak Sunny, kamu tidak tahu apa-apa bagaimana Adrian berjuang untukmu.
Please Sunny demi menebus kesalahan dimasa lalu aku ingin membuatmu bahagia bersama Adrian.
Cukup Vanny, terimakasih atas niat baikmu. Tapi aku dan kak Adrian sudah tidak bisa bersama, dan untuk saat ini aku hanya ingin fokus dengan karirku. Sunny melemparkan pandangannya pada Joe.
Kak Joe terimakasih atas niat baik kalian, tapi aku belum siap untuk itu.
\*