I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Penantian panjangku



“I wanna touch your heart – Volume II”


Author by Natalie Ernison


Bertahun-tahun Rachelie sangat menyukai sosok Axelle, si lelaki gunung esnya. Namun Axelle sempat menyukai Friska si gadis culun berkacamatanya, dan karena kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka, kini Axelle sudah benar-benar tak lagi saling bertemu dengan Friska.


Selama bertahun-tahun Rachelie tak menyerah untuk mendapat perhatian dari Axelle. Malam ini Axelle mengajaknya untuk bertemu dan saling bicara.


“Rachelie aku ingin bicara serius denganmu..” ujar Axelle dengan tatapan matanya yang terlihat sangat serius.


Oke baik, aku sambil makan saja… ujar Rachelie sambil menyantap kembali makanannya.


“Rachelie, aku ingin mengenalmu lebih dalam lagi..”


Apa… apa aku tidak salah dengar Ax’? tanya Rachelie dengan wajah yang terlihat heran, bingun bercampur aduk.


“Iya. Selama ini aku tidak ingin terburu-buru, karena tidak ingin pasanganku terlalu bergantung dengan orang


tuanya. Terlebih lagi, dulu kamu sangat arogan, dan sekarang aku ingin meyakinkan hati kita berdua..” Axelle meraih tangan Rach, Rach hanya terdiam dan sangat tak mengerti apa yang terjadi pada Axelle.


Axelle, apakah kamu sedang memainkan sebuah drama? tolong jangan libatkan aku ke dalam dramamu ini.. Rach menarik kembali tangannya.


Hhmm…


“aku serius Rach, aku ingin mengenal kamu lebih jauh lagi, dan ingin serius menjalani hubunngan denganmu..”


Hubungan yang seperti apa Ax’?


“Yahh… berpacaran mungkin..” jawab Axelle sambil menggaruk kepalanya, dan hanya pertanda bahwa ia sedang gugup.


Apakah kamu menyukaiku, menyayangiku, mencintaiku? lalu sebagai apa? tanya Rach dengan wajahnya yang serius.


“Aku ingin menjadikanmu pacarku, ah bukan pacar! tapi calon pendampingku..” tukas Axelle lagi dengan wajah yang jauh lebih serius lagi.


Apa kamu serius Axelle? sejak kapan kamu menyukaiku? bukakah kamu menyukai si gadis kacamatamu itu?


“Itu sudah berlalu Rach… dan aku cukup menilaimu sebagai seorang gadis yang sudah cukup dewasa sekarang..” Axelle tersenyum pada Rach, dan kembali menggenggam tangan Rach.


AKu takut perasaanmu hanya karena kasihan padaku…


“tidak Rach, aku serius! maaf jika ini terlalu lama untukmu, aku hanya ingin menunggu kita benar-benar siap. Aku tahu ini hubungan kita yang pertama bukan?”


Iya Axelle, aku memang sudah lama menyukaimu, tapi kamu tidak pernah memandangku. Bahkan selama bertahun-tahun ini..—


Sehhttt…. Axelle mengatup bibir Rach dengan jari telunjuknya.


“Aku hanya ingin kamu benar-benar yakin pada hatimu, karena aku tidak ingin rasa itu hanya karena perasaan sesaat. Sekarang kita sama-sama sudah mulai dewasa, jadi apa salahnya jika kita saling memikirkan masa depan kita..”


“Sekarang aku hanya ingin bertanya, apakah kamu mau menerima perasaanku?”


Ahhh… tentu saja aku mau Ax’… jawab Rach dengan wajah tersipu malu.


“Terimakasih Rach..” Axelle mengcup punggung tangan Rach sambil menatap sendu mata Rach.


Mereka kini menjadi pasangan kekasih, dan penantian panjang Rach akhirnya berakhir indah, meskipun tantangan mau pun lika liku dalam hubungan mereka tentu saja masih panjang.


Namun, apakah jadinya jika Axelle mengetahui kenyataan bahwa Rachelielah yang membuat Friska tak lagi


mempercayainya…


---------


“Kediaman Kusuma Teofanya”


“Mam, pap.. aku sepertinya akan jarang pulang, dan harus meneyelesaikan beberapa projek design untuk proyek baru..” ujar Axelle sambil mendekap mami Sunny.


Ingat jaga kesehatanmu nak, mami papi hanya punya satu putra yang sibuknya sudah melebihi pejabat.


Tsk… “Iya mamiku yang cantik, aku tidak ingin papi terus bekerja hingga beruban banyak. Aku ingin papi mami menikmati masa tuan hanya dengan bersantai, dan mungkin agar tidak terlalu setres, yah sambil membantu menjaga toko..”


“enak saja, masa papi yang masih produktif begini menjadi penjaga toko atas nama Axelle..” ujar papi Kenan sambil merangkul Axelle dan juga mami Sunny.


Mami tidak suka berdiam diri nak, paling tidak mami akan tetap membantu perusahaan papi walau hanya menjadi tukang pijat pribadi papi kamu..


“ohh yah.. apakah uang belanja mami sudah bertambah banyak sekarang?”


“uang belanja mami tidak pernah kekurangan Ax’ hanya saja mami terlalu cerdas mengelola keuangan..” tukas papi Kenan dengan terkekeh.


Husssttt… ingat belikan mami berlian permata terbaru..


“Ohh my Lord… mami sekarang jadi tukang koleksi berlian yah pap..” hahaha..


Kehangan keluarga papi Kenan dan mami Sunny tentu saja melalui proses yang sangat panjang, hingga akhirnya menjadi keluarga yang cukup harmonis.


Drrr… Mrs. Manjaku memanggil…


Axelle: “hallo nona…”


Rach: “ aku sudah di kantormu, kenapatidak ada ditempat?” tanya Rach dengan nada manjanya.


Rach: “Oke baik, aku tunggu yah tuanku..” bip.


Tskk… “nona mudaku yang manja..” gumam Axelle lalu mengenakan jaket kulit berwarna hitam miliknya dan bergegas menuju kantornya.


“mami, aku pergi dulu, nyonya mudaku sedang menunggu..” ujar Axelle sambil setengah berlari menuruni anak tangga rumahnya, dan tak lupa mencium pipi mami Sunny dan papi Kenan.


Hati-hati sayang.. byee…


Hmmm.. mami Sunny menggeleng-geleng.


“Kenapa mam?” tanya papi Kenan sambil mendekap erat pinggul mami Sunny.


Heii papi, belum juga Axelle keluar gerbang sudah begini..


“aku hanya ingin bermanja dengan istriku apa salahnya sayang..” cup.. papi Kenan mengecup bibir mami Sunny dan tersenyum penuh arti.


Pap, mami ingin bicara terlebih dahulu..


“ada apa mami? bicaralah..”


Pap, sepertinya Axelle sudah terlihat cukup serius dengan Rachelie..


“Ohh tentu saja, dia seperti papi yang selalu serius pantang menyerah..” ujar papi Kenan sambil berbaring di atas paha mami Sunny dengan manjanya.


Iya pap, mami hanya terkadang merenung, betapa banyaknya lika liku hubungan kita dulu. Sekarang anak kita sudah beranjak dewasa, dan mami hanya ingin yang terbaik bagi Axelle..


***


“Kantor Axelle”


“Hallo nonaku…” Axelle yang baru tiba, dan memarkirkan motor sport kesayangannya.


Aku membawa juice buah segar, dan juga beberapa makanan masakan rumah. Aku sudah mulai belajar memasak.. ujar Rach dengan wajah sumbringah.


“nonaku yakin…”


Tentu saja tuan gunung esku..


“Baik, mari kita sama-sama nikmati..”


Bagaimana? apakah kurang asin, atau hambar? Rach terlihat sangat penasaran dengan pendapat Axelle akan masakannya.


“Goodlah untuk pertama kali mencoba, yah… tidak buruk..”


Huhh… menghela napas kasar.


Aku sudah duga, kalau masakanku tak seenak tante Sunny… ujar Rach dengan wajah cemberutnya.


“Ini sangat enak nonaku..” cup.. Axelle mengecup pipi Rach dengan tiba-tiba.


Axelle!! aku terkejut, apakah ini sungguhan Axelle?


Tuan! tolong kembalikan pacarku Axelle…


Hahha…


“Dia ada didepanmu dan mencintaimu…” keduanya sama-sama terkekeh.


Maaf, karena sejak kecil aku hanyalah anak manja. Bahkan aku sangat egois, karena daddy dan mami sangat


memanjakkanku, bahkan tak ingin aku bersedih sedikit pun.. Sehingga aku tumbuh dalam keadaan serba ada dan tak mengerti tentang perjuangan.. ujar Rach dengan wajah sendunya.


“Aku senang dengan dirimu yang sekarang, aku berharap kamu akan terus seperti ini..” Axelle tersenyum tulus pada Rach.


Terimakasih Axelle…


“Rach, mulai minggu depan aku mulai membantu perusahaan papi, dan kemungkinan akan lebih sibuk lagi, jadi maafkan aku jika aku akan jarang mengajakmu bertemu..” sesal Axelle.


Tidak masalah, yang penting kamu selalu menjaga kesehatan dengan baik.. Rach menyentuh pipi Axelle dengan lembut.


Axelle terlihat sedikit canggung dengan hal itu, karena hanya ibunya yang pernah meperlakukannya dengan mesra.


Ahemmm…


“Oke nonaku.. jaga kesehatanmu dan juga bisnis kosmetikmu..” Axelle meraih tangan Rach dan menggenggamnya sejenak.


Tiba-tiba saja raut wajah Rach berubah, karena ia merasa bahwa Axelle tak suka akan sentuhan fisik yang ia berikan.


Aku harus segera pulang tuan mudaku… Rach membereskan tasnya dan bergegas menuju mobil mewah miliknya.


“Hati-hati dijalan nonaku sayang..” bisik Axelle di sela leher jenjang milik Rach dan mendekap mesra tubuh Rach.



Ahhh amm.. iya tuan mudaku, aku akan hati-hati.. huhh… Rach terlihat sangat terkejut dengan perlakuan Axelle padanya, ia sangat tak biasa, terlebih lagi mereka berdua sama-sama baru pertama kali berpacaran.


Spontan saja Rach melepaskan pelukan Axelle, ia tak bermaksud demikan, namun ia sungguh sangat gugup tak karuan lagi.