
Kesabaran dan ketulusan hati Kenan, kini membawa sebuah jalan kebahagiaan dalam hidupnya. Rasa dikhianati dan dikecewakan oleh orang-orang yang sangat ia sayangi, namun semua dapat Kenan lalui. Kehadiran Sunny disisi Kenan pun telah membawa warna baru didalam kehidupan Kenan.
“Kediaman Jeho”
Dari sejak kemarin siang, mama lihat-lihat kamu cukup sibuk sekali nak?? tanya sang ibu menghampiri Jeho.
“Ohh, ia ma. Aku sedang mempersiapkan hadiah besar untuk pernikahan Kenan bersama Sunny.”
Wauu… berarti kamu sudah ketinggalan jauh dari Kenan!! ujar sang ibu menggoda Jeho.
“Iya mau bagaimana lagi ma! itu sudah garis kehidupan Kenan…” ujar Jeho dengan wajah tersenyum sendu.
Jeho, waktu terus berjalan dan semua sudah berlalu tanpa ada rasa terluka lagi. Ujar sang ibu sembari merangkul pinggang Jeho yang sedang berdiri membalut sebuah kotak besar.
“Iya ma, semua yang sudah terjadi tidak mungkin dapat kembali lagi. Aku pun mulai menyadari bahwa tidak semua keinginanku dapat aku raih…” Jeho tersenyum pada sang ibu.
Iya nak, mama sudah cukup bahagia bisa bersamamu dan mama tidak inginkan apa pun lagi.
“Iya ma, mungkin setelah pernikahan Kenan bersama Sunny, kita akan tinggal di Singapore.”
“Perusahaan X”
Nona Sunny serius ingin menikah?? wah yang benar saja! kenapa kita baru tahu sekarang?? riuh para rekan kerja Sunny saat menerima undangan pernikahan Sunny bersama Kenan.
Iya, aku harap kalian bisa datang ke acara sakralku… Ujar Sunny dengan wajah tersenyum bahagia.
“Sunny, kamu benar akan menikah??” tanya Rafa dengan raut wajah yang cukup terkejut.
Hmmp, iya kak Rafa. Datang yah!! ujar Sunny sembari menyodorkan sebuah undangan berwarna pink dengan balutan pita berwarna putih.
“Oke, aku pasti datang dan membawakan sesuatu yang mengejutkamu…” ujar Rafa denganw ajah tersenyum sendu, seolah masih belum percaya akan kenyataan bahwa Sunny akan segera menikah.
Hallo kak Calvin, iya sore ini aku akan datang ke rumah kakak…
Setelah sore menjelang malam tiba, Sunny pun bergegas menuju kediaman Calvin. Sementara itu Calvin masin sangat penasaran akan apa yang akan Sunny bicarakan.
“Kediaman Calvin”
“mam, kita makan dulu saja!” ujar Calvin dengan wajah yang etrus tersenyum, seakan sangat bahagia dengan kedatangan Sunny wanita yang telah lama ia sukai.
“Jadi, apa sebenarnya yang ingin kamu bicarakan Sun?? sampai-sampai kamu mendesakku! tanya Calvin dengan raut wajah penasaran.
Ahh, iaa kak Calvin dan tante. Kedatanganku kesini, aku ingin mengundang kalian di pesta pernikahanku. Sontak pernyataan Sunny tersebut membuat calvin sangat terkejut dan terdiam sejenak.
Maksud nak Sunny?? tukas ibu Calvin.
Iya tante, aku akan menikah awal bulan depan.
“Menikah??” tukas Calvin dengan wajah yang lebih terkejut.
Iya kak, ini undangan resminya. Sunny menyodorkan sebuah undangan resmi kepada Kenan.
“ahh ini…” Calvin mengambil undangan tersebut dengan perasaan pilu dan haru.
Selamat yah Sunny…” calvin tersenyum sendu.
Iya kak Calvin, tante. Aku pamit pulang dulu.
“aku antar yah Sunn!” pinta Calvin.
Tidak kak, aku bawa mobil sendiri. Tukas Sunny sembari beranjak dari sofa tempat ia duduki.
Hmm… sudahlah Calvin.
Ini yang terbaik bagi Sunny yah… Ujar sang ibu sembari membelai punggung Calvin.
“Iya mam, aku memang sangat mencintai Sunny! tapi aku juga ingin yang terbaik Sunny.”
Calvin yang merupakan teman masa sekolah Sunny, kini harus merelakan wanita yang telah sekian lama ia sukai. Rasa berat hati dan kehilangan pun menyelimuti hati Calvin, namun Calvin pun tetap berusaha berbesar hati.