I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Cuekmu meluluhkanku



“I wanna touch your heart || Volume II”


Author by Natalie Ernison


“SMA xxx”


“Semuanya, harap perhatikan tugas kliping masing-masing kelompok. Setiap ketua bertanggung jawab..---“


Huhh.. bosan banget dengar pak guru itu..--“ gumam Rachelie sembari memainkan rambutnya, dan menghadap ke arah Axelle yang terlihat begitu fokus.


“ini orang kenapa sih setiap hari makin ganteng..” ucap Rachelie dalam benaknya, sembari tersenyum-senyum sendiri.


Hmmp… tanpa ia sadari, Axelle pun menoleh ke arahnya.


Ting ting ting… tanda bel istrahat kedua.


Yeahh… akhirnya selesai juga..—riuh suasana seketika bel tanda istrahat terdengar jelas.


“Axelle, kamu mau pergi kemana? ini makan siang buatan rumah,”


Aku juga Axelle, ini home made...-- ujar seoramg remaja, menyela remaja lainnya.


Sesuatu hal yang biasa bagi Axelle menerima perhatian dari para remaja perempuan. Sering kali menerima surat secara lansung, perantara, bahkan hadiah-hadiah tak terduga. Sungguh pesona si Axelle mampu membuat para gadis dimabuk cinta.


“heh… adik kelas tak tahu malu banget!! kamu tahu sendiri kan, Axelle tidak akan mudah menerima perhatian dari asal perempuan.” Tukas Rachelie kepada beberapa gadis remaja, yang merupakan adik junior di sekolah tersebut.


Maaf kak, tapi kami tidak pernah mengganggu kakak, kenapa kakak harus marah! tukas beberapa remaja perempuan tersebut.


“Jelas aku tak suka kalau teman sekelasku di ganggu-ganggu sama junior seperti kalian!!”


“Sudahlah, dia anak orang kaya, kita tak akan menang,” bisik salah seorang teman dari para gadis remaja tersebut.


“Baik kak, kami pergi dulu,--“ beberapa gadis remaja tersebut pun pergi meninggalkan Rachelie bersama teman se-ganknya.


Axelle!! Mendengar panggilan tersebut, membuat Axelle menoleh ke arah asal suara.


Axelle!! kamu kenapa selalu mengabaikanku? ujar Rachelie dengan nada manjanya.


“Aku sudah bilang, aku tidak mau orang-orang akan membuat gosip yang bukan-bukan.” Tukas Axelle dengan seringai senyum tipisnya.


Apa kamu takut, kalau anak-anak membuat gosip seperti… kita berpacaran, begitu? ucap Rachelie dengan sikap manjanya dan juga sedikit tersipu.


“Rach, aku tidak suka dengan perempuan yang arogan. Kamu terlalu arogan.” Tukas Axelle, lalu pergi meninggalkan Rachelie.


“Hahh… arogan!


Iya, aku arogan karena aku tidak pernah suka melihat perempuan lain mendekatimu Axelle si lelaki super cuekk!! hahhh…” gumam Rachelie dengan nada kesalnya.


Setelah melakukan aktivitas selama hampir seharian penuh, kini saatnya bagi Axelle untuk pulang dan meninggalkan segala kesibukkannya.


Axelle, kamu naik motor?


“Iya, kenapa Rach? (Rach, panggilan akrab bagi Rachelie Bakhtiar).


Kenapa tidak membawa mobil saja?


“Sorry, aku belum mampu membeli mobil.”


Tapikan keluargamu sangat terpandang Axelle…


“aku tidak pernah merasa begitu, dan itu semua harta papi mamiku. Byee aku duluan.” Tukas Axelle dengan nada dingin, lalu bergegas pergi dengan mengendarai motor sport orange, hadiah dari kedua orang tuanya.


Axelle, yang selalu berusaha hidup sederhana. Walau semua orang pun cukup banyak mengetahui, bagaimana mapannya keluarga besar Kusuma. Namun, hal tersebut tak membuat Axelle menjadi arogan dan terkesan sombong.


Akan tetapi, sikap dingin dan pendiamnya terkadang membuat dirinya menerima penilaian berbeda. Sikap cuek terhadap pendapat orang lain membuat dirinya menjadi pribadi yang dingin. Semua kepribadiannya yang dingin pulalah, semakin membuat para gadis-gadis remaja jatuh hati.


“Kediaman Kusuma Teofanya”


Selamat sore nak Axelle… sapa bi Ina, sang asisten rumah tangga yang telah puluhan tahun melayani di keluarga Kusuma.


“Iya sore bi.


Mami papi ada?” sahut Axelle sembari melepaskan alas kakinya lalu mencuci kaki dan tangannya.


Ada nak, ayo masuk. Biar bibi yang rapikan barang-barang nak Axelle.


“Tidak usah bi, aku bisa sendiri.” tukas Axelle, lalu beranjak menuju ruang keluarga. Terlihat papi Kenan bersama mami Sunny sedang bercengkrama.


“Selamat sore mami, papi..” sapa Axelle, lalu menyalami kedua orang tuanya.


Kamu mau kemana lagi nak, kenapa buru-buru? tanya mami Sunny.


“Aku ada jadwal ngband di Café xx mam, bye..” Axelle berlari menaiki anak-anak tangga rumahnya.


Axelle, kenapa begitu cepatnya dia tumbuh dewasa pi… ucap mami Sunny sembari menggelengkan kepalanya.


Meskipun telah memiliki satu orang anak laki-laki tampan dan sudah mulai beranjak dewasa. Papi Kenan tetap selalu bertingkah manja pada mami Sunny. Sungguh keluarga yang harmonis dan hangat.


“Papi, mami…


Aku berangkat dulu yah..” Axelle yang sedang menuruni anak-anak tangga, lalu memberikan salam sebelum pergi pada kedua orang tuanya.


Axelle, kapan kamu bisa diam di rumah nak? ini malam weekend loh.. tukas mami Sunny.


“Sorry mami, Axelle sebenarnya ingin join dalam perayaan weekend mami dan papi. Tapi, Axelle tidak tega mengganggu acara kemesraan papi dan mami, byee ummuachh..” tukas Axelle sembari memberikan kiss bye pada papi Kenan dan mami Kenan.


Huhh…


Bagaimana tuh anak papi.. ujar mami Sunny, pada papi Kenan.


“Itukan hasil kita bersama mi, dan wataknya itu yah perpaduan kita berdua..” ujar papi Kenan, dengan senyuman nakalnya.


Aishh papi, ingat umur.. balas mami Sunny dengan tersipu.


“Kenapa istriku sayang, kita lembur yah malam ini.” Bisik papi Kenan tepat di daun telinga mami Sunny.


Papi… huss anak sudah besar juga…


“Iya, sepertinya Axelle butuh adik kecil..”


Aahha.. papi, sudahlah…


Kehangatan setiap weekend, dibalik segala kesibukan papi Kenan yang begitu padat, tetap tak lupa memperhatikan keluarga kecilnya. Perjalanan karir yang tidak mudah bagi Kenan, saat sempat terjatuh dalam usaha bisnisnya, namun kehadiran sang istri sangat memberikan pertolongan baginya.


Sunny yang sudah tak lagi bekerja di kantor, kini lebih fokus dengan keluarga kecilnya. Namun, tetap aktiv mengurus beberapa usaha, bisnisnya bersama Kenan sejak mereka masih belum menikah.


Keinginan Kenan agar Sunny lebih banyak istrahat, sudah ia pikirkan sejak sebelum mereka menikah. Hingga akhirnya Sunny harus benar-benar melepaskan pekerjaan utamanya.


________________*_______________


“Café xxx”


“Oke, ini honor kalian malam ini,” ujar seorang pengurus Café yang cukup terkenal tersebut.


Thank you om atas honornya..--


“Kalian masih muda, kenapa tidak kencan??” tanya seorang pengurus café tersebut.


Ahaha.. sorry om, kami semua tidak terlalu memikirkan dan memang belum dapat juga..—ujar salah seorang rekan band Axelle, dengan terkekeh.


“Hmm… iyaa begitu juga lebih bagus.


Axelle, kamu si tampan yang dingin, sampai kapan, om menunggumu membuat terobosan..”


“Aku tidak tertarik dengan perempuan-perempuan manja..” tukas Axelle dengan ekspresi datarnya.


“Ahahaa.. Axelle, om suka gayamu.


Kamu bisa mengutarakan sesuatu yang besar hanya dengan ekspresi sesederhana itu..” ujar seorang penguru Café tersebut.


“Oke om, aku harus cepat pulang. Karena, orang tuaku cukup rewel.” Ujar Axelle sembari beranjak dari tempat duduknya.


“Oke anak-anak, hati-hati dijalan..”


Beberapa saat kemudian, Axelle pun tiba di rumah kediamannya.


>>>>


“Kediaman Kusuma Taofanya”


“Papi, mami.. aku pulang..” sapa Axelle, sembari membawakan beberapa kantong makanan.


Kamu bawa apa nak?


“Ini mam, tadi aku dapat beberapa snack dari om pengurus Café..” sembari menyodorkan beberapa kantong yang berisi makanan tersebut.


“Ohh ia pap, mam…


Beberapa minggu ini, terus-terusan dapat surat-surat pernyataan cinta. Karena mereka takut untuk minta nomor handphoneku..”


Hmm…


Mami, kurang tahu pasti bagaimana populernya kamu di sekolah nak. Tapi, ingat kamu tidak boleh memberi harapan palsu pada perempuan.


“Iya mami, thank you atas nasihat mami..”


Mereka pun saling bercengkrama satu sama lain, segala kesibukan Axelle membuat dia jarang berada di rumah. Tetapi, sikap hormatnya selalu ia terapkan, walau jati dirinya saat diluar rumah lebih terkesan dingin.


“Si dingin yang mempesona” itulah julukkan para gadis untuk Axelle Kusuma Jr…