I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
P I L U



“Kediaman Kenjo”


“Sunny, makan dulu,” Kenjo yang datang menghamiri Sunny dengan membawakan semangkuk bubur hangat dan juga teh hangat.


Abang makan saja dulu, aku masih belum selera.


“Sunny, abang tidak suka jika kamu menyiksa dirimu sendiri! kalau kamu sakit malah tidak akan menyelesaikan apa pun!!”


Bang Kenjo, aku belum bisa makan! tukas Sunny sembari kembali berbaring di kasur.


“Sunny, semua harus diklarifikasi. Abang pun sangat emosi saat melihat semua foto-foto itu, akan tetapi jika dipikir secara logika, bisa saja itu tak seperti yang terlihat.


Apa maksud abang? bukannya abang sudah memukul kak Kenan dua kali!


“Sunny, itu naluri seorang lelaki jika melihat adiknya disakiti oleh lelaki yang tak bertanggung jawab,” ujar Kenjo sembari meraih Sunny agar terbangun dan mau makan.


“Kenan adalah sahabat abang, dan abang sangat mengenalnya! tapi jujur saja abang sangat terbakar emosi pada malam itu.


Bang Kenjo, aku pun juga sangat mengenal kak Kenan! tapi sebagai seorang perempuan hatiku sangat hancur melihat foto-foto itu!! aku tidak tahu harus berbuat apa lagi.


“Oke, kamu harus makan yah..” ucap Kenjo dengan lembut, hingga akhirnya Sunny pun makan.


Permisi nak Kenjo, ada nak Jeho di luar. Ujar asisten rumah Kenjo.


“Oke, persilakan masuk saja.


Kamu makan dulu yah!!”


“Hallo bro Kenjo, maaf jika kehadiranku mengganggumu,” ujar Jeho sembari membawakan beberapa makanan yang kini berada di tas yang sedang ia genggam.


Silakan duduk bri Jeho.


“Iya, thank you bro! hmmp, mana Sunny??” tanya Jeho sembari meneguk air aqua yang telah tersedia di atas meja ruang tamu kediaman Kenjo.


Ahmm, Sunny sedang tak ingin banyak bicara! sepertinya dia sangat terpukul atas kejadian malam itu.


“Ohh, aku sebagai kakak Kenan ingin meminta maaf atas semua perbuatan adikku,” ujar Jeho seolah peduli akan keberadaan Kenan.


Ohh baik bro, tapi untuk Sunny ini kita biarkan dulu Sunny menikmati istrahatnya.


“Iya bro, Kenan memang sudah sangat keterlaluan…” ucap Jeho dengan wajah sendunya.


“Mungkin ada kesalahan pada foto tersebut…” ujar Kenjo.


Aku pun berharap seperti itu bro! yasudah aku hanya ingin mampir membawakan beberapa makanan untuk Sunny. Aku pamit pergi dulu bro!


“Oke bro Jeho, thank you so much bro..” Jeho pun pergi meninggalkan kediaman Kenjo.


“Sunny… Kenjo memanggil dan berjalan menuju kamar yang sudah special untuk adik manisnya tersebut.


Pak Jeho sudah pulang bang?? tanya Sunny sembari duduk kembali.


“Iya, ini ada titipan special untukmu,” Kenjo menyodorkan apa yang telah Jeho berikan.


Besok aku akan kembali bekerja kak!!


“Yasudah jika kamu sudah merasa baikan, silakan!!”


Keesokan harinya…


Sunny lebih banyak diam dan menghabiskan waktu dengan pekerjaan padatnya.


“Okee sampai jumpa semuanya… bye bye…” riuh sausana kepulangan kantor pada sore menjelang malam itu.


“Sunny!!”


Kak Kenan!! Kenan yang telah lama menanti Sunny keluar dari kantornya.


Sunny terus berjalan menuju trotoal dan hendak memesan taksi.


“Aku antar kamu pulang!” ujar Kenan yang masih berusaha terus mengejar Sunny.


Sunny hanya terdiam kaku, dan lagi-lagi wajahnya berubah menjadi sendu.


“Sunny, aku ingin kamu mendengarkanku, kumohon Sunny,” pinta Kenan lagi dengan nada lirih.


Baiklah… Sunny pun meu mendengarkan permintaan Kenan, dan Kenan pun mengajak Sunny untuk berjalan menuju area parkiran mobil aphard berwarna hitam milik Kenan.


“Kamu tidak membawa mobil Sunny??” tanya Kenan yang berusaha membuka topic pembicaraan.


Tidak kak, sedang di service… balas Sunny dengan suara yang memberat.


“Sunny, kita bicara di rumah saja…”


Kenapa harus di rumah kakak?? tanya Sunny sembari memalingkan wajahnya ke arah Kenan yang sedang menyetir.


“biar lebih nyaman sayang….” sejenak suasana berubah menjadi hening, seusai Kenan mengucapkan kata sayang tersebut.


“Kediaman Kenan”


Selamat malam non Sunny, nak Kenan… sapa bi Ina dan pak Tino.


Malam pak, bi… balas Sunny dengan senyum sendunya.


Nak Kenan, kami bersama bapak malam ini akan pergi dulu, semua bahan makanan sudah disiapkan.


“oke bi Ina, pak Tino hati-hati dijalan…”


“Kamu tidak mau mandi dulu??” tanya Kenan sembari duduk disamping Sunny.


Kakak silakan mandi…


“Tidak perlu, aku ingin kita bicara…”


“Sunny, aku tidak menyangka kamu akan menerima ajakanku malam ini, setelah apa yang terjadi kemarin. Aku tahu kamu seorang yang pembelajar dan akan berpikir dengan jernih akan permasalahan yang tiba-tiba saja terjadi.”


Silakan bicara kak sebelum aku berubah pikiran! tukas Sunny dengan nada sinis.


“Sunny, malam itu aku…---“ Kenan mulai menjelaskan seluk beluk awal permasalahan tersebut.


Lalu foto-foto itu!! apakah kakak pikir aku tidak terluka!! aku sangat terluka kak Kenan, aku sangat hancur!!! bentak Sunny dengan penuh emosi.


“Iya Sunny, tapi tolong percayalah… aku pun sudah berusaha menghubungi Denia, tapi tidak pernah berhasil.”


Kak Kenan, kenapa seperti ini!! aku sangat mempercayai kakak, tapi kalau mengingat foto-foto itu.. siapa pun pasti akan tidak mudah menerima hanya sebatas permintaan maaf… ucap Sunny dengan lirih dan air mata yang semakinj deras membanjiri pipi polosnya.


“Sunny, Jeho sangat membenciku dan semua adalah rencana Jeho! aku berani bertaruh dan bersumpah Sunny.”


Cukup kak Kenan, jangan bicara tentang sumpah…


“Sunny, saat ini aku sangat hancur!! aku tak tahu arah hidupku lagi, bahkan seorang perempuan satu-satunya yang kucintai tak lagi mempercayaiku. Apa yang harus aku lakukan sekarang sayang…” tolong jelaskan…


Suasana penuh pilu menyelimuti suasana pada malam itu, Kenan tersungkur sembari mendekap kedua kaki Sunny dengan terisak.


“Sunny, kumohon beri aku kesempatan… aku sungguh tak pernah mengkhianatimu…” ucap Kenan dengan penuh lirih hati.


Cukup kak Kenan, tanpa ada bukti kuat, aku belum mampu menerima kakak kembali…


“Sunny, apa yang harus aku lakukan?? Denia tak satupun kontak mau pun sosmednya bisa kuhubungi… apakah kamu tidak berpikir juga bahwa dibalik kejadian ini sebenarnya sudah terencana,” ujar Kenan sembari berusaha mendekap Sunny.


Kak Kenan, aku tidak tahu lagi apakah aku harus percaya atau tidak…


Kenan masih belum mampu mengumpulkan bukti yang kuat atas latar belakang dari semua permasalahan tersebut…