
Maaf, jika aku belum bisa membahagiakanmu seperti yang kau inginkan.
Maaf, jika kehadiranku dalam kehidupanmu belum menjadi sosok yang selalu kau dambakan. Namun kuingin kau tahu, bahwa cintaku begitu tulus padamu dan aku adalah orang yang akan selalu tetap berada disisimu sekarang besok dan seterusnya.
Setelah tertunda selama satu tahun lebih,
akhirnya pesta pertunangan Kenan bersama Sunny pun dapat terlaksana dengan baik walau dalam kesederhanaan.
“nona Sunny, saya harap kinerjamu akan semakin meningkat, karena ini menyangkut perkembangan perusahaan dan saya harap kamu dapat menjalin kerjasama yang baik.”
Baik pak, jadi apa yang harus saya lakukan sekarang? tanya Sunny yang saat ini berada di ruangan direktur.
“saya ingin kamu menghadiri rapat di perusahaan S, sebagai perwakilan dari perusahaan kita saat ini dan saya ingin kamu serius akan hal ini.”
Baik pak.
“Iya Sunny, ini berkas yang harus kamu pelajari yah!!”
Hmmp, berkas-berkas yang cukup banyak! dan perusahaan ini sepertinya aku teringat sesuatu, tapi yasudahlah. Gumam Sunny saat sedang mempelajari beberapa berkas yang diberikan.
Tiba saatnya pertemuan dengan mitra-mitra perusahaan maupun beberapa cabang perusahaan yang cukup terkenal dan memiliki nama besar.
Di perusahaan S.
Permisi pak!! sapa Sunny kepada seorang security.
“iya bu, ada yang bisa saya bantu??” balas security tersebut.
Saya Sunny Teofanya, dan ingin mengahadiri pertemuan dengan perusahaan S.
“Ohh silakan lurus lalu naik tangga ke arah kanan yah!”
Oke, terimakasih pak.
Selama rapat Sunny hanya terfokus dengan materi rapat, tanpa sadar ada seseorang yang terus memperhatikannya.
“Terimakasih atas kehadiran, dan sekian untuk pertemuan hari ini.” Tukas seorang pemimpin rapat
Akhirnya rapat selesai dan aku bisa bermajnja-manja di kasurku argh… ucap Sunny saat melangkah keluar dari ruang rapat.
“Sunny, Sunny…”
Hmpp, siapa yang memanggilku? langkah Sunny pun terhenti saat mendengar suara yang terus memanggilnya dan menoleh ke belakang.
“Nona Sunny!!”
Ah ia, saya Sunny! ada apa yah?? tanya Sunny kepada pria tersebut.
“Kamu masih ingat aku??” tanyanya lagi
Emm, maaf! tapi saya lupa. Balas Sunny sambil berusaha mengingat sosok pria yang saat ini berdiri dihadapannya.
“Oke, kita ke kedai kopi sebentar kalau begitu, bisakah.”
Emm, oke.
Di sebuah kedai kopi area gedung pertemuan.
“Silakan duduk nona Sunny Teofanya.”
Ah, anda tahu nama saya? tanya Sunny heran
“Sunny, Sunny!!” pria tersebut terkekeh saat duduk di sebuah kedai kopi.
Aku Calvin!! kamu benar-benar lupa??”
Kak Calvin?? kakak seniorku saat SMP?? ucap Sunny yang sudah mulai sedikit mengingat.
“Iya Sunny, kamu sejak di ruangan rapat hanya fokus dengan materi! luar biasa.”
Hmm, sorry kak Calvin aku benar-benar lupa! ucap Sunny dengan malu.
“Iya Sunny, kamu semakin cantik dan berbeda sekarang!” puji Calvin.
Calvin adalah kakak kelas Sunny saat berada dibangku sekolah menengah pertama.
“Kantor tempatmu bekerja sekarang adalah cabang dari perusahaanku.” Tukas Calvin
Ohh begitu, sorry big bos…
“Hmm, hukumannya adalah kamu harus menemaniku hari ini karena sudah berani lupa!”
Ah, hukumannya ringan sekali kakak senior!!
“Sunny, kamu sudah menikah??” mata Calvin tertuju pada cincin yang saat ini melingkar dijari manis Sunny.
Ahh, ia aku sudah tunangan kak!!
“Tunangan!! Calvin sentak terdiam mendengar pernyataan Sunny.
Oke, jadi bagaimana kerjaanmu sampai saat ini..---“ Calvin pun berusaha mengalihkan topic pembicaraan mereka.
Tidak perlu kak, aku bawa mobil.
“ohh begitu, kapan-kapan main ke rumah yah! mami mungkin sedikit merindukanmu.”
Maminya kakak??
“Hmpp…” Calvin menganggukkan kepalanya.
__________________*_________________
“Sunny, kenapa saat kita bertemu kamu sudah bertunangan! haruskah aku rebut kamu kembali!!” Gumam Calvin saat sedang duduk diruang kerjanya dan mengingat wajah Sunny.
“Mami, ingat Sunny??” tanya Calvin pada ibunya yang sedang duduk di ruang keluarga.
Sunny… !! balas ibunya sambil mengingat-ingat.
Iya, mami ingat nak! si Sunny yang dulu sering main ke rumah kita yang di X??
“Yes mami, Sunny si gadis imutku” Calvin terkekeh.
Eh, gimana Sunny sekarang? bawa ke rumah nak!!
“mami kangen?” ucap Calvin sambil merangkul ibu tercintanya.
Iya nak, dulu Sunny masih imut dan juga anak yang pintar! tapi sayang keluarganya broken home yah!! tukas sang ibu dengan wajah sendu.
“Iya mami, kapan-kapan aku pasti bawa Sunny ke rumah.” tukas Calvin dengan wajah dipenuhi senyuman.
“Sunny, kenapa kamu selalu mempesonaku??” Gumam Calvin dengan senyuman kecilnya.
Di perusahaan X.
Wahh ada apa ini pak Calvin, tumben sekali datang ke perusahaan kami?
“Iya, apakah Sunny Teofanya itu perempuan kepercayaan anda??” tanya Calvin kepada atasan Sunny.
Ohh iya, kinerja nona Sunny sangat bagus! sehingga saya percayakan dia untuk mewakili perusahaan dalam pertemuan.
“iya, thank you! saya suka dengan kinerjanya dan saya ingin kerjasama kita terus berlanjut.” Tukas Calvin sambil menyeringai
Baik pak Calvin, saya akan berusaha berikan yang terbaik untuk kerjasama kita.
“Boleh panggilkan nona Sunny!” pinta Calvin
Oke baik pak Calvin. Tolong kamu panggilkan Sunny yah!!
Tok tok tok…
Sunny yang tiba di ruangan atasannya.
Permisi pak, bapak memanggil saya! ucap Sunny yang sedang berdiri di depan pintu
Iya Sunny, kemarilah! tukas sang atasan
Kak Calvin!!
“hmmp ia Sunny!” jawab Calvin dengan penuh senyuman.
Sunny mulai sekarang kamu akan lebih banyak membantu pak Calvin, dan pak Calvin adalah pemegang sahan terbesar dari antara beberapa mitra kerja kita.
Oh, baik pak. Balas Sunny sambil menganggukan kepalanya.
“Iya Sunny, mungkin beberapa minggu lagi aka nada pertemuan lagi, jadi aku ingin kamu yang menemaniku!” pinta Calvin.
Kak Calvin , jadi sekarang aku harus memanggil kakak itu pak Calvin yah? tanya Sunny pada Calvin yang saat ini keduanya sedang berjalan menuju loby utama.
“Hahha, tidak perlu formal begitu, tapi untuk menjaga wibawa kita, yah boleh lah kamu panggil aku bapak saat diluar.” Tukas Calvin sambil tersenyum
___________________**___________________
“Sepertinya sekarang aku menjadi mulai menyukai Sunny mam!!” ucap Calvin pada ibunya
Mami, sangat setuju jika kamu bersama Sunny! memang apa yang terlambat nak?
“Sunny sudah memiliki tunangan mam!”
Tunangan!! hmm kan belum ada janur kuning nak…
“iya mam, tapi sepertinya Sunny perempuan yang setia!” ucap Calvin sambil mengehela napasnya
Iya sayang, tapi jika kamu sungguh mencintainya! cobalah dengan cara yang baik dan tunggu waktu yang tepat! ucap ibunya dengan terkekeh
“Mami, mengajarkanku menjadi perebut yah!!”
Hahaha, mami hanya bercanda nak! Pokoknya kamu bawa Sunny kemari! pinta sang ibu
“Baik mam!!”
“Sunny apakah pertemuan kita terlambat…”