I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Pendamping hidupku



Senyuman manis yang kau torehkan dibibir manismu sungguh membuatku ingin selalu memandang dan menyentuhnya. Debaran jantung ini yang terus memacu semakin cepat saat kau berada disampingku, tetaplah berada disisiku sekarang, besok dan seterusnya.


 “Selamat pagi pak Kenan, wah auranya sedikit berbeda yah hari ini,” ujar para pegawai kantor Kenan


 “ohh yah, sepertinya mood saya cukup baik hari ini,” balas Kenan dengan raut wajah yang dipenuhi senyuman hangat.


 Iya pak Kenan, apakah si dia telah menambahkan bunga-bungan dalam kehidupan bapak? tukas sang pegawai dengan terkekeh.


 “ohh kalau itu sudah pasti, memang kehadiran seorang wanita dalam kehidupan seorang pria itu sangat mempengaruhi yah,” tukas Kenan dengan penuh senyuman.


 Iya pak, saya yakin siapa pun wanita yang menjadi pendamping hidup bapak akan merasa bahagia dan bangga memiliki seorang pasangan yang luar biasa.


“Ahh itu terlalu berlebihan, biasa aja! semua pasti bisa menjadi luar biasa terlepas dari semua hal yang telah terjadi dalam hidupnya,” jawab Kenan sambil menepuk bahu pegawainya.


“Ha’ahh… baru beberapa hari tidak bertemu, aku sudah merindukan perempuan manisku” gumam Kenan sambil memandang bingkai foto berwarna biru gold berbentuk segi empat yang berada di samping meja kerjanya dan terlihat foto dirinya sedang duduk bersama Sunny.


Senyuman tulus kini memenuhi bibirnya dan perlahan tangan meraih bingkai tersebut dengan penuh kelembutan.


 “Sunny, kamu pantas bahagia dan aku Kenan Wijaya Kusuma akan selalu berusaha memberikanmu kebahagiaan seutuhnya.”


Kenan menyentuh kaca yang menjadi pelapis foto dirinya bersama Sunny.


___________________*___________________


“Pekerjaan memang tidak ada habis-habisnya, sampai rambutku dipenuhi uban pun masih saja stay bekerja!!


hehhh…” keluh Rafa saat merapikan berkas-berkas yang kini berserakan di meja kerjanya.


 Kak Rafa, daripada kakak bad mood terus hanya karena berkas-berkas itu, lebih baik kakak minum kopi dulu! Sunny memberikan segelas kopi dingin kepada Rafa.


“wah thank you so much Sunny, kamu memang yang terbaik.”


Iya kak, santai saja! tadi aku ke café dan aku ingat kakak suka kopi dingin.


“Oh yah! ingatan kamu bagus sekali yah,” Rafa menepuk-nepuk bahu Sunny.


Hmmp, tapi tidak perlu menepuk-nepuk juga kak!!


“Sorry princess Sunny,” ucap Rafa dengan terkekeh.


 Drrttt…. “selamat siang sayangku, my baby honey sweet heart heehe… nanti sore sepulang kerja, aku jemput yah! aku rindu kamu sayangkuuuu….”


 Hmmpp, Sunny terkekeh saat membaca isi pesan Kenan padanya.


Kak Kenan apa-apaan, manja sekali! Sunny tersenyum dan segera menyelesaikan pekerjaannya.


“Sunny, aku pulang dulu yah byee..”


Byee kak Rafa.


 Saat berjalan menuju loby utama gedung kantornya, terlihat Kenan sudah menantinya dengan wajah yang dipenuhi senyuman hangat sambil melambai-lambaikan tangannya.


“Sayangku…” ucap Kenan sembari meraih tangan Sunny.


Kita sedang di lingkungan umum kak, hmmpp dasar yah…


“upss, sorry sayang aku lupa,” balas Kenan sembari menahan senyum.


Kak Kenan, bukankah kakak seang sibuk!!


“sibuk, setiap hari pun aku selalu sibuk sayang! tapi aku pun ingin membahagiakanmu.”


 Kita pulang kak?


“iya kamu mandi dan siapkan diri dengan baik, aku pulang dulu yah,” Kenan mengusap kepala Sunny dengan lembut.


 Setelah selesai mempersiapkan diri, Sunny pun bergegas pergi bersama Kenan.


 “kamu sempurna sayang!!” puji Kenan


Thank you kak Kenan. Balas Sunny sambil tersipu.


________________________**______________________


 “Kita sampai…”


Ini pesta kak?? tanya Sunny sambil memandang sekeliling.


Selamat malam pak direktur!!


“selamat malam” Kenan yang sedang bergandenganan tangan bersama Sunny pun memasuki aula pesta.


“Sayang, aku ingin memperkenalkanmu dengan keluarga besarku.”


Keluarga besar kakak?


“iya sayang, mari…”


Wah kak Kenan ganteng, siapa ini yang disamping?? tanya para anggota keluarga besar Kenan.


 “Ehmm, kupernalkan ini Sunny dan akan menjadi anggota keluarga kita,” tegas Kenan.


 Ohhh, okay welcome to Kusuma big family... sapa para anggota keluarga besar Kenan.


Suasana keluarga yang begitu ramah dan penuh kelembutan, selepas dari semua masa lalu Kenan yang tak merasakan hangatnya memiliki kedua orang tua.


 Kini Kenan telah memiliki Sunny yang telah ia pilih untuk menjadi pendamping hidupnya.


Senyuman tulus dan hangat kini memenuhi wajah cantik Sunny, sebuah kebahagiaan yang akhirnya ia rasakan.


 Mata Kenan terus tertuju pada penampilan Sunny dan juga keakraban Sunny saat bersama keluarga besar Kenan.


“Sunny, kuharap senyuman itu selalu menghiasi wajah cantikmu…”


Gumam Kenan dengan wajah yang mulai berkaca-kaca karena haru bahagia yang ia rasakan saat itu.