I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Arogan



Terlalu sulit bagi Sunny untuk dapat pergi dari genggaman Josep, saat ini yang ia rasakan hanyalah kehancuran yang tak mampu kukendalikan lagi.


Josep yang begitu mencintai Sunny pun sudah hampir kehilangan kendali atas dirinya. Josep begitu takut kehilangan Sunny namun disisi lain Sunny harus menahan perlakuan buruk atas dirinya.


Ahhh hikss hikss…


Tangisan demi tangis Sunny sudah tak terbendung lagi, hatinya begitu hancur dan tak tahu arah lagi, keinginan untuk pergi dari sisi Josep sudah tersusun rapi akan tetapi Josep setiap saat selalu mengawasinya.


"Perusahaan xx"


“Sunny… kok diam begitu sih kamu? akhir-akhir ini kamu terlihat sering murung ada apa sihh??"


Kenan menghampiri Sunny yang pada saat itu terlihat begitu murung memikirkan permasalahannya.


Aaahh kak Kenan, tak apa-apa kok kak, hanya aja aku lagi lelah banget setelah menyelesaikan berkas-berkas yang akan kita bawakan pada rapat minggu depan! tegas Sunny yang tak ingin Kenan mengkawatirkannya.


“Sunny.. kamu kok masih bisa-bisanya berbohong!! kelihatan banget raut wajahmu sendu banget!!"


Kenan menyentuh pipi Sunny.


Aahhh iya kak Kenan aku bener tidak apa-apa. Sunny menepis tangan Kenan yang pada saat itu sedang menyentuh pipinya.


“Kamu cerita saja.. siapa tahu aku bisa bantu kamu!!" Kenan tersenyum kepada Sunny.


ia thank you kak Kenan..


“yasudah kamu jaga kesehatan yah!!"Kenan menepuk bahu Sunny


Baik kak Kenan..


_______________________*________________________


Permisi mas.. saya pesan kopi, oke saya tunggu di meja pojok sana yah…


Sunny pergi ke sebuah café untuk menenangkan pikirannya dari segala permasalahan yang saat ini sedang menghimpitnya.


“Permisi nona!!" seorang pria yang begitu tampan datang menghampiri Sunny dan wajah itu tak asing baginya.


Kak Adrian!!


“ahhaa kamu baru sadar yah dari tadi aku sudah melihatmu dari meja kasir depan!!"


ohh gitu yah.. ya ampun aku benar-benar tak tahu!!


Sunny tersipu saat Adrian datang menghampirinya sambil membawakan kopi dan makanan lainnya.


“Gimana kabarmu Sunn??"


Ahh aku baik-baik saja seperti yang kakak lihat sekarang kalau kakak gimana??


“aku juga baik-baik aja Sunn."


“Sunny!!!"


ahh iyaa… tubuh yang begitu wangi dan wajah yang sangat mempesona ini sungguh mampu menyihirku hingga tak mampu berakta-kata lagi.


Sunny sentak terdiam sejenak saat tangan Adrian mendekati wajahnya lalu menyapuh cream yang tertinggal pada ujung kanan bibirnya.


“Sunny kamu bukan anak kecil lagi.. kok makannya berantakan begitu!!"


ahh hehe thank you kak,, maaf emm. Sunny tersipu untuk kesekian kalinya.


“Sunny aku boleh bertanya lagi!!"


Ada apa kak Adrian??


“Sunny! kamu dengan Josep ada hubungan apa sebenarnya!!"


uhukkk…


“ahh sorry kalau pertanyaanku bikin kamu jadi tersedak.. sorry sorry…"


Iaa iaa tidak apa-apa kak..


“Sunny!! belum jawab pertanyaanku!!" Memangnya kenapa kak??


“tidak apa-apa kok Sunny!!" Adrian pun tersenyum manis kepada Sunny


Keduanya begitu menikmati saat-saat bersama hingga melupakan sesuatu yang penting.


Ahh kak Adrian aku baru ingat aku ada janji, aku duluan yah…


“ohh oke Sunny, hati-hati yah byee!!!


Sunny bergegas pergi dan baru tersadar ia telah memiliki janji untuk menemui Josep


bisnisnya.


____________________**__________________


Hah hah..


Napas Sunny yang tersengal saat menuju terminal bandara sambil berlari-lari karena telah melewati batas waktu dari janji sebelumnya’


Kak Joe… maaf aku telat,, kakak sudah lama menunggu??


“menurutmu bagaimana Sunny… aku hampir satu jam menunggu kamu!! yasudah ayoo kita pergi."


Baik kak.


“Kita langsung ke apartemenku saja" ucap Josep dengan raut wajah yang terlihat sedang menahan amarahnya, Sunny yang telah mengetahui kebiasaan buruk Josep ketika marah pun merasa cukup khawatir akan apa yang terjadi.


"Apartemen kediaman Josep"


“masuk!! Josep menarik dan mendorong Sunny ke atas sofa


Cepat jujur tadi dari mana kamu??" Josep mencengkram bagian bawah dagu Sunny.


Emm aku hanya pergi ke café kak!! jawab Sunny dengan pelan


“Café!! coba lihat ini!!" Josep mengeluarkan ponselnya dan melemparkan ke Sunny dan terlihat foto Sunny sedang tertawa lepas bersama Adrian tepat di Café tempat Sunny sebelum menuju bandara.


“sekarang kamu jelaskan!!" bentak Josep.


Kak Joe tadi aku memang ke café tapi saat bertemu dengan kak Adrian itu hanya kebetulan kak, dan aku tak tahu siapa yang ambil foto ini!!


“ohh yah!! jelas!! mata-mataku banyak Sunny… jadi kamu jangan main-main denganku!!!"


Josep mencekik leher Sunny!!


Urgghh sakit kak Joe!! Sunny berusaha melepaskan cekikan Josep.


“sakit!!" Josep menarik bagian rambut Sunny.


Argghh sakit kak Joe... Sunny merintih kesakitan saat Josep menarik rambutnya.


“aku sudah bilang kamu itu milikku, jadi tidak boleh dekat-dekat dengan laki-laki lain, apa lagi itu pamanku!!"


“Sunny,, hahahaha kamu itu sangat cantik sayangku…" tukas Josep dengan seringai senyuman jahatnya.


“Sunny kamu sudah paham akan aku yang sangat tidak suka jika kamu masih berhubungan dengan laki-laki lain lagi".


Hikss hikss…


Tangisan yang tak kunjung berhenti terus mengalir membasahi pipi Sunny.


“Sunny cepat katakan kalau kamu selamanya akan menuruti semua kainginanku hmm!!" Josep mencengkram wajah Sunny’


Tidakkk… kamu binatang kak Joe bukan manusia!!! jerit Sunny dengan berlinangan air mata.


Sunny berteriak sembari menenteskan air matanya.


“ohh yah, siapa yang binatang hah??" Josep mendorong tubuh Sunny dan berada tepat di atas tubuh Sunny sambil mencengkramkan tangannya pada kedua tangan Sunny.


“kamu harus tahu diri Sunny!!"


Sebuah kalimat yang sangat menyakitkan bagi Sunny namun Sunny harus menahan semua iu.


Mengapa pria ini begitu kejam padaku mengapa??


"Sunny aku mau kamu selalu patuh dan taat padaku"!! Sementara itu Sunny hanya mampu menangis dan menahan semua rasa sakit dari perlakuan Josep.


“Sayang!! Josep kembali memeluk erat Sunny dipangkuannya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan’ pribadi yang begitu mencintai dan juga begitu kejam.


“kamu hanya cukup menurut saja sayang!!"


Sunny hanya bisa menerima semua perlakuan kejam Josep, bekas pukulan dan cambukan Josep begitu menyakitkan baginya dan Sunny begitu terpukul dengan kekejaman


Josep.


Seakan sudah tak tahu harus berbuat apa lagi, Sunny pun berjalan ke  arah dapur disaat Josep sedang pergi ke luar lalu mengambil sebuah pisau dapur lalu mencoba menyayatkan pisau tersebut pada urat nadinya.


Sudahlah hidupku sudah hancur tak berarti, lebih baik aku akhiri semua ini sehingga tak akan ada lagi luka…


**


Pict bonus, sekedar penambah imajinasi dan ini hanya hasil edita mn saja