
“Senyuman yang masih selalu membuatku tergoda dan tak mampu berpaling dari sorot matanya yang ingin selalu kumiliki.”
Ahh.. ada apa dengan orang itu? hahhh semua sudah berlalu begitu lama dan tidak mungkin terulang… hmmpp lelahnya…
Sunny merebahkan dirinya dan terlelap dengan begitu cepat.
Keesokan harinya…
Huaahhhmmmpp…
Sunny merenggangkan tubuhnya yang baru saja terbangun dari tidur malam yang begitu pulas.
Drrtt ponsel Sunny bergetar.
Kak Kenan!!
Hallo kak, iya aku baik-baik saja---
Wahh tak terasa hampir dua jam berbicara dengan kak Kenan, rasanya baru sebentar saja hmpp.
Aishh besok senin, kenapa weekend begitu cepat berlalu.
Pagi semua…
Semua pegawai kantor yang saling menyapa dan begitu pun Sunny kembali memulai aktivitasnya.
“Hallo… akhir bulan ini kita akan tour ke daerah X”
Wauuuu yeaiii itukan tempatnya sejuk banger bos….
Riuh para pegawai saat mendengar pengumuman tour akhir bulan mereka.
_____________________*___________________
Wahhh sejuknya… hmpp hmppp
Semua terlihat begitu menikmati perjalanan dan juga beberapa sarana wisata yang cukup menarik.
Lucu sekali kelinci ini, hmmppp
“kamu suka kelinci ini??"
Hah?? Sunny yang sedang bermain dengan kelinci pun terkejut mendengar suara yang tiba-tiba berada tepat di samping wajahnya.
“kamu suka???"
Ahh iya suka! Sunny mengalihkan wajahnya dari Josep yang tengah duduk disampingnya disebuah taman kelinci.
Josep terus memandangi Sunny yang sedang asyik bermain kelinci tanpa menghiraukan sekelilingnya dan waktu pun menunjukkan pukul 18:35.
Ahh ini sudah jam berapa! astaga saatnya kembali ke penginapan!! Sunny pun bergegas untuk menuju tim tour kantornya.
“tidak perlu berlari karena yang lain sudah pasti sekarang sedang menikmati penginapan.”
Aku lupa karena terlalu asyik dengan kelinci tadi!! Sunny yang terlihat sedikit panic.
“Sunny apa yang kamu panikkan??"
Aku bukannya panic!! balas Sunny.
"lalu? kenapa wajahmu terlihat kebingungan?"
Iya karena timku pasti sudah duluan!! tukas Sunny
“kan ada aku disini! aku direkturmu, apa yang kamu khawatirkan!!"
Ahh bukan seperti itu kak eh pak…
“panggil aku kak Joe!!" Josep mendekati Sunny dan berdiri tepat dihadapan Sunny.
“kenapa kamu tidak bisa menatapku lagi seperti dulu??"
Hmpp sudah malam, lebih baik kita cepat kembali ke penginapan.
Josep dan Sunny berjalan menuju parkiran.
Kita harus bagaimana ini sudah cukup malam!
“kenapa kalau malam? apa masalahnya?”
Iyaa kita harus mencari tumpangan!
“itu masalah gampang, aku tinggal minta supir menjemput kita.”
Iya kak Joe.
Sunny kembali tertunduk dan melipat kedua tangannya yang sedang kedinginan.
“kamu kedinginan??" Josep berjalan ke arah Sunny lalu menyelimuti dengan mantel yang cukup tebal.
Ahh tidak perlu kak, aku sudah punya!
“sudah tidak masalah!!"
Ini sudah lebih dari satu jam tapi kenapa supir belum datang??
“tunggu saja, kalau belum datang yah tinggal cari alternative lain.”
Aku sudah ingin mengistirahatkan tubuh!! Sunny memandang ke atas dan memejamkan matanya sejenak dari segala kelelahannya.
“Sunny!!" Josep secara tiba-tiba mendekap Sunny dengan begitu erat.
Kak Joe lepaskan! apa yang kaka lakukan!!
Kak Joe stop!! jangan sampai orang melihat kita begini!!
“tidak akan ada yang melihat!!"
Kak Joe!! Sunny mencoba berontak namun Josep tak berniat melepaskan pelukan tersebut.
“Kamu masih menggairahkanku!!" bisik Josep sambil mengendus di area telinga Sunny.
Tolong lepaskan aku kak!! ingat kakak sudah menikah!!
“lalu kenapa kalau aku sudah menikah? apakah masalah?? hmmpp..."
Jangan kak Joe!!! bukankah waktu itu kakak sudah menyelesaikan masa lalu kita!!
“hmppp hanya demi Vanny bisa mempercayaiku, maka aku akan berpura-pura dulu!!"
Apa?? kakak sudah menjadi ayah sekarang!! lepaskan!! Sunny berusaha melepaskan dekapan Josep.
“Sunny aromamu membangkitkan gairah se**ualku!!!"
Jangan kak Joe!! arghh… rintih Sunny berharap Josep mau melepaskannya.
“Sunny!!" Josep mempererat pelukannya.
Arghh aku kesulitan bernapas, tolong kak Joe jangan menjadi bajingan lagi!!
“iya aku memang bajingan karena kamu Sunny!! Emmm…"
Josep membalikkan kepala Sunny ke arahnya dan mencoba ingin mengecup bibir Sunny.
Bos… dimana?? suara seseorang tengah memanggil Josep.
Itu pak Rey!! cepat lepaskan kak!!
“Sialan!! mengganggu saja kamu Rey, lihat saja bonusmu akan kukurangi!!"
Apa maksud kakak!! cepat kita keluar!!
“Hmmpp lalu apa yang akan kamu katakan pada Rey setelah Rey melihat kita seperti ini??" Josep menyeringai.
Lepaskan kak!! Sunny masih memohon Josep melepaskan pelukannya.
“Sunny aku ingin mengecupmu!! dua lima menit saja!! pinta Josep.
Apa?? jangan bercanda kak! kakak itu direktur!!
“iyaa itu statusku di kantor tapi sekarang kita free!!" Josep mendekap Sunny lebih erat lagi.
Arghh jangan kak…
“hanya lima menit sayang!!" Josep mencengkramkan tangannya tepat bagian leher Sunny.
Cengkraman tersebut membuat Sunny tak mampu melawan lagi.
Emmm… Sunny mulai kesakitan dengan cengkraman Josep.
“kamu diam saja maka kamu tidak akan kesakitan!!" Josep menyeringai sambil mendekap bagian bokong Sunny.
Kak Joe cukup!! jangan lagi!!
Uhukk uhukk.. Sunny yang merasa cukup kesakitan dengan perlakuan Josep malam ini.
“ayoo kita keluar?? atau masih rindu dengan apa yang kita lakukan beberapa tahun lalu sayang??"
Kumohon kak Joe jangan!!
“Hmmpp sekarang kamu tidak bisa lari lagi sayangku.” Josep mengecup kening Sunny.
“Rey.. keterlaluan kamu membiarkan kami lama menunggu,” tukas Josep yang berlagak menunggu lama.
Bos.. maafkan saya bos!! mana nona Sunny.
"coba lihat Sunny sudah terlalu kedinginan menunggu." Sunny yang terlihat meringuk duduk di sebuah kursi area parkiran.
Mari nona Sunny kita kembali ke penginapan tapi mungkin kurang lebih satu jam yah bos karena ada perbaikan jalan.
“Baiklah Rey, jangan sampai bonusmu—"
Baik boss…
“Rey aku ingin mengistirahatkan diri jadi selama perjalanan tolong jangan mengajak kami bicara!!ĺ
Siap bos, silakan istrahat dulu.
Selama dalam perjalanan, Josep duduk disamping Sunny di bagian kursi belakang pengemudi.
Josep terus menggenggam erat tangan selama dalam perjalanan dan hal tersebut tanpa sepengetahuan Rey.
Sunny terus berusaha memberontak, namun Josep cukup licik untuk membuat Sunny tak bisa berbuat apa-apa.
Josep yang sempat mengaku kesalahannya ternyata hanya sebuah sandiwara agar mendapat kepercayaan dari Vanny istrinya.
Nyatanya Josep hanya mencintai Sunny dan malam ini Josep telah membuka kenangan lama Sunny akan dirinya.
Setiba di penginapan Sunny langsung bergegas memasuki kamarnya dan mulai melucuti pakaiannya dalam sebuah kamar mandi, lalu membersihkan dirinya.
Tidak… kenapa jadi begini?? rintih Sunny sembari mendekap dirinya sendiri, seakan merasa jijik dengan dirinya sendiri, jika mengingat apa yang telah Josep perbuat terhadap dirinya.
Pict bonus