I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Sosok yang tak pernah kau sadari



Sunny semakin sedih dan pilu saat menyadari sosok Kenan yang telah lama memendam rasa padanya sejak masa kuliah.


"Kilas balik”


Kenan seorang pria yang cukup banyak disukai oleh para wanita karena penampilannya yang begitu menawan saat sedang menembakan bola basket.


Masa-masa sekolah Kenan dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan osis yang cukup menyibukannya, lalu beberapa ekskul yang ia ikuti pun sangat menyita waktunya. Kenan sering mengikuti beberapa pertandingan basket dan olimpiade-olimpiade yang membuatnya semakin terkenal.


Namun karena Kenan tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, hal tersebut membuat Kenan sulit untuk mengungkapkan perasaannya, termasuk masalah cinta Kenan sungguh bukan pria yang pandai merayu wanita.


Saat kuliah pun Kenan masih disibukkan dengan berbagai kegiatan kemahasiswaan kampus, namun perhatiannya mulai teralihkan saat melihat sosok wanita yang terlihat begitu tenang dan juga cukup piawai bermain alat musik gitar.


Setiap ada waktu, diam-diam Kenan selalu memperhatiakan sosok wanita tersebut, namun entah mengapa wanita tersebut tidak pernah menyadari kehadiran Kenan.


Wanita yang selalu Kenan tunggu bahkan begitu banyak pengorbanan yang telah Kenan lakukan untuk wanita tersebut.


Berharap waktu itu akan datang, disaat kau menatapku dengan penuh cinta dan terlihat disorot matamu begitu menginginkanku, yah inilah wnaita yang selalu ingin kulindungi.


Perlahan mengangkat tangan dan membelai kepala Sunny yang kini berada tepat di pinggir ranjang pasien tempat Kenan kini terbaring lemah.


“Sunny sudah cukup..." Kenan tersenyum seolah dirinya baik-baik saja.


Kak Kenan aku bodoh kak, aku bodoh!!! Sunny terus terisak dihadapan Kenan


“semua memang terjadi begitu lama Sunny, sejak kuliah aku selalu menantimu hingga aku benar-benar lelah namun saat melihat senyuman indahmu aku mulai merasa ingin selalu berada disisimu. ”


Menggenggam erat tangan Sunny


“kamu pantas bahagia Sunny” Kenan tersenyum


Seorang perawat datang dan berkata,


"Maaf bu, pak silakan keluar dulu pasien akan diperiksa dulu.


“oke baik..."


Jeho pun beranjak dari ruang pasien bersama Sunny.


“kamu tenang yah, makan dulu," ujar Jeho


Saya sedang tak ingin makan bos.


“Sunny saya lega melihat Kenan bisa tersenyum saat kamu datang menjenguknya.


Iya bos… Sunny tertunduk bos saya ingin ke depan dulu


Berjalan menuju samping RS yang terdapat sebuah taman bermain anak-anak, Sunny pun duduk sejenak untuk menenangkan pikirannya.


Terlalu banyak hal yang telah terjadi dalam hidupku, bahkan aku terlalu hina untuk bisa berada di samping kak Kenan yang sangat baik padaku.


Bagaimana mungkin aku sanggup bersama dengan seorang pria yang begitu baik hati sedangkan aku hanyalah wanita kotor.


Teringat kejadian ketika bersama Josep, hal tersebut membuat kepala Sunny sakit.


Argghh… kenapa tiba-tiba kepalaku sesakit ini. Berusaha tetap berdiri namun pertahanannya pun tak sekuat biasanya, menggenggam sebuah tiang area taman.


Aduhh sakitt kepalaku…


Brukkk… Sunny terjatuh tak sadarkan diri.


Tolong ada yang pinsan… ayo ayo bawa ke dalam.


Riuh orang sekitar seketika melihat Sunny yang tengah tergeletak.


“Sunny kemana lagi kok belum kembali juga." Jeho terlihat tengah mencari Sunny


Tolong perempuan ini tiba-tiba saja jatuh pinsan entah dimana keluarganya


“Sunny!!


Jeho terkejut saat melihat Sunny yang tengah terbaring tak berdaya di sebuah kursi dekat area taman.


“permisi ini teman saya biar saya bawa dulu," menggendong dengan lembut dan membawa ke sebuah ruangan.


Beberapa saat kemudian...


“Bagaimana dokter apa ada yang salah dengannya?" tanya Jeho khawatir


Ahh mungkin ini hanya trauma masa lalu pak, karena terlalu keras untuk mengingat membuat kepalanya begitu sakit hingga tak tahan lagi.


“trauma??" Jeho terlihat heran dengan pernyataan seorang dokter


Iya pak, mohon agar mendapatkan waktu istrahat yang cukup dan jangan terlalu memaksakan diri.


“Baik dok… “sebenarnya apa yang dulu Sunny alami, apakah begitu berat bebanmu Sunny!! Jeho terlihat begitu mengkhawatirkan keadaan Sunny.


***