
Sejak kecil aku selalu merindukan sosok ayah dan ibuku namun mereka tak pernah ada untukku bahkan disaat aku begitu membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuaku layaknya anak-anak lainnya.
Rasa ingin disayangi dan dicintai selalu kupendam sehingga orang sekitarku menganggapku sebagai sosok yang begitu cuek dengan cinta.
Apakah kalian tahu bagaimana batin dan jiwaku begitu tersiksa selama ini?
Apakah yang ada dipikiran semua orang aku hanyalah seorang pria kaya yang bisa dengan mudah mendapatkan cinta dari para wanita?
Saat aku berjumpa dengan wanita yang mampu menggetarkan jantungku, aku mulai berpikir apakah ini yang dinamakan jatuh cinta dan rasa ingin memiliki seutuhnya.
Tapi mengapa wanita yang kini berada dihadapanku tidak pernah menyadari betapa lirih hatiku menantinya menyambut perasaanku." Rintihan hati Kenan yang tak pernah ia tunjukkan pada siapa pun.
Kecantikan wanita yang kini sedang menemaninya berdansa, pandangan mata Kenan tak terlepas sedikit pun dari kecantikan Sunny.
Waowww amazing… sungguh pasangan dansa yang sungguh membuat iri yah… gumam para tamu undangan mau pun para pegawai.
“Dansamu hebat juga yah…"
Ahh iya kak, aku sedikit belajar pada saat aku di luar negeri beberapa tahun yang lalu! Sunny tersipu
“okay ayo kita nikmati pestanya."
Sunny masih tak melepaskan rangkulan tangan Kenan padanya.
Wah wah wah… pasangan yang sangat serasi… puji Jeho
“Thank you bro…" Kenan memandang ke arah Sunny dengan senyum tipisnya.
Pesta pun berakhir dan suasana kini sudah menjadi cukup sepi.
“Malam ini aku sangat menyukai dekorasi mau pun semua jenis makanan yang telah disajikan," puji Kenan kepada Jeho
Hahha.. iyaa bro thank you yah… hmpp lebih baik kamu cari kesempatan untuk mengutarakan perasaanmu pada Sunny.
Sunny kami pulang duluan daahh… Jeho melambaikan tangannya pada Sunny melalui jendela mobil.
Bos.. main pergi saja…
“Kenapa Sunny… aku akan mengantarkanmu pulang yah…"
Ohhh apakah tidak merepotkan kakak?? tanya Sunny sungkan
“hmmp kenapa harus repot, aku malam ini menginap satu gedung apartemen denganmu."
Ohh yahh.. okay…
Sementara dalam perjalanan kembali ke apartemen, keduanya terlihat begitu menikmati perbincangan.
“Okay sudah sampai nih…"
Kakak menginap di lantai berapa?
“sama denganmu Sunny… hanya jarak tiga pintu kamar saja."
Ohh yaa kenapa aku malah baru tahu kak.. hahha
“Iyaa Sunny, kalau tidak keberatan besok sebelum aku kembali ke**** aku ingin kamu mengajakku untuk berkeliling."
Siap bos..
“hmmp thank you selamat beristirahat…"
Keesokan harinya…
Kenan duduk di kursi bagian loby utama gedung apartemen sambil menantikan kemunculan Sunny.
Hai kak.. Sunny yang tengah tergopoh menghampiri Kenan
“kamu kenapa sampai begitu, coba duduk dulu"
Hufs… sorry kak tadi aku terburu-buru karena sepertinya aku cukup lama mempersiapkan semua ini! menyodorkan sebuah kotak makanan.
“ohh kamu kenapa repot-repot begini."
Tidak repot kok kak.. hehehe..
“yasudah ayo kita nikmati perjalanan hari ini."
Yah beginilah kak, aku pun jarang sekali jalan ke luar selain ke kantor dan menghadiri beberapa pertemuan bersama pak Jeho.
Mungkinkah senyuman itu akan sepenuhnya menjadi milikku selamanya’ Kenan menghampiri Sunny
“Sunny, ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku bicarakan denganmu”
Apa itu kak?
“Sunny sejauh ini aku sangat behagia bisa mengenalmu lebih dekat dan aku sangat bersyukur kamu masih terlihat begitu bersemangat."
Iya kak Kenan aku pun sangat bahagia bisa melihat kakak kembali sehat... balas Sunny dengan senyuman sendunya.
“Sunny aku ingin kamu akan selalu tersenyum.”
Iya kak aku janji akan selalu tersenyum’
“Sunny sebenarnya sejak pertemuan kita di kampus aku sudah mulai--- arghh…"
Kak Kenan kenapa? ada apa kak?
Kenan tiba-tiba memegang kepalanya dan terduduk.
Kak Kenan ada apa?? Sunny terlihat begitu panik saat melihat wajah Kenan yang kini terlihat begitu pucat dan suhu tubuhnya yang tiba-tiba menjadi dingin.
“Sunny kepalaku sakit banget arghh…."
Tunggu sebentar kak… Sunny berusaha meminta pertolongan warga sekitar area wisata dan kemudian melarikan Kenan ke sebuah rumah warga yang lokasinya tidak begitu jauh.
Maaf bu sepertinya suami ibu harus banyak istrahat. Ucap seorang petugas kesehatan yang juga merupakan seorang dokter.
Ahh saya bukan—
“Sunny…" Kenan memanggil namanya dari balik tirai tempat Kenan terbaring.
Kak Kenan ayo kita pulang, biar aku saja yang menyetir
“iya terimakasih Sunny”
Mereka pun tiba di sebuah rumah sakit terdekat.
Kakak harus diperiksa yah…
“maaf merepotkanmu!"
Sudah kakak yang terpenting sehat dulu.
“ada apa Sunny…"
Jeho yang baru saja tiba
Ini bos, kak Kenan tiba-tiba sakit kepala dan suhu badannya pun mendadak dingin, aku takut bos… Sunny yang terlihat begitu khawatir.
“sudah tenanglah, mungkin hanya butuh istrahat."
Kak Kenan bagaimana?
“ahh tidak masalah Sunny, sore ini aku harus kembali pulang ke xxx, kamu baik-baik disini yah."
Iya kak Kenan apa tidak sebaiknya istrahat dulu.
“aku sudah sehat dan baik-baik saja Sunn hmpp..." Kenan tersenyum dan mengusap kepala Sunny.
Baik kak…
“Saatnya aku pulang terimakasih yah,” ucap Kenan dari dalam mobil miliknya dan bersama beberapa rekan kerjanya.
Byee kak Kenan, datang lagi yah… Sunny melambaikan tangannya pada Kenan.
Ku harap kak Kenan akan baik-baik saja...
Kenan bermaksud ingin mengutarakan perasaannya secara jantan saat bersama dengan Sunny namun karena terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, rencananya pun gagal total.
Kesempatan pun lagi-lagi hilang begitu saja, dan waktu singkat itu pun berakhir begitu saja dikarenakan Kenan yang begitu sibuk dengan urusan bisnisnya.
***