I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
K E S E T I A A N



“Perusahaan Kusuma family”


“Kenan, apa kamu belum puas menikmati kekayaan yang seharusnya milikku! semua ini adalah milikku!!” gumam Jeho sembari meremas kertas-kertas lalu menyerakkannya hingga bertebaran di area ruangan kerjanya.


Pikiran maupun perasaan yang kini hanya dipenuhi dengan rasa benci da keinginan untuk balas dendam, memenuhi diri Jeho.


Sekarang Jeho sudah memiliki secara keseluruhan asset maupun saham perusahaan ini. Rasanya belum puas jika belum menjatuhkan Kenan sejatuh-jatuhnya dan mengambil semua kebahagiaan Kenan.


Setelah puas mendapatkan apa yang selama ini Jeho rencanakan, kini Jeho berencana ingin menghancurkan kebahagiaan Kenan melalui orang-orang disekitarnya.


Hmppp… senyum menyeringai dengan alis kiri yang sedikit terangkat.


“Tunggu saja kamu Kenan, aku punya kartu matimu dan kupastikan kamu tidak hanya hancur namun tenggelam didasar kehidupan yang sangat dalam…”


*


Drrtttt… getaran ponsel Sunny sedari pagi yang tidak sempat dibuka, karena banyaknya pekerjaan.


Ahh… akhirnya pekerjaan selesai juga.


Hmmp, siapa yang terus mengirimkanku pesan?? mengambil ponsel lalu melihat layar dan membuka beberapa pesan masuk.


“Nona Sunny, malam besok ada yang ingin kubicarakan denganmu! Jeho.”


Pak Jeho!! ada apa lagi yang ingin orang gila ini bicarakan!! gumam Sunny sembari merenggakan otot-otot tubuhnya yang cukup kelelah dengan semua pekerjaan.


“Nona Sunny, ada seseorang yang mencari anda,” uajr seorang pekerja kantor tersebut.


Mencari saya? siapa yah pak? tanya Sunny heran.


“Saya juga kurang tau non, tapi orangnya tinggi tegap, wajahnya pun sangat memikat para pegawai perempuan yang melihat.” Ujar pekerja tersebut sambil terkekeh.


Ohh, dimana orangnya pak?


“Itu non, sedang duduk di loby,” pekerja tersebut menunjukkan jarinya ke arah pria yang dimaksud.


Sunny berjalan menuju loby yang terdapat sofa sebagai tempat tamu menunggu.


Permisi… sapa Sunny.


“Hei, akhirnya kamu keluar juga!” ujar sang pria sembari membalikkan diri dan membuka sebuah kacamata hitam yang tengah melekat diwajahnya.


Oh pak Jeho! ada apa pak?? tukas Sunny dengan raut wajah yang cuek.


“hei hei nona Sunny, tidak boleh seperti itu! aku baru saja tiba, bukan kah kita sudah sepakat!!” ujar Jeho dengan menyeringai.


Tapi saya rasa, saya belum mengatakan bahwa saya setuju.


“iya, karena kamu tidak mau menjawan pesan dan juga telponku! yasudah aku putuskan untuk langsung saja datang kemari.”


Bukankah waktu anda sangat berharga pak Jeho??


“iya, tapi jika untuk menemuimu itu jauh lebih berharga nona Sunny Teofanya…” ujar jeho sembari tersenyum.


“Oke, karena kamu pun sudah pulang, ayo kita bergegas…” ajar Jeho.


“Di sebuah resto korea (Mujigae)”


“Thank you atas kesediannya,” ujar Jeho sembari menyantap makanan yang telah tersedia.


Ahhm, iaa pak. Jawab Sunny dengan singkat dan cuek.


“Sunny, bagaimana pun juga aku adalah kakak Kenan, jadi kita juga akan menjadi keluarga kan.”


Keluarga? memangnya kak Kenan masuk hitungan keluarga??


“Oh pasti, bagaimana pun juga kami satu papa.”


Begitu… tapi jika memang keluarga, tidak mungkin bersikap kejam dan ingin menghancurkan saudara sendiri. Tukas Sunny dengan ketus.


“Hahaa… sudahlah kita nikmati dulu makanan ini sebelum dingin.” Ujar Jeho yang ingin menghindari pembahasan mengenai Kenan.


**


Beberapa saat kemudian…


Kenapa bapak belum pulang? dan apa maksudnya mengunci pintu seperti ini?? tukas Sunny yang ingin keluar dari mobil milik Jeho, namun masih dalam keadaan terkunci.


“Aku ingin kamu membuka matamu Sunny!”


Apa maksud bapak?? tanya Sunny heran.


“Iya, Kenan sekarang sudah kehilangan segala hak kepemilikkan!!”


Lalu apa?? tukas Sunny dengan nada tak senang.


“Aku hanya tak ingin melihat wanita cantik sepertimu kesusahan Sunny. Aku tahu kamu sangat menginginkan lelaki yang bisa memenuhi kebutuhan dan juga keinginanmu bukan??”


Cukup pak Jeho! apa sebenarnya inti dari perkataan bapak? cepat buka pintu ini!! tukas Sunny sembari mencoba membuka pintu mobil.


Hahh…


Ku pikir ada hal penting! ternyata hanya omong kosong!! gumam Sunny saat melangkahkan kakinya dari parkiran mobil milik Jeho.


“Sunny, sekarang aku menjadi pewaris Kusuma, lebih baik kamu denganku saja yang bisa memberikanmu kenyamanan dan juga kebahagiaan…” ujar Jeho sembari meraih tangan Sunny dan mendekatkan diri.


Anda jangan kurang ajar pak Jeho!! tukas Sunny sembari menarik diri.


“Hei, jangan jual mahal!! kupastikan Kenan akan lebih menderita lagi! dan kamu akhirnya akan mencariku!!” tukas Jeho dengan nada kesal.


Maaf pak Jeho, sekalipun bapak menjadi pewaris Kusuma, aku tak akan mengkhianati pria yang sangat jujur dan tulus padaku…


Sunny terus melangkah menuju apartemennya, sementara Jeho hanya tersandar resah di parkiran mobil area apartemen kediaman Sunny.


***