I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Temani aku sayang



Tersenyumlah dan bahagialah selama hidupmu, karena hanya dengan memandang senyum bahagiamu sudah cukup bagiku.


Kenan, kapan kamu akan menikahinya? tanya sang paman dengan ketus.


 “Ahh, itu juga sedang aku rencanakan om, hanya saja untuk saat-saat ini aku sangat sibuk. Jadi, dalam waktu dekat aku berencana melamarnya.”


Ohh yahh…


Good, good! jangan terlalu lama Kenan, nanti digondol maling! ujar sang paman dengan nada bercanda.


“iya om, tidak akan sampai digondol maling laki-laki!!”


“Sayang, kamu sudah lelah??” tanya Kenan pada Sunny yang sedang duduk di sebuah sofa.


Hmmpp, Sunny menggelengkan kepalanya


 “Okay sayang, sebentar lagi kita akan pulang yah, besok kamu harus bekerja.”


Baik kak Kenan.


Loh Kenan, cepat sekali pulangnya?


“Iya tante, besok Sunny harus bekerja dan malam  ini harus full istrahat.”


 Hmm, perhatian sekali Kenan!! goda para saudaranya.


“ahaha, jelas!” balas Kenan dengan penuh percaya diri.


 “Sayang, thank you for tonight… and you’re so beautiful,” ucap Kenan dengan sedikit berbisik.


Iya kak Kenan, tapi tidak perlu berbisik seperti ini.


"Aku terkesima sayang, malam  ini kamu sudah bisa berbaur dengan keluargaku. Itulah mereka dengan tingkah konyol mereka tapi sampai saat ini om dan tantelah yang selalu memperhatikanku.”


 Iya kak Kenan, terimakasih telah memperkenalkanku dengan keluarga besar kakak.


“iya, weekend nanti aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!


Okay, aku akan selesaikan jadwal lemburku sabtu ini.


“aku pulang dulu,” Kenan memberikan sebuah kecupan hangat pada kening Sunny.


________________*________________


Weekend ini kak Kenan mengajakku pergi, hemm kira-kira mau kemana lagi?? gumam Sunny sembari memilah baju yang ingin ia beli di sebuah mall.


Sedang sibuk memilah, tanpa sengaja berpapasan dengan  seorang pria.


 Maaf, maaf… ucap Sunny kepada pria yang telah ia tubruk.


“Iya tidak masalah bu,” balas pria tersebut dan Sunny mengangkat kepalanya perlahan.


 Sunny cukup terkejut saat melihat sosok pria yang dihadapannya ialah Adrian dan juga Vita sahabat lamanya.


 Hmpp, kenapa sendiri Sunny? bukankah ada pangeran kayamu! tukas Vita dengan nada mengejek


Ahh apa maksudmu Vita?


Hmmp, entahlah! tapi melihatmu disini membuat bad moodku!!


“Vita, sudahlah ayo kita lekas pergi,” ujar Adrian sembari manarik tangan Vita lalu bergegas pergi.


Kak Adrian, coba lihat perempuan yang dulu kakak cintai sudah semakin berubah!!


 Sunny hanya mendengarkan perkataan Vita sambil lalu tanpa mempedulikannya.


Sombong banget!! bentak Vita dengan nada geram.


“Vita, aku sudah bilang berapa kali? cukup!!”


 Hah, gara-gara perempuan murahan itu, kakak sudah berani membentakku!! ujar Vita kesal.


“Iya Vita, tapi semua sudah berlalu! okay.”


Mas, saya pesan mocca float dan donnut 2!!


 Hmmpp, cuacanya cukup panas juga...


Sunny menyenderkan diri di sofa J.Co area mall pusat perbelanjaan, mengingat kejadian yang baru saja terjadi cukup membuat pikiran Sunny sedikit terganggu.


 Drrttt… “My honey calling”


Hallo kak! iya aku sedang di J.Co mall X.


Hmm iya kak, aku tunggu disini.


 Beberapa saat kemudian, Kenan pun tiba.


 “sayang, kenapa tidak memberitahuku kalau kamu kesini!”


Sorry kak, tadi aku hanya iseng saja mencari baju kerja.


 “Ohh ya, tapi kenapa tidak mengajakku sayang? hmm…” Kenan menyentuh tangan Sunny.


Iya sorry kak! jawab Sunny dengan wajah sendu


 “kamu kenapa?”


Tidak apa-apa kak!


“Jujur! wajahmu dan ekspresimu tidak bisa bohong sayang.”


 Hmmp, okay okay. Sunny pun menceritakan apa yang telah ia lalui siang hari ini.


“Ohh begitu, yasudahlah! itu pendapatnya dan tidak perlu dipikirkan lagi. Dia bisa berbicara seperti itu karena dia tidak tahu apa yang  kamu alami dan kamu rasakan selama ini.”


Tukas Kenan sambil menyentuh punggung tangan Sunny.


Iya kak Kenan, hanya saja hatiku sedikit sakit dan pikiranku sedikit terganggu.


“Iya sayang, sudah yah! aku selalu ada disampingmu."


Iya kak, terimakasih karena kakak selalu ada untukku sejak dulu hingga saat ini.


“dan selamanya sayang,” sambung Kenan.


 Berjumpa dengan sosok masa lalu dan juga seorang yang pernah dianggap sahabat, namun hanya karena sudut pandang yang salah, hal tersebut membuat Sunny dianggap perempuan penggoda para pria kaya.


Untuk merubah sudut pandang buruk terhadap dirinya bukanlah hal yang mudah, namun Sunny harus rela hati untuk menerima kenyataan akan pandangan orang lain terhadap dirinya.


 Kita kemana lagi kak? kakak selalu memberiku kejutan.


“hmmpp, lihatlah”


Kak Kenan, ini kuburan! ujar Sunny dengan heran


 Kenan menundukkan kepalanya dan berlutut disebuah batu nisan.


 “oma, opa… inilah perempuan yang selama ini kalian inginkan! sekarang dia ada disampingku dan akan menjadi bagian keluarga kita, tolong restui kami..-“


Kenan tertunduk dan tak mampu menahan pilu hatinya, air mata mulai membanjiri pipi tampannya.


Kak Kenan! Sunny yang telah mengetahui semua masa lalu Kenan hanya bisa mendukung apa yang menjadi keputusan Kenan.


Sunny menyentuh bahu Kenan dan ikut berlutut di samping batu nisan opa dan oma Kenan.


 “oma, opa sekarang aku hanya mempunyai Sunny!!”


Kenan terus terisak dihadapan batu nisan mendiang oma dan opanya.


Kak Kenan, betapa beratnya beban kakak selama beberapa tahun ini yang tidak aku ketahui.


Maafkan aku kak, jika aku terlambat mengetahui dan peduli tentang kehidupan kakak.


Begitu berat beban yang selama ini Kenan hadapi dan tanggung sendiri, sosok ayah dan ibunya yang telah meninggalkannya sejak balita.


Kenangan pahit masa lalu cukup menjadi cerita berharga dan kenangan indah itu biarlah tercipta sejak saat ini dan seterusnya.