I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Kekasih terindahku



Aku ingin menjadi seseorang yang selalu


berada disisimu, dalam suka duka dan dalam kejatuhanmu sekalipun aku ingin tetap berada dalam pelukan hangatmu.


Maaf pak Kenan, kami dari pihak bank


akan menyita rumah ini! tegas seorang petugas kolektor.


“Baik pak, tapi ijinkan saya untuk berkemas dalam satu hari ini!!” pinta Kenan kepada para petugas.


Baik pak Kenan, mohon maaf pak kami hanya menjalankan tugas!!


Perasaan pilu yang kini menyelimuti hati Kenan bersama beberapa orang kepercayaannya.


Nak Kenan, tolong jangan tinggalkan kami,, iyaa pak Kenan kami masih ingin bersama bapak sekali pun gaji kami berkurang tidak masalah pak!!


Isak tangis haru biru para pelayan dan juga asisten rumah Kenan yang telah belasan tahun bersama Kenan, sejak oma dan opanya masih hidup.


“Pak, bu tolong tinggalkan saya, sekarang saya tidak akan mampu membayar gaji kalian lagi!!” tukas Kenan dengan lirih.


Kak Kenan, ayo kak!! Sunny meraih tangan Kenan menuju mobil cayla Sunny.


Setelah seharian berkemas, kini Kenan tiba di rumah barunya yang hanya dua lantai tanpa kolam renang dan juga kemewahan lainnya tepat di sebuah perumahan standar.


“Sunny, disinilah aku akan memulai kehidupanku dan juga aku ingin kita bersama dengan anak-anak kita kelak hidup bahagia disini! sekali pun aku bukan seorang direktur muda Kenan Wijaya Kusuma.”


Sudahlah kak, aku bahagia hidup bersama


kakak dalam keadaan apa pun mari kita jalani kehidupan kita dengan semangat baru. Sunny menggenggam erat tangan Kenan dengan wajah dipenuhi senyuman.


“Sunny, terimakasih telah banyak membantuku! sekarang bibi Ina dan pak Tono supirku, akan bersamaku disini.”


Iya nak Kenan, kami tidak ingin pisah dari sampean, jadi biarlah saya bersama istri saya Ina akan tetap membantu nak Kenan! ujar supir pribadi Kenan yang juga telah belsan tahun bersama Kenan.


Kenan yang sebelumnya menjabat sebagai


seorang direktur utama dan muda di perusahaan utama milik family Kusuma, kini


telah diambil alih oleh pamannya.


Selama proses pemulihannya dari lumpuh yang ia alami selama satu tahun lebih, cukup membuat perusahaan mengalami goncangan


hebat sehingga paman saudara dari ayahnya mengambil alih kepemimpinan.


Namun dibalik kejatuhan Kenan saat ini, Kenan masih memiliki orang-orang yang setia mendampinginya dan membantunya untuk bangkit kembali.


_________________*________________


“Selamat pagi semua, mulai hari ini saya Kenan Wijaya akan bekerja penuh waktu di perusahaan ini.”


Prok prok prok.. akhirnya pak Kenan yang


memimpin, kami sudah menanti waktu bapak akan penuh waktu berada disini pak.


Iyaa betul sekali pak, berarti bapak tidak di kantor pusat lagi yah..---


Maaf yah ibu-ibu bisa kembali bekerja, pak Kenan akan sangat sibuk.


“Hmm,, thank you bro Irwan sudah banyak


membantu! sekarang aku kembali dan penuh waktu berada disini.”


Iya bro, aku turut prihatin mendengar kabar dari beberapa orang yang berada di perusahaan utama.


“iya bro, itulah hidup tidak akan ada yang sempurna, aku hanya bisa melakukan apa


yang bisa kulakukan saat ini!!”


Iya bro, ehh bagaimana dengan acara pertunanganmu??


“hahaa iya bro, minggu depan aku akan bertunangan bersama Sunny! datang yah!” Kenan menepuk bahu Irwan.


Siap bro…


Irwan merupakan orang kepercayaan Kenan


yang ia kelola dulu.


__________________**_________________


Non Sunny terlihat begitu cantik! puji asisten rumah Kenan.


Terimakasih bi.


Non, kenapa tidak ke salon saja?


Hmmp, tidak bi! sudah cukup merias sendiri aku merasa cukup puas dan tidak ingin mengingat kenangan lama. Tukas


Sunny yang sedang berada didepan cermin.


Iya non, sekarang mari keluar dan tebarkan senyuman bahagia dan tidak perlu mengingat kejadian satu tahun yang lalu.


Melangkah perlahan menuju aula yang


merupakan tempat dilaksanakan acara pesta pertunangan Sunny dan Kenan, secara sederhana tidak semewah satu tahun yang lalu.


“mari kita sambut sang mempelai Kenan


Wijaya Kusuma bersama nyonya baru keluarga Kusuma.”


Tepuk tangan dan haru biru mengiringi


langkah kaki Sunny bersama Kenan yang memasuki aula pesta.


“Sekarang dipersilakan untuk kedua mempelai saling bertukar cincin”


Tepuk tangan mengiringi prosesi pemasangan cincin pada jari manis masing-masing, Sunny yang mengenakan gaun berwarna putih dan Kenan yang mengenakan jas berwarna hitam.


Keduanya terlihat begitu memukau terlepas dari pesta yang dilaksanakan secara sederhana.


“Sunny, maaf pertunangan kita harus tertunda selama satu tahun!” bisik Kenan saat berdiri disamping Sunny.


Iya kak Kenan, tidak perlu mengingat yang telah lalu, gumam Sunny kepada Kenan sambil berbisik.


Malam bahagia bagi Kenan dan wanita pujaan hatinya yang selama ini ia perjuangkan selama bertahun-tahun, akhirnya


jatuh dipelukannya.


“Sunny, ini adalah awal dari perjalanan cinta kita! kuharap kamu akan selalu setia berada disisiku meskipun saat ini aku masih memulai karir baruku.”


Yes, kak Kenan! Sunny hanya mampu menganggukkan kepalanya, perasaan haru bahagia menyelimuti suasana pesta pertunangan Kenan dan Sunny.


Selamat bro Kenan…


“thank you bro Jeho..”


Hmm, Sunny Kenan! akhirnya cinta kalian


bersatu dan selangkah lagi menuju bahtera rumah tangga yang bahagia. Ucap Jeho rekan bisnis Kenan yang pernah menjadi atasan Sunny selama diluar kota.


“honey, thank you so much for tonight...


Aku sangat bahagia bisa memiliki perempuan tegas sepertimu..” Kenan menggenggam erat tangan Sunny dan menyenderkan dibahunya.


Iya kak Kenan, aku bangga memiliki


lelaki seperti kakak yang tidak pernah mudah menyerah dengan keadaan. Balas Sunny sembari merangkul manja lengan Kenan.


Kenan seorang pria mandiri sejak masa kecilnya selalu diajarkan untuk menjadi pria yang harus selalu melindungi orang-orang yang dikasihinya.


“Sayang, oma dan opa pernah berkata begini…


“Kenan cucu oma dan opa yang tampan, kelak jika kamu menemukan perempuan yang benar-benar piliha hatimu, cintai dan sayangi dia dengan sepenuh hati perlakukan dengan penuh kasih.”


Itulah yang mereka selalu katakan, sebelum oma dan opa pergi.”


Iya kak Kenan, aku akan berusahan menjadi perempuan yang oma opa inginkan.