I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Sebagai orang asing bagimu



 


Cinta dan pengorbanan yang kini telah musnah dan berakhir hanya dengan kata-kata perpisahan, akankah bisa menemukan cinta yang sama...


 


Luka, rasa kecewa dan deraian air mata yang telah memenuhi perjalanan cinta Sunny selama ini sudah cukup memberikannya pemahaman bahwa cinta yang selama ini ia perjuangkan tak selamanya dapat ia genggam karena sewaktu-waktu genggaman itu pasti akan terlepas.


Hubungan komunikasi diantara Kenan dan Sunny kini cukup canggung dan terlihat hanya sebatas atasan dan bawahan, walau pun Sunny merupakan sekretaris Kenan akan tetapi Kenan tak ingin menggunakan kekuatan kekuasaannya untuk keegoisannya.


“Sunny untuk beberapa bulan ke depan aku ada pertukaran tugas ke luar daerah dan yang akan satu ruangan denganmu nanti juga merupakan pertukaran dari luar daerah, aku harap kamu dapat bekerjasama dengan baik."


Baik, akan saya laksanakan!! balas Sunny kepada Kenan dengan suasana datar diantara keduanya.


Kenan pun tak terlihat selama dua bulan lebih dan Sunny kini pun lebih banyak membantu atasannya yang baru yaitu seorang pria dengan umur kisaran 35 tahun ke atas, namun karena penampilannya yang cukup menawan dan juga tampan tersebut, membuatnya lebih terlihat kisaran usia 25 tahun.


Jehonathan Albertus, demikian nama yang tertera di id card pengganti posisi Kenan tersebut.


“Nona Sunny sisa waktu saya di kantor ini hanya satu minggu lagi, jadi saya harap kamu mau membawa saya berkeliling area mau pun lokasi yang cukup menarik’ pinta Jeho yang merupakan panggilan akrab para pegawai."


Baik pak, nanti akhir pekan saya akan mengajakbapak untuk berkeliling atau bagaimana jika kita mengadakan pesta saja!!


Sunny mengajukan idenya kepada Jeho.


“ohh Good, I like it, kita bisa saja mengadakan pesta perpisahan yah tapi saya percayakan semuanya pada nona Sunny yah!!" Jeho tersenyum sambil menepuk bahu Sunny.


Siap pak! jawab Sunny.


Selama tiga hari Sunny berusaha berjuang menyelesaikan segala pekerjaannya agar bisa menyiapkan sebuah pesta perpisahan bagi pak Jeho, dan kini semua telah dipersiapkan dengan baik.


Sunny membuat rencana pesta yang akan mereka laksanakan di sebuah Villa mewah di daerah X.


Baik semuanya maaf telah membuat kalian lembur, tapi ini sudah menjadi mandate dari pak Jeho yang sebentar lagi tidak bersama dengan kita, jadi kita akan mengadakan pesta perpisahan di Villa X.


“Horeeee baik nona Sunny kami akan segera bersiap-siap!!!" semua terlihat begitu bersemangat.


Tiba saatnya sekitar pukul. 05:45, Sunny bersama tim kantor berangkat ke sebuah Villa yang akan menjadi tempat mereka melaksanakan pesta dan juga menginap selama satu malam. Semua telah bersenang-senang selama seharian penuh dan kini malam telah datang merupakan acara puncak pesta tersebut, yaitu acara api unggun dan panggang-panggan dan disertai bernyanyi bersama.


“Semuanya saya sangat berterimakasih atas kerjasama kita selama ini, tapi saya harap ini bukan akhir dari kebersamaan kita. Kelak jika kebetulan berpapasan dijalan, sapalah saya jika saya tak menyadari wajah kalian!! kemudian terdengar riuh canda tawa mereka yang begitu menikmati kebersamaan tersebut.


Keesokan harinya…


Semua pun kembali pulang dan menjalanji segala tanggung jawab seperti biasanya.


Jehonathan Albertus, yang sempat menjadi pengganti Kenan pun kini sudah tak lagi bersama dengan mereka, semua cukup merasa kehilangan dikarenakan penampilan mau pun tutur kata Jeho yang juga mampu menyihir para wanita di kantor tersebut.


Pesona Jeho tak kalahnya dengan pesona Kenan, Kenan yang juga merupakan direktur di kantor tersebut pun memiliki pesona yang begitu menyihir namun karena sifat seriusnya membuat para pegawai tak berani terlalu dekat dan hanya Sunny yang mampu membuatnya takhluk.


“Sunny bagaimana keadaan kantor selama beberapa bulan ini??" tanya Kenan yang tampak sedikit memiliki kumis tipis dan juga rambutnya yang sedikit panjang namun justru membuatnya terkesan menjadi pria dewasa.


“oke thank you Sunny!!"


Kenan pun memasuki ruangannya dan duduk di kursinya dan terlihat dari dalam ruangan Sunny, karena ruangan transparan yang dibatasi penyekat kaca dan tirai saja.


Sunny pun melanjutkan pekerjaannya walau jauh dalam lubuk hatinya kini merasa Kenan sedikit berbeda dari yang dulu, semua semenjak pertengkaran yang terjadi antara Sunny dan Kenan saat Sunny mengetahui kebohongan mengenai cerita tentang Adrian.


Kenan melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan sementara Sunny pun juga melaksanakan tanggung jawab sebagai sekretaris kepercayaan Kenan. Sunny dan Kenan tetap bersikap profesional dalam menjalankan setiap tugas tanggung jawab masing-masing, tanpa menghiraukan bahkan mengungkit permasalahan yang telah berlalu.


Disuatu sore…


Sunny berjalan menyusuri area yang di penuhi dengan food court, kebiasaan Sunny yang selalu menyukai kuliner nusantara. Setelah memilih makanan mau pun minuman yang sesuai dengan seleranya, Sunny mencari tempat duduk sebagai tempat agar bisa menikmati makanannya.


Saat sedang menikmati makanannya tak sengaja Sunny memandang ke arah depannya dan kunyahanya terhenti sejenak saat melihat sosok tersebut, dan mereka saling pandang.


Adrian yang tengah duduk santai bersama rekan kerjanya dan juga masih mengenakan pakaian rapi layaknya seorang pekerja kantoran. Sunny pun bersikap acuh sambil kembali menikmati makanannya, Sunny tak ingin hanya karena sosok masa lalu tersebut membuat selera makannya hilang.


Tepat tanggal 15 November, merupakan tanggal kelahiran Sunny dan kini ia berusia 25 tahun. Kali ini Sunny hanya merayakannya sendiri, saat Sunny mulai menatap foto-foto keluarganya, air matanya pun mulai mengalir hingga membasai album foto tersebut.


Tepat hari ini 25 tahun sudah aku menjalani kehidupan ini, dan juga sudah enam tahun lebih aku menjalani kehidupan seorang diri, kini dua tahun lebih telah berlalu aku benar-benar menjalani hidup tanpa sosok pria yang berada di sisiku untuk menemaniku menjalani hari-hari pilu ini.


Ponsel Sunny berbunyi dan terlihat nama Kenjo yang sedang memanggilnya.


Hallo bang,, ohh thank you bang sudah ingat ulang tahunku,, oke baik.


Sunny pun bergegas menyiapkan diri untuk menerima tawaran dari Kenjo yang ingin mengajaknya merayakan ulang tahun bersama. Kini terlihat mobil hitam bercampur corak merah maron sedang terparkir di depan loby apartemen kediaman Sunny.


Bang Kenjo...


“Happy birthday to you my beloved sister… ucap Kenjo sambil merangkul dan sambil mengecup keningnya Sunny lalu mengeluarkan sebuah hadiah yang terbungkus rapi dalam sebuah kotak panjang nan besar.


Wahh apa ini bang?? tanya Sunny heran dengan wajah bahagianya.


“ini hadiah ulang tahunmu yang ke 25 tahun Sunny, bukalah adikku..." Sunny perlahan membuka balutan tersebut.


Waowww bang Kenjo ini pasti super mahal deh... ucap Sunny dengan mata yang berbinar-binar.


Kenjo menghadiahkan Sunny sebuah gitar acoustic berwarna coklat mengkilat disertai dengan beberapa perlengkapan music lainnya.


Sunny terlihat begitu bahagia, Sunny yang merupakan seseorang yang begitu menyukai seni terutama music.


“kuharap kamu selalu tersenyum bahagia Sunny!!"


Kenjo memandangi wajah bahagia Sunny dan juga terharu saat adik semata wayangnya terlihat begitu menyukai hadiah tersebut.


***